• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

3.2 Analisis Capaian Kinerja

Pengukuran tingkat capaian kinerja Badan Litbang Pertanian Tahun 2013 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja sasaran dengan realisasinya. Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2013 Badan Litbang Pertanian dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sasaran 1 :

Terciptanya varietas unggul, galur/klon dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas mendukung pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan

Untuk mencapai sasaran pertama, diukur dengan 6 (enam) indikator kinerja.

Adapun pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja dapat digambarkan sebagai berikut:

Indikator Kinerja Target Realisasi %

1. Jumlah varietas unggul baru padi, jagung, kedelai dan tanaman pangan lainnya

13 VUB 16 VUB 123,1

2. Jumlah varietas unggul baru tanaman hortikultura (tanaman sayuran, buah tropika dan sub tropika, jeruk serta sub tropika, dan hias)

16 VUB 16 VUB 100,0

3. Jumlah varietas/klon unggul tanaman perkebunan dengan produktivitas tinggi dan bermutu

10 VUB 9 VUB 90,0

4. Jumlah galur unggul/harapan ternak dan tanaman pakan ternak (TPT) spesifik lokasi

6 galur unggul/ harapan

15 galur unggul/ harapan

250,0

5. Jumlah benih sumber padi, jagung dan kedelai dengan SMM ISO 9001-2008

61 ton 61,8 ton 101,3

6. Jumlah benih tebu hasil kultur jaringan 2.500.000 budset tebu

10.000.000 budset tebu

400,0

Berdasarkan indikator kinerja sasaran pertama yang telah ditargetkan pada tahun 2013, hampir semua melebihi target yang telah ditetapkan, dengan kategori

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 28

keberhasilan di atas 100 % (sangat berhasil), kecuali indikator 3 pencapaian 90 % (berhasil):

Pencapaian indikator pertama yaitu telah dilepas 16 varietas unggul baru

(VUB) berasal dari tanaman pangan, yaitu 5 VUB padi, 2 VUB kedelai, 4 VUB jagung, 1 VUB ubijalar, 2 VUB gandum, dan 2 VUB sorgum.

Sebanyak 5 VUB padi yang dihasilkan adalah :

1. INPARI 31 : Asal persilangan Pepe/BP342B-MR-1-2-KN-1-2-3-6-MR-3-BT-1, umur tanaman 119 hari setelah sebar, tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1,2 dan 3, tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, agak tahan terhadap HDB strain IV dan VIII, tahan terhadap penyakit blas ras 033, agak tahan terhadap penyakit blas ras 133, rentan terhadap blas ras 073 dan 173 serta tahan terhadap virus tungro ras Lanrang. Potensi hasil 8,50 ton GKG per hektar dan rasa nasi pulen.

2. INPARI 32 HDB : Asal persilangan Ciherang dengan IRBB64, umur tanaman 120 hari. Ketahanan terhadap hama dan penyakit, agak tahan wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3, tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, agak tahan HDB patotipe IV dan VIII. Tahan terhadap blas ras 033, agak tahan blas ras 073, serta agak tahan tungro. Potensi hasil 8,42 ton GKG per hektar dengan tekstur nasi sedang. Cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.

3. INPARI 33 : Asal persilangan BP360E-MR-79-PN-2/ IR71218-38-4-3//BP360E-MR-79-PN-2. Umur tanaman 107 hari setelah sebar, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2 dan 3, agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain III, rentan terhadap strain IV. Agak tahan terhadap penyakit blas ras 033, tahan terhadap blas ras 073, rentan terhadap ras 133 dan 173, serta rentan terhadap virus tungro. Cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl. Potensi hasil 9,8 ton GKG per hektar dan tekstur sedang.

4. HIPA 18 : Asal persilangan A7/R2, umur tanaman ±113 hari, agak tahan terhadap WBC biotipe 1, agak rentan terhadap biotipe 2 dan 3. Agak rentan terhadap hawar daun bakteri strain III agak tahan terhadap strain IV dan VIII. Rentan blas ras 033, tahan blas ras 073 dan 173, serta agak tahan ras

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 29

133, rentan terhadap virus tungro. Potensi hasil 10,3 ton GKG per hektar, rasa nasi agak pulen (wangi).

