HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.6 Analisis Break Even Terhadap Penjualan Jasa Sewa Kamar Pada Hotel Batam View Beach Resort
Hotel Batam View Beach Resort menyediakan fasilitas yang lengkap untuk keperluan bisnis dan liburan karena memiliki 211 kamar yang terdiri dari kamar 113 kamar superior, 52 kamar deluxe, 28 kamar executive suite dan 18 villa. Tarif sewa untuk masing masing jenis kamar berbeda satu sama lain. Karena Hotel Batam View Beach Resort menjual lebih dari satu mcam jenis kamar, maka maka analisis break even dihitung berdasarkan komposisi penjualan
(sales mix) dan komposisi jumlah kamar yang dijual (product mix). Setelah diperoleh hasil perhitungan break even secara total dalam rupiah, maka dapat dihitung besarnya penjualan untuk masing-masing jenis kegiatan jasa dengan menggunakan komposisi penjualan (sales mix) dan komposisi jumlah jasa yang dijual (product mix). Sales mix digunakan untuk mencari break even (dalam rupiah) untuk masing-masing jenis jasa, sedangkan product mix digunakan untuk mencari penjualan individual (dalam unit). Sales mix dapat dihitung berdasarkan persentase nilai jual relatif masing-masing jenis jasa, dan
57
harga jual masing-masing jenis jasa. (Selvina, D. P. 2005. Analisis Break
Even Point Terhadap Penjualan Jasa Sewa Kamar Pada Hotel Surya Indah
Salatiga. Skripsi diterbitkan, Surakarta: Program D3 Akuntasi Universitas
Sebelas Maret).
Masalah sales mix menjadi lebih penting untuk mengetahui jenis produksi mana yang perlu didorong untuk memperoleh profit yang lebih tinggi, sebab hal ini membawa akibat pula terhadap break even. Oleh karena itu analisis break
even pada Batam View Beach Resort dihitung berdasarkan komposisi penjualan
(sales mix) dan komposisi jumlah kamar yang dijual (product mix). Analisis ini adalah untuk menghitung break even pada periode tahun 2016. Sehingga diasumsikan potensi jumlah kamar yang dijual adalah untuk satu tahun (jumlah kamar x 366 hari). Demikian pula dengan hasil penjualan kamar diasumsikan untuk penjualan kamar satu tahun. Daftar jumlah kamar, harga sewa kamar yang dijual, dan potensi jumlah kamar yang dijual dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
58
Table 4.1
Batam View Beach Resort
Daftar Jenis Kamar, Jumlah Kamar, dan Harga Sewa Kamar Tahun 2016
Jenis Kamar Jumlah Kamar Harga Sewa Potensi Jumlah Kamar Per Kamar ( Rp ) Yang Di Jual (Jumlah
Kamar x 366 Hari ) Superior 113 Rp 800.000 41.358 Deluxe 52 Rp 1,100,000 19.032 Executive 28 Rp 2,000,000 10.248 Villa 18 Rp 3,000,000 6.588 Sumber: Data Olahan
1. Pengelompokan Biaya Tahunan 2016
Table 4.2
Batam View Beach Resort Pengelompokan Biaya
Tahun 2016
No Jenis Biaya Biaya Tetap Biaya Variable
1. Biaya Gaji Rp 10,701,899,501
2. Biaya Asuransi Rp 217,140,000
3. Biaya Telepon Rp 9,952,000
59
5. Biaya Listrik Rp 4,235,998,145
6. Biaya Food & Beverege Rp 3,641,867,775
7. Biaya Housekeeping Rp 1,560,490,550
8. Biaya Front Office Rp 1,105,804,813
9. Biaya Admin & General Rp 2,069,046,318
10. Biaya Engineering Rp 1,616,801,891
11. Pph Rp 4,241,098,405
Total Rp 11,019,039,501 Rp 20,595,471,626
Sumber: Data Olahan
2. Pengalokasian Biaya Tetap dan Biaya Variable ke Dalam Tiap Jenis Kamar Tahun 2016
Table 4.3
Batam View Beach Resort
