BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. ANALISIS ATAS CAPAIAN KINERJA SASARAN TAHUN 2015
Secara garis besar Pemerintah Kabupaten Kerinci pada tahun 2015 telah berhasil melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggungjawab organisasi. Dari 21 sasaran dengan 26 indikator kinerja yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019 kesemuanya telah dilaksanakan, namun tingkat keberhasilannya masih belum terwujud secara optimal.
Pengukuran capaian sasaran, telah diupayakan dengan menggunakan indikator setingkat outcome. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : PER/09/MPAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama, yang dimaksud dengan Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator) adalah ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi.
Pemerintah Kabupaten Kerinci telah menindaklanjuti Peraturan Menteri dimaksud dengan Keputusan Bupati Kerinci Nomor 050/Kep.544/2014 tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 2015-2019. Dengan memperhatikan masukan dan saran dari berbagai pihak termasuk dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, selanjutnya Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan sebelumnya direvisi melalui Keputusan Bupati Nomor : ...
Tabel 3.1.
Capaian Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Kerinci Tahun 2015
No. Sasaran Indikator Kinerja Utama Target Realisasi % capaian 1. Meningkatnya rasio kemandirian daerah Rasio kemandirian daerah 6% 8,50 141,67 2. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Pertumbuhan ekonomi (persen/ADHK) 6,44% 9,63 149,54 3. Meningkatnya
pendapatan per kapita masyarakat
Pendapatan per kapita ADHB (Juta Rp)
4. Meningkatnya kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB ADHB 2,65% 3,23 121,89 5. Meningkatnya partisipasi angkatan kerja Tingkat partisipasi angkatan kerja 67,60% 69,69 103,09 6. Meningkatnya kunjungan wisatawan Jumlah wisatawan 115.000 orang 114.974 99,98 7. Meningkatnya angkat melek huruf
Angka melek huruf 97.28% 97,29 100,01
8. Meningkatnya angka rata-rata lama sekolah
Rata-rata lama sekolah 7,7 tahun
7,8 101,3
9. Meningkatnya angka partisipasi sekolah
a. Angka Partisipasi Kasar PAUD usia 3
– 6t ahun 64,06% 65,04 101,53 d. Angka Partisipasi Sekolah SD/MI (7-12 tahun) 99,55% 130,7 131,29 e. Angka Partisipasi Sekolah SMP/MTs (13-15 tahun) 94,00% 90,39 96,16 10. Meningkatnya angka harapan hidup
Angka harapan hidup 69.24 tahun
69,2 99,95
11. Menurunnya angka kematian bayi
Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup
8,50 8,48 99,77
12. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan
Angka kematian ibu melahirkan per 1000 kelahiran hidup
0,90 1,37 65,69
13. Menurunnya jumlah balita gizi buruk
Persentase balita gizi buruk 0,06 0,02 300 14. Menurunnya jumlah penduduk miskin Persentase masyarakat miskin 7,15 - - 15. Meningkatnya kualitas infrastruktur jalan dan jembatan Persentase jalan kabupaten dalam kondisi baik 30% 31,13 103,77 16. Meningkatnya kualitas dan kesediaan jaringan irigasi
Rasio layanan irigasi 60% 67,91 113,19
17. Meningkatnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi
Persentase rumah tangga pengguna air bersih
70% 74,19 105,99
18. Meningkatnya pelestarian lingkungan hidup
Kualitas air permukaan Kelas II Kelas II 100
Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU)
Kerusakan tanah untuk produksi biomassa BML BML 100 Persentase pengelolaan sampah 40% 35% 87,5 19. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Persentase penjabaran program RPJMD dalam RKPD 70% 96,20 137,43 20. Meningkatnya transparansi pengelolaan keuangan dan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah a. Nilai akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah CC -* -* b. Opini BPK terhadap pengelolaan keuangan daerah WTP -* -* 21. Meningkatnya kualitas pelayanan publik Indeks Kepuasan Masyarakat Sedang Sedang 100
Rincian analisis capaian masing-masing sasaran selama tahun 2015, dapat diuraikan sebagai berikut :
Dalam konsep Perencanaan Pembangunan Daerah, untuk tingkat kesejahteraan masyarakat, terdapat Rasio kemandirian daerah. Rasio kemandirian daerah adalah rasio yang menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumber dana eksternal. Artinya, semakin tinggi rasio kemandirian, maka tingkat ketergantungan daerah terhadap bantuan pihak eksternal (terutama pemerintah pusat dan provinsi) semakin rendah, dan demikian pula sebaliknya. Disamping itu, Rasio kemandirian juga menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Semakin tinggi rasio kemandirian, semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah yang merupakan komponen utama PAD. Semakin tinggi masyarakat membayar pajak dan retribusi daerah akan menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin tinggi.