5. HIPA 19 : Asal persilangan A7/R5, umur tanaman ±111 hari, agak tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2 dan 3, agak rentan terhadap hawar daun bakteri patotipe III, IV dan VIII, tahan terhadap blas ras 033, agak tahan ras 073. 133 dan 173, rentan terhadap virus tungro. Potensi hasil 10,1 ton GKG per hektar dan rasa nasi pulen.

Satu varietas unggul baru ubijalar telah dilepas dengan nama Antin 1. Varietas ini memiliki potensi hasil 33,2 ton/ha dengan rata-rata hasil 25,8 ton/ha, toleran kekeringan, mengandung zat antosianin 33,89 mg/100 g dan distribusi warna ungunya sangat menarik, cocok untuk dibuat keripik.

Gambar 1. Ubijalar Var. Antin 1

Sebanyak 2 VUB kedelai yang dilepas adalah : Detam 3 Prida merupakan hasil seleksi persilangan Galur W9837 dengan Cikuray 66. Potensi hasil biji tinggi hingga 3,2 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil mencapai 2,9 ton/ha. Sifat keunggulan lainnya yaitu berumur genjah sekitar 75 hari, serta agak toleran rebah dan agak toleran kekeringan pada fase reproduktif. VUB kedelai Detam 4 Prida merupakan hasil seleksi persilangan Galur W9837 dengan 100H-236. Potensi hasil biji tinggi hingga 2,9 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil mencapai 2,5 ton/ha. Sifat keunggulan lainnya yaitu berumur genjah sekitar 76 hari, toleran kekeringan pada fase reproduktif, serta agak tahan terhadap hama penghisap

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 30

polong dan penyakit karat.

Kedua varietas unggul kedelai tersebut merupakan varietas unggul kedelai hitam pertama di Indonesia yang berumur genjah, berguna untuk bahan baku pembuatan kecap, di mana kecap yang dihasilkan dalam suatu uji rasa oleh beberapa panelis terpilih sangat disukai. Bahkan, tidak hanya sebagai bahan baku kecap, kedua varietas tersebut dapat dikembangkan untuk mengantisipasi kekeringan akibat dampak perubahan iklim. Masalah kekeringan yang merugikan petani dapat dikurangi melalui penggunaan varietas kedelai yang berumur genjah serta toleran kekeringan, khususnya pada periode terkritis yakni fase reproduktif.

Detam 3 Prida Detam 4 Prida

Gambar 2. VUB Kedelai Hitam yang Dilepas Tahun 2013 Sebanyak 4 VUB jagung yang dilepas yaitu :

1. Jagung Pulut URI-1 memiliki rata-rata hasil 7,8 ton/ha, potensi hasil 9,4 ton/ha, tongkol besar, kelobot menutup dengan baik, agak tahan terhadap penyakit bulai, tipe biji dent, dan warna biji putih.

2. Jagung Pulut URI-2 memiliki rata-rata hasil 7,3 ton/ha, potensi hasil 9,2 ton/ha, tongkol besar, kelobot menutup dengan baik, agak tahan penyakit bulai, tipe biji flint, dan warna biji putih.

3. Jagung hibrida varietas Bima 17 memiliki potensi hasil 13,6 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%, sedangkan rata-rata hasilnya 11,8 ton pipilan kering pada kadar air 15%. Umur panen 95 HST, warna biji kuning oranye dan tipe biji semi mutiara yang biasanya disukai oleh konsumen. Keunggulan utamanya potensi hasil tinggi, tahan rebah, tongol besar dan hasilnya stabil

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 31

pada lingkungan luas. Keunggulan lain tahan penyakit bulai serta toleran penyakit karat dan bercak daun.

4. Jagung hibrida varietas Bima 18 memiliki potensi hasil 13,6 ton/ha pipilan kering pada kadar air 15%, sedangkan rata-rata hasilnya 11,8 ton pipilan kering pada kadar air 15%. Umur panen 94 HST, warna biji kuning oranye dan tipe biji mutiara yang biasanya disukai oleh konsumen. Keunggulan utamanya potensi hasil tinggi, tahan rebah, tongol besar dan hasilnya stabil pada lingkungan luas. Keunggulan lain tahan penyakit bulai, toleran penyakit karat dan bercak daun.

