BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 Analisis Capaian Kinerja
Dalam mencapai visi dan misinya, Sekretariat melaksanakan kegiatan yang mengacu pada Renstra BPPI tahun 2015-2019 dan Renstra Sekretariat 2015-2019. Adapun realisasi kinerja kegiatan Penyusunan Rencana Dan Evaluasi Program Pengembangan Teknologi Dan Kebijakan Industri bila dibandingkan dengan rencana yang ditargetkan pada dokumen-dokumen Perencanaan sebagai berikut:
Tabel 3.5 Realisasi Kinerja Kegiatan Penyusunan Rencana dan Evaluasi Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri TA. 2016 berdasarkan Renstra Kementerian Perindustrian
Realisasi Kinerja Kegiatan Penyusunan Rencana Dan Evaluasi Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri TA. 2016 berdasarkan Renstra Kementerian Perindustrian pada umumnya telah mencapai bahkan melampaui target
T R C T R C
- Tingkat kesesuaian rencana kegiatan dengan dokumen
perencanaan minimal 90 % 90% 98,00% 108,89% 90% 99,81% 110,90%
- Tingkat kesesuaian Realisasi anggaran dengan target yang
ditetapkan pada awal Tahun Anggaran minimal 90 % 90% 98,46% 109,40% 90% 97,72% 108,58% - Tingkat kesesuaian Realisasi fisik dengan target yang ditetapkan
pada awal Tahun Anggaran minimal 92% 92% 96,21% 104,58% 93% 98,60% 106,02%
- Tingkat Penyerapan Anggaran minimal 90% 91,95% 94,78%
- Minimal dapat terselesaikannya 75% temuan tertib pengelolaan
anggaran 99,66% 99,33%
- Kualitas Laporan Keuangan BPKIMI mendapat predikat WTP WTP WTP WTP
- Jumlah rekomendasi perbaikan Program/Kegiatan (rekomendasi) 6 6 100,00% 6 6 100,00% - Implementasi kerjasama teknis luar negeri (implementasi) 2 2 100,00% 2 2 100,00% - Publikasi karya riset industri
- Publikasi kemampuan dan produk litbang - Jumlah infrastruktur yang dikembangkan
- SDM aparatur yang kompeten di bidang litbang 308 314
- SDM fungsional tertentu yang naik jenjang jabatan 176 195
- Terlaksananya pembinaan kinerja Unit dan SDM 100,00% 100,00%
- Terlaksananya proses adm kepegawaian yang tepat waktu 100,00% 100,00%
22 22 100,00% 22
- Tersedianya perangkat pengolah data dan komunikasi yang dapat diandalkan dan menunjang tupoksi
2 0 0,00% 2
- Tersedianya peralatan dan fasilitas perkantoran yang dapat diandalkan dan menunjang tupoksi
12 12 100,00% 12 12 100,00%
- Terbayarnya gaji dan tunjangan pegawai BPKIMI sesuai dengan peraturan berlaku
- Terlaksananya pelayanan operasional rutin dan perkantoran BPKIMI yang optimal
0 0 0
- Tersedianya Kendaraan Operasional pimpinan, rutin yang dapat diandalkan dan menunjang tupoksi
Sistem informasi yang handal
Peningkatan Kompetensi SDM Aparatur
Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi (Unit)
Peralatan dan Fasilitas Perkantoran (unit)
Layanan Perkantoran(bulan layanan)
Kendaraan Bermotor (unit) Penyusunan dan Evaluasi
Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri
Terwujudnya kebijakan dan program BPKIM I yang berkualitas dan berkelanjutan
Sistem tatakelola keuangan dan BM N yang transparan dan akuntabel
M onitoring dan evaluasi pelaksanaan Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri
Program / Kegiatan Sasaran Program (outcome) / Sasaran Kegiatan (output)/Indikator
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 15
yang telah ditetapkan. Namun, terdapat indikator yang tidak terealisasi yaitu peralatan dan fasilitas perkantoran, hal itu disebabkan tidak adanya alokasi anggaran untuk pengadaan tersebut.
Berdasarkan Matriks Kinerja dan Pedanaan Renstra BPPI 2015-2019, pada TA. 2016 terdapat indikator yang tidak mencapai target yaitu:
- Publikasi Karya Riset Industri penyebabnya adalah terdapat beberapa Karya Tulis Ilmiah(KTI) yang masuk ke redaksi tidak lolos seleksi untuk dimuat dapat dimuat pada Jurnal Riset Industri(JRI) sehingga menyebabkan jumlah KTI yang dimuat tidak sesuai target;
- SDM aparatur yang kompeten di bidang litbang tidak mencapai target pada TA. 2016 disebabkan 1 (satu) orang peserta Program Rintisan Gelar S3 yang tidak dapat menyelesaikan pendidikannya.
Keseluruhan capaian kinerja Kegiatan Penyusunan Rencana dan Evaluasi Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri TA. 2016, sebagai berikut :
Tabel 3.6 Realisasi Kinerja Kegiatan Penyusunan Rencana dan Evaluasi Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri TA. 2016 berdasarkan Renstra BPPI
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 16
Sedangkan bila melihat IKU Sekretariat capaian kinerja pada TA. 2016 adalah :
Tabel 3.7 Capaian Kinerja Sekretariat TA. 2016 berdasarkan target IKU Sekretariat 2015-2019
Dari tabel diatas dapat kita lihat pada umumnya, indikator kinerja telah mencapai target yang ditetapkan.
Berdasarkan target-target dokumen perencanaan tersebut, setiap awal tahun ditetapkan dokumen Perjanjian Kinerja yang menyesuaikan antara target Renstra, pagu anggaran yang ditetapkan, dan sasaran yang dianggap strategis yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan. Pada TA. 2016, Perjanjian Kinerja Sekretariat meliputi 6 (enam) Sasaran Kegiatan untuk melaksanakan kinerjanya, yaitu :
1. Sasaran Kegiatan I : Terwujudnya Kebijakan dan Program BPKIMI yang Berkualitas dan Berkelanjutan
2. Sasaran Kegiatan II : Sistem Tatakelola Keuangan dan BMN yang Transparan dan Akuntabel
3. Sasaran Kegiatan III :Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan
Teknologi dan Kebijakan Industri
4. Sasaran Kegiatan IV : Publikasi dan Implementasi Hasil Litbang BPPI 5. Sasaran Kegiatan V : Peningkatan Kompetensi SDM Aparatur
6. Sasaran Kegiatan VI : Meningkatnya Budaya Kerja Berbasis 5K dan K3 di
Lingkungan BPPI
T R C T R C
Tingkat Persetujuan Rencana Kegiatan Persentase 98 100 102,04% 98 99,81 101,85% 98 99 99 Tingkat Kesesuaian Realisasi Anggaran
dengan Target yang Ditetapkan pada Awal Tahun Anggaran
Persentase 90 98,46 109,40% 91 97,72 107,38% 91 92 92
Tingkat Kesesuaian Realisasi Fisik dengan Target yang Ditetapkan pada Awal Tahun Anggaran
Persentase 92 96,21 104,58% 93 98,60 106,02% 93 93 94
SDM Aparatur yang Melanjutkan
Pendidikan ke Jenjang S3 Orang 4 5 125,00% 4 7,00 175,00% 3 3 3
SDM Fungsional Tertentu yang Naik Jenjang
Jabatan Persentase 80 88,44 110,55% 82 88,64 108,10% 82 82 82
Peningkatan SDM Aparatur yang Kompeten
di Tupoksi Masing-Masing Persentase 95 95,65 100,68% 96 111,88 116,54% 96 97 97
95,23% 282,14%
Realisasi Anggaran BPPI sesuai Target yang Ditetapkan Kementerian Perindustrian
Persentase 90 98,46 109,40% 90 97,72 108,58% 91 91 92 Penyelesaian Temuan Tertib Pengelolaan
Anggaran
Persentase 85 99,66 117,25% 85 99,33 116,86% 86 86 87 Tertib Administrasi Pengelolaan BMN Persentase 100 104,4 104,44% 100 100 100,00% 100 100 100
100,00% 100,00%
Implementasi Kerja Sama Teknis Luar
Negeri Kerja Sama 2 2 100,00% 2 3 150,00% 3 3 3
Sistem Informasi yang Handal Publikasi Kemampuan dan Produk Litbang Persentase 100 100 100,00% 100 100 100,00% 100 100 100 Meningkatnya budaya kerja Penerapan Program Kerja 5K Grading Hijau Hijau 100,00% Hijau Hijau 100,00% Biru Biru Biru
PERSPEKTIF PEMBELAJARAN ORGANISASI
Target dan Realisasi
Terwujudnya Kebijakan dan Program BPKIMI yang Berkualitas dan Berkelanjutan
2017 2018 2019 2015 2016
PERSPEKTIF PEMANGKU KEPENTINGAN
Sistem Tatakelola Keuangan dan BMN yang Transparan dan Akuntabel
Persentase 30 Meningkatnya Kompetensi SDM
Aparatur
Menurunnya SDM Aparatur yang Indisipliner
Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri
Tingkat Ketepatan Waktu Pelaksanaan Penyusunan Program,Monitoring, dan Evaluasi
Sasaran Strategis (SS) Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) Satuan
Persentase 100 100 100 100 100
PERSPEKTIF TUPOKSI
28,57 81,82
100 100
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 17
Pada tahun 2016, Sekretariat melaksanakan kegiatan yang terdiri dari 6 (enam) Sasaran Strategis dengan 13 (tiga belas) Indikator Kinerja. Dalam pelaksanaannya, setiap triwulan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian tersebut melalui Laporan Triwulanan, e-monitoring, dan ALKI. Adapun capaian Perjanjian Kinerja yang telah per triwulan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 3.8 Capaian Reancana Aksi Per Triwulan TA. 2016
Dari anggaran kegiatan Penyusunan Rencanan Dan Evaluasi Program Kebijakan Iklim Usaha Dan Mutu Industri TA. 2016, telah disusun 5(lima) output kegiatan dengan 57 (lima puluh tujuh) komponen, output sebagai berikut :
a. Dokumen Perencanaan Dan Pelaporan BPPI;
b. Laporan Kegiatan/koordinasi/pembinaan Dan Tindak Lanjut/monev c. Sdm Yang Dibiina Dan Dikembangkan Kompetensinya
d. Publikasi
e. Layanan Perkantoran
Berdasarkan komponen kegiatan diatas telah disusun Sasaran Strategis yang menjadi prioritas dalam kegiatan Penyusunan Rencana Dan Evaluasi Program Pengembangan Teknologi Dan Kebijakan Industri yang tertuang dalam Penetapan Kinerja TA. 2016 Sekretariat.
Capaian dari indikator kinerja dalam Perjanjian Kinerja 2016 adalah sebagai berikut :
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 18
1. Sasaran Kegiatan I : Terwujudnya Kebijakan dan Program BPPI yang Berkualitas dan Berkelanjutan
a. Indikator Kinerja 1:Tingkat Persetujuan Rencana Kegiatan
Cara perhitungan dari indikator ini adalah persentase persetujuan Rencana program dan anggaran TA. 2017 BPPI (Pusat dan Balai) yang disetujui Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan telah mengesahkan alokasi anggaran BPPI TA 2017 sebesar Rp. 552.468.929.000,- dengan surat pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (SP-DIPA) Induk Tahun Anggaran 2017 dengan Nomor: SP DIPA-019.07-0/2017.
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran TA 2017 (RKA/KL TA 2017) telah diintegrasikan dengan konsep Administrasi Data Dan Informasi Kinerja (ADIK) masing-masing satker di lingkungan BPPI.
Adapun, tingkat persetujuan rencana anggaran dari TA. 2012-2016 seperti yang terdapat pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.9
Blokir Anggaran 2012-2017
Diharapkan pada TA. 2017 tingkat persetujuan rencana kegiatan makin meningkat dengan meningkatnya kualitas perencanaan kegiatan yang disusun oleh para koodinator kegiatan.
Indikator Kinerja I.1 Satuan Target Realisasi Capaian
Tingkat persetujuan rencana
kegiatan persentase 99,00 99,81 100,82% Blokir Nonblokir 2017 0,19% 99,81% 2016 0% 100% 2015 0.04% 99.96% 2012 12,76% 87,24% 2013 0,81% 99,19% 2012 0,33% 99,67%
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 19
b. Indikator Kinerja 2:Tingkat Kesesuaian Realisasi Fisik dengan Target yang Ditetapkan pada Awal Tahun Anggaran
Cara perhitungan dari indikator ini adalah perbandingan antara persentase target fisik program kegiatan BPPI dengan realisasi fisiknya TA. 2016
Target fisik pada awal TA. 2016 adalah 98,00 %, dapat terealisasi 98,60 %. Bila dibandingkan dengan target sehingga capaiannya 100,61 %. Adapun realisasi fisik tidak mencapai 100% disebabkan:
- Beberapa kegiatan di Balai Besar dan Baristand Industri realisasi fisiknya dibawah 100% karena jumlah pengguna jasa layanan tidak mencapai target; - Beberapa kegiatan terlambat dalam pelaksanaannya karena terjadi revisi dan
pemotongan anggaran di pertengahan tahun
- Penetapan target penerimaan PNBP terlalu optimistis dan penggunaan PNBP tidak memperhatikan rencana penerimaan dan penggunaan PNBP dengan baik sehingga mengganggu pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan.
Realisasi fisik dari Progam BPPI TA. 2016 bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dapat terlihat pada tabel berikut ini :
Gambar 2 Grafik Target dan Realisasi Fisik BPPI 2012-2016
2012 2013 2014 2015 2016 Target 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 98,00% Persentase Realisasi 99,21% 98,91% 99,79% 98,72% 98,60% 97,00% 97,50% 98,00% 98,50% 99,00% 99,50% 100,00% 100,50%
Target Persentase Realisasi
Indikator Kinerja I.2 Satuan Target Realisasi Capaian
Tingkat Kesesuaian Realisasi Fisik dengan Target yang Ditetapkan pada Awal Tahun Anggaran
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 20
Persentase realisasi fisik BPPI TA. 2016 bila dibandingkan dari tahun anggaran sebelumnya realisasi fisik mengalami penurunan, hal tersebut disebabkan adanya aturan-aturan baru dari Kementerian Keuangan terkait pelaksanaan kegiatan, penghematan/revisi pada tenga tahun anggaran, dan penurunan PNBP terutama untuk jasa layanan teknis yang menyebabkan realisasi fisik menjadi terhambat dan tidak mencapai target.
Diharapkan pada TA. 2017 realisasi fisik dari program/kegiatan yang dilaksanakan BPPI dapat terealisasi 100,00% dengan mengantisipasi semua potensi kendala.
2. Sasaran Kegiatan II :Sistem Tatakelola Keuangan dan BMN yang Transparan dan Akuntabel
a. Indikator Kinerja 1 : Realisasi Anggaran BPPI sesuai Target yang Ditetapkan Kementerian Perindustrian
Cara perhitungan dari indikator ini adalah perbandingan antara persentase target realisasi keuangan yang Ditetapkan Kementerian Perindustrian dengan persentase realisasi BPPI pada TA. 2016.
Target realisasi realisasi Kementerian Perindustrian sebesar 95,60%, sedangkan realisasi BPPI adalah 93,42 %. Realisasi keuangan BPPI TA. 2016 tidak mencapai target Kementerian Perindustrian, namun mencapai target BPPI. Dengan realisasi 93,42% berarti perbandingan dengan realisasi Kementerian adalah 97, 72 % melebihi target 92,00%.
Tabel 3.10 Realisasi Pagu TA. 2016
Kegiatan/Komponen/ Subkomponen Anggaran
Pagu Realisasi %
Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan Industri 576.657.149.000 538.722.205.554 93,42%
A Kegiatan Pusat BPPI 79.179.252.000 74.670.502.327 94,31%
1 Pengkajian Kebijakan Dan Iklim Usaha Industri 7.166.391.000 6.893.184.260 96,19
Indikator Kinerja II.1 Satuan Target Realisasi Capaian
Realisasi Anggaran BPPI sesuai Target yang Ditetapkan Kementerian Perindustrian
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 21
Kegiatan/Komponen/ Subkomponen/ Anggaran
Pagu Realisasi %
2 Perencanaan Kebijakan Standardisasi Industri 13.320.546.000 11.817.681.372 88,72
3 Pengkajian Industri Hijau Dan Lingkungan Hidup 8.850.770.000 8.571.781.901 96,85
4 Penyusunan Rencana Dan Evaluasi Program Kebijakan
Iklim Usaha, Dan Mutu Industri 40.648.907.000 38.526.750.466 94,78
5 Pengkajian Teknologi Dan Hak Kekayaan Intelektual 9.192.638.000 8.861.104.328 96,39
Kegiatan Balai Besar Industri
6 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Kimia Dan
Kemasan 26.744.861.000 26.478.864.676 99,01%
7 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Industri Agro 56.945.112.000 46.861.411.795 82,29%
8 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Pulp Dan Kertas 22.549.673.000 22.181.754.941 98,37%
9 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Tekstil 22.301.257.000 21.968.321.705 98,51%
10 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Logam Dan Mesin 22.540.358.000 22.366.648.421 99,23%
11 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Keramik 25.842.309.000 23.938.380.972 92,63%
12 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Bahan Dan
Barang Teknik 47.865.899.000 43.740.870.312 91,38%
13 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Kulit, Karet Dan
Plastik 25.267.527.000 23.951.449.639 94,79%
14 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Kerajinan Dan
Batik 22.438.417.000 21.730.575.621 96,85%
15 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Pencegahan
Pencemaran Industri 29.021.337.000 27.452.640.883 94,59%
16 Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Perkebunan 18.754.722.000 18.634.167.823 99,36%
Riset Dan Standardisasi Bidang Industri
17 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Aceh 12.148.835.000 11.793.368.063 97,07%
18 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Medan 18.950.946.000 17.460.933.993 92,14%
19 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Padang 14.054.895.000 13.300.201.310 94,63%
20 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Palembang 14.512.360.000 13.960.791.183 96,20%
21 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Bandar Lampung 17.208.440.000 13.813.764.272 80,27%
22 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Surabaya 21.427.873.000 21.125.250.062 98,59%
23 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Pontianak 12.073.733.000 11.358.193.353 94,07%
24 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Banjarbaru 12.533.132.000 12.223.207.101 97,53%
25 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Samarinda 14.012.188.000 13.335.146.073 95,17%
26 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Manado 11.232.954.000 11.096.783.140 98,79%
27 Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Ambon 12.416.557.000 11.979.740.952 96,48%
28 Balai Sertifikasi Industri 16.634.512.000 13.299.236.937 79,95%
Dari tabel diatas dapat dilihat bila pada Program Pengkajian Kebijakan Dan Iklim Usaha Industri, terdapat beberapa kegiatan yang tidak mencapai target Kemenperin yaitu:
1. Perencanaan Kebijakan Standardisasi Industri;
2. Penyusunan Rencana Dan Evaluasi Program Kebijakan Iklim Usaha, Dan Mutu Industri
3. Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Industri Agro 4. Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Keramik
5. Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Bahan Dan Barang Teknik 6. Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Kulit, Karet Dan Plastik
7. Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri 8. Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Medan
9. Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Padang
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 22
11. Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Pontianak 12. Riset Dan Standardisasi Bidang Industri Samarinda
Adapun perkembangan realisasi keuangan program/kegiatan di lingkungan BPPI selama 5(lima) tahun terakhir bila dibandingkan dengan target yang ditetapkanadalah sebagai berikut :
Tabel 3.11 Perbandingan antara Target dan Realisasi Keuangan BPPI TA. 2012-2016
2012 2013 2014 2015 2016 PAGU 466.458.175.000 552.876.445.000 593.868.295.000 579.139.170.000 576.657.149.000 Target 91,64% 93,92% 100,00% 93.39 92,00 Realisasi Keuangan 442.787.437.686 503.252.259.009 529.113.671.000 532.489.746.334 538.695.005.554 Persentase Realisasi 94.93% 91,02% 89,10% 91,95 93,42
Realisasi keuangan BPPI mengalami peningkatan bila dibanding TA. 2013-2015. Bila dibandingkan dengan Unit Eselon I lain di lingkungan Kementerian Perindustrian adalah sebagai berikut :
Tabel 3.12 Realisasi Keuangan Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Perindustrian
Jumlah Pagu Realisasi % Setjen 793,178,401 766,780,569 96.67 Ditjen IA 111,342,852 110,369,739 99.13 Ditjen IKTA 93,598,929 92,775,889 99.12 Ditjen ILMATE 103,032,474 98,782,707 95.88 Ditjen IKM 226,134,222 218,900,575 96.80 Itjen 41,063,961 39,948,746 97.28 BPPI 576,657,149 53,869,500 93.42 PPI 175,871,953 160,645,783 91.34 KPAII 43,604,319 42,115,654 96.59 TOTAL 2,164,484,260 2,069,227,528 95.60
Dari tabel diatas tampak bahwa realisasi anggaran BPPI ada di peringkat 8 dari 9 Unit Eselon I di lingkungan Kementerian Perindustrian. Namun, realisasi keseluruhan Kementerian Perindustrian sebesar 95,60 %. Angka realisasi tersebut adalah angka realisasi dengan self blocking. Jika tanpa self blocking, realisasi Kementerian Perindustrian hanya sebesar 68,46% dari realisasi nasional sebesar 88,3%. Kementerian Perindustrian hanya berada di posisi 76 dari 87 Kementerian/Lembaga.
Realisasi BPPI cukup rendah dibandingkan dengan Unit Eselon I yang lain karena:
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 23
- Komposisi struktur anggaran yang masih bertumpu pada kegiatan swakelola sementara SDM yang ada terbatas, mengakibatkan penyelesaian kegiatan bertumpuk di akhir tahun dan ada yang tidak terealisasi.
- Terdapat 8 (delapan) Satker PNBP dan 2(dua) Satker BLU yang target penerimaannya tidak tercapai sehingga berefek pada realisasi penggunaan. Penerimaan yang rendah tersebut berakibat realisasi penggunaan PNBP nya pun menjadi rendah (89, 28%) dan berdampak pada realisasi keseluruhan BPPI
- Terdapat gagal lelang kegiatan pembangunan laboratorium di Satker BLU BBIA senilai 14 milyar rupiah. Anggaran BLU sebesar 5 milyar direalokasi untuk keperluan lain, namun senilai 9 milyar tidak terealisasi karena akan digunakan kembali untuk pembangunan gedung di tahun anggaran 2017. Anggaran BLU yang tidak terealisasi tersebut berimbas cukup besar terhadap realisasi BPPI karena realisasi sumber dana BLU hanya sebesar 78,74%. - Terlambatnya memulai aktivitas pelaksanaan anggaran.
Pada TA. 2017 target realisasi anggaran adalah 92,50%. Hal-hal yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 agar mencapai target, adalah:
Segera melaksanakan aktivitas pelaksanaan anggaran dengan mempersiapkan segala sesuatu yang dipersyaratkan (SK Pengelola DIPA, Korgiat dan Pelaksana Kegiatan, Pejabat pengadaan, Pejabat Penerima Pekerjaan, Petugas SAI dan BMN, mengajukan UP, dll)
PPK segera menyediakan data dukung yang terkait dengan proses pelelangan dan segera mengusulkan Paket Pengadaan Ke ULP sesuai dengan rencana yang telah diinput di SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan).
Proses lelang seluruhnya harus selesai pada bulan Juli 2017.
Satker agar merubah pola aktivitas kegiatan, yaitu kegiatan agar dilaksanakan mulai awal tahun untuk menghindari kegiatan bertumpuk diakhir tahun. Satker agar segera melakukan revisi DIPA, khususnya yang masih
menganggarkan honorarium kegiatan jasa pelayanan teknis. Honorarium yang telah dianggarkan agar direalokasi ke dalam honorarium kegiatan yang sesuai dengan SBM atau direalokasi menjadi kegiatan yang lain.
Di tahun 2017, PNBP diupayakan semaksimal mungkin disetorkan ke kas negara setiap hari, untuk mempercepat realisasi penerimaan dan mencegah temuan berulang BPK terkait keterlambatan setor PNBP.
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 24
Anggaran perjalanan dinas agar diperhitungkan kembali dengan cermat, agar di akhir tahun tidak ada anggaran perjalanan dinas yang tidak terealisasi. Jika ada indikasi tidak terealisasi agar segera direalokasi menjadi kegiatan lain. Satker dan Unit Kerja agar meningkatkan koordinasi dengan unit kerja lain,
pembina Eselon I , Inspektorat Jenderal, KPPN, dll agar tidak ada kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan.
b. Indikator Kinerja 2 : Penyelesaian Temuan Tertib Pengelolaan Anggaran
Cara menghitung realisasi indikator ini adalah Persentase temuan pada kegiatan TA 2015 yang sudah selesai ditindaklanjuti dibandingkan dengan total temuan pada 23 Satker Balai dan BPPI Pusat.
Total temuan pemeriksaan audit kinerja di TA 2016 oleh Inspektorat Jenderal adalah adalah 283 temuan, terdiri dari 143 temuan di Balai Besar, 115 temuan di Baristand Industri dan 25 temuan di BPPI Pusat. Dari 283 temuan tersebut, seluruhnya telah dapat diselesaikan oleh Satker masing-masing.
Dari total 283 temuan dan 446 rekomendasi hasil Audit Kinerja Satker Balai Besar, Baristand Industri, BSI dan BPPI Pusat, tersisa hanya 3 rekomendasi saja yang belum selesai tindak lanjutnya yaitu di Satker BSI. Berarti dari 446 rekomendasi, terdapat 443 rekomendasi atau 99,33% telah selesai dan 3 rekomendasi atau 0,67% belum ditindaklanjuti.
Tabel 3.13 Perbandingan Penyelesaian Temuan Tertib Pengelolaan Anggaran
Tahun Anggaran Keterangan
2016 283 temuan dan 446 rekomendasi hasil Audit Kinerja Satker Balai Besar,
Baristand Industri, BSI dan BPPI Pusat, tersisa hanya 3 rekomendasi saja
2015 - 283 temuan, terdiri dari 143 temuan di Balai Besar, 115 temuan di
Baristand Industri dan 25 temuan di BPPI Pusat.
- 283 temuan tersebut, seluruhnya telah dapat diselesaikan oleh Satker masing-masing.
- Temuan atas Laporan Keuangan TA 2014 oleh BPK, terdapat 7 (tujuh) temuan pada Satker di lingkungan BPPI. Dari 7 temuan tersebut, tersisa satu temuan yang belum selesai tindak lanjutnya.
2014 276 temuan yang harus ditindaklanjuti terdiri dari 123 temuan
pemeriksaan Inspektorat Jenderal di Balai Besar, 110 temuan pemeriksaan Inspektorat Jenderal di Baristand Industri dan 33 temuan pemeriksaan Inspektorat Jenderal di BPPI serta 10 temuan pemeriksaan BPK. Dari total temuan tersebut, terdapat 9 temuan pemeriksaan Inspektorat Jenderal yang belum selesai ditindaklanjuti di tahun 2014 sehingga saldonya terbawa di 2015.
Indikator Kinerja II.2 Satuan Target Realisasi Capaian
Penyelesaian Temuan Tertib
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 25
Jika dibandingkan dengan unit kerja lain di Kementerian Perindustrian, BPPI lebih baik dalam menyelesaikan tindak lanjut temuan karena untuk temuan Inspektorat Jenderal tidak ada lagi temuan yang tersisa.
Satker yang belum menyelesaikan tindak lanjut adalah Satker yang Pelaksanaan auditnya paling akhir, sehingga temuan belum tuntas.