Perkembangan realisasi Rasio Kemandirian Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2009 sampai dengan 2015 tergambar pada grafik berikut ini:
Grafik 3.1. :
Rasio Kemandirian Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2015
Sumber : Bappeda Kabupaten Kerinci, diolah dari data realisasi keuangan Kabupaten Kerinci Tahun 2009 s.d 2015
Berdasarkan grafik di atas, pada tahun 2015, realisasi Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Kerinci adalah sebesar 8,5 % dari target semula dalam RPJMD Kabupaten Kerinci tahun 2014-2019 sebesar 6,0%. Namun capaian Rasio tersebut sudah di atas realisasi rasio tahun 2014 sebesar 7,62 % dari target 5,8% dan 4,77 % realisasi rasio tahun 2013. Angka ini berarti bahwa pada tahun 2015 sekitar 91,5 persen biaya pembangunan Kabupaten Kerinci berasal dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jambi. Dengan demikian, maka pencapaian sasaran pertama ini mencapai 141,7%, atau lebih 2,5% dari target yang telah ditetapkan dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Kerinci Tahun 2015-2019.
Target Rasio Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Kerinci tahun 2014 – 2019 sebagaimana telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Kerinci tahun 2014-2019, tergambar pada diagram berikut ini :
2 0 ,8 2 3 0 ,5 3 3 4 ,9 2 3 2 ,9 2 3 6 ,4 7 6 1 ,5 5 7 6 ,8 0 4 9 2 ,8 5 5 4 1 ,8 9 6 3 0 ,7 9 7 1 2 ,5 0 8 0 1 ,6 7 8 6 9 ,2 2 9 7 9 ,9 0 4,41 5,97 5,86 4,84 4,77 7,62 8,50 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015*
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (Rp. Milyar) Realisasi Pendapatan Daerah (Rp. Milyar) Rasio Kemandirian Daerah (%)
Grafik 3.2.
Proyeksi dan Realisasi Rasio Kemandirian Daerah (%) Kabupaten Kerinci
Berdasarkan grafik 3.2. diatas, gambaran sementara capaian rasio Kemandirian Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2014 telah melampaui target sebagaimana ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Kerinci. Berpedoman pada target dan realisasi tahun 2013, maka ditetapkan target rasio Kemandirian Daerah dalam RPJMD sebesar 5,80% pada tahun 2014, kemudian 6,0% pada tahun 2015, selanjutnya pada tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019 secara berurutan sebesar 6,5%, 7,0%, 7,5% dan 8,0%. Namun, capaian rasio Kemandirian Daerah pada tahun 2014 dan 2015 telah melampui target ditetapkan.
Tingginya realisasi Rasio Kemandirian Keuangan Daerah tahun 2014 dan 2015 dipicu oleh meningkatnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Total realisasi PAD Kabupaten Kerinci tahun 2014 adalah sebesar Rp.61.548.418.491,91 dari target semula sebesar Rp. 40.802.500.000,- dan realisasi total Pendapatan Daerah yang diperoleh dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jambi di luar PAD sebesar Rp.807.670.296.984,-. Selanjutnya, Total realisasi PAD Kabupaten Kerinci tahun 2015 sebesar Rp.76.797.038.882,78,-, dari target semula dalam APBD-P sebesar Rp. 66.598.697.406,32. Sementara itu realisasi total Pendapatan Daerah
4,41 5,97 5,86 4,84 4,77 7,62 8,50 4,78 4,69 5,45 5,16 5,34 5,80 6,00 6,5 7 7,5 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
yang diperoleh dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jambi di luar PAD sebesar Rp.903.107.913.950,-.