Jagung Pulut Var. URI-1 Jagung Pulut Var. URI-2

Jagung Var. Bima 17 Jagung Var. Bima 18

Gambar 3. VUB Jagung yang Dilepas Tahun 2013

Sebanyak 2 varietas Gandum yang dilepas adalah GURI 1 dan GURI 2, dengan deskripsi sebagai berikut :

1. GURI 1, adalah Galur KAUZ*2//SAP/MON/3/KAUZ CRG969-2Y-010M-OY-OHTY. Varietas ini dapat beradaptasi baik di lingkungan subtropis Indonesia. Potensi hasil 7,4 ton/ha lebih tinggi daripada varietas Selayar dan Dewata yang sudah dilepas sebelumnya, sedangkan rata-rata hasil 5,8 ton/ha. Keunggulan lain varietas ini adaptif jika ditanam pada daerah dengan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 32

ketinggian > 1.000m dpl, meskipun resisten terhadap penyakit karat dan hawar daun.

2. GURI 2 merupakan VUB gandum yang dilepas tahun 2013. Varietas ini merupakan hasil persilangan galur CAZO/KAUZ//KAUZ CMBW90Y3284-OTOPM-14Y-010Y-6M-015YOY-OHTY. Varietas ini dapat beradaptasi baik di lingkungan subtropis Indonesia. Potensi hasil 7,2 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil 5,6 ton/ha. Keunggulan lain varietas ini adaptif jika ditanam pada daerah dengan ketinggian > 1.000m dpl, meskipun resisten terhadap penyakit karat daun, namun moderat resisten terhadap hawar daun.

Gandum var. GURI 1 Gandum var. GURI 2 Gambar 4. VUB Gandum

Sebanyak 2 varietas sorgum telah dilepas yaitu Super 1 dan Super 2. Varietas Super-1 dikembangkan dari seleksi galur murni varietas lokal Watar Hammu Putih asal Sumba, NTT. Sedangkan varietas Super-2 dikembangkan dari galur introduksi ICRISAT (International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics). Keduanya merupakan varietas sorgum manis dengan potensi hasil tinggi dan potensial untuk dikembangkan secara luas dalam memenuhi kebutuhan bioetanol dalam negeri.

Sorgum var. Super 1 Sorgum var. Super 2

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 33

Pencapaian indikator kedua yaitu telah dilepas 16 varietas unggul baru berasal

dari tanaman hortikultura, yaitu 14 VUB tanaman hias, dan 2 VUB tanaman sayuran.

VUB tanaman hias yang dilepas terdiri dari 5 jenis anyelir, 3 jenis anggrek, dan 6 jenis krisan yaitu : Anyelir varietas Aruna, Anyelir varietas Belani, Anyelir varietas Bintara, Anyelir varietas Laras, Anyelir varietas Laksmi, Anggrek varietas Ayu Pratiwi, Anggrek Phalaenopsis Multiflora varietas Atmindra, Anggrek Phalaenopsis Multiflora varietas Abrittyas, Krisan tipe spray Solinda Pelangi, Krisan tipe spray Arosuka Pelangi, Krisan tipe spray Sabiya, Krisan pot Avanthe, Krisan Mutan Jayani, dan Krisan Mutan Marina.

Sedangkan 2 VUB tanaman sayuran yang dihasilkan adalah jenis bawang merah yaitu :

1. TSS 1-S4/Brebes 1 : Hasil umbi 20-21 ton/ha, toleran terhadap penyakit alternaria porii, susut bobot umbi 18-19%, daya simpan umbi 4-6 bulan pada suhu 27C, kebutuhan benih per hektar 2 kg dengan daya berkecambah benih 80%. Wilayah adaptasi Tegal dan Brebes (pada ketinggian 4 - 600 mdpl. Dapat ditanam di luar musim (Mei-Agustus).