Pengalokasian Biaya Tetap dan Biaya Variable Berdasarkan Metode Nilai Jual Relatif
Jenis Kamar Potensi Harga Sewa Penjualan Kamar Persentase Nilai Jual Relatif [( penjualan Jumlah kamar Per Jenis (potensi jumlah kamar per jenis kamar : total penjualan Yang Dijual Kamar (Rp) yang dijual x harga sewa kamar) x 100 % ]
per jenis kamar
Superior 41.358 Rp 800,000 Rp 33,086,400,000 Rp 33,086,400,000 X 100% = 39% Rp 84,619,200,000 Deluxe 19.032 Rp 1,100,000 Rp 20,935,200,000 Rp 20,935,200,000 X 100% = 25% Rp 84,619,200,000 Executive 10.248 Rp 1,700,000 Rp 17,421,600,000 Rp 17,421,600,000 X 100% = 21% Rp 84,619,200,000
60
Villa 6.588 Rp 2,000,000 Rp 13,176,000,00 Rp 13,176,000,000
X 100% = 15% Rp 84,619,200,000
Total 68.226 Rp 84,619,200,000 100%
Sumber; Data Olahan
Table 4.4
Batam View Beach Resort
Alokasi Biaya Tetap dan Biaya Variable ke Dalam tiap Jenis Kamar Berdasarkan Persentase Nilai Jual Relatif
Biaya Tetap Biaya Variable
39 % x 11,019,039,501 = Rp 4,297,425,405 39% x Rp 20,595,471,626 = Rp 8,032,233,934 25 % x 11,019,039,501 = Rp 2,754,759,875 25% x Rp 20,595,471,626 = Rp 5,148,867,907 21 % x 11,019,039,501 = Rp 2,313,998,295 21% x Rp 20,595,471,626 = Rp 4,325,049,041 15 % x 11,019,039,501 = Rp 1,652,855,925 15% x Rp 20,595,471,626 = Rp 3,089,320,744
Rp 11,019,039,501 Rp 20,595,471,626
61 3. Perhitungan Break Even Tahun 2016
Table 4.5
Batam View Beach Resort
Laporan Laba Rugi Yang Dianggarkan untuk Tahun 2016
Keterangan Superior Deluxe Executive Villa Total
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Potensi 41.358 19.032 10.248 6.588 68.226 Jumlah Kamar Yang Dijual Hasil Penjualan Kamar 33,086,400,000 20,935,200,000 17,421,600,000 13,176,000,000 84,619,200,000 (-) Biaya (8,032,233,934) (5,148,867,907) (4,325,049,041) (3,089,320,744) (20,595,471,626) Variable Marjin Kontribusi 25,054,166,066 15,786,332,093 13,096,550,959 10,086,679,256 64,023,728,374 (-) Biaya Tetap (4,297,425,405) (2,754,759,875) (2,313,998,295) (1,652,855,925) (11,019,039,501) Laba 20,756,740,661 13,031,572,218 10,782,552,664 8,433,823,331 53,004,688,873
Sumber: Data Olahan
a. Perhitungan Rasio Marjin Kontribusi
Perhitungan besarnya rasio marjin kontribusi pada tahun 2016 dapat
dihitung berdasarkan data pada tabel 4.5. Adapun hasil perhitungannya dapat disajikan sebagai berikut:
π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = πππ‘ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π πππ‘ππ πππππ’ππππ
π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = 64,023,728,374 84,619,200,000
62
b. Perhitungan Tingkat Break Even
BE Total = Total Biaya Tetap Rasio Marjin Kontribusi BE Total 11,019,039,501 0,756
= 14,575,449,075
Besarnya break even total untuk tahun 2016 adalah sebesar Rp. 14,575,449,075. Maksudnya yaitu kalau pihak hotel merencanakan untuk memperoleh keuntungan melalui penjualan jasa sewa kamar pada tahun 2017, maka pihak hotel harus mampu memperoleh pendapatan minimal Rp. 14,575,449,075
Untuk menentukan besarnya penjualan dan jumlah kamar yang dijual dari masing-masing jenis kamar, agar secara total diperoleh tingkat break even yang sesuai dengan perhitungan diatas, maka tingkat break even ditentukan berdasarkan komposisi penjualan kamar (sales mix) dan komposisi jumlah kamar yang dijual (product mix), yang perhitungannya adalah sebagai berikut:
a) Komposisi penjualan (persentase nilai jual relative x break even total) Penjualan Superior = 39% x Rp. 14,575,449,075 = Rp. 5.684.425,139 Penjualan Deluxe = 25% x Rp. 14,575,449,075 = Rp. 3.643.862.269 Penjualan Exeutive = 21% x Rp. 14,575,449,075 = Rp. 3.060.844,306 Penjualan Villa = 15% x Rp. 14,575,449,075 = Rp. 2.186.317.361
63
b) Komposisi jumlah kamar yang dijual (komposisi penjualan : harga sewa per kamar)
Jumlah Superior yang dijual = Rp. 5.684.425,139: Rp. 800.000 = 7.105 kamar
Jumlah Deluxe yang dijual = Rp. 3.643.862.269 : Rp.1.100.000 = 3.312 kamar
Jumlah Executive yang dijual = Rp. 3.060.844,306 : Rp. 1.700.000 = 1.800 kamar
Jumlah Villa yang dijual = Rp. 2.186.317.361: Rp. 2.000.000 = 1.093 kamar
4. Pengaruh Perubahan Harga Sewa per Jenis Kamar Terhadap Analisis Break
Even
Manajemen perusahaan dalam usahanya untuk meningkatkan penghasilan (penjualan) yang akhirnya diharapkan untuk menaikkan keuntungan dapat dilakukan dengan menaikkan harga jual. Adanya kenaikan harga jual dapat mengakibatkan perubahan besarnya break even.
64
a. Misalkan harga sewa Superior naik 10%, sedangkan harga jenis kamar lain tidak berubah, maka break even totalnya adalah sebagai berikut:
Table 4.6
Batam View Beach Resort
Laporan Laba Rugi Yang Dianggarkan Apabila Harga Sewa Superior Naik
Keterangan Superior Deluxe Executive Villa Total
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Potensi 41.358 19.032 10.248 6.588 68.226 Jumlah Kamar Yang Dijual Hasil Penjualan Kamar 36,395,040,000 20,935,200,000 17,421,600,000 13,176,000,000 87,927,840,000 (-) Biaya (8,032,233,934) (5,148,867,907) (4,325,049,041) (3,089,320,744) (20,595,471,626) Variable Marjin Kontribusi 28,362,806.,066 15,786,332,093 13,096,550,959 10,086,679,256 67,332,368,374 (-) Biaya Tetap (4,297,425,405) (2,754,759,875) (2,313,998,295) (1,652,855,925) (11,019,039,501) Laba 24,065,380,661 13,031,572,218 10,782,552,664 8,433,823,331 56,313,328,874
Sumber: Data Olahan
1) Perhitungan Hasil Penjualan Kamar
Hasil penjualan kamar Superior naik apabila harga sewa S u p e r i o r naik 10% dapat dihitung sebagai berikut :
π»ππ ππ πππππ’ππππ πππππ Superior = (π π. 800.000 π₯ 110%) π₯ 41.358 = π π. 36.395.040.000
65
2) Perhitungan Rasio Marjin Kontribusi
Rasio marjin kontribusi dapat dihitung berdasarkan data pada tabel 4.6. Perhitungan rasio marjin kontribusi adalah sebagai berikut:
π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = πππ‘ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π πππ‘ππ πππππ’ππππ π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = 67,332,368,374 87,927,840,000 = 0,765 3) Perhitungan Tingkat Break Even
BE Total = Total Biaya Tetap Rasio Marjin Kontribusi BE Total 11,019,039,501 0,765
= 14,403,973,204
Besarnya break even total apabila harga sewa Superior naik 10% adalah sebesar Rp. 14,403,973,204. Perhitungan break even di atas merupakan break even dalam rupiah, sedangkan untuk menghitung break even dalam unit dapat digunakan perhitungan dengan komposisi penjualan dan komposisi jumlah kamar yang dijual sebagai berikut:
a) Komposisi penjualan (persentase nilai jual relative x break even total) Penjualan Superior = 39% x Rp. 14,403,973,204
