• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Capaian Kinerja

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Dra. SUSANTI, M.AP. NIP (Halaman 31-61)

AKUNTABILITAS KINERJA

B. Analisis Capaian Kinerja

Pada tahun 2019, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana menetapkan 9 (sembilan) sasaran program dengan 11 indikator kinerja program yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Realisasi dan capaian kinerja untuk masing-masing indikator kinerja tahun 2019 dibandingkan dengan realisasi tahun 2018 dan target akhir periode Renstra adalah sebagai berikut:

‘‘Sasaran Strategis 1

Meningkatnya Nilai Capaian LAKIP

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Nilai Capaian LAKIP adalah Status Penilaian Kinerja yang merupakan hasil dari evaluasi terhadap pelaporan kinerja agar dapat mengarah kepada kualitas implementasi.

Realisasi kinerja tahun 2019 diperoleh nilai hasil evaluasi berjumlah 76,15 dengan Tingkat Akuntabilitas Kinerja berpredikat BB melampaui dari target dengan nilai B. Realisai ini merupakan hasil evaluasi dan penilaian dari Kementerian PAN dan RB Republik Indonesia, ada 5 (lima) komponen yang dinilai, yaitu: (1) Perencanaan Kinerja dengan bobot 30; (2) Pengukuran Kinerja dengan bobot 25; (3) Pelaporan Kinerja dengan bobot 15; (4) Evaluasi Kinerja dengan bobot 10; dan (5) Capaian Kinerja dengan bobot 20. Sehingga total bobot berjumlah 100.

Realisasi kinerja tahun 2019 bernilai 76,15 (BB) nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni bernilai 64,57 (B) dengan harapan masih dapat dipertahankan sampai dengan akhir periode Renstra tahun 2022 dengan Tingkat Akuntabilitas Kinerja BB. Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya komitmen yang

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dapat membetuk tim kerja dengan baik.

Perbandingan nilai hasil evaluasi dengan bobot dari setiap kriteria dari 2 (dua) tahun terakhir dapat dilihat dari Grafik 3.1 berikut:

Meningkatnya nilai capaian LAKIP dari tahun 2018 ke tahun 2019 ada penambahan bobot sebanyak 11,62 poin atau hampir sebesar 118%, dapat dilihat Grafik 3.2 berikut:

0 20 40 60 80 100 120 2018 2019 2018 2019 Bobot 100 100 Nilai 64.57 76.19 Grafik 3.1

Bobot dan Nilai Status Penialaian KInerja

2018 2019 Nilai 64.57 76.19 55 60 65 70 75 80 Grafik 3.2

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

‘‘Sasaran Strategis 2

Meningkatnya Peran Perempuan Dalam Ekonomi Keluarga

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Peran Perempuan dalam Ekonomi Keluarga adalah persentase peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga, merupakan bentuk terkecil dari usaha perempuan yang dapat membantu keluarga dalam menambah penghasilan rumah tangga sehingga dapat memberdayakan perempuan, dapat didefinisikan sebagai Industri Rumahan (IR) yang merupakan bagian kecil dari sekian banyak dari perempuan produktif disektor formal maupun informal.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 0,90% dibandingkan dengan target sebesar 0,82% atau mencapai 109,76%. Realisai ini dihitung berdasarkan penambahan jumlah dari pelaku Industri Rumahan (IR) dibandingkan dengan jumlah perempuan yang produktif.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 0,90% ini lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni sebesar 0,82% namun masih kurang sebesar 1,08% dari target pada akhir periode Renstra tahun 2022 yakni sebesar 1,98%.

Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya berbagai program baik dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana maupun dari pemerintah pusat yang melakukan pendampingan dan pembekalan kewirausahaan.

Target dan realisasi kinerja tahun 2019 dapat disajikan pada Grafik 3.3. berikut:

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Dari Grafik 3.3 dapat dilihat bahwa realisasi tahun 2018 dan 2019 melampaui target yang telah ditetapkan, bahkan realisasi tahun 2019 dapat melebihi dari realisasi tahun sebelumnya, namun perkembangan capaian tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 terlihat menurun, dapat dilihat pada Grafik 3.4 berikut:

Dari Grafik 3.4 di atas terlihat bahwa capaian tahun 2019 lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2018, namun masih melampaui dari target yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung tercapainya kinerja dalam peningkatan peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga salah satunya adalah sering melakukan pendekatan dan sosialisasi terhadap perempuan untuk produktif agar menghasilkan sesuatu produk yang dapat dijual untuk menambah penghasilan bagi rumah tangganya.