2. TSS-KL TSS 1-S4/Brebes 2 : Hasil umbi 14-23 ton/ha, toleran terhadap curah hujan tinggi, beradaptasi luas (18 - 1200 mdpl.) daya simpan umbi 4 bulan pada suhu 27C, kebutuhan benih per hektar 1 - 2 kg. Wilayah adaptasi Tegal dan Brebes (pada ketinggian 4 s/d 600 m dpl. Dapat ditanam di luar musim (Mei-Agustus).

TSS 1-S4/Brebes 1 TSS-KL TSS 1-S4/Brebes

Gambar 6. VUB Bawang Merah yang Dilepas Tahun 2013

Pencapaian indikator ketiga adalah pelepasan varietas unggul baru tanaman

perkebunan sebanyak 9 VUB. Dari 10 calon VUB yang ditargetkan, terdapat satu calon VUB yang tidak berhasil direalisasikan yaitu 1 VUB tembakau. Hal ini

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 34

dikarenakan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 pada 24 Desember 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan dan dipublikasikan pada bulan Januari tahun 2013.

Adapun 9 VUB tanaman perkebunan yang berhasil direalisasikan pada tahun 2013 adalah sebagai berikut:

1. Kelapa Dalam Buol : Varietas unggul dalam produksi 19.800 butir/ha/tahun dan kopra 240 g/butir.

2. Cengkeh Tuni : Varietas unggul dengan potensi produksi bunga basah 118-165 kg/pohon/tahun, potensi produksi bunga 39,4 - 55,1 kering kg/pohon/tahun, kadar minyak atsiri 19,2-22,3%, kadar true eugenol 78,9 - 82,3 %.

3. Sagu Meranti : Produksi pati basah 368,78 Kg ± 101,50, produksi pati kering 226,34 kg + 56,03.

4. Patchoulina 1 : Varietas unggul dengan produksi terna basah 36,52 + 10,13 ton/ha/th dan terna kering 12,67 + 3,34 ton/ha/th, kadar Pathouli Alkohol (PA) 32,53 ± 3,81 %, produksi minyak 356,37 + 13,76 ton/ha/th, kadar minyak 2,85 + 0,57 ton/ha/th, tahan terhadap penyakit layu bakteri. 5. Patchoulina 2 : Varietas unggul dengan produksi terna basah 37,73 + 10,13

ton/ha/th, terna kering 12,56 + 3,34 ton/ha/th kadar, Pathouli Alkohol (PA) 32,31 ± 3,81%, produksi minyak 343,22 + 13,76 ton/ha/th, kadar minyak 2,78 + 0,57 %, tahan terhadap penyakit layu bakteri.

6. Rosselindo 1 : Varietas unggul dengan produksi tinggi 544.97±212.32 kg kelopak kering/ha dan kandungan yang tinggi untuk vit. C (345.4 mg/100 g) dan antocyanin (1.442 mg/kg).

7. Rosselindo 2 : Varietas unggul dengan produksi tinggi (478.59±213.04 kg kelopak kering/ha), kandungan yang tinggi untuk vit. C (2033.524 mg/100 g) dan antocyanin (14.697 mg/kg).

8. Rosselindo 3 : Varietas unggul dengan produksi tinggi (554.73±325.6 kg kelopak kering/ha), dan kandungan yang tinggi untuk vit. C (188 mg/100 g) dan antocyanin (0.003 mg/kg).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 35

9. Rosselindo 4 : Varietas unggul dengan produksi tinggi (471.45±218.65 kg kelopak kering/ha), dan kandungan yang tinggi untuk vit. C (345.4 mg/100 g) dan antocyanin (1.442 mg/kg).