= Rp. 5.617.549,550
Penjualan Deluxe = 25% x Rp. 14,403,973,204
66
Penjualan Exeutive = 21% x Rp. 14,403,973,204 = Rp. 3.024.834,373
Penjualan Villa = 15% x Rp. 14,403,973,204 = Rp. 2.160.595.981
b) Komposisi jumlah kamar yang dijual (komposisi penjualan : harga sewa per kamar)
Jumlah Superior yang dijual = Rp. 5.617.549,550: Rp. 800.000 = 7.021 kamar Jumlah Deluxe yang dijual = Rp. 3.600.993.301: Rp.1.100.000
= 3.273 kamar
Jumlah Executive yang dijual = Rp. 3.024.834,373: Rp. 1.700.000 = 1.779 kamar
Jumlah Villa yang dijual = Rp. 2.160.595.981 : Rp. 2.000.000 = 1.080 kamar
b. Misalkan harga sewa Deluxe naik 10%, sedangkan harga jenis kamar lain tidak berubah, maka break even totalnya adalah sebagai berikut:
Table 4.7
Batam View Beach Resort
Laporan Laba Rugi Yang Dianggarkan Apabila Harga Sewa Deluxe Naik
Keterangan Superior Deluxe Executive Villa Total
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Potensi 41.358 19.032 10.248 6.588 68.226
Jumlah Kamar Yang Dijual
67 Hasil Penjualan Kamar 33,086,400,000 23,028,720,000 17,421,600,000 13,176,000,000 86,712,720,000 (-) Biaya (8,032,233,934) (5,148,867,907) (4,325,049,041) (3,089,320,744) (20,595,471,626) Variable Marjin Kontribusi 25,054,166.,066 17,879,852,093 13,096,550,959 10,086,679,256 66,117,248,374 (-) Biaya Tetap (4,297,425,405) (2,754,759,875) (2,313,998,295) (1,652,855,925) (11,019,039,501) Laba 20,765,740,661 15,125,092,218 10,782,552,664 8,433,823,331 55,098,208,873
Sumber: Data Olahan
1) Perhitungan Hasil Penjualan Kamar
Hasil penjualan kamar Deluxe naik apabila harga sewa Deluxe naik 10% dapat dihitung sebagai berikut :
π»ππ ππ πππππ’ππππ πππππ Superior = (π π. 1.100.000 π₯ 110%) π₯ 19.032 = π π. 23.028.720.000
Sedangkan hasil penjualan kamar lain tidak berubah (tetap). 2) Perhitungan Rasio Marjin Kontribusi
Rasio marjin kontribusi dapat dihitung berdasarkan data pada tabel 4.7. Perhitungan rasio marjin kontribusi adalah sebagai berikut:
π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = πππ‘ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π πππ‘ππ πππππ’ππππ π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = 66,117,248,374 86,712,840,000 = 0,762
68
3) Perhitungan Tingkat Break Even
BE Total = Total Biaya Tetap Rasio Marjin Kontribusi BE Total 11,019,039,501 0,762
= 14,460,681,760
Besarnya break even total apabila harga sewa Deluxe naik 10% adalah sebesar Rp. 14,460,681,760. Perhitungan break even di atas merupakan break even dalam rupiah, sedangkan untuk menghitung break even dalam unit dapat digunakan perhitungan dengan komposisi penjualan dan komposisi jumlah kamar yang dijual sebagai berikut:
a) Komposisi penjualan (persentase nilai jual relative x break even total) Penjualan Superior = 39% x Rp. 14,460,681,760 = Rp. 5.639.665,886 Penjualan Deluxe = 25% x Rp. 14,460,681,760 = Rp. 3.615.170.440 Penjualan Exeutive = 21% x Rp. 14,460,681,760 = Rp. 3.036.743,170 Penjualan Villa = 15% x Rp. 14,460,681,760 = Rp. 2.169.102.264
b) Komposisi jumlah kamar yang dijual (komposisi penjualan : harga sewa per kamar)
69
= 7.049 kamar
Jumlah Deluxe yang dijual = Rp. 3.615.170.440. :Rp.1.100.000 = 3.286 kamar
Jumlah Executive yang dijual = Rp. 3.036.743,170 : Rp. 1.700.000 = 1.802 kamar