Penghitungan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2015, mempedomani data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kerinci Tahun 2014 yang dipublikasikan pada tahun 2015. Sedangkan data tahun 2015, sampai disusunnya Laporan Kinerja ini, belum dipublikasikan oleh BPS Kabupaten Kerinci.
Perekonomian Kabupaten Kerinci pada tahun 2014 mengalami percepatan dibandingkan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya. Perkembangan Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Kerinci dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.2.
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen) Kabupaten Kerinci Tahun ─ 4
Sasaran 2 : Meningkatnya pertumbuhan ekonomi
2011 2012 2013* 2014**
2 3 4 5
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 5,59 7,09 5,35 11,4 B Pertambangan dan Penggalian 7,06 8,89 8,91 7,64 C Industri Pengolahan 29,73 11,46 12,45 4,77 D Pengadaan Listrik dan Gas 20,89 11,29 17,44 3,13 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang 6,62 0,51 0,78 2,34
F Konstruksi 4,11 9,52 9,33 8,95
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor 7,48 8,29 7,58 9,37 H Transportasi dan Pergudangan 7,79 8,12 7,1 7,54
I Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum 6,14 6,65 5,17 18,68
J Informasi dan Komunikasi 9,95 10,87 10,35 5,98 K Jasa Keuangan dan Asuransi 14,99 9,28 11,23 6,67
L Real Estate 2,71 3,39 3,83 2,17
M,N Jasa Perusahaan 3,26 3,44 3,01 7,94
O Administrasi Pemerintahan dan Jaminan
Sosial Wajib 1,48 4,8 2,3 13,02
P Jasa Pendidikan 1,62 6,96 6,13 0,36
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 5,21 6,52 6,48 13,97
R,S,T,U Jasa Lainnya 6,55 5,32 5,24 7,41
6,21 7,5 6,34 9,63 Lapangan Usaha
1
Sumber : Diolah dari PDRB Kabupaten Kerinci Tahun 2011-2014 menurut Lapangan Usaha, BPS Kabupaten Kerinci, 2016
Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Kerinci Tahun 2014 Atas Dasar Harga Konstan dengan menggunakan Tahun Dasar 2010 adalah sebesar 9,63 persen atau 6,44 persen dengan menggunakan Tahun Dasar 2000, sedangkan Tahun 2013 laju pertumbuhan PDRB sebesar 6,34 persen (Tahun Dasar 2000). Pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2014 dicapai oleh kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 18,68 persen, diikuti oleh Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 13,97 persen dan Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,07 persen. Sementara itu, laju pertumbuhan penyumbang sekitar 55,0 persen PDRB Kabupaten Kerinci, seperti Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan hanya sebesar 11,4 persen. Berbeda dengan tahun 2014, laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Kerinci tahun 2013 didominasi oleh kategori Pengadaan Listrik dan Gas, yaitu sebesar 17,44 persen, diikuti oleh Industri Pengolahan sebesar 12,45 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 11,23 persen serta Informasi dan Komunikasi 10,35 persen.
Realisasi Laju pertumbuhan PDRB pada periodisasi RPJMD Kabupaten Kerinci Tahun 2014-2019 tersebut, sudah di atas target yang telah ditetapkan, seperti terlihat pada grafik berikut ini :
Grafik 3.3.
PROYEKSI DAN REALISASI PERTUMBUHAN PDRB (% ) KABUPATEN KERINCI 2011-2019 6,21 7,5 6,34 9,63 6,21 7,5 6,34 6,5 6,6 6,7 6,8 7 7 0 2 4 6 8 10 12 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
15,82 18,2 20,5 23,68 28,81 0 5 10 15 20 25 30 35 2010 2011 2012 2013 2014 (R p. Ju ta )
Sumber : Diolah dari data RPJMD Kab. Kerinci 2014-2019 dan Statistik Daerah Kabupaten Kerinci Tahun 2015, BPS Kab. Kerinci
PDRB perkapita merupakan salah satu indikator yang menunjukan tingkat ekonomi penduduk suatu daerah. PDRB perkapita Kabupaten Kerinci atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari tahun 2010-2014, sebagaimana tergambar pada diagram berikut ini :
Grafik 3.4.
