Ada baiknya sebelum mengoperasikan suatu bisnis atau usaha, perusahaan mempunyai pengetahuan dan pengertian akan bisnisnya sendiri. Pengertian itu maksudnya mengenali dengan baik apa yang menjadi kekuatan, kelemahan serta peluang yang bisa dimanfaatkan dan ancaman bagi keberadaan perusahaan.
Dengan mengenali keempat faktor tersebut, perusahaan bisa memanfaatkannya untuk menghadapi pesaing serta menyusun strategi bisnis agar perusahaannya semakin maju. Jika tidak mengenali faktor-faktor tersebut maka akan sulit untuk menyusun strategi bisnis karena seperti pepatah lama sebelum mengenali pesaing harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu.
- Analisis Kekuatan Perusahaan (strength) 1. Manajemen sudah terstruktur
Manajemen PT. Indo Crane Pratama sudah terstruktur terlihat dari adanya struktur organisasi yang dipunyai di mana setiap karyawan mempunyai deskripsi tugas yang jelas. Selain itu, pendelegasian tanggung jawab yang dilakukan juga sudah terperinci sehingga akan memudahkan kerjasama dan kinerja dalam perusahaan.
2. Alat berat yang tergolong baru
Kelebihan dari alat berat yang disewakan PT. Indo Crane Pratama tergolong masih baru, dan perusahaan sendiri memiliki standart hanya menyewakan dan menyediakan alat berat yang diproduksi di atas tahun 2005. Hal ini menjadi jaminan pada penyewa bahwa alat yang digunakan memilki kualitas dan kemungkinan rusak atau mogok yang lebih kecil dibandingkan pesaing yang menggunakan alat berat yang berusia lebih tua
3. Pengalaman dan Relasi Karyawan
Walaupun merupakan perusahaan yang modal dan saham nya dipegang oleh para komisaris yang berada di pulau Jakarta, namun General Manager PT.
Indo Crane Pratama merupakan pemain lama atau orang yang sudah lama berusaha di bidang seperti ini. Relasi dengan berbagai pemain lain di bidang industri dan para kontraktor menjadikan para relasi lebih loyal jika ingin menyewa alat berat. Karyawan di perusahaan juga sudah dikenal sejak lama sehingga sudah memiliki reputasi sendiri bagi para penyewaanya.
4. Perusahaan memiliki modal besar
Karena PT. Indo Crane Pratama merupakan perusahaan terbuka, maka modal yang didapatkan dari para komisaris lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang dibangun sendiri, modal didapatkan dari modal gabungan para komisaris atau kongsi. Hal ini menjadikan kekuatan pada ekspansi perusahaan, perusahaan bisa lebih mudah membesarkan usahanya, menambah alat berat yang ada dan pembangunan pool yang bisa memuat lebih banyak alat berat karena adanya modal yang kuat dari para komisaris tersebut.
- Analisa kelemahan perusahaan (weakness) 1. Keterbatasan Pengalaman
Untuk beberapa bagian seperti operator dan mekanik PT.Indo Crane Pratama masih banyak terdapat karyawan yang kurang berpengalaman, tidak banyak yang bisa menguasai alat berat secara keseluruhan,sehingga hanya beberapa orang saja yang benar-benar berpengalaman yang bisa membimbing dan mengerti keseluruhan alat berat tersebut.kurangnya motivasi para karyawan yang berada di lokasi yang jauh dari kota dimana perusahaan berada menjadikan perusahaan merugi.
2. HRD belum bekerja maksimal
Kelemahan yang lain pada perusahaan ini adalah pada bagian Human resource Development (HRD) masih kurangnya sistem penilaian kinerja dan pengawasan pada karyawan yang bekerja di kantor maupun di lokasi pekerjaan diluar kota.
3. Media pemasaran sangat terbatas
Untuk industri alat berat sendiri, pemasaran sendiri hanya bisa dilakukan dengan memasang di media cetak seperti Koran dan yellow pages. Koran yang
digunakan sebagai media pemasaran adalah Kaltim Post berarti hanya daerah Kalimantan Timur saja yang terpengaruh pemasaran PT. Indo Crane Pratama.
4. Adanya rangkap jabatan
Adanya rangkap jabatan perusahaan untuk tujuan efisiensi SDM, namun hal ini terkadang memberatkan karyawan yang bersangkutan karena dituntut untuk mengerjakan berbagai tugas secara bersamaan, sehingga kadang kewalahan dan bekerja lebih lambat daripada jika karyawan fokus dalam satu pekerjaanya.