Jumlah Villa yang dijual = Rp. 2.169.102.264: Rp. 2.000.000 = 1.084 kamar
c. Misalkan harga sewa Executive naik 10%, sedangkan harga jenis kamar lain tidak berubah, maka break even totalnya adalah sebagai berikut:
Table 4.8
Batam View Beach Resort
Laporan Laba Rugi Yang Dianggarkan Apabila Harga Sewa Executive Naik
Keterangan Superior Deluxe Executive Villa Total
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Potensi 41.358 19.032 10.248 6.588 68.226 Jumlah Kamar Yang Dijual Hasil Penjualan Kamar 33,086,400,000 20,935,200,000 19,163,760,000 13,176,000,000 86,361,360,000 (-) Biaya (8,032,233,934) (5,148,867,907) (4,325,049,041) (3,089,320,744) (20,595,471,626) Variable Marjin Kontribusi 25,054,166.,066 15,786,332,093 14,838,710,959 10,086,679,256 65,765,888,374 (-) Biaya Tetap (4,297,425,405) (2,754,759,875) (2,313,998,295) (1,652,855,925) (11,019,039,501) Laba 20,765,740,661 13,031,572,218 12,524,712,664 8,433,823,331 54,746,848,873
70
1) Perhitungan Hasil Penjualan Kamar
Hasil penjualan kamar Executive apabila harga sewa Executive Suite naik 10% dapat dihitung sebagai berikut :
π»ππ ππ πππππ’ππππ πππππ Superior = (π π. 1.700.000 π₯ 110%) π₯ 10.248 = π π. 19.163.760.000
Sedangkan hasil penjualan kamar lain tidak berubah (tetap). 2) Perhitungan Rasio Marjin Kontribusi
Rasio marjin kontribusi dapat dihitung berdasarkan data pada tabel 4.8. Perhitungan rasio marjin kontribusi adalah sebagai berikut:
π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = πππ‘ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π πππ‘ππ πππππ’ππππ π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = 65,765,888,374 86,361,360,000 = 0,761 3) Perhitungan Tingkat Break Even
BE Total = Total Biaya Tetap Rasio Marjin Kontribusi BE Total 11,019,039,501 0,761
= 14,479,683,970
Besarnya break even total apabila harga sewa Deluxe naik 10% adalah sebesar Rp. 14,479,683,970. Perhitungan break even di atas merupakan break even dalam rupiah, sedangkan untuk menghitung break even dalam unit dapat
71
digunakan perhitungan dengan komposisi penjualan dan komposisi jumlah kamar yang dijual sebagai berikut:
a) Komposisi penjualan (persentase nilai jual relative x break even total) Penjualan Superior = 39% x Rp. 14,479,683,970 = Rp. 5.647.076,748 Penjualan Deluxe = 25% x Rp. 14,479,683,970 = Rp. 3.619.920.993 Penjualan Exeutive = 21% x Rp. 14,479,683,970 = Rp. 3.040.733,634 Penjualan Villa = 15% x Rp. 14,479,683,970 = Rp. 2.171.952.596
b) Komposisi jumlah kamar yang dijual (komposisi penjualan : harga sewa per kamar)
Jumlah Superior yang dijual = Rp. 5.647.076,748: Rp. 800.000 = 7.058 kamar
Jumlah Deluxe yang dijual = Rp. 3.619.920.993. :Rp.1.100.000 = 3.290 kamar
Jumlah Executive yang dijual = Rp. 3.040.733,634: Rp. 1.700.000 = 1.780 kamar
Jumlah Villa yang dijual = Rp. 2.171.952.596: Rp. 2.000.000 = 1.085 kamar
72
d. Misalkan harga sewa Villa naik 10%, sedangkan harga jenis kamar lain tidak berubah, maka break even totalnya adalah sebagai berikut:
Table 4.9
Batam View Beach Resort
Laporan Laba Rugi Yang Dianggarkan Apabila Harga Sewa Villa Naik
Keterangan Superior Deluxe Executive Villa Total
