BAB 3 METODE PENELITIAN
3.4 Analisis dan Pembahasan
Tabel 3.1 Kebutuhan Data
No Kategori Data Sumber
1. Umum
Data jumlah penduduk BPS
Perkembangan jumlah kendaraan BPS
Jenis Kendaraan Dishub, Samsat,
Dispenda
Jenis jalan BPS, Dishub, PU
2. Transportasi
Jumlah Kendaraan Dinas Perhubungan
Dinas Pendapatan Kepadatan Jalan tiap jenis jalan Dishub
Jumlah SPBU Pertamina, survey
Data Penjualan Bahan Bakar SPBU SPBU, Pertamina, survey Data trayek kendaraan umum Dinas Perhubungan Data Pasokan Bahan Bakar Industri SPBU, Pertamina,
survey
3. Industri
Jumlah Industri Dinas Perindustrian
Jenis Industri Dinas Perindustrian
Kapasitas Produksi Survey, Dinas
Perindustrian Konsumsi Bahan Bakar SPBU, Pertamina
4. Peta Peta RTRW Bappeda
Peta Jalan PU
3.4. Analisis dan Pembahasan
Kegiatan analisis yang dilakukan yaitu : 1. Menghitung emisi CO2
2. Menentukan nilai FES
3. Aplikasi FES di sektor transportasi dan industri 4. Pemetaan menggunakan AutoCAD
5. Menganalisis aspek teknis dan ekonomi
6. Pembahasan mencakup tentang keseluruhan data yang sudah didapat dan analisisnya. Hasil penelitian berupa data hasil perhitungan emisi menggunakan faktor emisi default dan perbandingan dengan perhitungan carbon footprint yang didapatkan. Untuk menentukan faktor emisi spesifik, dilakukan perhitungan manual emisi CO2 ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik yang dianalisis secara jelas dan terperinci. Sedangkan untuk hasil pemetaannya ditampilkan dalam bentuk gambar peta penyebaran emisi CO2. Pembahasan juga berisi
36
tentang penelitian sebelumnya atau penelitian lain dan dibandingkan dengan penelitian yang telah dilakukan. Perbandingan tersebut dianalisis apakah yang menyebabkan terjadi perbedaan atau persamaan terhadap hasil penelitian.
3.4.1. Perhitungan Emisi CO2
Perhitungan IPCC ini dilakukan setelah keseluruhan data terkait kegiatan dan konsumsi bahan bakar telah dilakukan. Perhitungan mengacu pada IPCC dan KLH dengan mengalikan faktor emisi dengan data aktivitas. Perhitungan emisi menggunakan 3 alternatif dari sektor transportasi dan 1 alternatif dari sektor industri.
3.4.2. Perhitungan Faktor Emisi Spesifik (FES)
Persamaan untuk perhitungan FES didapatkan dari :
FES (ton CO2/satuan fisik) = Emisi Total (ton CO2)/satuan yang ingin ditentukan (jumlah kendaraan atau kapasitas produksi) ...3.3 Hasil tersebut merupakan nilai akhir yang akan digambarkan dalam bentuk tabel dengan variabel yang mendukung. Variabel tersebut yaitu jenis kendaraan, jenis bahan bakar dan jenis industri. Selain itu, faktor emisi spesifik juga bisa dalam bentuk unit bahan bakar dan energi. Untuk sektor transportasi ada 3 alternatif. Alternatif tersebut menggunakan pendekatan konsumsi bahan bakar, jumlah kendaraan, dan jenis jalan. Sedangkan untuk sektor industri dengan pendekatan konsumsi bahan bakar dan kapasitas produksi.
Alternatif untuk perhitungan emisi dan FES dari sektor transportasi ada 3 pendekatan. Pendekatan untuk perhitungan alternatif yaitu bahan bakar, jumlah kendaraan dan kepadatan jalan. Penjelasan masing-masing pendekatan alternatif sebagai berikut :
1. Pendekatan bahan bakar
Dari pendekatan bahan bakar diperlukan data konsumsi bahan bakar dan jumlah kendaraan. Data konsumsi bahan bakar ini digunakan untuk menentukan emisi CO2. Dikarenakan keterbatasan data terkait konsumsi tiap jenis bahan bakar maka menggunakan pendekatan SMP. Data jumlah kendaraan
37
digunakan sebagai pembagi untuk mengetahui berapa besar emisi yang dihasilkan dari tiap jenis kendaraan.
FES =
... 3.4 Dimana:
Emisi CO2 = emisi yang dihasilkan dari penggunaan bahan bakar Jumlah kendaraan = jumlah kendaraan berdasarkan jenis bahan bakar
2. Pendekatan Jumlah Kendaraan
Metode ini menggunakan data bahan bakar dan fraksi kendaraan. Faktor emisi dalam perhitungan ini dihitung dengan mengalikan faktor emisi dari Tabel 2.12 dengan densitas bahan bakar.
FES = Faktor Emisi x Densitas Bahan Bakar ... 3.5 Dimana :
Faktor Emisi = faktor emisi menurut penelitian Suhadi (2008) Densitas Bahan Bakar = Densitas bahan bakar yang dipakai
Setelah didapat menghitung fraksi kendaraan dengan membagi jumlah kendaraan (Ismayanti et al., 2011).
Fraksi Kendaraan =
... 3.6 Setelah didapat nilai fraksi maka dilanjutkan perhitungan emisi CO2. Perhitungan emisi ini dibedakan berdasarkan bahan bakar.
Emisi = total bahan bakar x emisi ... 3.7 Untuk mendapatkan emisi total maka harus dijumlah antara nilai emisi kendaraan bensin dan emisi kendaraan solar.
3. Pendekatan Jenis Jalan
Perhitungan untuk nilai FES berdasarkan kepadatan kendaraan dihitung dengan cara sebagai berikut:
Emisi GRK (g/jam) = Jumlah kendaraan (kendaraan/jam) x faktor emisi (g/kg BBM) x Panjang Jalan (km) ... 3.8 Sumber: Hidayatullah, 2011
38
Faktor emisi yang telah didapatkan akan dijadikan acuan untuk menghitung emisi CO2 di pengembangan wilayah sejenis. Sehingga secara merata dapat diketahui nilai emisi CO2 di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, laporan BUR dapat dibuat sehingga pemerintah Indonesia dapat menerima tambahan dana bantuan dari luar negeri. Penurunan GRK sebesar 26% dapat meningkat menjadi 41%.
3.4.3. Aplikasi FES
Aplikasi FES ini diterapkan untuk menghitung emisi dari sektor transportasi dan industri. Dari sektor transportasi dapat dihitung emisi tahun sebelum dan sesudah sesuai dengan data jumlah kendaraan yang didapat. Berdasarkan data dari BPS dan Dinas Perhubungan didapatkan data jumlah kendaraan tahun 2011 sampai 2013. Karena tahun data yang digunakan untuk perhitungan adalah tahun 2012 maka tahun 2012 digunakan sebagai tahun dasar FES. Untuk perhitungan tahun 2011 dan 2013 dihitung menggunakan FES sehingga diketahui tren emisi CO2 selama 3 tahun terakhir. Dari grafik tren tersebut dianalisis apakah terjadi kenaikan emisi atau tidak. Untuk sektor industri dihitung dengan menilai keseluruhan emisi karbon yang dihasilkan dari semua industri. Karena jumlah industri yang banyak maka dilakukan perhitungan sampel. Setelah itu, dari hasil FES sampel dapat dihitung untuk estimasi karbon di seluruh industri yang tersebar di seluruh kabupaten Banyuwangi.
3.4.4. Pemetaan Emisi Karbon
Software untuk melakukan pemetaan yaitu AutoCAD. AutoCAD yang digunakan adalah versi 2007. Pemetaan diakukan dengan memasukkan peta Kabupaten Banyuwangi dan pemberian klasifikasi disesuaikan dengan tingkat emisi CO2 yang sudah dihitung. Klasifikasi yang dimaksud adalah warna wilayah yang sesuaikan dengan emisi yang ada.
3.4.5. Analisis Aspek
Analisis aspek dilakukan dengan memberikan skenario pada masing-masing sektor. Skenario ini nantinya akan dibandingkan dan dianalisi lebih mendetail. Aspek yang akan dikaji yaitu aspek teknis dan ekonomi. Aspek teknis terkait dengan emisi dari skenario yang nanti akan dibandingkan hasil emisinya