PDRB PERKAPITA KABUPATEN KERINCI TAHUN 2010-2014
PDRB Perkapita Kabupaten Kerinci (grafik 3.3.) Tahun 2010-2014 rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar Rp.15,72 juta (grafik 3.3.). Kondisi ini menggambarkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kerinci yang ditandai dengan peningkatan pendapatan perkapita.
Keberhasilan peningkatan pendapatan perkapita masyarakat ini didukung sepenuhnya oleh sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Setiap tahunnya sektor tersebut memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perkapita Kabupaten Kerinci. Pada Tahun 2010, sektor ini menyumbang sebesar Rp.8,33 Juta, tahun 2011 sebesar Rp.9,65 Juta, tahun 2012 sebesar Rp.10,92 Juta, tahun 2013 sebesar Rp.13,05 Juta dan pada Tahun 2014 sebesar Rp.15,85 juta. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Kehutanan dan Perikanan masih merupakan “tulang punggung” dari perekonomian Kabupaten Kerinci, dan pembangunan yang dilaksanakan sektor ini sudah cukup berhasil.
Secara keseluruhan, PDRB per kapita masyarakat Kabupaten Kerinci pada tahun 2015 mencapai angka 28 juta, dengan tingkat capaian mencapai 99,4% dari target yang ditetapkan pada tahun 2015 yakni sebesar 29 juta. Tidak tercapainya target disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor alam dengan adanya musibah kabut asap yang melanda beberapa provinsi di Sumatera berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat di Kabupaten Kerinci. Faktor lain adalah berfluktuasinya harga pasar beberapa komoditi utama dari Kabupaten Kerinci, yakni harga kentang dan cabai merah, serta cassiavera yang belakangan mulai diandalkan kembali oleh para petani di Kabupaten Kerinci.
Pendapatan per kapita masyarkaat Kabupaten Kerinci sebesar 28,8 juta pada tahun 2015 ini masih lebih tinggi dari pendapatan per kapita Kabupaten Merangin (27,5 juta), namun diantara 11 (sebelas) kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi, pendapatan per kabupaten Kabupaten Kerinci berada pada urutan ke-10.
Pembangunan ekonomi satu daerah merupakan pilar penting bagi terselenggaranya proses pembangunan di segala bidang, hai ini dapat dilihat dari semakin maju perkembangan ekonomi suatu daerah akan berdampak terhap sektor lain diantaranya adalah pada sektor industi pengolahan.
Sasaran 4 : Meningkatnya kontribusi sektor industri
pengolahan terhadap PDRB
Peranan sektor industri dalam pembangunan satu daerah sangat penting karena sektor industri memiliki keunggulan salah satunya akan berdampak dalam penyerapat tenaga kerja di daerah dan berpengaruh pada berkurangnya tingkat pengangguran. Dengan memperhatikan kondisi geografis, Kabupaten Kerinci bukanlah merupakan daerah industri, tetapi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kerinci sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Namun demikian, sektor-sektor penunjang peningkatan ekonomi lainnya seperti sektor industri pengolahan tetap berkontribusi dalam penentuan produk domestik regional bruto Kabupaten Kerinci.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengartikan industri pengolahan sebagai suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekatkepada pemakai akhir.
Untuk melihat kontribusi sektor Industri pengolahan di Kabupaten Kerinci dapat dilihat pada taleb berikut :
Tabel 3.3.
Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013- 2014
No Lapangan Usaha PDRB Pertumbuhan Persentase 2014 2015 2014 2015
1 Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan 2.283.462,68 2.543.663,47 0,90 52,31 52,51
2 Pertambangan dan
Penggalian 64.587,50 69.523,79 0,93 1,48 1,44
3 Industri Pengolahan 149.523,01 156.662,47 0,95 3,43 3,23
4 Pengadaan Listrik dan Gas 1.824,05 1.881,14 0,97 0,04 0,04
5
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah Limbah dan Daur Ulang
18.258,00 18.684,46 0,98 0,42 0,39
6 Konstruksi 290.739,38 316.764,09 0,92 6,66 6,54
7
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan sepeda motor
409.593,19 447.961,72 0,91 9,38 9,25
8 Transportasi dan
9 Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum 36.143,57 42.896,89 0,84 0,83 0,89
10 Informasi dan Komunikasi 302.351,50 320.419,23 0,94 6,93 6,61
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 49.819,09 53.144,01 0,94 1,14 1,10
12 Real Estate 89.353,12 91.293,49 0,98 2,05 1,88
13 Jasa Perusahaan 1.982,91 2.140,42 0,93 0,05 0,04
14 Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan 206.079,10 293.215,17 0,70 4,72 6,05
15 Jasa Pendidikan 206.079,10 206.810,89 1,00 4,72 4,27
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial 68.354,56 77.906,02 0,88 1,57 1,61
17 Jasa lainnya 73.062,16 78.472,67 0,93 1,67 1,62
4.365.580,30 4.844.434,75 0,90 100,00 100,00
Sumber : Kerinci Dalam Angka 2015
Dari tabel Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan diatas dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan memberi kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Kerinci sebesar 3,23% atau sebesar Rp. 1,56 Milyar dari keseluruhan jumlah PDRB kabupaten Kerinci tahun 2014 yang jumlah totalnya sebanyak Rp. 4.84 Triliun. Dengan demikian, pencapaian sasaran keempat dari misi pertama ini pada tahun 2015 mencapai 121,5% atau naik 0,57% dari target yang ditetapkan sebesar 2,66%.
Secara persentase Kontribusi Sektor industri terhadap PDRB Kabupaten Kerinci menurun dari 3,43 % tahun 2013 menjadi 3,23 pada tahun 2014, namun jumlah PDRB sektor industri pengolahan mengalami peningkatan dari Rp. 1,49 Miliyar pada tahun 2013 menjadi Rp. 1,56 Milyar pada tahun 2015 dengan peningkatan sebesar 0,90%.
Secara umum, perkembangan industri di Kabupaten Kerinci pada tahun 2015 mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut khususnya terjadi pada industri kecil, yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dimana pada tahun 2013 terdapat 493 unit usaha, kemudian meningkat menjadi 967 unit usaha pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 terdapat 1.181 unit usaha. Meningkatnya unit usaha dari tahun ke tahun ini, juga dibarengi dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2013, dengan 493 unit usaha yang ada mampu menyerap tenaga kerja sebesar 1.952. Angka ini kemudian
meningkat menjadi 1.983 tenaga kerja pada tahun 2014, dan pada tahun 2015 jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 2.591 orang.
Ada 4 (empat) jenis industri utama di Kabupaten Kerinci sampai tahun 2015, yakni industri anyaman bambu sebanyak 190 unit usaha dan menyerap tenaga kerja mencapai 383 orang. Kedua, industri pengolahan tebu sebanyak 187 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 576 orang. Ketiga, industri pengolahan dodol kentang sebanyak 138 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 275 orang. Keempat, industri pengolahan keripik kentang yang mencapai 111 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 224 orang.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah suatu indikator ketenagakerjaan yang memberikan gambaran tentang penduduk yang aktif secara ekonomi dalam kegiatan sehari-hari merujuk pada suatu waktu dalam periode survei.
Untuk menghitung TPAK diperoleh dari Rasio Aktifitas Ekonomi Umum (General Economic Activity Ratio), rasio ini khusus untuk penduduk usia kerja atau biasa disebut Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Rumus yang digunakan untuk menghitung TPAK adalah sebagai berikut:
Tabel 3.4.
Pesentase Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten Kerinci 2014-2015
NO URAIAN 2014 2015
% JUMLAH % JUMLAH
I Jumlah Angkatan Kerja
(Jumlah Penduduk Umur 15 Tahun Keatas) 174.237 176.141
Tingkat Partipasi Angkatan Kerja 67,6 117.784 69,69 125.755
II Tingkat Partipasi Angkatan Kerja 117.784 125.755
1. Bekerja 95,56 112.555 96,33 121.140
2. Tingkat Pengangguran 4,44 5.230 3,67 4.615
Sumber : Kerinci Dalam Angka Tahun 2015
Berdasar data yang ada dapat dilihat jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kerinci tahun 2015 adalah sebesar 176.141 orang diperoleh dari jumlah penduduk yang berumur 15 tahun ke atas, sementara itu dari jumlah angkatan kerja tersebut dapat dilihat Tingkat partisipasi Angkatan Kerja adalah sebesar 125.755 atau 69,69% dari jumlah angkatan kerja yang di Kabupaten Kerinci dan tingkat pengangguran yang ada di kabupaten Kerinci adalah sebesar 4.615 orang atau 3,67% dari jumlah angkatan kerja.