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) Potensi 41.358 19.032 10.248 6.588 68.226 Jumlah Kamar Yang Dijual Hasil Penjualan Kamar 33,086,400,000 20,935,200,000 17,421,600,000 14,493,600,000 85,936,800,000 (-) Biaya (8,032,233,934) (5,148,867,907) (4,325,049,041) (3,089,320,744) (20,595,471,626) Variable Marjin Kontribusi 25,054,166.,066 15,786,332,093 13,096,550,959 11,404,279,256 65,341,328,374 (-) Biaya Tetap (4,297,425,405) (2,754,759,875) (2,313,998,295) (1,652,855,925) (11,019,039,501) Laba 20,765,740,661 13,031,572,218 10,782,552,664 9,751,423,331 54,322,288,873
Sumber: Data Olahan
1) Perhitungan Hasil Penjualan Kamar
Hasil penjualan kamar Executive apabila harga sewa Executive Suite naik 10% dapat dihitung sebagai berikut :
π»ππ ππ πππππ’ππππ πππππ Superior = (π π. 2.000.000 π₯ 110%) π₯ 6.588 = π π. 14.493.600.000
73
2) Perhitungan Rasio Marjin Kontribusi
Rasio marjin kontribusi dapat dihitung berdasarkan data pada tabel 4.9. Perhitungan rasio marjin kontribusi adalah sebagai berikut:
π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = πππ‘ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π πππ‘ππ πππππ’ππππ π ππ ππ ππππππ πΎπππ‘ππππ’π π = 65,341,328,374 85,936,800,000 = 0,760 3) Perhitungan Tingkat Break Even
BE Total = Total Biaya Tetap Rasio Marjin Kontribusi BE Total 11,019,039,501 0,760
= 14,498,736,186
Besarnya break even total apabila harga sewa Deluxe naik 10% adalah sebesar Rp. 14,498,736,186. Perhitungan break even di atas merupakan break even dalam rupiah, sedangkan untuk menghitung break even dalam unit dapat digunakan perhitungan dengan komposisi penjualan dan komposisi jumlah kamar yang dijual sebagai berikut:
a) Komposisi penjualan (persentase nilai jual relative x break even total) Penjualan Superior = 39% x Rp. 14,498,736,186
74 Penjualan Deluxe = 25% x Rp. 14,498,736,186 = Rp. 3.624.684.047 Penjualan Exeutive = 21% x Rp. 14,498,736,186 = Rp. 3.044.734,599 Penjualan Villa = 15% x Rp. 14,498,736,186 = Rp. 2.174.810.428
b) Komposisi jumlah kamar yang dijual (komposisi penjualan : harga sewa per kamar)
Jumlah Superior yang dijual = Rp. 5.654.507,113: Rp. 800.000 = 7.068 kamar
Jumlah Deluxe yang dijual = Rp. 3.624.684.047. :Rp.1.100.000 = 3.295 kamar
Jumlah Executive yang dijual = Rp. 3.044.734,599: Rp. 1.700.000 = 1.791 kamar
Jumlah Villa yang dijual = Rp. 2.174.810.428: Rp. 2.000.000 = 1.087 kamar
75
Dari perhitungan di atas, terlihat adanya perubahan pada tingkat break even totalnya. Keadaan sebelum dan setelah adanya perubahan harga sewa per kamar dapat diikhtisarkan sebagai berikut;
Table 4.10
Batam View Beach Resort Tabel Rekapitulasi
Keterangan Sebelum adanya Harga Sewa Harga Sewa Harga Sewa Harga Sewa Perubahan Superior Deluxe Executive Villa
Naik 10% Naik 10% D Naik 10% Naik 10% Laba 53,004,688,873 56,313,328,874 55,098,208,873 54,746,848,873 54,322,288,873 Presentase Perubahan Laba BE Total 14,575,449,075 14,403,973,204
14,460,681,760
14,479,683,970 14,498,736,186
76
4.7 Temuan
Dari hasil analisis break even terhadap Batam View Beach Resort, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:
1. Hasil analisis break even menggambarkan hubungan antara biaya, volume, dan laba, sehingga dapat membantu manajemen dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. 2. Pihak manajemen hotel telah membuat perencanaan untuk
kegiatan perusahaannya yang dituangkan dalam anggaran.