Tahun 2016 telah dilaksanakan lanjutan peningkatan tertib administrasi pengelolaan anggaran untuk meminimalisasi temuan pemeriksaan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Selain itu, Sekretariat BPPI telah melakukan pembinaan agar tidak terjadi temuan berulang, dan mengupayakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tindak lanjut temuan di tahun yang sama. Pada TA. 2017 penyelesaian temuan tertib pengelolaan anggaran ditargetkan 95%.
c. Indikator Kinerja 3 : Tertib Administrasi Pengelolaan BMN
Cara menghitung realisasi indikator ini adalah menindaklanjuti surat usulan pengajuan Penetapan Status Penggunaan(PSP) dan usulan Penghapusan Barang Milik Negara Satker di lingkungan BPPI.
Tata cara pengelolaan Barang Milik Negara dari waktu ke waktu terdapat perubahan yang berdampak pada penyesuaian pelaksanaan pengelolaan Barang Milik Negara, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan penguasaan atas seluruh peraturan pelaksanaan yang berlaku dibutuhkan pembinaan dan mantauan mengenai tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara (penetapan status penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtangan Barang Milik Negara).
Selama TA. 2016 telah dilaksanakan kegiatan : Bimbingan Teknis Pengelolaan BMN, verifikasi usulan PSP dan penghapusan sesuai ketentuan yang berlaku, memproses usulan PSP dan Penghapusan ke Biro Keuangan, pemantauan proses BMN dalam rangka tertib administrasi.
Pembinaan dan pemantauan tertib administrasi pengelolaan Barang Milik Negara dimaksud diharapkan dapat membantu memberikan acuan bagi tiap Satker – satker di lingkungan BPPI agar mampu mengelola Barang Milik Negara sesuai peraturan yang berlaku serta kaidah yang ditentukan secara profesional,
Indikator Kinerja II.3 Satuan Target Realisasi Capaian
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 26
terbuka dan bertanggungjawab. Sejalan dengan kebijakan untuk terus memperkuat pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan BPPI.
Realiasi dihitung dari Jumlah surat usulan dan tindak lanjut pengelolaan BMN mencapai target yang telat ditetapkan diawal kegiatan. Untuk pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan BMN hal yang menjadi target kinerja adalah : surat Penetapan Status Penggunaan(PSP)/Pemanfaatan/Usulan Penghapusan. Pada TA. 2016 ditargetkan terdapat 24 usulan yang ditindaklanjuti dengan realisasi 24 usulan yang berhasil ditindaklanjuti atau capaian 100%. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya:
Tabel 3.14 Realisasi PSP
Tahun Target PSP/Pemanfaatan/Usulan Penghapusan Realisasi Capaian
2014 12 20 111,11%
2015 45 47 104,44%
2016 24 24 100%
Dari hasil rekapitulasi, perbandingan realisasi selama 4 tahun 2013-2016 perkembangan Usulan Pengelolaan Barang Milik Negara adalah sebagai berikut:
Tabel 3.15 Perkembangan Usulan Pengelolaan BMN
Daftar 2014 2015 2016
(a) Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara
Usulan 14 30 24 Nilai Rp. 124.313.971.660 Rp. 314.308.928.948,- 932.010.798.869 (b)Penghapusan Usulan 7 13 25 Nilai Rp. 461.871.400 Rp 207.263.990.00,- Rp 61.153.052.865,- (c)Pemanfaatan BMN Usulan 1 1 1 Nilai Rp 4.020.000,- Rp 4.020.000,- Rp 4.488.000,-
Perbandingan dengan instansi lain,terdapat perbedaan dalam Pengelolaan Barang Milik Negara antara BPPI dengan Direktorat atau Unit Kerja lain dilingkungan Kementerian Perindustrian, hal ini di karenakan BPPI memiliki 24 Satker vertikal dibawahnya antara lain 11 Balai Besar Industri, 11 Baristand Industri, BSI (Balai Sertifikasi Industri) dan Satker BPPI Pusat sendiri, hal ini yang menjadi perbedaan yang sangat rumit dalam pengelolaan dan pelaporan BMN BPPI, Instansi atau direktorat lain tidak memiliki Satker vertikal.
Secara umum proses pengelolaan BMN Satker di lingkungan BPPI sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Laporan Kinerja Sekretariat BPPI T.A 2016 Bab III Akuntabilitas Kinerja
Sekretariat BPPI 27
Kendala dalam pelaksanaan Tertib Administrasi Pengelolaan BMN, antara