Dengan tingkat partipasi angkatan kerja tahun 2015 mencapai 69,69%, maka target pencapaian sasaran ini pada tahun 2015 mencapai 103,01% atau naik 2,09% dari target yang ditetapkan pada tahun 2015 yakni sebesar 67,60%.
Tabel diatas juga menggambarkan turunnya angka pengangguran di Kabupaten Kerinci, dari 5.230 orang (4,44%) pada tahun 2014 menjadi 4.615 orang (3,67%) pada tahun 2015. Meningkatnya angka partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Kerinci, diiringi dengan menurunnya angka pengangguran yang ada. Turunnya angka pengangguran dan meningkatnya angka partisipasi angkatan kerja ini menunjukkan bahwa program-program ketenagakerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Kerinci telah berjalan efektif. Program-program yang telah dijalankan antara lain program pelatihan tenaga kerja sebanyak 38 kali pertahun dengan peserta 16 orang per pelatihan atau 608 orang selama tahun 2015, program padat karya sebanyak 3 paket dengan peserta 80 orang per paket atau 240 orang selama tahun 2015, penempatan tenaga kerja ke luar negeri (Malaysia, Jepang, Singapura, dan sebagainya) yang mencapai angka 500 orang selama tahun 2015, serta kegiatan pelatihan kewirausahaan yang dilakukan di 6 (enam) lokasi / desa dengan peserta per lokasi/desa sebanyak 20
orang atau total peserta mencapai 120 orang dan diberikan bantuan peralatan untuk usaha.
Capaian 69,69% partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Kerinci pada tahun 2015, merupakan capaian tertinggi kedua Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi. Tingkat partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Kerinci hanya lebih rendah dari TPAK Kabupaten Tebo yang mencapai 71,97, namun lebih tinggi dari 9 (sembilan) Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Provinsi Jambi.
Sektor pariwisata di Kabupaten Kerinci yang termasuk kedalam visi dan misi kabupaten Kerinci yang tertuang didalam RPJMD Kabupaten Kerinci 2015-2019 pada misi I (Satu) yaitu Meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat berbasis pertanian, industri mikro, kecil dan menengah, serta pariwisata.
Untuk itu sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa dikembangkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kerinci, hal ini didukung oleh tersedianya sumber daya alam Kabupaten kerinci yang mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan.
Beberapa objek wisata di Kabupaten Kerinci yang selalu banyak dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan nusatantara maupun wisatawan mancanegara, antara lain :
Tabel 3.5.
Nama Objek dan Lokasi Wisata Di Kabupaten Kerinci
No. Nama Objek Wisata Lokasi
1. 2. 3.
1. Gunung Kerinci Kec. Kayu Aro
2. Gunung Tujuh Kec. Gunung Tujuh
3. Danau Gunung Tujuh Kec. Gunung Tujuh 4. Air Terjun Telun Berasap Kec. Gunung Tujuh
5. Kebun Teh / Aroma Pecco Kec. Kayu Aro, Kec. Kayu Aro Barat dan Kec. Gunung Tujuh 6. Sumber Air Panas Semurup Kec. Air Hangat Barat
7. Pemandian Air Hangat Sungai Medang
Kec. Air Hangat Timur
8. Danau Kerinci Kec. Danau Kerinci, dan Kec.
Keliling Danau
9. Danau Lingkat Kec. Gunung Raya
10. Danau Kaco Kec. Gunung Raya
Sumber : Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kerinci
Selain kesepuluh objek wisata sebagai dimaksud dalam tabel diatas, masih banyak objek dan lokasi wisata lainnya di Kabupaten Kerinci yang dapat dikembangkan. Dengan potensi wisata yang cukup besar tersebut, menjadi sumber pemasukan tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Kerinci yang berada di sekitar objek wisata tersebut. Potensi wisata yang cukup besar itu juga menjadi sumber pendapatan asli daerah yang dapat dikembangkan lebih baik ke depannya. Dengan banyaknya wisatawan yang datang mengunjungi objek wisata tersebut, secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal ini dapat dilihat dari tabel jumlah kunjungan wisatawan berikut :
Tabel 3.6.