2018 2019 2022 Target 2.17 2.2 2.29 Realisasi 2.21 11.16 0 2 4 6 8 10 12 Grafik 3.3

Target dan Realisasi IKUPersentase peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga

2018 2019 Capaian 146.51 109.76 80 100 120 140 160 Grafik 3.4

Capaian Persentase peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Pencapaian IKU Persentase peran perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga tahun 2019 didukung penggunaan dana dari berbagai kegiatan, antara lain:

a. Pembinaan dan monev pelaksanaan program IR perempuan di kabupaten/kota, sebesar Rp53.167.000,- atau 97,35% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp57.112.000,-, dari penggunaan anggaran yang besumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 109,76% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 97,35%.

b. Pemetaan Industri Rumahan di kabupaten/kota, sebesar Rp7.650.000,- atau 100% dari anggaran tersedia, dari penggunaan anggaran yang besumber dari APBD Perubahan, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 109,76% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 100%.

Secara agregat sasaran ini juga dapat dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 109,76% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran dari kedua kegiatan di atas yakni sebesar 97,68%.

‘‘Sasaran Strategis 3

Meningkatnya Kapasitas PD dalam Pelaksanaan PPRG

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Kapasitas Perangkat Daerah dalam Pelaksaan PPRG adalah persentase penambahan dari PD yang telah melaksanakan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).

PPRG merupakan sebuah kerangka kerja atau alat analisis untuk mewujudkan keadilan dalam penerimaan manfaat pembangunan serta bentuk implementasi dari penganggaran berbasis kinerja yang pengelolaan anggarannya menggunakan analisis gender pada input,

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

output dan outcome pada perencanaan dan penganggaran serta mengintegrasikan aspek keadilan sebagai indikator kinerja.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 68,75% dibandingkan dengan target sebesar 28,12% atau mencapai 244,49%. Realisai ini dihitung berdasarkan penambahan jumlah dari Perangkat Daerah yang telah melaksanakan PPRG dibandingkan dengan jumlah semua Perangkat Daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 68,75% ini lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni sebesar 62,50% dan telah melampaui target pada akhir periode Renstra tahun 2022 yakni sebesar 46,87%.

Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya berbagai upaya baik dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana maupun dari PD driver yang sangat aktif dalam mengadvokasi dan membimbing PD yang ada.

Target dan realisasi kinerja tahun 2019 dapat disajikan pada Grafik 3.5. berikut:

Dari Grafik 3.5 dapat dilihat bahwa realisasi tahun 2018 dan 2019 melampaui target yang telah ditetapkan, bahkan realisasi tahun 2019 dapat melebihi dari realisasi tahun sebelumnya, begitu juga perkembangan capaian tahun

2018 2019 2022 Target 21.87 28.12 46.87 Realisasi 62.5 68.75 0 20 40 60 80 Grafik 3.5

Target dan Realisasi IKU Persentase PD yang melaksanakan PPRG

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

2018 sampai dengan tahun 2019 terlihat meningkat, dapat dilihat pada Grafik 3.6 berikut:

Dari Grafik 3.6 di atas terlihat bahwa capaian tahun 2019 lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2018, namun masih melampaui dari target yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung tercapainya kinerja dalam peningkatan jumlah PD yang telah melaksanakan PPRG salah satunya adalah sering melakukan pendekatan dan sosialisasi terhadap PD untuk melaksanakan PPRG bentuk implementasi dari penganggaran berbasis kinerja yang pengelolaan anggarannya menggunakan analisis gender pada input, output dan outcome pada perencanaan dan penganggaran serta mengintegrasikan aspek keadilan sebagai indikator kinerja.

Pencapaian IKU Persentase Perangkat Daerah yang melaksanakan PPRG tahun 2019 didukung penggunaan dana dari berbagai kegiatan, antara lain:

a. Penguatan Kapasitas Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan PPRG, sebesar Rp65.995.200,- atau 77,82% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp84.800.000,-, yang besumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 244,49% lebih besar dari pada capaian penggunaan anggaran sebesar

2018 2019 Capaian 285.78 244.49 220 230 240 250 260 270 280 290 Grafik 3.6

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

b. Advokasi dan KIE Pengarusutamaan Gender dan Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, sebesar Rp20.070.000,- atau 100% dari anggaran tersedia, yang besumber dari APBD Perubahan, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 244,49% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 100%.

Secara agregat sasaran ini juga dapat dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 109,76% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran dari kedua kegiatan di atas yakni sebesar 82,07%.

