• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMANSI JARINGAN 3G

4.1. Analisa Power Utilization

Pada perhitungan data power dengan data dari vendor terkait kuatnya power juga berpengaruh pada sebuah perhitungan yang dinamakan trafik CSSR (Call Setup Success Rate), trafik CDR (Call Drop Rate), trafik HO (Hand Over), Traffic HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) karena penulis tidak membahas tentan HSDPA secara detail maka penulis hanya menjelaskan sedikit tentang HSDPA pada BAB 2. Disini HSPDA juga berpengaruh pada kuatnya power karena HSDPA itu sendiri digunakan untuk access internet mobile, makin kuat pancaran sinyalnya makin kuat juga data rate yang terdownload (Througput) pada access internet mobile dan itu juga dipengaruhi oleh kuatnya kapasitas yang ada dipower itu sendiri.

Trafik CSSR (Call Setup Success Rate), trafik CDR (Call Drop Rate), trafik HO (Hand Over), trafik HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) juga akan ditampilkan dibahasan BAB 4 ini karena itu semua juga sangat berpengaruh bagi power itu sendiri.

Gambar 4.3 : Trafik HSPDA sesudah penambahan power

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 37

Bisa dilihat juga trafik HSPDA 3G_SUNTERJAYA didaerah Jabotabek yang sudah ditambahkan powernya juga mengalami penaikan dalam data rate yang terdownload (Througput) dikarenakan kapasitas power ada penambahan. Karena BTS ini baru saja onair jadi hanya menampilkan Througput dari tanggal 30 Maret 2009 hingga 01 April 2009 saja.

Gambar 4.4 Trafik HSPDA sesudah penambahan power

Trafik HSPDA 3G_IDOLA_SLIPI didaerah Jabotabek yang sudah ditambahkan powernya juga mengalami penaikan dalam data rate yang terdownload (Througput) dikarenakan kapasitas power ada penambahan. Karena BTS ini baru saja onair jadi hanya menampilkan Througput dari tanggal 01 April 2009 hingga 03 April 2009 saja.

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 38

Gambar 4.5 Trafik CSSR sesudah penambahan power

Dari sini juga terlihar trafik CSSR dari tanggal 17 – 25 Maret 2009 terjadi penurunan setelah adanya penambahan power utilization trafik otomatis akan mengalami kenaikan. Pada CSSR trafik harus naik karena dalam perhitungan operator, Indosat khususnya mempunyai KPI (Key Performance Indicator) CSSR sebesar 99,00% apabila trafik turun hingga dibawah 80% itu harus sangat diperhatikan lagi dari mana penyebab keturunan trafik tersebut.

Selain CSSR juga terdapat trafik CDR (Call Drop Rate), dimana CDR juga berpengaruh terhadap penambahan power ini karena terputus atau tidaknya suatu hubungan telepon tergantunga dari kuatnya sinyal yang dipancarkan pada BTS tersebut. Dibawah ini adalah trafik CDR sebelum dan sesudah penambahan power :

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 39

Gambar 4.6 Trafik CDR sesudah penambahan power

Dari sini terlihar trafik CDR dari tanggal 01 – 04 April 2009 terjadi penaikan trafik karena power belum ditambah setelah adanya penambahan power utilization trafik otomatis akan mengalami penurunan. Pada CDR trafik harus turun karena dalam perhitungan operator, Indosat khususnya mempunyai KPI (Key Performance Indicator) CDR sebesar 2% apabila traffic naik hingga diatas 3% itu harus sangat diperhatikan lagi dari mana penyebab kenaikan trafik tersebut.

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 40

Gambar 4.7 Trafik CDR sesudah penambahan power

Dari sini terlihar trafik CDR dari tanggal 01 – 04 April 2009 terjadi penaikan trafik karena power belum ditambah setelah adanya penambahan power utilization trafik otomatis akan mengalami penurunan. Pada CDR trafik harus turun karena dalam perhitungan operator, Indosat khususnya mempunyai KPI (Key Performance Indicator) CDR sebesar 2% apabila trafik naik hingga diatas 3% itu harus sangat diperhatikan lagi dari mana penyebab kenaikan trafik tersebut.

Selain CDR juga terdapat trafik CSSR, dimana CSSR juga berpengaruh terhadap penambahan power ini karena terputus atau tidaknya suatu hubungan telepon tergantung dari kuatnya sinyal yang dipancarkan pada BTS tersebut. Dibawah ini adalah trafik CDR sebelum dan sesudah penambahan power :

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 41

Gambar 4.8 Trafik CSSR sesudah penambahan power

Dari sini juga terlihar trafik CSSR dari tanggal 17 – 25 Maret 2009 terjadi penurunan setelah adanya penambahan power utilization traffic otomatis akan mengalami kenaikan.

