• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab V Hasil dan Pembahasan

B. Hasil penelitian

3. Analisis Bivariat

a. Hubungan Antara Keadaan Ventilasi Rumah dengan Kejadian Penyakit

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Tabel 5.3.1

Analisis Hubungan Keadaan Ventilasi Rumah dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan

Akhir Sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012

Sumber : Data Primer, 2012

Berdasarkan tabel 5.3.1 di atas, dapat diketahui bahwa dari 71 balita terdapat 48 balita yang ventilasi rumahnya tidak memenuhi syarat dan 23 balita yang ventilasi rumahnya memenuhi syarat. Dari 71 balita terdapat 51 balita (71,8 %) yang menderita ISPA dan 20 balita (28,2 %) yang tidak menderita ISPA. Dari 23 balita yang ventilasi rumahnya memenuhi syarat terdapat 11 balita yang menderita ISPA dan 12 balita yang tidak menderita ISPA. Dari 48 balita yang ventilasi rumahnya tidak memenuhi syarat terdapat 40 balita yang menderita ISPA dan 8 balita yang tidak menderita ISPA.

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai

P=0,002 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara keadaan Keadaan Ventilasi

Kejadian ISPA

Jumlah Hasil Uji Statistik Ya

Menderita Menderita Tidak

n % n % N %

Memenuhi Syarat 11 47,8 12 52,2 23 100

Tidak Memenuhi Syarat 40 83,3 8 16,7 48 100 P=0,002

ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012.

b. Hubungan Antara Kamarisasi dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran

Pernafasan Akut (ISPA)

Tabel 5.3.2

Analisis Hubungan Kamarisasi dengan Kejadian

Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012

Sumber : Data Primer, 2012

Berdasarkan tabel 5.3.2 di atas, dapat diketahui bahwa dari 71 balita terdapat 64 balita yang tinggal di rumah yang kamariasasi rumahnya tidak memenuhi syarat dan 7 balita yang kamarisasi rumahnya memenuhi syarat. Dari 71 balita terdapat 51 balita (71,8 %) yang menderita ISPA dan 20 balita (28,2 %) yang tidak menderita ISPA. Dari 7 balita yang tinggal di rumah yang kamariasasi rumahnya memenuhi syarat terdapat 2 balita yang menderita ISPA dan 5 balita yang tidak menderita ISPA. Dari 64 balita yang kamarisasinya tidak memenuhi syarat terdapat 49 balita yang menderita ISPA dan 15 balita yang tidak menderita ISPA.

Kamarisasi

Kejadian ISPA

Jumlah Hasil Uji Statistik Ya

Menderita Menderita Tidak

n % n % N %

Memenuhi syarat 2 28,6 5 71,4 7 100

Tidak Memenuhi syarat 49 76,6 15 23,4 64 100 P=0,007

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai

P=0,007 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara kamarisasi dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012.

c. Hubungan Antara Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit Infeksi

Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Tabel 5.3.3

Analisis Hubungan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan

Akhir Sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012

Sumber : Data Primer, 2012

Berdasarkan tabel 5.3.3 di atas, dapat diketahui bahwa dari 71 balita terdapat 50 balita yang tinggal di rumah yang kepadatan hunian di rumahnya tidak memenuhi syarat dan 21 balita yang kepadatan hunian di rumahnya memenuhi syarat. Dari 71 balita terdapat 51 balita (71,8 %) yang menderita ISPA dan 20 balita (28,2 %) yang tidak menderita ISPA. Dari 50 balita yang kepadatan hunian di rumahnya tidak memenuhi syarat terdapat 42 balita yang menderita ISPA dan 8 balita yang tidak menderita ISPA. Dari 21 balita yang

Kepadatan Hunian

Kejadian ISPA

Jumlah Hasil Uji Statistik Ya

Menderita Menderita Tidak

n % n % N %

Padat 42 84,0 8 16,0 50 100

Tidak Padat 9 42,9 12 57,1 11 100 P=0,000

tinggal di rumah yang kepadatan hunian di rumahnya memenuhi syarat terdapat 9 balita yang menderita ISPA dan 12 balita yang tidak menderita ISPA.

