• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data

2. Analisi Regresi Linier Berganda

Dalam melakukan pengolahan uji regresi linier berganda pada

penelitian ini, penelitian menggunakan IBM SPSS Statistics 20.

citra merek, promosi dan keputusan pembelian hasil data yang diperoleh

adalah sebagai berikut :

Tabel V.14 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.641 .903 -.710 .479 Kualitas Produk .378 .076 .394 4.977 .000 Citra Merek .134 .049 .231 2.758 .007 Promosi .222 .053 .323 4.162 .000

a. Dependent Variable: keputusan pembelian

Berdasarkan hasil analisis linier berganda pada tabel V.14 di atas,diperoleh

persamaan regresi sebagai berikut :

Y= - 0,641 + 0,378 X1 + 0,134 X2 + 0,222 X3 Dimana : Y= Keputusan Pembelian X1= Kualitas Produk X2 = Citra Merek X3 = Promosi

Tavel V.14 tersebut menjelaskan bahwa nilai dari koefisien konstanta

yaitu -0,641, sedangkan nilai dari variabel kualitas produk (X1) 0,378,sedangkan nilai dari variabel citra merek(X2) 0,134 dan nilai dari variabel promosi (X3) 0,222

3. Uji Asumsi Klasik

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengujian asumsi klasik

menggunakan beberapa uji, yaitu normalitas, uji multikolineritas, dan uji

heteroskedastisitas. Berikut penjelasan masing – masing uji asumsi klasik

pada masing – masing variabel penelitian:

a) Uji normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah nilai residual

terdistribusi normal atau tidak karena model regresi linier yang baik

adalah memiliki nilai residul yang terdistribusi normal. Maka uji

normalitas dilakukan bukan pada masing – masing variabel melainkan

pada nilai residualnya. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan

dengan bantuan IBM SPSS Statistics 20 dan Uji Kolmogorov Smirnov

(Uji K-S) sebagai alat penguji normalitas. Pengujian normalitas

dilakukan dengan mebandingkan nilai signifikan. Jika angka sig. Uji

K-S > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual menyebar normal.

Tabel V.15 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 100

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .92624844

Most Extreme Differences

Absolute .117

Positive .074

Negative -.117

Kolmogorov-Smirnov Z 1.166

Asymp. Sig. (2-tailed) .132

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Data terdistribusi normal karena nilai sig. > 0.05. Bedasarkan hasil

penguji normalitas yang berada pada tabel V.15 dapat dilihat bahwwa

nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05, yaitu 0,132 (0,132 > 0,05).

Dengam demikian, dapat dikatakan bahwa nilai residual berdistribusi

normal.

b) Uji Multikolineritas

Uji Multioniearitas bertujuan mengetahui apakah model regresi

ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Uji

multikoniearitas menunjukkan variabel idependen manakah yang

dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Salah satu cara menguji

apakah terdapat multikolinearitas adalah dengan melihat nilai VIF

(Variance Inflation Factor). Jika nilai VIF lebih besar atau sama

dengan 10, maka terjadi multikolinearitas di antara variabel bebas.

Sebaliknya, jika nilai VIF lebih kecil dari 10, maka tidak terjadi

multikolinearitas di antara variabel bebas

Tabel V.16 Hasil Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1

(Constant) -.641 .903 -.710 .479

Kualitas Produk .378 .076 .394 4.977 .000 .601 1.664

Citra Merek .134 .049 .231 2.758 .007 .537 1.863

Promosi .222 .053 .323 4.162 .000 .624 1.603

a. Dependent Variable: keputusan pembelian

Lolos, tidak terjadi multioklinearitas karena nilai tolerance > 0.1 dan

Tabel V.16, dapat dilihat bahwa untuk variabel kualitas produk

diperoleh output VIF hitung 1,664 < 10 dan untuk telorance hitung

0,601 > 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi

multikolineritas,variabel citra merek diperoleh output VIF hitung

1,863 <10 dan untuk tolerance hitung 0,537 > 10 maka dapat

disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolineritas. Sedangkan untuk

variabel promosi diperoleh output VIF hitung 1,603 < 10 dan untuk

tolerance hitung 0,624 >0,10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi

multikolineritas.

c) Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedasitisitas yang memnuhi persyaratan adalah dimana

terdapat kesamaan varians dari residual satu pengamatan yang lai

tetap atau disebut homokelastisitas. Deteksi heteroskedastisitas dapat

dilakukan dengan metode caller plot dengan menplotkan nilai

ZPRED(nilai prediksi sumbu X) dengan SRESID (nilai residual Y).