‘‘Sasaran Strategis 4

Meningkatnya Pemberdayaan Perempuan

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Pemberdayaan Perempuan adalah persentase keterwakilan perempuan di lembaga/organisasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pemberdayaan Perempuan merupakan upaya sistematis dan terencana untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, sehingga tidak lagi menjadi subordinasi dan menjadi mitra sejajar dengan kaum pria.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 11,16% dibandingkan dengan target sebesar 2, 02% atau mencapai 507,27%. Realisai ini dihitung berdasarkan penambahan jumlah keterwakilan perempuan yang yang menduduki pos-pos jabatan dapat mengambil keputusan pada lembaga eksekutif, yudikatif, legislatif pada organisasi perempuan dibandingkan dengan jumlah semua perempuan yang bekerja pada lembaga dan organisasi tersebut yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 11,16% ini lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni sebesar 2,21% dan telah

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

melampaui target pada akhir periode Renstra tahun 2022 yakni sebesar 2,29%.

Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya kerjasama yang baik dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dengan organisasi-organisasi perempuan yang ada di Provinsi Kepualauan Bangka Belitung.

Target dan realisasi kinerja tahun 2019 dapat disajikan pada Grafik 3.7. berikut:

Dari Grafik 3.7 dapat dilihat bahwa realisasi tahun 2018 dan 2019 melampaui jauh dari target yang telah ditetapkan, bahkan realisasi tahun 2019 dapat melebihi dari realisasi tahun sebelumnya, begitu juga perkembangan capaian tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 terlihat meningkat, dapat dilihat pada Grafik 3.8 berikut:

2018 2019 2022 Target 2.17 2.2 2.29 Realisasi 2.21 11.16 0 2 4 6 8 10 12 Grafik 3.7

Target dan Realisasi IKU Persentase keterwakilan perempuan di lembaga/organisasi

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Dari Grafik 3.8 di atas terlihat bahwa capaian tahun 2019 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun 2018 maupun dari target yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung tercapainya kinerja dalam peningkatan jumlah keterwakilan perempuan yang menduduki pos-pos jabatan yang dapat mengambil keputusan pada lembaga pemerintah baik di eksekutif, yudikatif maupun legislatif karena adanya kebijakan dari pemerintah pusat yang mengharuskan porsi keterwakilan perempuan sebesar 30%.

Pencapaian IKU Persentase Keterwakilan Perempuan di

Lembaga/Organisasi tahun 2019 didukung penggunaan dana dari berbagai kegiatan, antara lain:

a. Advokasi Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Legislatif, sebesar Rp132.437.200,- atau 88,29% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp150.000.000,- dari penggunaan anggaran yang besumber dari APBD Perubahan, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 507,27% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 88,29%.

b. Pembinaan organisasi perempuan, sebesar Rp168.234.800,- atau 94,02% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp178.930.000,-, dari penggunaan anggaran yang besumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara

2018 2019 Capaian 101.84 507.27 0 100 200 300 400 500 600 Grafik 3.8

Capaian Persentase keterwakilan perempuan di lembaga/organisasi

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 507,27% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 94,02%.

c. Pemberdayaan Organisasi Masyarakat dan Lembaga Masyarakat yang Berbasis Gender, sebesar Rp42.857.300,- atau 87,75% dari anggaran tersedia sebesar Rp48.840.000,- dari penggunaan anggaran yang besumber dari APBD Perubahan, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 507,27% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 87,75%.

d. Peningkatan Nilai-nilai Kejuangan Perempuan Indonesia, sebesar Rp144.410.000,- atau 70,48% dari anggaran tersedia sebesar Rp204.900.000,- dari penggunaan anggaran yang besumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 507,27% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran sebesar 70,48%.

Secara agregat sasaran ini juga dapat dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 507,27% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran dari kedua kegiatan di atas yakni sebesar 83,74%. ‘‘Sasaran Strategis 5

Meningkatnya Perlindungan Terhadap Perempuan dari Tindak Kekerasan

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Perlindungan terhadap Perempuan dari Tindak Kekerasan adalah persentase kasus kekerasan terhadap perempuan yang tertangani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perlindungan terhadap Perempuan dari Tindak Kekerasan merupakan upaya untuk melindungi perempuan dari tindak kekerasan berbasis gender dalam bentuk diskriminasi yang secara serius menghalangi perempuan untuk menikmati hak-hak dan kebebasannya atas dasar persamaan hak