Jumlah Wisatawan Lokal, Nusantara dan Asing Tahun 2015
No. Bulan Wisatawan Total
Lokal Nusantara Asing
1 JANUARI 1.809 1.986 73 3.795 2 FEBRUARI 2.036 1.901 85 3.937 3 MARET 2.470 2.531 90 5.001 4 APRIL 3.521 3.079 94 6.600 5 MEI 3.991 4.067 99 8.058 6 JUNI 6.001 5.905 101 11.906 7 JULI 7.105 6.974 149 14.079
8 AGUSTUS 8.012 7.555 167 15.567 9 SEPTEMBER 7.946 7.651 102 15.597 10 OKTOBER 6.091 5.031 87 11.122 11 NOPEMBER 4.243 4.500 89 8.743 12 DESEMBER 4.621 4.709 103 9.330 57.846 55.889 1.239 114.974
Sumber : Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Tahun 2015
Dari tabel diatas, terlihat bahwa total kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara pada setiap objek wisata di Kabupaten Kerinci sepanjang tahun 2015 mencapai 114.974. orang. Dari jumlah tersebut 98,9% diantaranya adalah wisatawan lokal dan nusantara, sedangkan
wisatawan mancanegara hanya 1,1%. Dengan target kunjungan wisatawan pada 2015 sebanyak 115.00 orang, dan jumlah kunjungan wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara pada tahun 2015 sebanyak 114.974 orang, maka sasaran ke-6 ini mencatat pencapaian sebesar 99,98%. Data jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci ini dihimpun dari berbagai sumber, yakni antara lain :
a. Pusat Informasi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci;
b. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS);
c. Data kunjungan setiap onjek wisata dalam Kabupaten Kerinci; dan d. Homesyat, mess, dan rumah penduduk dalam Kabupaten Kerinci.
Meskipun angka kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2015 belum mencapai angka yang telah ditargetkan, namun terdapat upaya-upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci melalui beberapa program Program
Pengembangan Pemasaran Pariwisata. Beberapa upaya yang dilakukan tersebut antara lain :
1. Melakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas/sarana
penunjang/infrastruktur diobjek-objek wisata yang ada
2. Promosi objek wisata melalui brosur/booklet, website, maupun pameran-pameran. Salah satu bentuk promosi wisata yang efektif mendatangkan wisatawan adalah adanya event atau agenda nasional tahunan yang diadakan di Danau Kerinci, yakni Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK). 3. Pembinaan kelompok sadar wisata / pemandu wisata
4. Pengembangan desa wisata baru, salah satunya adalah Desa Wisata Lempur di Kecamatan Gunung Raya. Desa wisata ini menawarkan paket wisata alam kepada para wisatawan yang datang, dimana paket wisata alam ini cukup menarik minat wisatawan mancanegara yang datang berkunjung.
Angka Melek Huruf (AMH) adalah proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya, tanpa harus mengerti apa yang di baca/ditulisnya terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas.
Angka Melek Huruf (AMH) dihitung dengan menggunakan rumus :
Keterangan :
AMHt15 = Jumlah penduduk 15 ke atas yang melek huruf tahun ke-t. P t15 = Jumlah penduduk 15 pada tahun ke-t.
Target peningkatan angka melek huruf di Kabupaten Kerinci pada tahun 2015 adalah sebesar 97,28%, dengan capaian kinerja tahun 2015 mencapai 97,29% dengan tingkat keberhasilan mencapai 100,01%. Pencapaian ini juga naik 0,01% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2014.
Dalam rangka target pengentasan buta aksara, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci melalui Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) akan memaksimalkan kegiatan Pembinaan penyelenggaraan Keaksaraan Fungsional (KF) serta Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan.
Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh