• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODOLOG

3.3. Tahapan Penelitian

3.3.4. Analisis dan Sintesis Data

Konsep Garden City Buitenzorg dianalisis dengan melakukan penilaian untuk melestarikan kawasan sejarah, yaitu dengan mengevaluasi perubahan dan menilai visual lanskap sejarah terhadap zona (rings) yang sudah diidentifikasi berdasarkan kriteria Garden City (Howard, 1898).

(1) Evaluasi Perubahan Konsep Garden City Buitenzorg pada Kota Bogor Saat Ini

Penilaian untuk mengevaluasi perubahan Garden City Buitenzorg dilakukan berdasarkan tiga aspek penting dalam lanskap sejarah, yaitu tingkat keaslian (originality), fungsi struktur dan elemen, serta keunikan (uniqueness) (Harris dan Dines, 1988; Goodchild, 1990). Penilaian ini dilakukan dengan mengikutsertakan ahli (expert) yang mengetahui kesejarahan Buitenzorg (Tabel 6). Kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian terhadap ketiga aspek

Keterangan: Boulevard Jalur KA Zona II Zona III Zona IV Zona V Zona I

32

tersebut disajikan pada Tabel 7 dan 8. Skor penilaian pada masing-masing kriteria dijumlahkan untuk mendapatkan skor rata-rata.

Tabel 6. Responden Penilaian Terhadap Konsep Garden CityBuitenzorg.

No. Nama Responden Bidang Ahli Instansi

1. Arsitek Pemerintahan Daerah

(Pemda)

2. Agustiawarman Arsitek Kontraktor/Kerukunan Warga

Bogor (KWB)

3. Rachmat Iskandar Sejarah dan

Arsitek

Staf Museum

Kebudayaan/Perjuangan

4. Sjamsudin Pariwisata Pensiun

5. Ahmad Muhlif Antropologi Staf Dinas Kebudayaan dan

Parawisata

6. Abdul Manan Budayawan Swasta

7. Sambas Bratasondjaja Sosial dan Budaya Pensiun Pemerintahan

Daerah (Pemda) Kota Bogor

8. Ibu Saleh Danasasmita Masyarakat Lama

Hasil penilaian tersebut menghasilkan peta originality dan fungsi, serta peta keunikan yang menampilkan nilai-nilai skor dengan skala (Goodchild, 1990):

Skor 1 = tidak original (mengalami perubahan secara total).

Skor 2 = kurang original (mengalami banyak perubahan, namun di beberapa lokasi masih dipertahankan).

Skor 3 = original (mengalami sedikit perubahan). Skor 4 = sangat original (tidak mengalami perubahan).

(2) Analisis Visual Konsep Garden City Saat Ini

Dalam Historic Landscape Assessment (HLA) yang dikembangkan oleh Dyson, Bruce, dan Hons (2003), penilaian kesejarahan suatu lanskap dievaluasi berdasarkan tipe karakter lanskap sejarah. Selain itu, untuk melakukan pelestarian terhadap lanskap bersejarah diperlukan evaluasi kualitas visual berdasarkan gaya sejarah tertentu, yaitu melalui metode Scenic Beauty Estimation (SBE) (Daniel dan Boster, 1976). Sehingga, analisis visual konsep Garden City Buitenzorg yang dilakukan dalam penelitian ini dinilai berdasarkan dua aspek penting dalam sumberdaya visual, yaitu karakter visual dan kualitas visual (ASLA, 1979).

33

Tabel 7. Kriteria untuk Penilaian Keaslian (Originality) dan Fungsi Konsep Garden CityBuitenzorg.

No. Kriteria

Garden City Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4

1. Luasan Luasan berubah >75% Luasan berubah 51-75% Luasan berubah 25-50% Luasan tetap atau berubah

<25% 2. Pola Distrik Karakter, struktur, elemen,

dan fungsi kota berubah total.

 Karakter

 Struktur

 Elemen

 Fungsi

Apabila tiga dari empat peubah tersebut mengalami perubahan.  Karakter  Struktur  Elemen  Fungsi

Apabila satu atau dua dari empat peubah tersebut mengalami perubahan.

