• Tidak ada hasil yang ditemukan

COST DRIVERS ANALISIS

4.2.9. Analisis atas aktivitas nilai pada PT “X”

Di tabel 4.2 dapat kita lihat bahwa aktivitas yang dimiliki oleh PT ”X’

mayoritas adalah aktivitas primer yaitu sebesar 76.85% yang terdiri dari Inbound logistics sebesar 0.95%, operation sebesar 48.06%, outbound logistics sebesar 14.75%, marketing and sebesar 13.07%. Sedangkan aktivitas sekunder hanya sebesar 23.15% yang terdiri dari human resources management sebesar 0.68%, firm infastmcture sebesar 18.44%, dan procurement sebesar 4.03%, sedangkan teknologi development tidak dilakukan oleh badan usaha. Hal hi berarti bahwa PT “X”’ h a n g memperhatikan aktivitas pendukung, padahal untuk dapat rneningkatkm daya saing, baik aktivitas primer dan aktivitas sekunder harus dilaksanakan dengan seimbang.

Dari tabel 4.3 dapat kita lihat bahwa pada aktivitas inbound iogistics, outbound logistics danfirm infrastructure, PT “X” hanya melakukan aktivitas tidak langsung saja, sedangkan pada aktivitas operation dan human resources management sebagian besar merupakan aktivitas langsung, dan pada aktivitas marketing and sales dan procurement badan usaha hanya melakukan aktivitas langsung.

Berikut hi dilakukan analisis badasarkan masing-masing aktivitas nilai yang dilalcukan oleli PT “X”.

PRIMARY ACTIVITY 1. Inbound Logistics

93

Biaya pada aktivitas ini memegang proporsi yang paling kecil yaitu sebesar 0.95%, demikian juga pada penggunaan aktiva tetapnya juga memegang proporsi yang paling kecil yaitu 5.70%. Walaupun biaya dan aktiva tetap pada aktivitas ini memegang peranan yang paling kecil, aktivitas ini relatif berpengaruh pada biaya operasi, karena aktivitas ini menentukan kualitas bahan yang digunakan untuk proses produksi sehingga apabila aktivitas ini tidak dilakukan dengan baik maka akan terjadi peningkatan biaya produksi.

Aktivitas ini semuanya merupakan aktivitas tidak langsung, jadi tidak terkait secara langsung dengan penciptaan nilai bagi pembeli Pada aktivitas ini tidak dilakukan aktivitas pemastian mutu, padahal aktivitas ini memegang peranan yang penting pada aktivitas operation, karena menyangkut input yang digunakan, oleh karena itu sebaiknya aktivitas pemastian mutu seperti inspeksi bahan baku sebelum digunakan untuk proses produksi.

Seperti yang terlihat pada tabel 4.5 dau tabel 4.6 pada aktivitas ini pembelian input sebesar 0.64% dari total biaya dan 67,40% dari total pemakaian SDM, dimana pembelian input lebih besar daripada pemakaian SDM yaitu sebesar 0,31% dari total biaya dan 32,60% dari total pemakaian SDM dan pembelian input. Hal ini menunjukkan peranan input pada aktivitas ini sangat besar dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap total biaya, oleh karena itu PT “ X harus benar-benar memberikan perhatian kepada pemakaian input sehingga input ini dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Namun hal ini saja berjumlah cukup. Dengan diketahui maka biaya-biaya yang tidak seharusnya muncul pada aktivitas ini atau aktivitas lainnya dapat ditekan, misalnya dengan menetapkan skala pembelian yang paling efektif

dan ekonomis maka biaya yang timbul akan optimal.Namun hal ini tidaklah mudah, untuk dapat menetukan skala pembelian haruslah dilakukan koordioasi dengan bagian produksi dalam melakukan aktivitas produksinya dipengaruhi oleh data historis berupa permintaan pasar, permintaan musiman. Selain itu bagian ini dan bagian penjualan juga harus memperhatikan siklus usaha dari para pemasok, dan juga siklus usahanya sendiri sehingga dapat melakukan pencegahan dengan sediaan pengamanan.

2. Operations

Biaya dalam aktivitas operations ini memegaug proporsi yang paling besar yaitu 48,06% dan juga dalam Aktiva Tetapnya yaitu 66.94 %.

Pada saat ini pembelian input 41,14% dari total biaya sangat besar dibanding dengan pemakaian SDM 6,92% dari total biaya. Hal ini disebabkan biaya bahan baku pembantu dan mesin-mesin yang digunakan untuk prases produksi sangat besar. Jadi dalam hal ini PT “X” cenderung menggunakan mesin-mesin untuk proses produksi dibanding tenaga manusia

.

Pada aktivitas ini, biaya yang berhubungan dengan aktivitas langsung relatif lebih besar daripada aktivitas tidak langsung yaitu sebesar 35,42%

dan

12,64%

dari total biaya. Hal ini berarti bahwa aktivitas ini erat hubungamya dengan penciptaan nilai produk bagi pembeli, oleh karma itu penaganan aktivitas ini harus dilakukan sebaik-baiknya, selain itu aktivitas tidak langsung juga perlu diperhatikan karma aktivitas ini dapat mendukung kelancaran pelaksanaan aktivitas langsung. Pada aktivitas ini tidak dilakukan aktivitas pemastian mutu.

