HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Cash Flow
Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) sebagai lembaga keuangan, pada dasarnya mempunyai aktivitas yang sangat luas yaitu meliputi :
1. Pengumpulan dana 2. Pemberian kredit
3. Memberikan jasa-jasa perbankan lainnya
Akan tetapi pada dasarnya usaha yang paling menonjol atau yang paling pokok dari suatu lembaga keuangan adalah mengumpulkan dana dari pihak ketiga dalam bentuk simpanan baik deposito, tabungan, dan giro. Dan kemudian menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat berupa pemberian kredit. PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) merupakan Bank swasta nasioanal yang menjadi salah satu Agent Payment pemerintah di dalam membayarkan gaji kepada pensiunan disamping sebagai Bank Umum, yang juga melakukan aktivitas perbankan sebagaimana layaknya Bank Umum.
Seperti diketahui kas adalah merupakan aktiva yang mempunyai tingkat likuidasi sangat tinggi, sehingga sangat mudah untuk digelapkan, oleh karena itu peran pengendalian biaya operasional terhadap kas sangat penting, guna memperkecil kemungkinan terjadinya penyelewengan terhadap kas. Salah satu pengendalian biaya yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penggelapan kas yaitu dengan diberlakukannya pemisahan fungsi secara tepat, serta melakukan pencatatan pada setiap transaksi yang dapat mempengaruhi kas.
Penganalisaan terhadap keadaan pembelanjaan suatu perbankan bertujuan untuk dapat mengetahui kemajuan, kemunduran serta kegagalan perbankan baik
pada masa lampau maupun pada masa yang akan datang. Dengan mengetahui aliran cash flow di dalam suatu perbankan sangat penting artinya bagi penjagaan likuiditasnya. Dengan demikian penyusunan cash flow akan dapat diketahui kapan perbankan dalam keadaan deficit atau surplus kas karena operasi perbankan. Maka dalam penyusunan cash flow tersebut, akan dibutuhkan neraca dan perhitungan laba rugi selama dua periode.
Apabila suatu bank menambah dananya dengan cara meminjam dari pihak ke II baik itu berbentuk lembaga keuangan, maupun bukan lembaga keuangan, maka bank menghadapi konsekuensi adanya biaya atas bunga pinjaman dan kalau bank menempuh kebijaksanaan dengan menambah dana melalui laba di tahan maka timbul konsekuensi, bahwa para pemegang saham tidak semuanya setuju untuk ditahan dividennya. Karena adanya kedua keadaan ini yang saling menuntut untuk diprioritaskan maka bank harus berusaha secara seksama untuk mengefektifkan penggunaan dana pada perbankan.
Analisis ini diawali dengan melihat yang berkaitan dengan laba, yaitu menyangkut penggunaan dana secara efektif agar dapat memaksimalkan keuntungan pada perbankan. Tetapi sebelumnya terlebih dahulu menganalisis sumber dan penggunaan dana dalam artian kas.
Adapun laporan arus kas PT. Bank BTPN Kantor Cabang Pembantu Arief Rate Makassar pada periode 2015 yaitu sebagai berikut :
Tabel 5.2
PT. Bank BTPN KCP Arief Rate Makassar Laporan arus Kas
Periode 2015
U R A I A N TRIWULAN I TRIWULAN II
1. Arus Kas Dari Aktivitas Operasional 1.1 Penerimaan Pendapatan :
a. Pendapatan bunga dan komisi b. Pendapatan lainnya
c. Pendapatan non operasional 1.2 Pembayaran Beban :
a. Pembayaran bunga
b. Pembayaran kas kepada pemasok c. Pembayaran non operasional
138.441.237.00 1.3 Laba Oprs. Sebelum Perubahan Dlm Aktivitas Operasi 101.925.591.00 187.845.657 1.4 Kenaikan (Penurunan) dalam Aktivitas Operasi
a. (Kenaikan) Penurunan piutang operasi : - Tagihan Lainnya
- Penempatan pada bank lain - Kredit yang diberikan - Aktiva lain-lain
b. Kenaikan (Penurunan) Hutang Operasi : - Giro
- Kewajiban yang segera dapat dibayar - Tabungan
- Simpanan berjangka
- BI (KLBI) penerusan pinjaman - Antar bank pasiva
