• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

H. Kemudahan Akses

V.1.2 Analisis Data A Kesederhanaan

Kesederhanaan berkaitan dengan prosedur atau tata cara pelayanan yang dilakukan secara mudah dan dapat dipahami serta dilaksanakan oleh masyarakat yang meminta pelayanan publik. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dilapangan, pelayanan pengurusan izin mendirikan bangunan tidak berbelit-belit karena telah ada standar operasional prosedur yang menjadi pedoman Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan dalam memproses permohonan perizinan dari mulai proses permohonan izin masuk sampai izin selesai atau aktivitas pelayanan dari awal sampai dengan akhir pemberian palayanan.

Masyarakat juga mengatakan bahwa mengurus surat izin mendirikan bangunan tidak serumit yang dibayangkan. Masyarakat cukup mendatangi Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan kemudian melengkapi berkas yang diminta, dimana keterangan mengenai persyaratan untuk mengurus izin dapat dilihat di poster yang ditempel di dingding atau menanyakan kepada petugas secara langsung sehingga masyarakat dapat melaksanakannya dengan mudah. Setelah itu masyarakat tinggal menunggu proses perizinan selesai dilakukan.

Jadi dapat dikatakan bahwa pelayanan izin mendirikan bangunan telah menerapkan unsur kesederhanaan karena tata cara pelayanan yang dilakukan telah memiliki standar operasional prosedur dan masyarakat dapat memahami dengan mudah proses perizianan mendirikan bangunan.

B. Kejelasan

Kejelasan berkaitan dengan adanya kepastian pelayanan IMB yang menyangkut persyaratan pengurusan izin, rincian biaya/tarif pelayanan serta tata cara pelayanan, dan kepada siapa harus menyampaikan keluhan apabila terjadi kesalahan atau ada sesuatu yang kurang memuaskan. Berdasarkan penyajian data diatas dapat diketahui bahwa masyarakat yang ingin mengajukan permohonan izin mendirikan bangunan harus mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi persyaratan yaitu persyaratan administrasi dan persyaratan teknis.

Dari hasil penelitian yang diperoleh dilapangan pada awalnya masyarakat tidak mengerti mengenai prosedur dalam mengurus IMB namun setelah dijelaskan oleh petugas yang bersangkutan atau melalui infomasi lain seperti poster dan komputer barulah masyarakat mengerti.

Selain itu, biaya atau retribusi izin mendirikan bangunan juga telah di informasikan dengan jelas kepada masyarakat. Hal ini dapat dilihat bahwa masyarakat tidak merasa keberatan atas biaya retribusikan yang dibebankan karena telah dijelaskan dengan rinci oleh bidang tata bangunan kepada masyarakat mengenal asal-muasal biaya retribusi tersebut dan perincian retribusi tersebut didasarkan bahwa peraturan wali kota sehingga masyarakat tidak perlu curiga.

Jadi dapat dikatakan bahwa pelayanan izin mendirikan bangunan telah menerapkan unsur kejelasan karena informasi mengenai persyaratan pengurusan izin, rincian biaya/tarif pelayanan serta tata cara pelayanan telah di informasikan dengan jelas oleh petugas kepada masyarakat sehingga dapat dipahami.

C. Kepastian Waktu

Kepastian waktu berkaitan dengan jangka penyelesaian pelayanan mulai dari masukkannya permohonan perizinan sampai dengan keluarnya izin tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan mengatakan bahwa untuk mengurus izin mendirikan bangunan membutuhkan waktu paling lama 14 – 16 hari tergantung pada luas bangunan yang dimohon oleh masyarakat. Akan tetapi berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat yang mengurus perizinan izin mendirikan bangunan mengatakan bahwa pengurusan izin mendirikan bangunan lewat dari 14 hari. Masyarakat mengatakan bahwa mereka menunggu 3 minggu bahkan hampir satu bulan untuk mengurus izin mendirikan bangunan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Thomas. ST selaku Kepala Bidang Pengukuran Dan Pemetaan dan Bapak Benny Iskandar ST, MT selaku Kepala Bidang Tata Ruang, menjelaskan bahwa keterlambatan dalam mengurus izin mendirikan bangunan merupakan akibat dari beberapa masyarakat tidak

melengkapi persyaratan dengan benar sehingga harus mengalami penundaan proses. Selain itu berdasarkan pengamatan peneliti, banyaknya permohonan masuk tidak sebanding dengan jumlah sumber daya yang dimiliki oleh Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan, termaksud dengan sarana dan jumlah pegawai yaitu 129 orang yang harus menangani 2938 permohonan izin mendirikan bangunan. Hal ini semakin diperparah jika pada bulan-bulan tertentu jumlah permohonan yang masuk meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Jadi dilihat dari segi waktu, pelayanan izin mendirikan bangunan yang dilakukan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan belum dapat dikatakan efektif karena masyarakat yang telah mengurus izin mengatakan bahwa penyelesaian IMB memakan waktu lebih dari 14 hari atau tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

