• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisi Regresi Berganda

Dalam dokumen Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat (3) (Halaman 73-85)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN 1. Uji Validitas

4. Analisi Regresi Berganda

Uji regresi berganda yaitu suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih dengan satu variabel terikat.

Adapun hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut : Ho = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan

emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi dasar – dasar akuntansi

Ha = Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada materi dasar – dasar akuntansi

Adapun kaidah pengujian signifikansinya adalah sebagai berikut :

 Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai probabilitas Sig

(0,05 > Sig), maka Ha diterima dan Ho ditolak.

 Jika nilai t hitung lebih kecil dari nilai probabilitas Sig (0,05 < Sig), maka Ha ditolak dan Ho diterima.

Analisis regresi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terkat. Menurut Sumardjoko (2011:86), dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi adalah jika nilai jika Fhitung > Ftabel, maka hipotesis diterima (Ha diterima dan Ho ditolak), artinya variabel bebas

berpengaruh terhadap variabel terikat . sebaliknya Jika Fhitung

< Ftabel, maka hipotesis ditolak (Ha ditolak dan Ho diterima),

artinya variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Adapun hasil perhitungan dengan SPSS adalah sebagai berikut :

ANOVAa

Model Sum of

Squares df SquareMean F Sig.

1 Regressio n 237,335 2 118,667 10,721 ,000 b Residual 1.018,286 92 11,068 Total 1.255,621 94

a. Dependent Variable: Hasil Belajar

b. Predictors: (Constant), Minat Belajar, Kecerdasan Emosional

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients Standardized

Coefficien ts t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1,163 3,400 -,342 ,733 Kecerdasan Emosional ,074 ,034 ,243 2,166 ,033 Minat Belajar ,133 ,059 ,252 2,249 ,027

Tabel. 4.4 Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi t Sig Konstanta -1,163 -,342 0,733 X1 0,074 2,166 0,033 X2 0,133 2,249 0,027 Fhitung = 10,721 R2 = 0,189

Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Y= -1,163 + 0,074 X1 + 0,133 X2

Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear berganda tersebut adalah:

1) a = -1,163 menyatakan bahwa jika X1 dan X2 tetap

(tidak mengalami perubahan) maka nilai konsistensi Y sebesar -1,163.

2) b1 = 0,074 menyatakan bahwa jika X1 bertambah, maka

Y akan mengalami peningkatan sebesar 0,074, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstanta) nilai X2.

3) b2 = 0,133 menyatakan bahwa jika X2 bertambah, maka Y mengalami peningkatan sebesar 0,133, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstan) nilai X1.

a. Pengujian Hipotesis Pertama (Uji T)

Bunyi hipotesis pertama yang diajukan adalah "X1 berpengaruh terhadap Y". Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel X1 (b1) adalah sebesar 0,074 atau bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa X1 berpengaruh positif terhadap Y. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak,

selanjutnya nilai koefisien regresi linear ganda dari b1 ini diuji

signifikasinya. Langkah-langkah uji signifikasi koefisien regresi atau disebut juga uji t pertama adalah sebagai berikut.

1)Hipotesis

Ho = b1 = 0 = (X1 tidak berpengaruh terhadap Y).

2)Tingkat kepercayaan 95%, a = 0,05.

3)Kriteria pengujian

H0 diterima jika – t (α/2 : n-k-1) ≤ t ≤ t (α/2 : n-k-1) atau signifikansi > 0,05

H0 ditolak jika – t (α/2 : n-k-1) ≥ t ≥ t (α/2 : n-k-1) atau signifikansi < 0,05

ttabel = t (α/2 : n-k-1) = t (0,025, 92) = 1,989

4)Perhitungan, berdasarkan analisis memakai alat bantu

SPSS versi 16 diperoleh nilai thitung sebesar 2,166 dengan

signifikansi 0,033.

5)Keputusan uji

Ho ditolak, karena thitung > ttabel yaitu 2,166 > 1,989 dan nilai signifikansi 0,033 < 0,05.

6)Kesimpulan: X1 berpengaruh signifikan terhadap Y.

b. Pengujian Hipotesis Kedua (Uji T)

Bunyi hipotesis kedua yang diajukan adalah "X2 berpengaruh terhadap Y". Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel X2 (b2) adalah sebesar 0,133 atau bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa X2 berpengaruh positif terhadap Y. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak,

signifikasinya. Langkah-langkah uji signifikasi koefisien regresi atau disebut juga uji t kedua adalah sebagai berikut.

1)Hipotesis

Ho = b2 = 0 = (X2 tidak berpengaruh terhadap Y).

H2 = b2 # 0 = (X2 berpengaruh terhadap Y).

2)Tingkat kepercayaan 95%, a = 0,05.

3)Kriteria pengujian

H0 diterima jika – t (α/2 : n-k-1) ≤ t ≤ t (α/2 : n-k-1) atau signifikansi > 0,05

H0 ditolak jika – t (α/2 : n-k-1) ≥ t ≥ t (α/2 : n-k-1) atau signifikansi < 0,05

ttabel = t (α/2 : n-k-1) = t (0,025, 92) = 1,989

4)Perhitungan, berdasarkan analisis memakai alat bantu

SPSS versi 16 diperoleh nilai thitung sebesar 2,249 dengan

signifikansi 0,027.

5)Keputusan uji

Ho ditolak, karena thitung > ttabel yaitu 2,249 > 0,027 dan nilai signifikansi 0,027 < 0,05.