- Pinjaman yang diterima
- Kewajiban dan lain-lain 1.5 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi Sebelum Pajak
1.6 Hutang Pajak
30.397.234.00 0.00
6.593.493 0.00 1.7 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 132.322.825.00 194.439.150 2. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi :
2.1 Penyertaan
2.2 Nilai Perolehan Aktiva Tetap dan Inventaris 2.3 Keuntungan Penjualan Inventaris
2.4 Kerugian Penjualan inventaris 3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan/ Keuangan
3.1 Modal disetor
Kenaikan (Penurunan)Bersih Kas Setara Kas 132.322.825.00 188.325.150.00 Kas Dan Setara Kas Pada Awal Periode 142.301.775.00 195.308.175.00 Kas Dan Setara Kas Pada Akhir Periode 274.624.600.00 383.633.325.00
Sumber: PT.Bank BTPN KCP Arief Rate Makassar, 2016
Tabel 5.3
PT. Bank BTPN KCP Arief Rate Makassar Laporan Arus Kas
Periode 2015
U R A I A N TRIWULAN III TRIWULAN IV
1. Arus Kas Dari Aktivitas Operasional 1.1 Penerimaan Pendapatan :
a. Pendapatan bunga dan komisi b. Pendapatan lainnya
c. Pendapatan non operasional 1.2 Pembayaran Beban :
a. Pembayaran bunga
b. Pembayaran kas kepada pemasok c. Pembayaran non operasional
462.618.627 1.3 Laba Oprs. Sebelum Perubahan Dlm Aktivitas Operasi 197.637.635 220.601.376 1.4 (Kenaikan) Penurunan Dalam Aktivitas Operasi :
a. (Kenaikan) Penurunan piutang operasi : - Tagihan Lainnya
- Penempatan pada bank lain - Kredit yang diberikan - Aktiva lain-lain
b. Kenaikan (Penurunan) Hutang Operasi : - Giro
- Kewajiban yang segera dapat dibayar - Tabungan
- Simpanan berjangka
- BI (KLBI) penerusan pinjaman - Antar bank pasiva
- Pinjaman yang diterima - Kewajiban dan lain-lain
0.00 1.5 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi Sebelum Pajak
1.6 Hutang Pajak
(356.682.510) 0.00
(472.618.826) 0.00 1.7 Arus Kas Bersih dari Akivitas Operasi (159.044.875) (252.017.450) 2. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi :
2.1 Penyertaan
2.2 Nilai perolehan aktiva tetap dan inventaris 2.3 Keuntungan penjualan inventaris
2.4 Kerugian Penjualan inventaris
3. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan/ Keuangan 3.1 Modal disetor
Kenaikan (Penurunan)Bersih Kas Setara Kas (159.044.875) (252.017.450) Kas Dan Setara Kas Pada Awal Periode 399.082.600 490.863.500 Kas Dan Setara Kas Pada Akhir Periode 240.037.725 238.846.050
Sumber: PT.Bank BTPN KCP Arief Rate Makassar, 2016
Berdasarkan hasil varians seperti pada tabel di atas, pada triwulan I laporan arus kas bersih PT. Bank BTPN KCP Arief Rate yaitu sebesar Rp.
132.322.825,- sedangkan pada triwulan II laporan arus kas bersih menunjukkan surplus sebesar Rp. 188.325.150, ini dihasilkan dari arus kas dari aktivitas operasi yang menunjukkan surplus yang cukup besar yaitu sebesar Rp. 194.439.150,- sehingga dapat menutupi semua arus kas dari aktivitas investasi dan dari aktivitas pendanaan/ keuangan.
Namun surplus yang terjadi pada triwulan ke II tidak diiringi pada triwulan ke III dan triwulan ke IV. Pada laporan arus kas pada triwulan ke III menunjukkan deficit sebesar Rp. 159.044.875,- dan pada triwulan ke IV menunjukkan deficit sebesar Rp. 252.017.450,- dimana aktivitas investasi dan pendanaan/ keuangan pada triwulan ke III dan triwulan ke IV jumlahnya nihil, sehingga tidak dapat menutupi arus kas dari aktivitas investasi itu sendiri dan pendanaan/ keuangan. Sehingga terjadilah deficit pada triwulan ke III dan triwulan ke IV. Dari data di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa dari laporan arus kas PT.Bank BTPN KCP Arief Rate pada triwulan terakhir yaitu triwulan ke IV mengalami deficit sebesar Rp. 252.017.450,- yang ditimbulkan dari aktivitas investasi dan pendanaan/ keuangan yang jumlahnya nihil.