- Analisa peluang bagi perusahaan (oppurtunity) 1. Kelonggaran peraturan pemerintah
Peraturan pemerintah yang kurang ketat membuat lebarnya kesempatan untuk membuka perusahaan penyewaan alat berat di Indonesia, khususnya daerah Kalimantan.Yang dibutuhkan untuk membangun perusahaan hanya izin pembangunan badan usaha dan mentaati lokasi pembangunan perusahaan yang jauh dari pemukiman warga serta mudahnya mendapatkan sertifikasi operator atau SIO. Kelonggaran ini dapat mempermudah PT.Indo Crane Pratama.
2. Permintaan penyewaan alat berat meningkat
Meningkatnya kegiatan bisnis dan pembangungan di Kalimantan menjadikan permintaan alat berat meningkat.Industri batu bara pembangunan gedung dan pusat perbelanjaan menjadi faktor meningkatnya permintaan. Hal ini menunjukan bahwa industri penyewaan alat berat memiliki nilai penting pembangungan kota.
3. Rendahnya kualitas dan sedikinya produk pengganti
Produk pengganti yang tersedia hanyalah escavator atau alat keruk yang sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda dengan Crane sendiri.Kualitas dan keselamatanya pun kurang terjamin.Dengan kapasitas yang kecil namun biaya yang rendah menjadikan escavator sebagai produk ganti yang kurang layak untuk digunakan di usaha-usaha skala besar.
4. Perkembangan daerah Kalimantan
Dengan berkembang dengan pesatnya teknologi dan kegiatan bisnis di Kalimantan, membuat banyakanya akses internet dan media komunikasi lainya,Hal ini bisa menjadi peluang bagi perusahaan untuk menggunakan teknologi tersebut sebagai sarana pemasaran karena perusahaan bisa lebih mudah
ditemukan oleh calon konsumen. Semakin tingginya tingkat perkembangan kota tersebut dan juga majunya teknologi, dapat memicu para masyarakat dari suatu kota untuk mau belajar hal baru agar nantinya memahami internet dan media-media elektronik yang lainnya.
- Analisa ancaman bagi perusahaan (threat)
1. Perusahaan penyewaan alat berat lain mudah masuk ke pasar
Hambatan dari pemerintah yang tidak ketat dapat memunculkan banyak perusahaan pesaing baru yang akan masuk, melihat berkembangnya Kalimantan dari banyaknya industri tambang mendorong para investor untuk membangun perusahaan baru dengan modal yang besar. Perusahaan pesaing baru juga dapat menyebabkan kompetisi harga dan juga macam-macam dari variasi alat yang semakin banyak.
2. Harga suku cadang yang meningkat
Harga suku cadang yang meningkat pada umumnya ditambah dengan suku cadang jika alat berat tersebut rusak dan harus melakukan pemesanan dari Jepang dan Singapura. Meningkatnya nilai mata uang negara tersebut membuat harga suku cadang yang meningkat dan tidak ada produk atau suku cadang subtitusi untuk menggantinya.
3. Kelangkaan bahan bakar
Dengan menipisnya bahan bakar dari tahun ke tahun di Indonesia khususnya di Kalimantan membuat terhambatnya pekerjaan alat berat tersebut, alat berat menggunakan solar sebagai bahan bakar operasionalnya.Semakin langka dan juga mahalnya bahan bakar untuk kegiatan operasional, maka dapat menjadikan ini ancaman yang harus diterima dan dihadapi oleh perusahaan.
4. Resource pesaing lebih besar
Yang dimaksud dengan resource dari pesaing yang lebih besar ini adalah modal yang lebih besar dari pesaing, di samping itu juga dengan banyaknya kesempatan yang ada dalam bisnis yang berkembang terutama di Kalimantan sendiri membuat pengusaha dari luar pulau lain yang juga memiliki modal yang besar untuk membuka usaha di bidang yang sama. Pesaing dengan modal yang lebih besar akan lebih bisa menyediakan alat berat dengan kapasitas yang lebih banyak lagi.
Tabel 4.2 Analisis SWOT PT. Indo Crane Pratama Strength
1. Manajemen sudah terstruktur 2. Alat berat tergolong baru 3. Pengalaman dan relasi karyawan 4. Perusahaan terbuka memiliki
modal yang besar.
Weakness
1. Kinerja karyawan yang masih kurang
2. HRD belum bekerja maksimal 3. Media pemasaran yang sangat
terbatas
4. Adanya rangkap jabatan
Opportunity 1. Kelonggaran peraturan
pemerintah
2. Permintaan alat berat meningkat 3. Kualitas dan jarangnya produk
pengganti
4. Resource pesaing yang lebih besar
Sumber : Hasil Wawancara dan Olahan Peneliti