Pada CSSR trafik harus naik karena dalam perhitungan operator, Indosat khususnya mempunyai KPI (Key Performance Indicator) CSSR sebesar 99 % apabila trafik turun hingga dibawah 80 % itu harus sangat diperhatikan lagi dari mana penyebab keturunan trafik tersebut.

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 42

Gambar 4.9 Trafik HO sesudah penambahan power

Traffic HO (Hand Over) juga mengalami kenaikan dalam trafik 3G_IDOLA_SLIPI yang sebelumnya turun hingga rata – rata setelah ditambahkan power trafik kembali normal.

Sebelum ditambahkan power trafik juga mengalami kenaikan tetapi tidak stabil disitu juga mengalami penurunan itu dikarenakan bertambahnya orang yang memakai pada saat bepergian dan mengalami Hand Over dikarenakan bertambahnya orang yang memakai akibatnya HO juga mengalami penurunan untuk itu perlu ditambahkan power pada sisi Node B (BTS).

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 43

Gambar 4.10 Trafik HO sesudah penambahan power

Traffic HO (Hand Over) juga mengalami kenaikan dalam trafik 3G_SUNTERJAYA yang sebelumnya turun hingga rata – rata setelah ditambahkan power trafik kembali normal. Sebelum ditambahkan power trafik juga mengalami kenaikan tetapi tidak stabil disitu juga mengalami penurunan itu dikarenakan bertambahnya orang yang memakai pada saat bepergian dan mengalami Hand Over dikarenakan bertambahnya orang yang memakai akibatnya HO juga mengalami penurunan untuk itu perlu ditambahkan power pada sisi Node B (BTS).

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 44

Gambar 4.11 Trafik HO 3G ke 2G sesudah penambahan power

Traffic HO (Hand Over) terjadi apabila terputusnya jaringan 3G yang sedang dipakai dan langsung pindah kejaringan 2G yang terdekat. Rata – rata terputusnya jaringan 3G yang sedang terpakai sangat besar sekali apabila Node B (BTS) tidak sanggup lagi memberikan sinyal 3G. Dengan penambahan power disisi Node B (BTS) sangat mempengaruhi bagi kuatnya sinyal 3G, dari grafik diatas pada site 3G_IDOLA_SLIPI bisa terlihat juga Node B yang sebelum dan sesudah penambahan power. Sebelum ditambahkan power grafic menunjukan penurunan dan yang sesudah penambahan power adanya kenaikan dalam trafik.

BAB VI ANALISA DAMPAK ATAU PENGARUH POWER UTILIZATION TERHADAP PERFORMACE JARINGAN 3G 45

Gambar 4.12 Trafik HO 3G ke 2G sesudah penambahan power

Grafik diatas pada site 3G_SUNTERJAYA bisa terlihat juga Node B yang sebelum dan sesudah penambahan power. Sebelum ditambahkan power grafik menunjukan penurunan dan yang sesudah penambahan power adanya kenaikan dalam trafik.

46 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil perencanaan dan analisa yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :.

1. CSSR (Call Set up Success Rate) conter untuk menghitung kesesuksesan call (voice) setelah ditambahan power yang sebesar 99,67% yang sebelumnya 52,65%.

2. CDR (Call Drop Rate) conter untuk menghitung gagalnya komunikasi yang disebabkan masalah tertentu setelah ditambahkan power sebesar 1,35% yang sebelumnya 3,32%.

3. HO (Hand Over) counter untuk menghitung kesesuksesan dalam berpindahnya MS (Mobile Station) setelah ditambahkan power sebesar 100% yang sebelumnya 66,67%.

5.2 Saran

1. Perlu dilakukan kajian tentang data rate pelanggan yang variabel. Pada tugas akhir ini hanya diambil secara umum saja yaitu suara dan data.

2. Pemetaan sel yang dilakukan tidak disertai dengan optimalisasi, untuk kedepannya perlu dilakukan optimalisasi koordinat BTS sehingga BTS dapat ditempatkan pada daerah yang benar.

3. Nilai-nilai yang digunakan pada perencanaan bisnis ini menggunakan nilai estimasi karena keterbatasan data, untuk kedepannya sebaiknya perlu diketahui lebih rinci nilai-nilai yang digunakan.

Dokumen terkait