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

kerugian atau penderitaan fisik, mental dan seksual, atau ancaman, pemaksaan serta bentuk-bentuk perampasan hak kebebasan lainnya. Realisasi kinerja tahun 2019 dapat memenuhi target sebesar 100% dan dengan capaian sebesar 100%. Realisasi ini dihitung berdasarkan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang dapat ditangani tuntas sebanyak 61 kasus dibandinkan dengan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang terlaporkan 61 kasus yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 100% sama dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni sebesar 100%, dilihat dari jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan yang terlaporkan menurun dari tahun 2018 sebanyak 80 kasus dan tahun 2019 menjadi 61 kasus, dengan harapan setiap kasus yang terlaporkan dapat diselesaikan tuntas dan semakin berkurang baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pada akhir periode Renstra tahun 2022. Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya kerjasama yang baik dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dengan dinas terkait di kabupaten/kota serta lembaga masyarakat yang perduli terhadap perempuan dan anak yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Target dan realisasi kinerja tahun 2019 dapat disajikan pada Grafik 3.9. berikut: 2018 2019 2022 Target 100 100 100 0 20 40 60 80 100 120 Grafik 3.9

Target dan Realisasi IKU Persentase kasus kekerasan terhadap perempuan yang tertangani

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Dari Grafik 3.9 dapat dilihat bahwa realisasi tahun 2018 dan 2019 dapat terpenuhi sesuai target yang telah ditetapkan yakni 100%, begitu juga perkembangan capaian tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 adalah sama, dapat dilihat pada Grafik 3.10 berikut:

Dari Grafik 3.10 di atas terlihat bahwa capaian tahun 2019 sama dengan dengan capaian tahun 2018 dari target yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung selalu tercapainya kinerja dalam penangan kasus kekerasan terhadap perempuan ini karena adanya UPTD PPA Dinas

Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan

Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana yang selalu melakukan koordinasi dengan dinas atau unit yang terkait di kabupaten/kota.

Pencapaian IKU Persentase Kasus Kekerasan terhadap Perempuan yang tertangani tahun 2019 didukung penggunaan dana dari kegiatan Penguatan Pembinaan dan Pelayanan Korban Kekerasan, sebesar Rp260.603.254 atau 66,31% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp393.025.000,- yang bersumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 100% lebih besar dari pada capaian penggunaan anggaran sebesar 66,31%.

2018 2019 Capaian 100 100 0 20 40 60 80 100 120 Grafik 3.10

Capaian Persentase Kasus Kekerasan terhadap Perempuan yang tertangani

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

‘‘Sasaran Strategis 6

Meningkatnya Perlindungan Terhadap Anak dari Tindak Kekerasan

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Perlindungan terhadap Anak dari Tindak Kekerasan adalah persentase kasus kekerasan terhadap anak yang tertangani di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perlindungan terhadap Anak dari Tindak Kekerasan merupakan upaya untuk melindungi atau menjaga anak-anak aman dari kekerasan, penelantaran dan eksploitasi.

Realisasi kinerja tahun 2019 dapat memenuhi target sebesar 100% dan dengan capaian sebesar 100%. Realisasi ini dihitung berdasarkan jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang dapat ditangani tuntas sebanyak 102 kasus dibandinkan dengan jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terlaporkan 102 kasus yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 100% sama dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni sebesar 100%, dilihat dari jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terlaporkan meningkat dari tahun 2018 sebanyak 80 kasus dan tahun 2019 menjadi 102 kasus dan dengan harapan setiap kasus yang terlaporkan dapat diselesaikan tuntas dan dapat berkurang baik dari sisi kuantitas maupun kualitas pada akhir periode Renstra tahun 2022.

Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya kerjasama yang baik dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dengan dinas terkait di kabupaten/kota serta lembaga masyarakat juga dengan KPAD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang perduli terhadap anak-anak yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Dari Grafik 3.11 dapat dilihat bahwa realisasi tahun 2018 dan 2019 dapat terpenuhi sesuai target yang telah ditetapkan yakni 100%, begitu juga perkembangan capaian tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 adalah sama, dapat dilihat pada Grafik 3.12 berikut:

Dari Grafik 3.12 di atas terlihat bahwa capaian tahun 2019 sama dengan dengan capaian tahun 2018 dari target yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung selalu tercapainya kinerja dalam penangan kasus kekerasan terhadap anak ini karena adanya UPTD PPA Dinas

Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan

Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana yang

2018 2019 2022 Target 100 100 100 Realisasi 100 100 0 20 40 60 80 100 120 Grafik 3.11

Target dan Realisasi IKU Persentase kasus kekerasan terhadap anak yang tertangani

2018 2019 Capaian 100 100 0 20 40 60 80 100 120 Grafik 3.12

Capaian Persentase Kasus Kekerasan terhadap anak yang tertangani

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

selalu melakukan koordinasi dengan dinas atau unit dan lembaga masyarakat lainnya yang terkait di kabupaten/kota.

Pencapaian IKU Persentase Kasus Kekerasan terhadap Anak yang tertangani tahun 2019 didukung penggunaan dana dari beberapa kegiatan sebagai berikut:

a. Peningkatan Fungsi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebesar Rp206.499.600 atau 75,51% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp273.475.000,- yang bersumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 100% lebih besar dari pada capaian penggunaan anggaran sebesar 75,51%.

b. TOT Bagi Aktifis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATB) Tingkat Kabupaten/Kota, sebesar Rp203.601.200,- atau 93,39% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp218.020.000,- yang bersumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 100% lebih besar dari pada capaian penggunaan anggaran sebesar 93,39%.

Secara agregat sasaran ini juga dapat dicapai secara efisien, dapat terlihat dari capaian kinerja sebesar 100% lebih besar daripada capaian penggunaan anggaran dari kedua kegiatan di atas yakni sebesar 83,44%. ‘‘Sasaran Strategis 7

Meningkatnya Capaian Pemenuhan Akan Hak-Hak Anak

Indikator kinerja yang ditetapkan untuk menilai capaian sasaran strategis Meningkatnya Capaian Pemenuhan Akan Hak-Hak Anak adalah persentase capaian tahapan provinsi layak anak.

Provinsi Layak Anak (Provila) merupakan sistem pembangunan yang berbasis pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Provila terdiri dari 2

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

dengan kategori Pelopor apabila semua kabupaten/kota dalam provinsi tersebut sudah menjadi KLA dan Provila kategori Penggerak apabila semua kabupaten/kota dalam penilaian dapat mencapai nilai 500.

Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 57,14% dibandingkan dengan target sebesar 28,57% atau mencapai 200%. Realisai ini dihitung berdasarkan penambahan jumlah kabupaten/kota yang mendapatkan predikat KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Realisasi kinerja tahun 2019 sebesar 57,14% ini lebih besar jika dibandingkan dengan realisasi kinerja tahun sebelumnya yakni sebesar 14,28% dan telah melampaui target pada akhir periode Renstra tahun 2022 yakni sebesar 42,85%.

Capaian sasaran program ini didukung dengan adanya kegiatan dari Dinas

Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan

Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Kepualauan Bangka Belitung yang melibatkan dinas yang membidangi di kabupaten/kota, baik dalam bentuk koordinasi, bimbingan dan pendampingan. Tahun 2019 Provinsi Kepualauan Bangka Belitung hampir mendapatkan predikat Provila kategori Penggerak, dalam penilaian KLA semua kabupaten/kota sudah mendapatkan nilai lebih dari 500, hanya Kabupaten Belitung Timur yang tidak mencapai nilai 500.

Target dan realisasi kinerja tahun 2019 dapat disajikan pada Grafik 3.13 berikut: 2018 2019 2022 Target 14.28 28.57 42.85 Realisasi 14.28 57.14 0 10 20 30 40 50 60 Grafik 3.13

Target dan Realisasi IKU Persentase Capaian Tahapan Provinsi Layak Anak

Pendahuluan Perencanaan dan Perjanjian KInerja Penutup

Dari Grafik 3.13 dapat dilihat bahwa realisasi tahun 2018 sama dengan target yang ditetapkan dan tahun 2019 dapat melampaui target yang telah ditetapkan, bahkan realisasi tahun 2019 dapat melebihi dari target akhir periode Restra tahun 2022, begitu juga perkembangan capaian tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 terlihat meningkat, dapat dilihat pada Grafik 3.14 berikut:

Dari Grafik 3.14 di atas terlihat bahwa capaian tahun 2019 dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun 2018 maupun dari target kinerja yang telah ditetapkan.

Faktor pendukung tercapainya kinerja dalam peningkatan jumlah kabupaten/kota untuk mendapatkan predikat KLA yang paling utama adalah komitmen yang kuat dari masing-masing Kepala Daerah sehingga dapat mendorong dan memotivasi semua pemangku kepentingan dapat bergerak bersama.

Pencapaian IKU Persentase Capaian Tahapan Provinsi Layak Anak tahun 2019 didukung penggunaan dana dari berbagai kegiatan, antara lain: a. Partisipasi Anak Dalam Pembangunan (Forum Anak), sebesar

Rp174.477.509,- atau 93,49% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp186.620.000,- yang bersumber dari APBD, sasaran ini telah dicapai secara efisien, hal ini terlihat dari capaian kinerja sebesar 200% lebih

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Dra. SUSANTI, M.AP. NIP (Halaman 31-61)

Dokumen terkait