Heteroskedastitas lainnya dapat dilihat dari nilai signifikan korelasi

Rank Spearman antara vaivel independen dengan

residualnya,dikatakan signifikan α > 5% atau tidak terjadi masalah

heteroskedastisitas,jika sebaliknya maka ada masalah

Tabel V.17 Hasil Heteroskedastisitas Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.368 .640 2.137 .035 Kualitas Produk -.101 .054 -.242 -1.877 .064 Citra Merek .027 .035 .106 .773 .442 Promosi .000 .038 .002 .012 .990

a. Dependent Variable: ABS_RES

Lolos, tidak terjadi heteroskedastisitas karena nilai sig. > 0.05.

Bedasarkan tabel V.17 dapat dilihat bahwa tidak terjadi

heteroskedastistas karena nilai kualitas produk, citra merek dan

promosi nilai sig > 5%

4. Uji Hipotesis

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara signifikan

antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan melakukan uji F dan uji

T.

a) Uji F

Uji F digunakan melihat bagaimanakah pengaruh semua variabel

bebasnya, yaitu kualitas produk, citra merek dan promosi secara

bersama - sama terhadap variabel terikatnya, yaitu keputusan

Tabel V.18 Hasil Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1

Regression 149.974 3 49.991 56.504 .000b

Residual 84.936 96 .885

Total 234.910 99

a. Dependent Variable: keputusan pembelian

b. Predictors: (Constant), Promosi, Kualitas Produk, Citra Merek

Promosi, kualitas produkdan citra merek secara simultan berpengaruh

terhadap keputusan pembelian karena nilai sig. < 0.05

a. Menentukan H0 = hipotesis 0 dan Ha = hipotesis alternatif H0 : b1 : b2 : b3 = 0, artinya kualitas produk , citra merek dan promosi secara bersama – sama tidak berpengaruh terhadap keputusan

pembelian

Ha : b1 : b2 : b3 salah satu ≠ 0, artinya kualitas produk , citra merek dan promosi secara bersama – sama berpengaruh terhadap

keputusan pembelian

b. Menentukan tingkat signifikansi (α) dan Ftabel

Tingkat signifikansi (α) dalam penelitian ini adalah 5% atau 005. Ftabel dapat dicari dengan menentukan besar derajat kebebasan (degree of freedom) pembilang dan derajat kebebasan (degree of

pembilang menggunakan k, sedangkan derajat kebebasan (degree

of freedom) penyebut menggunakan n-k.

c. Menghitung F statistic ( F hitung)

Fhitung bedasarkan tabel V.16 dari output SPSS adalah 56,504 dan t tabel bedasarkan pada statistik pada signifikansi 0,05 dengan n

– k = 98, didapatkan nilai t tabel sebesar 3.09 d. Menentukan Kriteria Uji F

H0 diterima dan Ha ditolak, jika Fhitung ≤ Ftabel. H0 ditolak dan Ha diterima, jika Fhitung > Ftabel. e. Membuat Kesimpulan

Dapat dilihat bahwa nilai Fhitung yang diperoleh sebesar 35,628 lebih besar dari nilai Ftabel sebesar 3,09 (56,504 > 3,09 ) dan nilai sig.lebih < 5% . Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya kualitas produk, citra merek dan promosi secara bersama-sama

berpengaruh terhadap minat beli dengan tingkat kesalahan 5%.

b) Uji t

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh atau hubungan

abtara variabel kualitas produk ( X1), citra merek (X2), promosi (X3) dan keputusan pembelian (Y). Apakah variabel kualitas produk (X1), citra merek (X2), promosi (X3) benar - benar berpengaruh terhadap

variabel keputusan pembelian (Y) secara terpisah ayau parsial. Uji t

dilakukan dengan cara membandingkan nilai thitug dengan ttabel

dengan signifikan 0,05. Adapun hasil dari uji t adalah sebagai

berikut:

Tabel V.19 Hasil Uji T Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.641 .903 -.710 .479 Kualitas Produk .378 .076 .394 4.977 .000 Citra Merek .134 .049 .231 2.758 .007 Promosi .222 .053 .323 4.162 .000

a. Dependent Variable: keputusan pembelian

kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

karena nilai sig. < 0.05 dan nilai b/std. error/ t statistic bernilai positif

citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

karenanilai sig. < 0.05 dan nilai b/std. error/ t statistic bernilai positif

promosi berpenagruh positif terhadap keputusan pembelian karena

nilai sig. < 0.05 dan nilai b/std. error/ t statistic bernilai positif

a. Variabel Kualitas Produk

1. Menentukan Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis nol (H0)

H0 : Kualitas produk tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Ha : Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

2. Menentukan Tara Signifikan (Level of Sihnificanse)

Taraf signifikan atau α (alpha) yang digunakam di dalam penelitian adalah 5% (0,05)

3. Menghitung t statistik (t hitung)

T hitung diperoleh dari output SPSS adalah 4,977 dan t

tabel dicari pada tabel statistik pada signifikansi 0,05

dengan n – k = 97, didapat nilai t tabel sebesar 1,984

4. Menentukan Kriteria Uji t

H0 ditolak Ha diterima jika t hitung –t hitung > t hitung > t tabel atau sig. < 0,05

H0 diterima dan Ha ditolak jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel atau sig. ≥ 0,05

5. Kesimpulan

Dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk kualitas produk

(X1) sebesar 4,977 lebih iklan lebih kecil dari 005 (0,05 > 0.00). Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel kualitas produk berpengaruh positif terhadap

b. Variabel Citra Merek

1. Menentukan Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis nol (H0)

H0 : citra merek tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Ha : citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

2. Menentukan Tara Signifikan (Level of Significanse)

Taraf signifikan atau α (alpha) yang digunakam di dalam penelitian adalah 5% (0,05)

4. Menghitung t statistik (t hitung)

T hitung diperoleh dari output SPSS adalah 2,758 dan t

tabel dicari pada tabel statistik pada signifikansi 0,05

dengan n – k = 97, didapat nilai t tabel sebesar 1,984

5. Menentukan Kriteria Uji t

H0 ditolak Ha diterima jika t hitung –t hitung > t hitung > t tabel atau sig. < 0,05

H0 diterima dan Ha ditolak jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel atau sig. ≥ 0,05

6. Kesimpulan

Dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk citra merek (X2) sebesar 2,758 lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1,984

(2,758 < 1,984) dan nilai sig. Uji t pada citra merek lebih

kecil dari 0.05 (0,05 > 0,07). Maka H0 ditolak dan Ha

diterima yang artinya variabel citra merek berpengaruh

positif terhadap keputusan pembelian

c. Variabel Promosi

1. Menentukan Hipotesis Alternatif (Ha) dan Hipotesis nol (H0)

H0 : Promosi tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Ha : Promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

2. Menentukan Tara Signifikan (Level of Sihnificanse)

Taraf signifikan atau α (alpha) yang digunakam di dalam penelitian adalah 5% (0,05)

3. Menghitung t statistik (t hitung)

T hitung diperoleh dari output SPSS adalah 2,758 dan t

tabel dicari pada tabel statistik pada signifikansi 0,05

4. Menentukan Kriteria Uji t

H0 ditolak Ha diterima jika t hitung –t hitung > t hitung > t tabel atau sig. < 0,05

H0 diterima dan Ha ditolak jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel atau sig. ≥ 0,05

5. Kesimpulan

Dapat dilihat bahwa nilai t hitung untuk promosi(X3) sebesar 4,162 lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1,984

(4,162 < 1,984) dan nilai sig. Uji t pada promosi lebih kecil

dari 0.05 (0,05 > 0,00). Maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel citra merek berpengaruh positif

terhadap keputusan pembelian.

Dokumen terkait