6)Kesimpulan: X2 berpengaruh signifikan terhadap Y.

c. Pengujian Hipotesis Ketiga (Uji F)

Hipotesis ketiga yang diajukan adalah “X1dan X2 berpengaruh terhadap Y”. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi masing-masing

variabel bebas bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X1 dan X2 secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Y. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak, selanjutnya dilakukan uji keberartian regresi linear ganda (uji F) sebagai berikut.

1) Hipotesis

Ho = 0, (X1 dan X2 tidak berpengaruh terhadap Y).

H1  0 (X1 dan X2 berpengaruh terhadap Y).

2) Tingkat kepercayaan 95%, α = 0,05 3) Kriteria pengujian

H0 diterima jika – F (k : n-k) ≤ F ≤ F (k : n-k) atau signifikansi > 0,05

H0 ditolak jika – F (k : n-k) ≥ F ≥ F (k : n-k) atau signifikansi < 0,05

Ftabel = F (k : n-k) = F (2,93) = 3,09 4) Perhitungan

Berdasarkan analisis memakai alat bantu program SPSS versi 21 diperoleh nilai Fhitung sebesar 10,721 dengan signifikansi 0,000.

5) Keputusan uji

Ho ditolak, karena Fhitung > Ftabel yaitu 10,721 > 3,09 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

d. Koefisien Diterminasi

Koefisien Diterminasi ( R2 ) adalah perbandingan antara

variasi Y yang dijelaskan oleh x1 dan x2 secara bersama-sama dibanding dengan variasi total Y.

Model Summary

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 ,435a ,189 ,171 3,327

a. Predictors: (Constant), Minat Belajar, Kecerdasan Emosional

Berdasarkan analisis data menggunakan alat bantu program SPSS versi 16 diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,189. Arti dari koefisien ini adalah bahwa sumbangan relatif yang diberikan oleh kombinasi variabel X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 18,9% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.

C. PEMBAHASAN

Berdasarkan dari hasil pembahasan penelitian yang telah diuraikan diatas didapat persamaan :

Y= -1,163 + 0,074 X1 + 0,133 X2

Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear berganda tersebut adalah: a = -1,163 menyatakan bahwa jika X1 dan X2 tetap (tidak mengalami perubahan) maka

nilai konsistensi Y sebesar -1,163. b1 = 0,074 menyatakan

bahwa jika X1 bertambah, maka Y akan mengalami peningkatan sebesar 0,074, dengan asumsi tidak ada

penambahan (konstanta) nilai X2. b2 = 0,133 menyatakan

bahwa jika X2 bertambah, maka Y mengalami peningkatan sebesar 0,133, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstan) nilai X1. Adapun uraian hasil penelitian ini adalah sebagai berikut;

1. Berdasarkan analisis dari X1 terhadap Y, diperoleh hitungan :

thitung sebesar 2,166 dengan signifikansi 0,033. Hasil Keputusan uji adalah Ho ditolak, karena thitung > ttabel yaitu

2,166 > 1,989 dan nilai signifikansi 0,033 < 0,05. Yang diartikan bahwa variable Kecerdasan emosional (X1) berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar (Y).

2. Berdasarkan analisis dari X2 terhadap Y, diperoleh hitungan :

thitung sebesar 2,249 dengan signifikansi 0,027. Hasil Keputusan uji adalah Ho ditolak, karena thitung > ttabel yaitu 2,249 > 0.027 dan nilai signifikansi 0,027 < 0,05. Yang diartikan bahwa variable Minat Belajar (X2) berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar (Y).

3. Berdasarkan analisis dari X1 dan X2 terhadap Y, diperoleh hitungan :

thitung sebesar 10,721 dengan signifikansi 0,000. Hasil Keputusan uji adalah Ho ditolak, karena thitung > ttabel yaitu 10,721 > 3,09 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Yang diartikan bahwa variable Kecerdasan Emosional (EQ) dan Minat Belajar (X2) secara bersama - sama berpengaruh signifikan terhadap Hasil Belajar (Y).

4. Berdasarkan analisis data menggunakan alat bantu program SPSS versi 16 diperoleh nilai koefisien

determinasi (R2) sebesar 0,189.

Dari uraian diatas, maka disimpulkan bahwa Kecerdasan Emosional (EQ) dan Minat Belajar Berpengaruh signifikan Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Materi Dasar-Dasar Akuntansi sebesar 18,9% dan sisanya dipengaruhi oleh variable lain.

Hasil penelitian ini membenarkan teori yang diungkapan Goleman (2000 : 4) yang berpendapat bahwa Kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan – kekuatan lain, salah satunya yaitu kecerdasan emosional (EQ) .

Penelitian ini juga sekaligus membenarkan teori dari Slameto (2010:180), yang mengatakan bahwa Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat seseorang. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Sehingga minat dapat meningkatkan hasil belajar seseorang.

Melalui Kecerdasan Emosional (EQ) dan Minat Belajar yang terkelola dengan baik, maka hasil belajar yang akan tercapai juga akan lebih baik. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu referensi bagi semua pihak yang berperan dalam Pendidikan, agar tidak hanya mengelola IQ peserta didik, melainkan bersinergi dengan kecerdasan emosional (EQ) dan minat belajar. Dengan harapan terlahirnya generasi peserta didik yang berhasil dan berprestasi dimasa yang akan datang.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat (3) (Halaman 73-85)

Dokumen terkait