D. Kepastian Hukum

Dari hasil wawancara dengan Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan bahwa pemberian izin mendirikan bangunan kepada masyarakat pada dasarnya adalah memberikan kepastian hukum mengenai bangunan yang akan dibangun oleh masyarakat sehingga ketika bangunan selesai dibangun sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menurut Bapak Drs. Ali Tohar, M.Si selaku Kepala Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang menjelaskan bahwa pemberian izin mendirikan bangunan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat atas bangunan yang dimilikinya sehingga tidak dapat diganggu gugat oleh orang lain. Oleh karena itu masyarakat diwajibkan untuk mematuhi segala peraturan yang ditentukan dalam izin tersebut. Jika masyarakat melanggarnya maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti teguran lisan, teguran tertulis, pengosongan bangunan hingga penggusuran bangunan.

Selain itu berdasarkan observasi atau pengamatan yang dilakukan peneliti selama dilapangan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan memiliki sarana dan

prasarana seperti mobil patroli dan peralatan yang digunakan dalam menertib bangunan yang tidak memiliki izin atau menyalahi izin yang telah diberikan.

Jadi dilihat dari segi kepastian hukum, pelayanan IMB sudah dapat dikatakan efektif karena telah meberikan kepastian hukum kepada masyarakat atas bangunan yang dimilikinya serta jaminan hukum dalam melaksanakan kegiatan pendirian bangunan di wilayah Kota Medan

E. Keterbukaan Dalam Pelayanan

Keterbukaan pelayanan berkaitan dengan proses pelayanan wajib diinformasikan secara terbuka, jujur dan terus terang sehingga diketahui serta dipahami oleh masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan mengatakan bahwa seluruh prosedur, rincian biaya retribusi izin mendirikan bangunan hingga alasan ditolaknya suatu permohonan di informasikan kepada masyarakat secara terbuka dan jujur. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pelayanan izin mendirikan bangunan baik secara langsung dengan bertanya dengan pegawai yang bersangkutan atau secara tidak langsung melalui komputer maupun poster yang terdapat di ruang tunggu.

Selain itu dalam hal rincian biaya yang harus dibayarkan masyarakat dalam mengurus izin mendirikan bangunan telah di informasikan oleh bidang tata bangunan dan rincian biaya tersebut sudah didasarkan pada ketentuan peraturan yang berlaku. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh masyarakat bahwa seluruh prosedur serta biaya yang berkaitan dengan izin mendirikan bangunan telah di informasikan dengan jelas serta tidak ditutup-tutupi.

Jadi dilihat dari segi keterbukaan dalam pelayanan, pelayanan IMB sudah dapat dikatakan efektif karena segala sesuatu yang berhubungan dengan pengurusan izin mendirikan bangunan telah diinformasikan secara terbuka, jujur dan terus terang sehingga diketahui serta dipahami oleh masyarakat baik yang diberitahu langsung oleh petugas maupun secara tidak langsung misalnya computer dan gambar yang terdapat diruang tunggu.

F. Tanggung Jawab

Dalam meyelanggaran pelayanan di bidang perizinan izin mendirikan bangunan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan haruslah berpedoman kepada peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan dalam melakukan tugasnya Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan berpedoman kepada peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 5 Tahun 2012 yang mengatur retribusi izin mendirikan bangunan. Peraturan inilah yang menjadi acuan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan untuk menetapkan rincian biaya retribusi yang harus dibayarkan masyarakat sehingga masyarakat tidak perlu kuatir ada tindak kecurangan dalam menentukan retribusi izin mendirikan bangunan.

Selain itu dalam hal penangan komplen atau keluhan yang bersal dari masyarakat dapat menghubungi petugas yang terdapat diloket dan seandai ternyata permasalahan tersebut tidak juga dapat diselesaikan atau masyarakat kurang puas maka keluhan atau komplen masyarakat akan diteruskan kepada bidang yang bersangkutan untuk ditemukan pemecahan masalahnya. Namun dalam hal jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengurus izin mendirikan bangunan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan belum dapat memberikan kepastian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurut masyarakat waktu yang dijanjikan yaitu 14 hari tidak ditepati karena waktu proses pengurusan izin mendirikan bangunan lebih dari 14 hari yakni 3 minggu hingga 1 bulan.

