HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2.2 ANALISIS BIVARIAT
4.2.2.1 HUBUNGAN UMUR DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test untuk melihat apakah terdapat hubungan antara karakteristik umur dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.9.
Pada penelitian ini didapati 1 responden dengan usia diatas 70 tahun merasa tidak puas dengan hidupnya. Sebanyak 3 responden pada rentang usia 31-40 tahun merasa puas dan 2 responden pada rentang usia yang sama merasa sangat puas dengan hidupnya. Pada rentang usia 41-50 tahun, terdapat 4 responden yang merasa puas dan 2 responden merasa sangat puas. Pada rentang usia 51-60 tahun, terdapat 12 responden merasa puas dengan hidupnya dan 19 responden merasa sangat puas. Pada rentang usia 61-70 tahun, terdapat 12 responden merasa puas dengan hidupnya dan 18 responden yang merasa sangat puas. Pada rentang usia diatas 70 tahun, terdapat 1 responden yang merasa tidak puas, 1 responden merasa puas, dan 6 responden merasa sangat puas. nilai p value sebesar 0,193.
Tabel 4.9 Hubungan antara Umur dengan Kualitas Hidup
4.2.2.2 HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test untuk melihat apakah terdapat hubungan antara karakteristik jenis kelamin dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.10 dibawah ini:
Tabel 4.10Hubungan jenis kelamin dengan kualitas hidup
T e
Terdapat 39 responden laki-laki dan 41 responden perempuan dimana hanya 1 dari 80 responden yang merasa tidak puas dengan hidupnya. Nilai p value yang didapat adalah 0,362 yang berarti tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup.
4.2.2.3 HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test untuk melihat apakah terdapat hubungan antara karakteristik tingkat pendidikan responden dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.11 dibawah ini:
Tabel 4.11Hubungan tingkat pendidikan dengan kualitas hidup diartikan bahwa tidak terdapat korelasi antara tingkat pendidikan dengan kualitas hidup.
4.2.2.4 HUBUNGAN KOMPLIKASI DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test untuk melihat apakah terdapat hubungan antara karakteristik komplikasi dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.12 dibawah ini:
Tabel 4.12Hubungan komplikasi dengan kualitas hidup
Sebanyak 47 responden tanpa komplikasi dan 33 responden dengan komplikasi makrovaskular. Dari 80 hanya 1 responden tanpa komplikasi yang merasa tidak puas dengan hidupnya. Nilai P value yang didapat
4.2.2.5 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DM DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test melihat apakah terdapat hubungan antara karakteristik lama menderita DM dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.13 dibawah.
Pada penelitian ini terdapat 32 responden yang sudah menderita diabetes melitus kurang dari 5 tahun dengan 13 respnden merasa puas dengan hidupnya dan 19 responden merasa sangat puas. Terdapat 20 responden yang sudah menderita diabetes melitus 5-10 tahun dengan 11 responden merasa puas dengan hidupnya dan 9 responden merasa sangat puas dengan hidupnya. Terdapat 28 responden yang sudah menderita diabetes melitus selama lebih dari 10 tahun dengan 1 responden merasa tidak puas dengan hidupnya, 8 responden merasa puas dengan hidupnya dan 19 responden merasa sangat puas dengan hidupnya. nilai p value sebesar 0,226 yang berarti tidak terdapat hubungan antara lama menderita dengan kualitas hidup.
Tabel 4.13Hubungan lama derita DM dengan kualitas hidup
4.2.2.6 HUBUNGAN DOMAIN KEPUASAN DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan menggunakn uji korelasi Fisher’s Exact Test untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kepuasan hidup dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.14 dibawah ini:
Lama derita
Kualitas Hidup
Tidak puas Puas Sangat puas Total Nilai P
N % N % N % N %
<5 tahun 0 0,0 13 40,6 19 59,4 32 100
5-10 tahun 0 0,0 11 55,0 9 45,0 20 100 0,226
>10 tahun 1 3,6 8 28,6 19 67,9 28 100
Total 80 100
Tabel 4.14Hubungan domain kepuasan dengan kualitas hidup keseluruhan nilai kualitas hidup berada pada tingkat tidak puas. Terdapat 31 responden yang memiliki skor puas baik pada domain kepuasan maupun pada tingkat kualitas hidup. Terdapat 34 responden yang memiliki skor puas pada domain kepuasan hidup namun secara keseluruhan nilai kualitas hidupnya berada pada tingkat sangat puas dan terdapat 13 responden yang memiliki skor sangat puas baik pada domain kepuasan hidup maupun kualitas hidup. Nilai p value yang didapat sebesar 0,001.
4.2.2.7 HUBUNGAN DOMAIN DAMPAK DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test melihat apakah terdapat hubungan antara dampak penyakit responden dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.15 dibawah ini:
Tabel 4.15Hubungan domain dampak dengan kualitas hidup
Terdapat 25 responden yang jarang merasakan dampak dari diabetes melitus dengan 23 responden memiliki nilai kualitas hidup puas dan 2 responden memiliki nilai kualitas hidup sangat puas. Terdapat 54 responden yang tidak pernah merasakan dampak penyakit dari diabetes melitus dengan 9 responden memiliki nilai kualitas hidup puas dan 45 responden memiliki nilai kualitas hidup sangat puas. Nilai p value yang didapat sebesar 0,000, sehingga terdapat hubungan antara kepuasan hidup dengan kualitas hidup responden.
4.2.2.8 HUBUNGAN DOMAIN KEKHAWATIRAN DENGAN KUALITAS HIDUP.
Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test melihat apakah terdapat hubungan antara dampak penyakit responden dengan kualitas hidup responden dapat dilihat pada tabel 4.16 dibawah ini:
Tabel 4.16Hubungan domain kekhawatiran dengan kualitas hidup
Pada domain kekhawatiran, terdapat 2 responden yang setiap saat merasa khawatir terhadap penyakitnya dengan 1 responden memiliki nilai kualitas hidup pada tingkat tidak puas dan 1 responden memiliki nilai responden pada tingkat puas. Terdapat 1 responden yang sering merasakan khawatir terhadap penyakitnya dengan nilai kualitas hidup pada tingkat puas.
Terdapat 9 responden yang jarang merasakan khawatir terhadap penyakitnya dengan nilai kualitas hidup pada tingkat puas. Terdapat 68 responden yang tidak pernah merasakan khawatir terhadap penyakitnya dengan 21 responden memiliki nilai kualitas hidup pada tingkat puas dan 47 responden memiliki nilai kualitas hidup pada tingkat sangat puas. Pada penelitian ini didapati