ANALISIS DATA
4.3. Analisa Eksisting
4.3.2 Analisa Sirkulasi dan Organisasi Ruang
Dari analisa tentang sirkulasi akan diperoleh pola sirkulasi yang terjadi pada C2O Library.Cinematheque.Cafe. Sirkulasi yang paling dominan adalah sirkulasi dari pengunjung dan staff. Dari sirkulasi ini nantinya akan dapat ditentukan organisasi ruang pada konsep desain.
• Organisasi ruang dan pola sirkulasi pengunjung
Sirkulasi pengunjung dimulai dari area parkir yang kemudian dilanjutkan ke area perpustakaan dengan melalui cafetaria dan entrance terlebih dahulu. Area – area yang dapat dilalui oleh pengunjung adalah area publik . Area publik ditandai dengan warna merah muda seperti yang terlihat pada gambar disamping. Area publik meliputi cafetaria, area perpustakaan, area pameran dan area pemutaran film. Selain itu pengunjung juga dapat mengakses area servis yang ditandai dengan warna kuning yang meliputi area parkir, admin dan toilet. Dari gambar disamping dapat dilihat sirkulsi paling padat terletak di area perpustakaan, terutama bagian admin yang berdekatan dengan entrance.
7. Kantor dan ruang rapat 8. Area pemutaran film 9. Gudang perlengkapan 10. Kamar Mandi
89
Gambar 4.2 Organisasi ruang dan pola sirkulasi pengunjung
Dari gambar disamping, dapat diidentifikasi permasalahan – permasalahan yang terjadi pada sirkulasi , antara lain :
- Peletakan cafetaria yang berdekatan dengan entrance dirasa kurang tepat, hal tersebut dikarenakan kepadatan di area cafetaria akan membuat pengunjung yang ingin masuk kedalam area perpustakaan menjadi terhalang dan terganggu. Akan lebih baik apabila cafetaria dipindah ke area yang tidak terlalu padat sirkulsi
- Peletakan bagian admin terlalu dekat dengan entrance. Mengingat aktivitas yang dilakukan pada area admin cukup banyak, akan sangat mengganggu sirkulasi apabila admin dalam keadaan ramai oleh pengunjung.
- Peletakan toilet cukup jauh dengan ruang perpustakaan. pengunjung perlu memutari perpus dahulu untuk mengakses toilet. Sirkulasi tersebut tidak efektif, oleh karena itu peletakan toilet perlu di rubah ke tempat yang lebih mudah diakses pengunjung
90
• Organisasi ruang dan pola sirkulasi pengunjung
Gambar 4.3 Organisasi ruang dan pola sirkulasi staff
Sirkulasi staff dimulai dari area parkir kemudian menuju kantor. Staff perpustakaan antara lain Director, staff adminintrasi, dan staff masing-masing area kerja dalam perpustakaan tersebut. Ada 3 akses menuju kantor, yang pertama staff dapat mengakses melewati entrance kemudian melewati area perpustakaan kemudian menuju kantor. Dapat pula melalui pintu samping area perpustakaan. Atau dengan melewati area pameran dan langsung menuju pintu kantor.
Namun sirkulasi menuju kantor ini memiliki banyak kekurangan. diantaranya akses yang melewati area perpustakaan akan semakin menambah padat sirkulasi di dalam area tersebut. Untuk sirkulasi staff melalui area pameran dan pemutaran film dirasa tidak efektif dan jauh, karena harus memutari bangunan perpustakaan terlebih dahulu untuk mencapai kantor
91 4.3.3 Area dan Aktifitas
Tabel 4.1 Pembagian area dan aktifitas 4.3.4 Aktifitas Umum
92
Tabel 4.2 Aktifitas umum 4.3.5 Aktifitas Khusus
93 4.3.6 Analisa Hubungan Ruang
• Diagram matrix
Gambar 4.4 Diagram matrix analisa hubungan ruang
• Diagram Bubble
94 4.3.7 Analisa Interior Eksisting
Analisa interior C2O Library diambil dari data-data foto survey lapangan, yang difokuskan pada pengolahan ruangan dan interiornya.
• Cafetaria
Gambar 4.6 Keadaan cafetaria di C2O
Area cafetaria terletak pada bagian depan perpustakaan. Luasan cafetaria sangat terbatas sehingga tidak dapat memenuhi aktivitas dan kebutuhan pengunjung. Peletakan cafetaria juga tidak tepat karena dapat mengganngu sirkulasi pengunjung yang akan masuk kedalam perpustakaan. Apabila dilihat dari segi interiornya, sama sekali tidak memperhatikan aspek interior. Pada cafetaria ini hanya menggunakan bangku serta meja berwarna putih dan terkesan sangat monoton.
• Administrasi dan layanan
Gambar 4.7 Keadaan administrasi dan layanan
Bagian administrasi dan layanan letaknya berdekatan dengan entrance. Terdapat sisi positif dan sisi negatif dari peletakan bagian admin ini. Sisi positifnya apabila pengunjung ingin mencari info buku, bagian administrasi mudah sekali untuk di akses, selain itu admin dapat mengawasi seluruh kegiatan di perpustakaan dengan mudah dari meja kerjanya. Sisi negatifnya adalah apabila
95
bagian admin dipenuhi oleh pengunjung maka akan sangat mengganggu sirkulasi dan memenuhi ruangan mengingat luasan area admin cukup kecil dan terbatas. Dari sisi interior, bagian admin sangat minim sentuhan interior, hanya menggunakan sebuah meja kerja dan kursi sebagai tempat kerjanya.
• Area penjualan buku dan suvenir
Gambar 4.8 Keadaan Area penjualan buku dan souvenir
Pada area penjualan buku dan suvenir tidak terdisplay dengan baik. Buku-buku dan suvenir hanya ditata pada sebuah meja kecil. Anthopometrinya tidak diperhatikan sehingga membuat area ini tidak terlalu menarik. Peletakannya berada ditengah jalur sirkulasi,sehingga mengurangi luasan sirkulasi ruang baca.
• Area Display Buku dan Film
Gambar 4.9 Keadaan Area penjualan buku dan souvenir
Pada area display koleksi furnitur yang digunakan masih belum memperhatikan segi ergonomi dan anthopometri. Rak buku terlalu tinggi tidak memudahkan para pengunjung untuk mencari bahan bacaannya, dan dapat membuat admin tidak dapat mengawasii para pengunjung yang meletakkan buku diatas rak tersebut. Rak display dan penempatannya masih monoton membuat
96
perpustakaan berkesan biasa dan kurang komunikatif. Selain itu tidak ada pemisahan rak koleksi berdasarkan genre, sehingga buku bacaan untuk anak-anak masih tercampur dengan buku jenis lainnya.
• Area Baca
Gambar 4.10 Keadaan Area Baca
Area baca dibagi menjadi 3 spot yang berbeda. Ada area baca yang berkonsep lesehan dilantai, ada yang menggunakan sofa, dan adapula yang menggunakan meja baca. Namun kapasitas yang dapat ditampung area baca ini masih minim, tidak semua pengunjung dapat duduk santai membaca di area baca. Selain itu masih kurang memperhatikan standart ergonomi yang tepat untuk area baca perpustakaan. Tidak ada kesatuan konsep interior pada bagian area baca tersebut.
• Area Pemutaran Film
97
Area pemutaran film dan pameran terletak di bagian sebelah kiri dari bangunan perpustakaan. Karena keterbatasan lahan area pemutaran film dan pameran dibuat tidak permanen dan outdoor. Furniturnya hanya berupa kursi-kursi lipat yang ditata melingkari layar film, kondisi ini tentunya akan membuat pengunjung kurang nyaman terutama saat malam hari dimana angin malam cukup dingin dan gangguan dari serangga seperti nyamuk. Area ini juga rawan terhadap adanya hujan karena tidak ada atap yang menaungi dari hujan. Dari segi akustik juga sangat kurang karena tidak ada penanganan khusus pada dinding dan lantainya.