BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Capaian Kinerja Rencana Strategis
PERSPEKTIF PEMBELAJARAN ORGANISASI 1. Tersusunnya
perencanaan program, pengelolaan keuangan serta pengendalian yang berkualitas dan
akuntabel
1. Anggaran Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan yang diblokir
20 Persen 4,51
B. Analisis Capaian Kinerja Rencana Strategis Direktorat IHHP Tahun 2015 – 2019 Perubahan
Berdasarkan dokumen perencanaan strategis (Renstra) Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, secara umum capaian kinerja terhadap dokumen tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel III.10. Realisasi Indikator Kinerja Rencana Strategis Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Tahun 2015 – 2019
Sasaran Strategis Indikator Kinerja 2015 2016 2017 2018 2019 Satuan T R C T R C T R C T T R C
Perspektif Stakeholder
Meningkatnya populasi dan persebaran industry hasil hutan dan perkebunan
Unit industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan besar sedang yang tumbuh
Belum digunakan sebagai indikator 239 356 148,95 261 116-127 710 559 Unit Usaha Nilai investasi di sektor industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan
Belum digunakan
sebagai indikator 39,7 42 105 60,80 65,6 107 67,09 54,1 16,45 30,4 Rupiah Trilyun
Meningkatnya daya saing dan produktivitas sektor industry hasil hutan dan perkebunan
Kontribusi ekspor produk industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan terhadap ekspor nasional 5 4.1 82 5.7 8.2 144 10.4 8.89 85.48 10,5 10,48 17,61 168 Persen Produktivitas SDM industri hasil hutan dan perkebunan
0.5 0.9 18 Belum digunakan
sebagai indikator 249,7 372,62 149,22 263,8 288,1 319,57 110,9 per orang Rp. Juta per tahun
Perspektif Proses Internal
Terselenggaranya urusan pemerintahan di bidang perindustrian yang berdaya saing dan berkelanjutan
Infrastruktur kompetensi yang terbentuk
Belum digunakan sebagai indikator 2 2 100 3 3 3 100 RSKKNI
Perspektif Pembelajaran Organisasi
Tersusunnya perencanaan program, pengelolaan keuangan serta pengendalian yang berkualitas dan akuntabel Anggaran Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan yang diblokir
LAKIP Dit. Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Tahun 2019 57 Berdasarkan Rencana Strategis Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Tahun 2015 – 2019, target jangka menengah untuk setiap indikator kinerja adalah sebagai berikut:
1. Unit industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan besar sedang yang tumbuh dengan target 116 - 127 unit usaha. Realisasi untuk indikator ini adalah tumbuhnya 710 unit usaha industri hasil hutan dan perkebunan pada tahun 2019 dan diharapankan terus tumbuh.
2. Nilai investasi di sektor industri pengolahan pengolahan hasil hutan dan perkebunan dengan target 54,1 Triliun Rupiah, tahun 2019 terealisasi sebanyak 16,45 Triliun Rupiah. Sehingga capaian diharapkan dapat dipertahankan setiap tahunnya.
3. Kontribusi ekspor produk industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan terhadap ekspor nasional dengan target 10,48 persen tahun 2019 terealisasi sebesar 17,61 persen, yaitu telah melampaui target yang ditetapkan.
4. Produktivitas SDM industri hasil hutan dan perkebunan dengan target 288,1 Juta Rupiah/Orang/Tahun terealisasi sebesar 319,57 Juta Rupiah/Orang/Tahun. Capaian ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. 5. Infrastruktur kompetensi yang terbentuk dengan target 3 SKKNI, tercapai
sesuai target tahun 2019.
6. Anggaran Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan yang diblokir dengan target 20 persen. Sampai akhir tahun 2019 realisasi sebesar 4,51 persen sehingga perlu dipertahankan.
Secara umum pencapaian sasaran strategis berdasarkan Rencana Strategis 2015-2019 mengalami dinamika yang fluktuatif. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel III. 11. Capaian Indikator Kinerja Rencana Strategis Berdasarkan Perspektif
No. Perspektif Capaian (%)
2015 2016 2017 2018 2019 1. Perspektif Stakeholders 50 124,5 122,66 123,4 217 2. Perspektif Bisnis Internal - - 100 100 100 3. Perspektif Pembelajaran Organisasi - - 102 204 443 Rata-rata 50 124,5 108,22 142,4 253,3
LAKIP Dit. Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Tahun 2019 58
Tabel. III. 12. Realisasi Indikator Pembangunan (RPJM) Quickwins Industri Hasil Hutan dan PerkebunanTahun 2015 - 2019
No. Sasaran Program /Indikator
2015 2016 2017 2018 2019
Satuan T R C T R C T R C T T
1. Meningkatnya Populasi Industri Sedang dan Besar Hasil Hutan dan Perkebunan (Quickwins: Hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agroindustri)
1.1
Berkembangnya industri Hasil Hutan dan Perkebunan Lainnya
3 3 100 3 3 100 3 3 100 3 3 Komoditas
1.2 Tumbuh dan berkembangnya
industri oleokimia dan kemurgi 2 2 100 2 2 100 2 2 100 3 3 Komoditas
2. Meningkatnya daya saing industri Hasil Hutan dan Perkebunan
2.1
Tersusunnya standar produk industri hasil hutan dan perkebunan
13 13 100 13 13 100 15 15 100 15 15 RSNI
2.2
Partisipasi Dit. IHHP dalam sidang dan pameran di dalam negeri maupun luar negeri
15 15 100 15 15 100 15 15 100 15 15 Partisipasi
Sasaran strategis “meningkatnya populasi industri sedang dan besar hasil hutan dan perkebunan (Quickwins: Hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agroindustri)” ini diwujudkan dengan memfasilitasi dalam bentuk bantuan mesin peralatan kepada pelaku usaha di daerah terkait 3 komoditas antara lain industri furniture kayu, rotan, dan kertas. Sasaran strategis tersebut diukur dengan “berkembangnya industri hasil hutan dan perkebunan”. Dengan telah diberikannya bantuan mesin peralatan mencakup 3 bidang industri dimaksud, maka sasaran strategis ini telah tercapai sesuai target.
Sedangkan indikator “tumbuh dan berkembangnya industri oleokimia dan kemurgi” bertujuan untuk mendukung pelaku usaha antara lain melalui pemberian rekomendasi iklim usaha bidang industri hilir perkebunan non pangan (oleokimia dan kemurgi). Dengan telah dikeluarkannya rekomendasi mencakup 2 bidang industri dimaksud, maka sasaran strategis ini telah tercapai sesuai target.
Sasaran strategis “meningkatnya daya saing industri Hasil Hutan dan Perkebunan” diukur dengan“tersusunnya rancangan standar produk industri hasil hutan dan perkebunan” yang diwujudkan dengan penyusunan/
LAKIP Dit. Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Tahun 2019 59 penyempurnaan RSNI dibidang industri pulp & kertas (10 judul), industri furniture (4), dan industri hilir perkebunan non pangan (Oleokimia dan Kemurgi) (1 judul). Sedangkan “Partisipasi Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan dalam forum/sidang/promosi/ pameran dalam negeri maupun luar negeri” diukur dengan keiikutsertaan pemerintah dalam hal ini delegasi dari Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan dalam forum/sidang/ promosi/pameran di dalam maupun luar negeri.
Dengan telah tersusunnya 15 RSNI produk industri hasil hutan dan perkebunan dimaksud, Dan dengan ikut berpartisipasinya Dit. IHHP dalam forum/sidang/promosi/ pameran dalam negeri maupun luar negeri, maka telah tercapai sesuai target.
Secara umum pencapaian sasaran strategis berdasarkan pembangunan jangka menengah quickwins mengalami kesamaan dari tahun ke tahun Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel III.13. Capaian Indikator Pembangunan (RPJM) Berdasarkan Sasaran Strategis
No. Sasaran Strategis Capaian (%)
2015 2016 2017 2018 2019
1. Meningkatnya Populasi Industri Sedang dan Besar Hasil Hutan dan
Perkebunan (Quickwins: Hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agroindustri)
100 100 100 100 100
2. Meningkatnya daya saing industri Hasil Hutan dan Perkebunan
100 100 100 100 100
Rata-rata 100 100 100 100 100
C. Analisis Capaian Kinerja Program Prioritas Direktorat Industri Hasil