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai

P=0,000 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012.

d. Hubungan Antara Lubang Asap Dapur Dengan Kejadian Penyakit

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Tabel 5.3.4

Analisis Hubungan Kepemilikan Lubang Asap Dapur dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan

Akhir Sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012

Sumber : Data Primer, 2012

Berdasarkan tabel 5.3.4 di atas, dapat diketahui bahwa dari 71 balita terdapat 38 balita yang tinggal di rumah yang tidak memiliki lubang asap di dapur rumahnya dan 33 balita yang memiliki lubang asap di dapur rumahnya. Dari 71 balita terdapat 51 balita (71,8 %) yang menderita ISPA dan 20 balita

Kepemilikan Lubang Asap Dapur

Kejadian ISPA

Jumlah Hasil Uji Statistik Ya

Menderita Menderita Tidak

n % n % N %

Memiliki 24 72,7 9 27,3 33 100

Tidak Memiliki 27 71,1 11 28,9 38 100 P=0,876

(28,2 %) yang tidak menderita ISPA. Dari 33 balita yang tinggal di rumah yang memiliki lubang asap di dapur rumahnya terdapat 24 balita yang menderita ISPA dan 9 balita yang tidak menderita ISPA. Dari 38 balita yang tidak memiliki lubang asap di dapur rumahnya terdapat 27 balita yang menderita ISPA dan 11 balita yang tidak menderita ISPA.

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai

P=0,876 (>0,05), yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara kepemilikan lubang asap dapur dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012.

e. Hubungan Antara Keberadaan Anggota Keluarga Yang Merokok

Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Tabel 5.3.5

Analisis Hubungan Keberadaan Anggota Keluarga Merokok dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012

Sumber : Data Primer, 2012

Anggota Keluarga Merokok

Kejadian ISPA

Jumlah Hasil Uji Statistik Ya

Menderita Menderita Tidak

n % n % N %

Ada 50 74,6 17 25,4 67 100

Tidak ada 1 25,0 3 75,0 4 100 P=0,032

Berdasarkan tabel 5.3.5 di atas, dapat diketahui bahwa dari 71 balita terdapat 67 balita yang di rumahnya terdapat anggota keluarga yang memiliki kebiasaan merokok dan 4 balita yang di rumahnya tidak ada anggota keluarga yang memiliki kebiasaan merokok. Dari 71 balita terdapat 51 balita (71,8 %) yang menderita ISPA dan 20 balita (28,2 %) yang tidak menderita ISPA. Dari 67 balita yang angota keluarganya memiliki kebiasaan merokok terdapat 50 balita yang menderita ISPA dan 17 balita yang tidak menderita ISPA. Dari 4 balita yang anggota keluarganya tidak memiliki kebiasaan merokok terdapat 1 balita yang menderita ISPA dan 3 balita yang tidak menderita ISPA.

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai

P=0,032 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara keberadaan anggota keluarga merokok dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012.

f. Hubungan Antara Jarak Rumah Dengan TPAS Dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Tabel 5.3.6

Analisis Hubungan Jarak Rumah dengan TPAS dengan Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan

Akhir Sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012

Sumber : Data Primer, 2012

Berdasarkan tabel 5.3.6 di atas, dapat diketahui bahwa dari 71 balita terdapat 42 balita yang di jarak rumahnya dengan TPAS tidak memenuhi syarat dan 29 balita yang jarak rumahnya dengan TPAS memenuhi syarat. Dari 71 balita terdapat 51 balita (71,8 %) yang menderita ISPA dan 20 balita (28,2 %) yang tidak menderita ISPA. Dari 29 balita yang jarak rumahnya dengan TPAS memenuhi syarat terdapat 17 balita yang menderita ISPA dan 12 balita yang tidak menderita ISPA. Dari 42 balita yang jarak rumahnya dengan TPAS tidak memenuhi syarat terdapat 34 balita yang menderita ISPA dan 8 balita yang tidak menderita ISPA.

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai

P=0,040 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara jarak Jarak Rumah dengan

TPAS

Kejadian ISPA

Jumlah Hasil Uji Statistik Ya

Menderita Menderita Tidak

n % n % N %

Memenuhi syarat 17 58,6 12 41,4 29 100 P=0,040

Tidak Memenuhi syarat 34 81,0 8 19,0 42 100

rumah dengan TPAS dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012.

Dokumen terkait