V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Keterangan yang diberikan dalam bab ini, harus dibaca bersama-‐sama dengan laporan keuangan Perseroan pada tanggal 30 Juni 2014, 31 Desember 2013, 2012 dan 2011 beserta catatan atas laporan keuangan di dalamnya, yang terdapat pada bab XVII dalam Prospektus ini.
Laporan keuangan Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro dan Handayani (Member of Grant Thornton International Ltd) (yang ditandatangani oleh Hanna P. Handayani, CPA) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro dan Handayani (Member of Grant Thornton International Ltd) melalui laporannya tertanggal 28 Oktober 2014. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2013 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro dan Handayani (Member of Grant Thornton International Ltd) (yang ditandatangani oleh Hanna P. Handayani, CPA) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gani Mulyadi dan Handayani (Member of Grant Thornton International Ltd) (yang ditandatangani oleh Hanna P. Handayani, CPA) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012 yang berlaku secara prospektif. Laporan keuangan pada tanggal 31 Desember 2011 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mulyamin Sensi Suryanto dan Lianny (yang ditandatangani oleh Yelly Warsono) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan 2 paragraf penjelasan mengenai audit atas saldo-‐saldo proforma laporan laba rugi komprehensif dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2011 yang disajikan dalam laporan keuangan untuk kemudahan pembaca dan untuk tujuan komparatif dan penyajian laporan posisi keuangan tanggal 31 Mei 2011 (setelah kuasi-‐reorganisasi) untuk menyajikan posisi keuangan Perseroan setelah dampak penyesuaian kuasi-‐reorganisasi, serta penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011, baik secara prospektif maupun retrospektif.
5.1. UMUM
Perseroan merupakan Bank Umum Devisa yang berkantor pusat di Jakarta. Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan mengoperasikan 19 jaringan kantor yang seluruhnya terhubung secara on-‐line dan tersebar di sejumlah daerah yaitu Jakarta, Bandung, Bogor, Solo, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Pontianak. Fokus usaha Perseroan adalah di sektor komersial, mikro dan ritel. Di dalam strategi pengembangan jaringan kantornya, Perseroan memprioritaskan perluasan pangsa pasar pada segmen UMKM.
Faktor-‐faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha dan hasil usaha Perseroan
• Kondisi Perekonomian dan Kondisi Pasar di Indonesia
Perkembangan kondisi Perekonomian Indonesia dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan baik dari sisi pertumbuhan kredit, pertumbuhan DPK, maupun kemampuan Perseroan untuk menghasilkan laba. Di sisi lain, posisi Perseroan sebagai bank yang ingin menggarap sektor agribisnis, maka secara khusus perkembangan sektor agribisnis akan memiliki dampak yang lebih besar kepada Perseroan. Sesuai dengan skala usaha Perseroan pada saat ini, maka kemampuan untuk memahami dan melayani segmen usaha yang menjadi target bisnisnya, akan berpengaruh juga pada kinerja Perseroan.
Langkah yang ditempuh Perseroan dalam mengembangkan layanan pemberian kredit kepada para pelaku sector agribisnis adalah meningkatkan pemahaman terhadap siklus usaha peternakan ayam, pemahaman terhadap teknis kegiatan peternakan ayam secara lebih rinci sehingga dapat memahami risiko-‐risiko yang mungkin timbul dari kegiatan tersebut. Atas dasar pemahaman tersebut, Perseroan mengembangkan credit scoring system untuk dapat menilai tingkat risiko yang akan dihadapi oleh Perseroan atas permohonan kredit yang diajukan oleh masing-‐masing individu peternak ayam.
• Kemampuan untuk Mendapatkan Pendanaan
Strategi usaha Perseroan untuk mendapatkan pendanaan didukung oleh kekuatan sumber daya manusia Perseroan dalam memahami kebutuhan nasabah dan kemampuan untuk memberikan pelayanan secara lebih dekat. Menyadari akan kondisi masih terbatasnya jumlah jaringan kantor dan terbatasnya variasi produk simpanan dana nasabah serta terbatasnya jaringan delivery channel, maka Perseroan mengembangkan kompetensi para individu karyawan yang secara langsung memasarkan produk simpanan dana nasabah dalam memahami kebutuhan spesifik masing-‐masing individu nasabah penyimpan dana. Disadari bahwa kedekatan karyawan Perseroan dengan para nasabahnya serta kecepatan dalam menanggapi setiap kebutuhan nasabah akan mampu mengatasi kendala keterbatasan jaringan kantor dan variasi produk.
Penetapan suku bunga yang akan diberikan kepada nasabah didasarkan kepada keputusan rapat ALCO, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan rata-‐rata suku bunga yang ditawarkan oleh pasar serta pesaing terdekat (peer group). Kemampuan Perseroan untuk mendapatkan pendanaan dengan harga yang menarik dan bersaing terbukti dari meningkatnya DPK dari tahun ke tahun. Berikut adalah perkembangan kegiatan penghimpunan dana Perseroan dari tahun 2009 sampai dengan 30 Juni 2014:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 Desember
2014 2013 2012 2011 2010 2009 Giro 203.306 167.337 137.992 101.213 153.920 192.932 Tabungan 161.174 144.157 19.926 15.517 15.375 9.408 Deposito 2.230.441 1.747.081 751.662 427.916 307.567 187.251 Total 2.594.921 2.058.575 909.580 544.646 476.862 389.591
• Perubahan Perilaku Konsumen
Secara umum, Perseroan melihat penekanan pelayanan nasabahnya sebagai berikut:
a. Kebutuhan akan pelayanan
Perseroan memahami bahwa nasabah peka terhadap kualitas pelayanan yang diberikan sehingga upaya untuk senantiasa menjaga kualitas pelayanan kepada nasabah menjadi prioritas utama. Bagi nasabah yang mengutamakan pelayanan, maka hal terpenting yang diberikan kepada para nasabah dalam melakukan transaksi perbankan sehari-‐hari adalah kenyamanan, keamanan dan kemudahan. Kenyamanan layanan perbankan Perseroan diwujudkan dalam bentuk kondisi dan suasana kantor yang nyaman, petugas yang ramah dan bersahabat. Sedangkan dalam hal keamanan dana nasabah, Perseroan memberikan jaminan keamanan simpanan nasabah melalui program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Lokasi kantor yang strategis juga memudahkan nasabah untuk mendapatkan layanan perbankan.
b. Kebutuhan akan imbal hasil
Selain kebutuhan akan pelayanan, nasabah juga mengharapkan adanya imbal hasil yang bersaing atas penempatan dananya pada Perseroan sehingga penetapan tingkat suku bunga yang kompetitif juga menjadi prioritas. Perseroan meyakini bahwa produk-‐produk simpanan yang disediakan Perseroan dapat bersaing dan sejauh ini terus bertumbuh sehingga menunjukkan adanya kepuasan dan kepercayaan nasabah yang tinggi kepada Perseroan dan produk-‐produknya.
• Pengembangan produk baru
Pengembangan dan penambahan produk baru baik dari sisi pendanaan, perkreditan maupun jasa-‐jasa bank lainnya, akan terus dilakukan oleh Perseroan guna mendorong pertumbuhan usaha dan pendapatan. Pengembangan produk-‐produk serta jasa tersebut tentunya juga harus sejalan dengan tren kebutuhan nasabah serta diimbangi dengan peningkatan delivery-‐system baik yang bersifat konvensional berupa penambahan kantor-‐kantor cabang, maupun penambahan dan pengembangan Electronic Delivery System Channel.
5.2. ANALISA KEUANGAN
5.2.1. Analisa laporan laba rugi komprehensif
Tabel berikut merupakan ikhtisar laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dan 2013, dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, 2012 dan 2011:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Periode 6 (enam) bulan yang
berakhir 30 Juni Tahun yang berakhir 31 Desember 2014 2013 2013 2012 2011 Pendapatan dan Beban Operasional
Pendapatan bunga 143.109 64.537 160.302 75.862 63.468
Beban bunga (106.748) (33.127) (97.334) (42.129) (22.693)
Pendapatan Bunga -‐ bersih 36.361 31.410 62.968 33.733 40.775
Pendapatan Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 1.096 677 1.381 695 1.159 Pemulihan (pembentukan) cadangan kerugian
penurunan nilai aset keuangan (163) 953 461 2.561 4.866 Keuntungan kurs mata uang asing 8.100 1.549 26.451 1.670 397
Lainnya 2.240 1.202 2.535 2.968 6.920
Jumlah pendapatan lainnya 11.273 4.381 30.828 7.894 13.342
Beban Lainnya
Beban umum dan administrasi 16.479 11.194 26.056 17.843 18.792 Beban tenaga kerja dan tunjangan 20.741 17.079 39.315 16.339 25.475 Cadangan kerugian penurunan nilai aset
keuangan -‐ -‐ -‐ -‐ 712
Kerugian kurs mata uang asing 5.135 1.173 12.984 1.060 78
Beban lain-‐lain 1.128 300 1.045 948 504
Jumlah beban lainnya 43.483 29.746 79.400 36.190 45.561
Laba operasional 4.151 6.045 14.396 5.437 8.556 Pendapatan (beban) non operasional -‐ bersih - - -‐ -‐ -‐ Laba sebelum manfaat (beban) Pajak 4.151 6.045 14.396 5.437 8.556
Manfaat (beban) pajak
Kini (927) (2.077) (5.484) -‐ -‐
Tangguhan (1.080) 2.936 3.717 133 32
Laba tahun berjalan 2.144 6.904 12.629 5.570 8.588 Laba komprehensif lain - - -‐ -‐ -‐ Total laba komprehensif 2.144 6.904 12.629 5.570 8.588
5.2.2.1. Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga terutama diperoleh dari kegiatan penempatan dana Perseroan dalam bentuk kredit. Perseroan juga menerima pendapatan bunga dari penempatan pada Bank Indonesia, efek-‐efek dan Giro pada Bank Indonesia dan bank lain.
Tabel berikut merupakan pendapatan bunga Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dan 2013, dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, 2012 dan 2011:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Periode 6 (enam) bulan yang
berakhir 30 Juni Tahun yang berakhir 31 Desember 2014 2013 2013 2012 2011
Kredit 120.975 59.823 138.846 61.253 51.944
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 14.213 2.663 15.010 12.666 7.902
Efek-‐efek 7.364 1.682 5.326 1.642 3.467
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain 557 369 1.120 301 155
Total Pendapatan Bunga 143.109 64.537 160.302 75.862 63.468
Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dibandingkan dengan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013
Pendapatan bunga untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 meningkat sebesar Rp78.752 juta atau 122,37% menjadi Rp143.109 juta dari Rp64.357 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan bunga kredit sebesar Rp61.152 juta atau 102,22% dari Rp59.823 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir tanggal 30 Juni 2013 menjadi Rp120.975 juta pada periode yang sama tahun 2014. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah pinjaman yang diberikan kepada debitur. Kontribusi pendapatan bunga dari kredit terhadap total pendapatan bunga untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2014 dan 2013 masing-‐masing adalah sebesar 84,53% dan 92,95%.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain juga meningkat cukup signifikan, yaitu dari Rp2.663 juta untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2013 menjadi Rp14.213 juta untuk periode yang sama di tahun 2014 atau meningkat sebesar Rp11.550 juta atau 433,72%. Efek-‐efek juga mengalami peningkatan sebesar Rp5.682 juta atau 337,81%.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
Pendapatan bunga pada tahun 2013 meningkat sebesar Rp84.440 juta atau sebesar 111,31% menjadi Rp160.302 juta dari Rp75.862 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar diperoleh dari bunga atas kredit yang diberikan sepanjang tahun 2013 dengan peningkatan sebesar Rp77.593 juta menjadi Rp138.846 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp61.253 juta. Peningkatan pendapatan bunga atas pinjaman yang diberikan seiring dengan peningkatan jumlah pinjaman yang diberikan kepada para debitur. Saldo kredit yang diberikan -‐ bersih per tanggal 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp1.758.224 juta, meningkat 120,62% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp796.949 juta.
Disamping peningkatan pada kredit, penempatan pada efek-‐efek juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak Rp3.684 juta atau 224,36% dari pada tahun 2012 sebesar Rp1.642 juta menjadi Rp5.326 juta pada tahun 2013. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain juga mengalami peningkatan sebesar Rp2.344 juta pada tahun 2013 dari sebesar Rp12.666 juta menjadi Rp15.010 juta. Demikian halnya pada Giro pada Bank Indonesia dan bank lain yang juga mengalami peningkatan sebesar Rp 819 juta atau 272,09% menjadi Rp1.120 juta pada tahun 2013.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Pendapatan bunga pada tahun 2012 meningkat sebesar Rp12.394 juta atau sebesar 19,53% menjadi Rp75.862 juta dari Rp63.468 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar diperoleh dari bunga atas kredit yang diberikan sepanjang tahun 2012 dengan peningkatan sebesar Rp9.309 juta menjadi Rp61.253 juta pada tahun 2012 dari tahun sebelumnya sebesar Rp51.944 juta. Peningkatan pendapatan bunga atas pinjaman yang diberikan seiring dengan peningkatan jumlah pinjaman yang diberikan kepada para debitur. Saldo kredit yang diberikan -‐ bersih per tanggal 31 Desember 2012
adalah sebesar Rp796.949 juta, meningkat 90,65% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp418.024 juta.
5.2.2.2. Beban Bunga
Beban bunga terutama timbul dari bunga atas deposito berjangka di samping beban bunga yang berasal dari jasa simpanan nasabah, premi penjaminan Pemerintah, simpanan dari bank lain, dan liabilitas sewa pembiayaan.
Tabel berikut merupakan beban bunga Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dan 2013, dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, 2012 dan 2011:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Periode 6 (enam) bulan yang
berakhir 30 Juni Tahun yang berakhir 31 Desember 2014 2013 2013 2012 2011
Simpanan nasabah 105.404 31.734 94.350 39.810 20.824
Premi penjaminan Pemerintah 1.263 930 2.472 1.489 851
Simpanan dari bank lain 81 456 505 720 813
Liabilitas sewa pembiayaan -‐ 7 7 110 205
Total Beban Bunga 106.748 33.127 97.334 42.129 22.693
Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dibandingkan dengan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013
Beban bunga untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 meningkat sebesar Rp73.621 juta atau sebesar 222,24% menjadi Rp106.748 juta dari Rp33.127 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan pada beban bunga terutama disebabkan oleh meningkatnya simpanan nasabah sebesar Rp73.670 juta atau sebesar 232,15% dari Rp31.734 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi Rp105.404 juta pada periode yang sama tahun 2014.
Peningkatan pada beban bunga juga disebabkan oleh peningkatan pada premi penjaminan Pemerintah sebesar Rp333 juta atau 35,81% dari Rp930 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi Rp1.263 juta pada periode yang sama tahun 2014.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
Beban bunga pada tahun 2013 meningkat sebesar Rp55.205 juta atau 131,04% menjadi Rp97.334 juta dari Rp42.129 juta pada tahun 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban bunga atas simpanan nasabah sebesar Rp54.540 juta atau sebesar 137% dari Rp39.810 juta pada tahun 2012 menjadi Rp94.350 juta pada tahun 2013. Beban bunga simpanan nasabah pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 memberikan kontribusi masing-‐masing sebesar 96,93% dan 94,50% terhadap total beban bunga.
Beban bunga atas premi penjaminan Pemerintah juga mengalami peningkatan sebesar 66,02% atau sebesar Rp983 juta dari Rp1.489 juta pada tahun 2012 menjadi Rp2.472 juta.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Beban bunga meningkat pada tahun 2012 sebesar Rp19.436 juta atau 85,65% menjadi Rp42.129 juta dari Rp22.693 juta pada tahun 2011. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban bunga atas simpanan nasabah sebesar Rp18.986 juta atau 91,17%, sebagai akibat dari kenaikan saldo simpanan nasabah. Beban bunga simpanan nasabah pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 memberikan kontribusi masing-‐masing sebesar 94,50% dan 91,76% terhadap total beban bunga.
5.2.2.3. Pendapatan Bunga -‐ bersih
Pendapatan bunga bersih adalah selisih antara pendapatan bunga dan beban bunga.
Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dibandingkan dengan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013
Kenaikan pendapatan bunga melebihi kenaikan pada beban bunga, sehingga pendapatan bunga bersih selama periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 meningkat sebesar Rp4.951 juta atau 15,76% menjadi sebesar Rp36.361 juta dari sebesar Rp31.410 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, dan rasio marjin bunga bersih mengalami penurunan dari 4,58% pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi 3,08% pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
Kenaikan pendapatan bunga melebihi kenaikan pada beban bunga, sehingga pendapatan bunga bersih selama tahun 2013 meningkat sebesar Rp29.235 juta atau 86,67% menjadi sebesar Rp62.968 juta dari sebesar Rp33.733 juta pada tahun 2012, dan rasio marjin bunga bersih meningkat dari 3,53% pada tahun 2012 menjadi 4,12% pada tahun 2013.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Pendapatan bunga bersih selama tahun 2012 mengalami penurunan sebesar Rp7.042 juta atau sebesar 17,27% menjadi sebesar Rp33.733 juta pada tahun 2012 dari sebelumnya sebesar Rp40.775 juta pada tahun 2011, dan rasio marjin bunga bersih menurun dari 5,96% pada tahun 2011 menjadi 3,53% pada tahun 2012. Penurunan ini disebabkan seiring dengan pertumbuhan DPK khususnya dana mahal yaitu deposito pada tanggal 31 Desember 2011.
Grafik Pertumbuhan Pendapatan Bunga dan Beban Bunga untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dan 2013 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, 2012 dan 2011
143.109 64.537 160.302 75.862 63.468 106.748 33.127 97.334 42.129 22.693
30 Juni 2014 30 Juni 2013 31 Desember
2013 31 Desember 2012 31 Desember 2011
Total Pendapatan Bunga Total Beban Bunga
Grafik Pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dan 2013 dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, 2012 dan 2011
36.361
31.410
62.968
33.733 40.775
30 Juni 2014 30 Juni 2013 31 Desember
2013 31 Desember 2012 31 Desember 2011 5.2.1.4. Pendapatan Lainnya
Tabel berikut merupakan pendapatan lainnya Perseroan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dan 2013, dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013, 2012 dan 2011:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Periode 6 (enam) bulan
yang berakhir 30 Juni Tahun yang berakhir 31 Desember 2014 2013 2013 2012 2011 Provisi dan komisi lainnya 1.096 677 1.381 695 1.159 Pemulihan (pembentukan) cadangan kerugian
penurunan nilai aset keuangan (163) 953 461 2.561 4.866 Keuntungan kurs mata uang asing 8.100 1.549 26.451 1.670 397
Lainnya 2.240 1.202 2.535 2.968 6.920
Jumlah pendapatan lainnya 11.273 4.381 30.828 7.894 13.342
Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dibandingkan dengan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013
Pendapatan lainnya Perseroan pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 meningkat sebesar Rp6.892 juta atau 157,32% menjadi sebesar Rp11.273 juta dari Rp4.381 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pada keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp6.551 juta atau 422,92% menjadi Rp8.100 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.549 juta. Peningkatan pada keuntungan kurs mata uang asing ini disebabkan oleh tingginya volume transaksi valuta asing.
Peningkatan pada pendapatan lainnya juga disebabkan oleh lainnya yang meningkat sebesar Rp1.038 juta atau 86,36% dari periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 sebesar Rp1.202 juta menjadi Rp2.240 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014. Hal ini disebabkan oleh penjualan aset tetap.
Provisi dan komisi lainnya juga meningkat sebesar Rp419 juta atau sebesar 61,89% dari periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 sebesar Rp677 juta menjadi Rp1.096 juta pada periode yang sama tahun 2014. Peningkatan pada provisi dan komisi lainnya terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah kredit.
Sedangkan pada pemulihan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan dicatatkan menurun sebesar Rp1.116 juta atau 117,10% dari Rp953 pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi -‐Rp163 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014. Hal ini disebabkan karena eksposur atas data historis kredit di tahun 2013 menunjukkan NPL yang sangat rendah.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
Pendapatan lainnya Perseroan pada tahun 2013 meningkat sebesar Rp22.934 juta atau 290,52% menjadi sebesar Rp30.828 juta dari Rp7.894 juta pada tahun 2012. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pada keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp24.781 juta atau 1.483,89% menjadi Rp26.451 juta pada tahun 2013 dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.670 juta. Peningkatan pada keuntungan kurs mata uang asing ini disebabkan oleh tingginya volume transaksi valuta asing.
Peningkatan pada pendapatan lain juga disebabkan oleh peningkatan pada provisi dan komisi lainnya sebesar Rp686 juta atau 98,71% dari tahun 2012 sebesar Rp695 juta menjadi Rp1.381 juta pada tahun 2013. Peningkatan pada provisi dan komisi lainnya terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah kredit.
Sedangkan pada pemulihan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan dicatatkan menurun sebesar Rp2.100 juta atau 82% dari Rp2.561 pada tahun 2012 menjadi Rp461 juta pada tahun 2013. Hal ini disebabkan karena eksposur atas data historis kredit di tahun 2013 menunjukkan NPL yang sangat rendah.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Pendapatan Lainnya Perseroan pada tahun 2012 menurun sebesar Rp5.448 juta atau 40,83% menjadi sebesar Rp7.894 juta dari Rp13.342 juta pada tahun 2011. Penurunan ini terutama disebabkan oleh koreksi atas cadangan kredit atau PPAP.
Keuntungan kurs mata uang asing meningkat sebesar Rp1.273 juta atau 320,65% dari tahun sebelumnya sebesar Rp397 juta menjadi Rp1.670 juta pada tahun 2012. Sedangkan provisi dan komisi lainnya menurun sebesar Rp464 juta atau 40,03% dari Rp1.159 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp695 juta pada tahun 2012. Pemulihan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan juga mengalami penurunan dari tahun 2011 sebesar Rp4.866 juta menjadi Rp2.561 juta pada tahun 2012 dengan penurunan sebesar Rp2.305 juta atau 47,37%. Hal ini disebabkan oleh eksposur atas data historis kredit di tahun 2013 menunjukkan NPL yang sangat rendah.
5.2.1.5. Beban Lainnya
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Periode 6 (enam) bulan yang
berakhir 30 Juni Tahun yang berakhir 31 Desember 2014 2013 2013 2012 2011 Beban umum dan administrasi 16.479 11.194 26.056 17.843 18.792 Beban tenaga kerja dan tunjangan 20.741 17.079 39.315 16.339 25.475 Cadangan kerugian penurunan nilai
aset keuangan -‐ -‐ -‐ -‐ 712
Kerugian kurs mata uang asing 5.135 1.173 12.984 1.060 78
Beban lain-‐lain 1.128 300 1.045 948 504
Jumlah beban lainnya 43.483 29.746 79.400 36.190 45.561
Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dibandingkan dengan periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013
Beban lainnya meningkat sebesar Rp13.737 juta atau 46,18% dari Rp29.746 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi Rp43.483 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014. Peningkatan ini terutama disebabkan karena meningkatnya beban umum dan administrasi dari Rp11.194 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi Rp16.479 juta
pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014 yang meningkat sebesar Rp5.285 juta atau 47,21%. Peningkatan pada beban umum dan administrasi disebabkan oleh adanya ekspansi pembukaan kantor cabang dan peningkatan status kantor.
Peningkatan pada beban lainnya juga disebabkan oleh meningkatnya kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp3.962 juta atau 337,77% dari Rp1.173 pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi Rp5.135 pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014. Peningkatan kerugian pada kurs mata uang asing ini disebabkan oleh tingginya volume transaksi valuta asing.
Beban tenaga kerja dan tunjangan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp3.662 juta atau 21,44% dari periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 sebesar Rp17.079 menjadi Rp20.741 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014. Peningkatan pada beban tenaga kerja dan tunjangan terutama disebabkan oleh meningkatnya gaji, upah dan tunjangan pensiun seiring dengan peningkatan jumlah karyawan dan pembukaan beberapa kantor baru.
Beban lain-‐lain juga meningkat sebesar Rp828 juta atau sebesar 276% dari Rp300 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2013 menjadi Rp1.128 juta pada periode 6 (enam) bulan yang berakhir 30 Juni 2014. Hal ini terutama disebabkan oleh meningkatnya volume kegiatan operasional Perseroan, seperti biaya administrasi ATM, kiriman uang, baik lokal maupun luar negeri dan pembayaran denda pajak pada tahun berjalan sebesar Rp352 juta.
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
Beban lainnya meningkat sebesar Rp43.210 juta atau 119,40% dari Rp36.190 juta pada tahun 2012 menjadi Rp79.400 juta pada tahun 2013. Peningkatan ini terutama disebabkan karena meningkatnya beban tenaga kerja dan tunjangan dari Rp16.339 juta pada tahun 2012 menjadi Rp39.315 juta pada