3. Hasil analisis break even dapat digunakan manajemen sebagai pedoman dalam program perencanaan atau budgeting, khususnya perencanaan laba.
4. Perubahan harga sewa per jenis kamar mempunyai pengaruh terhadap analisis break even. Break even total akan turun dan laba perusahaan akan naik jika harga salah satu jenis kamar dinaikkan. Kekurangan dari hasil analisis break even terhadap Hotel Batam View Beach Resort adalah sebagai berikut:
1. Pengklasifikasian biaya-biaya yang dibebankan pada periode analisis, pada umumnya hanya digolongkan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Untuk menggolongkan biaya tetap dan biaya variabel dengan tepat bukanlah merupakan hal yang mudah. Karena ada beberapa biaya yang mempunyai sifat tetap dan sifat variabel atau yang sering disebut dengan biaya semivariabel.
77
Terhadap biaya semivariabel ini harus dilakukan pemisahan biaya tetap dan biaya variabel secara lebih teliti.
2. Kenaikan harga sewa pada salah satu jenis kamar dapat mengakibatkan tingkat break even turun dan laba meningkat. Namun konsekuensinya kenaikan harga sewa kamar dapat menyebabkan berkurangnya jumlah pengunjung hotel atau pengguna jasa sewa kamar. Hal tersebut terlihat sangat jelas pada tabel rekapitulasi 4.10 dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Apabila harga sewa jenis kamar Superior dinaikkan 10% dengan harga sewa jenis kamar lain adalah tetap, maka laba yang diperoleh adalah sebesar Rp. 56,313,328,874 dengan tingat break
even sebesar Rp. 14,403,973,204 .
2. Apabila harga sewa jenis kamar Deluxe dinaikkan 10% dengan harga sewa jenis kamar lain adalah tetap, maka laba yang diperoleh adalah sebesar Rp. 55,098,208,873 dengan tingat
break even sebesar Rp. 14,460,681,760 .
3. Apabila harga sewa jenis kamar Executive dinaikkan 10% dengan harga sewa jenis kamar lain adalah tetap, maka laba yang diperoleh adalah sebesar Rp. 54,746,848,873 dengan tingat break
even sebesar Rp. 14,479,683,970 .
4. Apabila harga sewa jenis kamar Villa dinaikkan 10% dengan harga sewa jenis kamar lain adalah tetap, maka laba yang diperoleh adalah sebesar Rp. 54,322,288,873 dengan tingat break
78 even sebesar Rp. 14,498,736,186
Dari hasil di atas, maka laba terbesar diperoleh jika harga sewa jenis kamar Superior dinaikkan dan diikuti dengan tingkat break even terendah.
79
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan break even yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil perhitungan analisis break even tahun 2016, dapat diketahui bahwa break even untuk tahun 2016 diraih saat volume penjualan mencapai Rp. 14,575,449,075 atau sebanyak 13.310 kamar selama setahun, dengan perincian sebagai berikut:
a. Penjualan kamar Superior sebesar Rp. 5.684.425,139 atau sebanyak kamar 7.105 kamar.
b. Penjualan kamar Deluxe sebesar Rp. 3.643.862.269 atau sebanyak kamar 3.312 kamar.
c. Penjualan kamar Executive sebesar Rp. 3.060.844,306 atau sebanyak kamar 1.800 kamar.
d. Penjualan kamar Villa sebesar Rp. 2.186.317.361 atau sebanyak kamar 1.093 kamar.
2. Perubahan harga sewa per jenis kamar sangat berpengaruh terhadap analisis break even. Break even total akan turun dan laba perusahaan akan naik jika harga salah satu jenis kamar dinaikkan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka kenaikan harga sewa kamar dari jenis Superior yang menghasilkan tingkat
80
dengan pencapaian laba yang tertinggi yaitu sebesar Rp. 56,313,328,874.
5.2 Saran
Berdasarkan perhitungan analisis break even yang telah dilakukan, penulis menemukan adanya kelebihan dan kelemahan. Dari temuan yang berupa kelemahan tersebut penulis merekomendasikan beberapa hal, seperti di bawah ini:
1. Untuk mencapai tingkat break even, maka Batam View Beach
Resort sebaiknya mempertahankan keadaan yang telah berlangsung
dan tetap berusaha mengeluarkan biaya secara lebih efektif dan efisien.
2. Untuk mendapatkan laba yang lebih besar, Batam View
Beach Resort dapat menaikkan harga sewa kamar Superior yang
dapat menghasilkan laba yang lebih besar.
3. Peningkatan jumlah penjualan dapat dilakukan untuk menaikkan laba. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
a. Meningkatkan pelayanan (service) kepada tamu.
b. Memberi discount kepada para pelanggan, terutama bagi kamar Standard yang mempunyai break even yang terendah.
81
c. Melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah, seperti instansi pariwisata untuk menjadi penyedia kamar hunian pada kegiatan- kegiatan tertentu yang dilaksanakan oleh instansi pariwisata tersebut.
82
Anisa, S. 2011. Pengaruh Penetapan Break Even Point terhadap Laba
pada PT.
Semen Gresik (PERSERO) Tbk. Skripsi dierbitkan. Jakarta:
Program
Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana. Addad, D.2014. Laba,Menurut Para Ahli (Online)
(http://addaddanuarta.blogspot.co.id/2014/11/laba-menurut-para-ahli.html, diakses 5 April 2017).
Fachrudin, K. A. 2008. Kesulitan Keuangan Perusahaan dan Personal. Medan: USU Press.
Garrison, Noreen, Brewer. 2013. Akuntansi Manajerial (Edisi 14, Buku 1). Jakarta: Salemba Empat.
Harahap, S. S. 2009. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali
Pers.
Harianti, A. (2012). Statistika II. Yogyakarta: Andi.
Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers. Keown, A. J. 2011. Majajemen Keuangan Prinsip dan Penerapan
Majajemen Keuangan Prinsip dan Penerapan. Edisi kesepuluh jilid 1. Jakarta: PT. Indeks.
Mulyadi, 2015 Akuntansi Biaya ( Edisi 5, Buku 1 ).
Moh, Benny Alexandri. 2009. Manajemen Keuangan Bisnis Teori dan
Soal.
Bandung: Alfa Beta.
Selviana, D.P. 2005. Analisis Break Even terhadap Penjualan Jasa Sewa
Kamar pada Hotel Surya Indah Salatiga.Skripsi dierbitkan.
Surakarta: Program Sarjana Ahli Madya Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.
Sunyoto, D. 2013. Analisis Laporan Keuangan untuk Bisnis Teori dan
Kasus.
Yogyakarta: CAPS.
Van Horne, J. C. 2012. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan (Edisi 13, Buku 1).
83
Yanaverow. 2011.Manajemen Keuangan (Onlline).
(http://yanaverow.blogspot.co.id/2011/10/.manajemen-keuangan.html, diakses 5 April 2017).
84