Pencapaian indikator keempat yang dihasilkan melalui kegiatan litbang

peternakan telah menghasilkan 27 galur harapan, meliputi 21 galur harapan ternak, yaitu Ayam Gaok dan Ayam Sentul sebagai galur harapan calon GPS jantan, Ayam KUB 1 dan Ayam KUB 2 sebagai galur harapan calon GPS betina, Itik PMp, 2 galur itik Alabio calon GPS, 2 galur itik Mojosari calon GPS, Domba Komposit Garut, Domba Komposit Sumatera, Kambing Boerka, Kambing Boerawa, Kambing Boer, Kambing PE, Kambing persilangan Anglo Nubian x PE, Kelinci FZ3, Kelinci Hycole, Kelinci Hyla, Kelinci Hycole x N2W, kelinci Hyla x N2W serta 6 galur tanaman pakan ternak (TPT) yaitu Calopogonium mucunoides, Arachis hybrid, Lab-lab purpureus, Panicum maximum cv, Panicum atratum dan Centrosema macrocarpum.

Ayam KUB PS Betina Domba Komposit Garut Ayam KUB PS Jantan

Gambar 7. Galur ternak yang Dilepas Tahun 2013

Outcome dari terciptanya galur harapan Ayam Kampung Unggul Balitnak (Ayam KUB) yaitu telah dilakukan perjanjian lisensi antara Badan Litbang Pertanian dengan PT Ayam Kampung Indonesia (PT. AKI) pada tanggal 9 Februari 2012. Maksud dan tujuan dari perjanjian lisensi tersebut adalah untuk mengembangkan bibit Ayam KUB sebagai hasil pemuliaan, dan untuk kegiatan komersialisasi Ayam KUB tersebut. Komersialisasi meliputi pengembangan produksi ayam kampung dari bibit Ayam KUB, promosi, distribusi, dan pemasaran Ayam KUB.

Pada tahun 2013 telah dilakukan penyebaran Parent Stock (PS) dan Final Stock (FS) Ayam KUB ke delapan provinsi sebanyak 13.924 ekor, yaitu Provinsi Jawa

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 36

Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Maluku Utara dan Aceh. Sedangkan penyebaran ayam KUB ke Provinsi Lampung (300 ekor), Jambi (500 ekor) dan Maluku Utara (500 ekor) masih dalam proses. Kegiatan penyebaran bertujuan untuk membentuk pembibitan/breeding centre ayam KUB 1 sebagai penyedia sumber DOC bagi kebutuhan ayam lokal potong.

Untuk memberikan perlindungan hukum terhadap hasil riset, Badan Litbang Pertanian telah mengajukan permohonan pelepasan rumpun atau galur ternak Ayam KUB kepada Kementerian Pertanian yang sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Pencapaian indikator kelima yaitu telah dihasilkan 61,8 ton benih sumber

tanaman pangan yang terdiri dari : 30 ton benih padi, 18 ton benih kedelai, 8,9 ton benih jagung, dan 4,9 ton benih kacang tanah.

Benih padi yang diproduksi yaitu varietas Inpari 14, Inpari 15, Inpari 16, Inpari 22, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, Inpari 21, Inpari 22, Inpari 23, Inpari 24, Inpari 25, Inpari 26, Inpari 27, Inpari 29, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 7, Inpago 8, Situ Bagendit, Inpara 6, Inpara 7. Benih BS ini telah didistribusikan ke 33 BPTP di seluruh Indonesia

Benih kedelai yang diproduksi yaitu varietas Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Dering 1, Dering 2, Detam 2, Gema, Grobogan, Tanggamus, Wilis, ijen, Kaba, Panderman, Sinabung, dan Gepak Kuning. Benih tersebut telah didistribusikan kepada ke-33 provinsi.

Benih jagung yang diproduksi yaitu varietas Arjuna, Lamuru, Sukamaraga, Gumarang, Anoman, Srikandi Kuning-1, Srikandi Putih-1, Provita A-1, Provit A-2. Benih kacang tanah yang diproduksi yaitu varietas Bima, Bison, Domba, Gajah, Jerapah, Hypoma 1, Hypoma 2, Kancil, Kelinci, Takar 1, Takar 2, dan Talam. Pencapaian indikator keenam yaitu telah dihasilkan bibit tebu kultur jaringan

sebanyak 10.000.000 budset G2 bibit tebu. Bibit tebu dihasilkan dari hasil kultur jaringan tebu di Laboratorium Kultur Jaringan di Bogor, yang kemudian diaklimatisasi di Kebun Percobaan Cibinong (Jawa Barat) dan Muktiharjo (Pati, Jawa Tengah).