Berdasarkan analisis cost driver apabila dilakukan penghematan biaya bahan baku pembantu maka pengaruhnya sangat besar terhadap total biaya. Hal ini dapat

95

3.

dilakukan dengan menetapkan skala produksi yang optimal dalam proses produksinya serta melakukan koordinasi dan optimasi antara penggunaan mesin dan perawatan mesin itu sendiri.

Outbound Logistics

Biaya dalam aktivitas outbound logistics adalah sebesar14,75% dan penggunaan aktiva tetapnya sebesar 20,06 %. Pada aktivitas ini pembelian input sebesar 14,44% dari total biaya relatif lebih besar daripada pemakaian SDM 0,3 1% dari total biaya.

Hal ini berarti bahwa aktivitas pengiriman produk ke penyalur atau ke konsumen sangatlah besar. Badan usaha hanya melakukan aktivitas tidak langsung yaitu sebesar 14,75% dan total biaya, hal

ini

disebabkan karena penggunaan aktiva tetap yang mempunyai nilai cukup besar.

Namun hal ini saja tidak cukup, dengan diketahui cost driver, maka biaya- biaya yang tidak seharusnya muncul pada aktivitas

ini

atau

aktivitas

lainnya dapat ditekan, misalnya dengan menetapkan skala pengiriman dengan mempelajari permintaan pasar, maka dapat dicapai skala pengiriman yang paling

.

optimal. Selain itu membina hubungan yang baik dengan penyalur akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dimana badan usaha dapat memperoleh bahan baku yang dibutuhkan secara tepat waktu sesuai dengan kebutuhan permintaan pasar.

4. Marketing and sales

Aktivitas ini menyerap biaya sebesar 13,07% dari total biaya. Hal ini terjadi karena dilakukannya promosi ke konsumen atau ke penyalur. Pada aktivitas ini hanya terdapat aktivitas langsung yaitu sebesar 13,07% yang berhubungan dengan

penciptaan nilai abgi pembeli sehingga konsumen terpengaruh untuk membeli, tetapi ini semua tidak terlepas dari dari aktivitas tidak langsung yang mendukung aktivitas langsung ini.

Pada aktivitas ini pemakaian sumber daya manusia 9,87% lebih besar dibandingkan dengan pemakaian input 3,20%. Oleh karena itu dari analisis cost driver diketahui bahwa badan usaha harus dapat mengusahakan agar karyawan dapat lebih loyal terhadap badan usaha. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan sistem kompensasi yang baik.

SUPPORT

ACTIVITY

1. Human Resources Management

Aktivitas ini memegang proporsi yang paling sedikit yaitu 0,68% dan tidak menggunakan aktiva tetap. Pada aktivitas ini terdapat aktivitas langsung sebesar 88,50% dan aktivitas tidak langsung sebesar 11.50%, dimana aktivitas langsung yang berhubungan dengan penciptaan nilai bagi pembeli lebih besar dari pada aktivitas tidak langsung.

Pada aktivitas ini semua merupakan aktivitas pemakaian sumber daya manusia yaitu sebesar 0,68% dan proporsi ini yang paling rendah dibandingkan dengan aktivitas lainnya. Oleh karena itu aktivitas ini perlu diperhatikan lebih dalam supaya dapat menghemat biaya, karena hal ini berpengaruh t e h d a p aktivitas lainnya.

Namun hal ini saja tidak cukup, dari analisis cost driver diketahui apabila tenaga kerja badan usaha tidak dapat menjalankan aktivitas operasional atau aktivitas lainnya dengan baik, maka total biayanya akan semakin besar. Dalam hal ini PT “X” perlu adanya penerimaan karyawan yang sesuai dengan porsi yang ada

97

atau sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan proses pengembangan prestasi dari karyawan tersebut.

2. Firm Infrastructure

Biaya pada aktivitas ini sebesar l8,44% dan penggunaan aktiva tetap sebesar 7,30% dari total biaya. Pada aktivitas ini, semua merupakan aktivitas tidak langsung yang dilakukan pada tingkat seluruh bagian yang ada dalam badan usaha. Pada aktivitas ini juga diketahui bahwa pembelian input lebih besar daripada pemakaian sumber daya manusia, sehingga hal ini perlu diseimbangkan.

Dari analisis cost driver diketahui bahwa penghematan biaya dapat dilakukan dengan memotivasi karyawan melalui sistem kompensasi yang lebih baik, penilaian kinerja yang layak dan lingkungan kerja yang menunjang sehingga karyawan dapat lebih loyal terhadap badan usaha, selain itu badan

usaha

juga perlu sumber daya manusia yang kompeten dalam melaksanakan tugas-tugas yang berkaitan dengan

3. Procurement

Biaya pada aktivitas procurement adalah sebesar 4,03% dari total biaya

dan

semuanya merupakan aktivitas Iangsung bila dilihat dari segi penciptaan nilai pembeli dan semuanya juga merupakan biaya atas penggunaan sumber daya manusia, Dari analisis diketahui bahwa badan usaha perlu memperhatikan tenaga manusianya agar dapat melaksanakan aktivitas pembelian dengan baik sehingga biaya yang seharusnya tidak dikeluarkan dapat ditekan.

Jadi, dengan menggunakan analisis dan analisis cost driver, PT “X” dapat mengetahui keunggulan dan kekurangannya. Dan apabila PT”X” ini

tidak menggunakan analisis value chain dan analisis cost driver, ada kemungkinan PT X” tidak dapat meningkatkan competitive advantage dibanding dengan badan usaha yang telah menetapkan value chain.

Dokumen terkait