Karakter, struktur, elemen, dan fungsi kota seperti kondisi awal.

3. Sistem Ruang Terbuka

 Tidak memiliki ruang terbuka.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi ruang terbuka berubah total.

 Memiliki ruang terbuka dalam jumlah yang sedikit.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi ruang terbuka mengalami sedikit perubahan.

 Memiliki ruang terbuka dalam jumlah yang sedikit.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi ruang terbuka tidak mengalami perubahan.

 Memiliki ruang terbuka seperti kondisi awal.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi ruang terbuka tidak mengalami perubahan.

4. Sistem Jalur Hijau atau Permanent Belt

 Tidak memiliki jalur hijau atau permanent belt.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi jalur hijau atau permanent belt berubah total.

 Memiliki jalur hijau atau permanent belt dalam jumlah yang sedikit.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi jalur hijau atau permanent belt mengalami sedikit perubahan.

 Memiliki jalur hijau atau permanent belt dalam jumlah yang sedikit.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi jalur hijau atau permanent belt tidak mengalami perubahan.

 Memiliki jalur hijau atau permanent belt seperti kondisi awal.

 Karakter, struktur, elemen, dan fungsi jalur hijau atau permanent belt tidak mengalami perubahan.

Keterangan: skor 1 = tidak original, skor 2 = kurang original, skor 3 = original, dan skor 4 = sangat original. Sumber: Modifikasi Howard (1898), Harris dan Dines (1988), dan Goodchild (1990).

34

Tabel 8. Kriteria untuk Penilaian Keunikan(Uniqueness) Konsep Garden CityBuitenzorg. No. Kriteria

Keunikan Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4

1. Asosiasi Kesejarahan (Historical Associations)

 Tidak mengadopsi atau hilangnya konsep Garden City.

 Tidak memiliki hubungan kesejarahan.

 Konsep Garden City dipertahankan.

 Tidak memiliki hubungan kesejarahan.

 Konsep Garden City dipertahankan.

 Memiliki hubungan kesejarahan yang lemah.

 Konsep Garden City dipertahankan.

 Memiliki hubungan kesejarahan yang kuat.

2. Keragaman yang berbeda dari kebiasaan

Karakter, struktur,

elemen, dan nilai sejarah bersifat umum.

 Karakter, struktur, dan elemen bersifat umum.

 Jumlahnya sedikit.

 Nilai sejarah sudah mulai pudar.

 Karakter, struktur, dan elemen sangat khas serta berbeda dari yang lain.

 Jumlahnya sedikit.

 Nilai sejarah masih kuat.

 Karakter, struktur, dan elemen sangat khas serta berbeda dari yang lain.

 Jumlahnya banyak.

 Nilai sejarah sangat kuat.

3. Integritas (Integrity)

 Karakter, struktur, dan elemen tidak menyatu dan harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

 Kondisi kota berubah total dari konsep awal.

 Karakter, struktur, dan elemen tidak menyatu dan harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

 Kondisi kota mengalami sedikit perubahan dari konsep awal.

 Karakter, struktur, dan elemen menyatu dan harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

 Kondisi kota mengalami sedikit perubahan dari konsep awal.

 Karakter, struktur, dan elemen menyatu dan harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

 Kondisi kota tidak mengalami perubahan dari konsep awal. Keterangan: skor 1 = tidak original, skor 2 = kurang original, skor 3 = original, dan skor 4 = sangat original.

37

Tabel 9. Kriteria untuk Penilaian Karakter Visual Konsep Garden City Buitenzorg.

No.

Atribut Visual Karakter

Aspek Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4

1.

Pola Elemen

Visual

Form

Terdapat banyak kelompok visual atau bentuk visual diantara komponen lanskap

kotayang mengganggu atau

merusak visual Garden City.

 Terdapat sedikit kelompok visual atau bentuk visual diantara komponen lanskap kotayang mengganggu atau merusak visual Garden City.

 Lingkungan sekitarnya tidak mendukung.

 Terdapat sedikit kelompok visual atau bentuk visual diantara komponen lanskap kotayang mengganggu atau merusak visual Garden City.

 Lingkungan sekitarnya mendukung.

 Kelompok visual atau bentuk visual Garden City mudah diidentifikasi diantara komponen lanskap kota.

 Terlihat harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

Line

Terdapat banyak garis yang dihadirkan oleh edges suatu objek atau bagian objek yang mengganggu atau merusak pola Garden City secara visual.

 Terdapat sedikit garis yang dihadirkan oleh edges

suatu objek atau bagian objek yang mengganggu atau merusak pola Garden City secara visual.

 Lingkungan sekitarnya tidak mendukung.

 Terdapat sedikit garis yang dihadirkan oleh edges

suatu objek atau bagian objek yang mengganggu atau merusak pola Garden City secara visual.

 Lingkungan sekitarnya mendukung.

 Pola garis diantara komponen lanskap kota mudah diidentifikasi dan tidak merusak pola Garden City secara visual.

 Terlihat harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

Color

Terdapat banyak warna dalam komponen lanskap kota yang mengganggu atau merusak visual Garden City.

 Terdapat sedikit warna dalam komponen lanskap kota yang mengganggu atau merusak visual

Garden City.

 Lingkungan sekitarnya tidak mendukung.

 Terdapat sedikit warna dalam komponen lanskap kota yang mengganggu atau merusak visual

Garden City.

 Lingkungan sekitarnya mendukung.

Semua komponen lanskap kota memiliki warna yang menciptakan keharomisan dengan visual Garden City.

38 Tabel 9. Lanjutan. No. Atribut Visual Karakter

Aspek Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4

2.

Pola Karakter

Visual

Dominance

Tidak ada visual lanskap kota yang mendominasi komponen Garden City.

Sedikit sekali visual lanskap kota yang mendominasi komponen Garden City.

 Terdapat beberapa visual lanskap kota

mendominasi yang komponen Garden City.

 Memiliki setting yang cukup kontras.

 Semua visual lanskap kota mendominasi komponen Garden City.

 Memiliki setting yang kontras.

Scale

Terdapat banyak komponen lanskap kota yang

menggangu atau merusak visual Garden City dengan ukuran yang besar.

Terdapat banyak komponen lanskap kota berukuran kecil yang menggangu atau merusak visual Garden City.

Terdapat banyak komponen lanskap kota berukuran kecil yang tidak terlalu menggangu atau tidak terlalu merusak visual

Garden City.

 Komponen lanskap kota memiliki ukuran yang sesuai dengan Garden City.  Menciptakan keharmonisan dengan lingkungan sekitarnya. Diversity  Semua komponen

lanskap kota tidak memiliki jumlah, keragaman, dan pola yang sesuai dengan

Garden City.

 Terlihat monoton.

Sedikit sekali komponen lanskap kota yang memiliki jumlah, keragaman, dan polayang sesuai dengan

Garden City.

 Terdapat beberapa komponen lanskap kota yang memiliki jumlah, keragaman, dan pola yang sesuai dengan

Garden City.

 Terlihat harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

 Semua komponen

lanskap kota memiliki jumlah, keragaman, dan pola yang sesuai dengan visual Garden City.

 Terlihat harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

Continuity

Aliran pola elemen dan hubungan visual kota tidak diketahui.

 Aliran pola elemen dan hubungan visual kota terputus-putus.

 Tidak dapat dikelola diantara hubungan komponen Garden City.

 Aliran pola elemen dan hubungan visual kota terputus-putus.

 Dapat dikelola diantara hubungan komponen

Garden City.

 Aliran pola elemen kota tidak terganggu.

 Memiliki hubungan pengelolaan visual yang baik diantara komponen

Garden City.

Keterangan: skor 1 = tidak original, skor 2 = kurang original, skor 3 = original, dan skor 4 = sangat original. Sumber: Modifikasi Howard (1898), ASLA (1979), dan Setiawaty (2006).

Tabel 10. Kriteria Responden Penilaian SBE.

No. Responden Instansi Lama Tinggal (Tahun)

Jumlah (Orang)

1. Pemerintah Dinas Kebudayaan dan

Parawisata

25-50 1

>50 1

Museum Perjuangan 25-50 1

>50 1

2. Masyarakat Kerukunan Warga Bogor

(KWB)

25-50 1

>50 3

Masyarakat Kota Bogor <25 2

25-50 10

Daya Mahasiswa Sunda

(Damas) <25 11 Kampoeng Bogor 25-50 1 Satu Nama <25 2 25-50 2 Oerang Bogor (Obor) <25 4 25-50 1

Komunitas Peduli Kampung

Halaman (Kalam) <25 4

Total 45

Hasil perhitungan kualitas estetika (SBE) dikelompokkan ke dalam empat kategori kualitas, yaitu skor 1 (sangat rendah), skor 2 (rendah), skor 3 (tinggi), dan skor 4 (sangat tinggi). Pengelompokkan dilakukan dengan metode kuartil. Kuartil adalah nilai-nilai yang membagi segugus pengamatan menjadi empat bagian yang sama besar, yaitu masing-masing 25% (Walpole, 1990). Pada penelitian ini, yang dimaksud gugus adalah nilai SBE semua lanskap yang diurutkan dari yang terendah sampai tertinggi. Kualitas sangat tinggi adalah 25% gugus nilai SBE tertinggi, kualitas sedang adalah 25% gugus yang mempunyai nilai SBE sedang, kualitas rendah adalah 25% gugus yang mempunyai nilai SBE rendah, sedangkan kualitas sangat rendah adalah 25% gugus nilai SBE terendah. Hasil penilaian tersebut menghasilkan peta kualitas estetika.

(3) Analisis Persepsi, Pendapat, dan Keinginan Masyarakat Kota Bogor Ditegaskan oleh Harris dan Dines (1988) bahwa tindakan pelestarian lanskap sejarah tidak hanya memenuhi persyaratan keindahannya saja, tetapi juga persyaratan kultural dan teknologikal yang terdapat atau tersedia di kawasan yang akan dilestarikan. Maka, masyarakat yang menghuni kawasan bersejarah ini juga merupakan komponen utama untuk dipertimbangkan dalam setiap kegiatan perencanaan. Sehingga perlu diketahui persepsi dan pendapat masyarakat dan pemerintahan Kota Bogor terhadap Garden City Buitenzorg,

24

serta keinginan mereka melalui wawancara. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara berstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan sehingga pengumpulan data dapat lebih terarah kepada tujuan penelitian (Lampiran 6).

Teknik pengambilan sampel yang dilakukan kepada masyarakat Kota Bogor adalah menggunakan Teorema Limit Pusat (Agresti dan Finlay, 1999). Teorema ini menyatakan bahwa sebaran penarikan contoh bagi Y tetap menghampiri normal nila n≥30 akibat Teorema Limit Pusat. Sebaran penarikan contoh mempunyai bentuk semakin mendekati normal bila ukuran contoh n semakin besar. Teknik pengambilan sampel purposif (purposial sampling), yaitu sampel yang ditetapkan secara sengaja oleh peneliti (Faisal, 1989). Responden yang dipilih adalah pemerintahan dan masyarakat Kota Bogor sejumlah 60 orang (Tabel 11). Hasil wawancara tersebut dievaluasi dan dianalisis secara deskriptif melalui program Microsoft Office Excel 2003.

Tabel 11. Kriteria Responden Masyarakat Kota Bogor.

No. Responden Instansi Lama Tinggal (Tahun)

Jumlah (Orang)

1. Pemerintah Dinas Kebudayaan dan

Parawisata

25-50 1

>50 1

Museum Perjuangan 25-50 1

>50 1

2. Masyarakat Kerukunan Warga Bogor

(KWB)

25-50 1

>50 3

Masyarakat Kota Bogor

<25 3

25-50 11

>50 4

Daya Mahasiswa Sunda

(Damas) <25 15 Kampoeng Bogor 25-50 1 Satu Nama <25 2 25-50 3 Oerang Bogor (Obor) <25 7 25-50 1

Komunitas Peduli Kampung

Halaman (Kalam) <25 5

Total 60

Dokumen terkait