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 37

Apabila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2012, tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap capaian setiap indikator di tahun 2013. Adapun perbandingan presentase pencapaian sasaran pertama dapat dilihat pada tabel berikut :

Outcome yang dihasilkan dari sasaran pertama ini antara lain :

1. Pemda Gorontalo yang telah mengembangkan bioetanol akan beralih dari bahan baku aren ke bahan baku sorgum. Hal ini karena aren memerlukan waktu 12 tahun serta produksi niranya rendah. Dinas Pertanian Gorontalo pada tanggal 7 Juli 2013 berkunjung ke Balitsereal, Badan Litbang Pertanian untuk mencari informasi sorgum manis sebagai bahan baku etanol. Badan Litbang Pertanian telah melepas varietas sorgum manis SUPER-1 dan SUPER-2. Eksplorasi etanol sorgum manis diperoleh dari nira batang sorgum, bagasse, dan biji. Kandungan etanol dari biji, bagasse, dan nira varietas SUPER-1 dan SUPER-2 berkisar 3.000-4.000 liter/ha. Sorgum yang telah diolah menjadi etanol dapat menjadi pengganti bahan bakar minyak tanah dengan kadar etanol 40-60%, untuk kebutuhan laboratorium dan farmasi 70-90%, dan sebagai bahan substitusi premium 90-100%.

Indikator Kinerja Realisasi 2012

(%)

Realisasi 2013 (%)

1. Jumlah varietas unggul baru padi, jagung, kedelai dan tanaman pangan lainnya

166 123

2. Jumlah varietas unggul baru tanaman hortikultura (tanaman sayuran, buah tropika dan sub tropika, dan hias)

136 100

3. Jumlah varietas/klon unggul tanaman perkebunan dengan produktivitas tinggi dan bermutu

100 90

4. Jumlah galur unggul/harapan ternak dan tanaman pakan ternak (TPT) spesifik lokasi

233,3 250

5. Jumlah benih sumber padi, jagung dan kedelai dengan SMM ISO 9001-2008

129 101

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 38

2. Pada tanggal 7 Oktober 2013 Direktur Bidang Riset Benih PT Petrokimia mengunjungi Balitsereal, Badan Litbang Pertanian untuk menjajaki kerja sama pengujian pupuk dan pengembangan jagung hasil Badan Litbang Pertanian. Dilaporkan bahwa penjualan pupuk ZA PT Petrokimia mengalami peningkatan sampai 40% setiap tahun. Peningkatan penggunaan pupuk diduga karena perubahan pola pemupukan dari urea menjadi ZA khususnya pada padi dan jagung. PT. Petrokimia dan Balitsereal, Badan Litbang Pertanian sepakat untuk bekerja sama mengkaji dosis optimal pupuk ZA terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas mutu tanaman jagung. Selain itu, PT Petrokomia juga tertarik untuk melisensi jagung hibrida hasil Badan Litbang Pertanian.

3. Propinsi Jawa Tengah bertekad untuk mengembangkan aneka kacang dan umbi hasil riset Badan Litbang Pertanian setelah Gubernur Jateng menyaksikan Gelar teknologi di Jawa Tengah pada tanggal 6 – 7 Nopember 2013 di Kawasan Agro Wisata dan STA Soropadan. Display varietas tanaman aneka kacang dan ubi di lapang menunjukkan hasil sangat tinggi. Gubernur mengajak para petani dapat mewujudkan penampilan tanaman di lahan petani. Diperlukan dukungan penyuluh, peneliti, pengusaha, pengrajin olahan dan pemerintah guna menuju kedaulatan pangan.

Gambar 8. Gubernur Jawa Tengah Menyaksikan Pertanaman Aneka Kacang Dan Ubi Di Lapang

4. BBI Besum Papua dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Timur mengirim petugas dan petani ke Balitkabi, Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan kemampuan dalam memproduksi benih aneka kacang dan umbi. Rombongan dari Kutai Timur sebanyak Sembilan orang, sedangkan dari BBI Besum Papua beranggotakan tiga orang melakukan magang perbenihan di Balitkabi pada 20-22 November 2013.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 39

5. Tahun 2012, varietas cabai merah Tanjung-2 dari Balitsa telah diadopsi petani di 10 kecamatan di Kab. Ciamis. Dengan luas tanam sebesar 140 Ha, profit petani adopter mengalami peningkatan sebesar 7,4 Milyar rupiah dan terjadi peningkatan Rate of Invesment (ROI) sebesar 131%.

6. Outcome dari terciptanya galur harapan Ayam KUB yaitu telah dilakukan perjanjian lisensi antara Badan Litbang Pertanian dengan PT Ayam Kampung Indonesia (PT. AKI) pada tanggal 9 Februari 2012. Maksud dan tujuan dari perjanjian lisensi tersebut adalah untuk mengembangkan bibit Ayam KUB sebagai hasil pemuliaan, dan untuk kegiatan komersialisasi Ayam KUB tersebut. Komersialisasi meliputi pengembangan produksi ayam kampung dari bibit Ayam KUB, promosi, distribusi, dan pemasaran Ayam KUB.

7. Pada tahun 2013 telah dilakukan penyebaran Parent Stock (PS) dan Final Stock (FS) ke delapan propinsi sebanyak 13.924 ekor, yaitu propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Maluku Utara dan Aceh. Sedangkan penyebaran ayam KUB ke Propinsi Lampung (300 ekor), Jambi (500 ekor) dan Maluku Utara (500 ekor) masih dalam proses. Kegiatan penyebaran bertujuan untuk membentuk pembibitan/breeding centre ayam KUB1 sebagai penyedia sumber DOC bagi kebutuhan ayam lokal potong.

Untuk mencapai sasaran kedua, diukur dengan 8 (delapan) indikator kinerja.

Adapun pencapaian target dari masing-masing indikator kinerja dapat digambarkan sebagai berikut :

Indikator Kinerja Target Realisasi %

1. Jumlah teknologi pengelolaan sumber daya lahan dan lingkungan pertanian secara berkelanjutan, serta formula pupuk

9 tekn. 16 tekn. 177,8

Sasaran 2 :

Terciptanya inovasi teknologi produksi dan pengelolaan sumberdaya pertanian mendukung pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 40

Indikator Kinerja Target Realisasi %

2. Jumlah prototipe alat dan mesin untuk peningkatan efisiensi sistem produksi pertanian, kualitas, nilai tambah dan daya saing produk dan limbah pertanian

5 teknologi 6 teknologi 120,0

3. Jumlah teknologi vaksin ternak isolat lokal, diagnostik dan formula obat biofarmaka untuk hewan.

6 tekn. 6 tekn. 100,0

4. Jumlah teknologi budidaya, dan panen 60 tekn. 79 tekn. 131,7

5. Jumlah teknologi dan manajemen antisipasi, adaptasi, dan mitigasi perubahan iklim

6 tekn. 8 tekn. 133,3

6. Jumlah teknologi spesifik lokasi 112 tekn. 204 tekn. 182,1

7. Jumlah inovasi telnologi berbasis bioteknologi 4 tekn. 4 tekn. 100,0

8. Jumlah peta tematik sumberdaya lahan tingkat tinjau dan semi detail.

14 peta 26 peta 185,7

Berdasarkan indikator kinerja sasaran kedua yang telah ditargetkan pada tahun 2013, 6 indikator telah melebihi target, dengan kategori keberhasilan di atas 100% (sangat berhasil), untuk 2 indikator tercapai dengan realisasi 100%

(berhasil).

Pencapaian indikator pertama sebanyak 16 teknologi baru pengelolaan

sumber daya lahan dan lingkungan pertanian secara berkelanjutan, serta formula pupuk, terdiri dari 11 teknologi pengelolaan sumber daya lahan dan lingkungan, dan 5 formula pupuk.

PUHS Handil Bersekat (Kearifan Lokal)

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 41

Salah satu teknologi unggulan yang dihasilkan pada tahun 2013 adalah Perangkat Uji Hara Sawit (PUHS). PUHS berguna untuk mengukur kadar hara N, P, K dan B

Dokumen terkait