Jadi dilihat dari segi tanggung jawab, pelayanan IMB sudah dapat dikatakan efektif karena berpedoman kepada peraturan yang berlaku serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang memiliki keluhan atau komplen. Namun disisi lain, khususnya waktu penyelesaian proses izin mendirikan bangunan, belum bertanggung jawab karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni 14 hari karena beberapa masyarakat masih harus menunggu lewat dari waktu yang ditentukan.

G. Kelengkapan Sumber Daya

Ketersedianya sumber daya yang dimiliki Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan menentukan apakah pelayanan yang diberikan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan sudah efektif atau belum. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan mengatakan bahwa saat penelitian ini sedang dilakukan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan belum memiliki sumber daya yang memadai baik dari segi saran dan prasarana maupun jumlah pegawai yang dimiliki Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan.

Hal ini juga didukung oleh bapak Bapak Thomas. ST selaku Kepala Bidang Pengukuran Dan Pemetaan, Ibu Ir. Lisnidar selaku Kepala Bidang Tata Bangunan, dan Bapak Drs. Ali Tohar, M.Si selaku Kepala Bidang Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang. Pada bidang ini terjadi kekurangan sumber daya mulai dari keterbatasan transportasi, mesin cetak hingga mobil patrol sehigga menghambat pemberian pelayanan yang efektif kepada masyarakat.

Selain itu dari pantauan peneliti sendirikan melihat jumlah pegawai tidak sebanding dengan permohonan yang masuk tiap bulannya. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan belum mampu memberikan kepastian mengenai waktu yang diperlukan dalam pengurusan izin mendirikan bangunan.

Jadi dilihat dari segi ketersedian sumber daya yang dimiliki Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan , pelayanan IMB belum dapat dikatakan efektif karena masih terbatasnya sarana prasarana dan belum memadainya jumlah pegawai yang dimiliki Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan sehingga menghambat pemberian pelayanan yang efektif kepada masyarakat.

H. Kemudahan Akses

Kemudahan akses berkaitan dengan tempat dan lokasi serta pelayanan yang memadai, mudah dijangkau serta dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai suatu pelayanan publik. Berdasarkan hasil wawancara yang

dilakukan dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan mengatakan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan memiliki suatu program yaitu program IMB keliling. Manfaat yang diperoleh masyarakat melalui program ini adalah masyarakat yang berlokasi jauh dari Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan tidak perlu mendatangi kantor dinas cukup dengan mendatangi kantor kecamatan terdekat untuk mengurus izin mendrikan bangunan. Nantinya akan ada petugas yang mengantar atau menjemput data masyarakat dari kecamatan dan di bawa ke Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan untuk diproses lebih lanjut. Karena Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan telah melakukan kerja sama terhadap beberapa kecamatan yang letaknya berjauhan dengan kantor Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan misalnya saja Kecaamatan Medan Belawan.

Selain itu dari pantauan peneliti sendiri lokasi Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan yaitu Jalan Besar Doktor Abdul Haris Nasution No.17, Medan Provinsi Sumatera Utara tidak terlalu jauh dari pusat kota dan banyak dilalui oelh angkutan umum sehingga tidak sulit untuk mendatangi secara langsung Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan. hal ini juga senada dengan yang dikatakan masyarakat bahwa lokasi Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan masih berada dijalan besar dan tidak terlampau jauh. Berdasarkan pengamatan atau observasi yang dilakuan peneliti bahwa Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan juga memiliki website yang menyediakan informasi mengenai perizinan izin mendirikan bangunan, dimana website tersebut sudah cukup lengkap mencakup persyaratan apa saja yang dibutuhkan, baik persyaratan administasi dan persyaratan teknis hingga contoh rincian biaya. Sehingga masyarakat dapat cukup mengakses website tersebut untuk mengetahui informasi mengenai perizinan izin mendirikan bangunan tidak perlu datang langsung ke Dinas tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan.

Jadi dilihat dari kemudahan akses, pelayanan IMB sudah dapat dikatakan efektif karena Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan memiliki kemudahan akses yang baik karena dinas tersebut terletak dilokasi yang strategis yakni Jalan

Besar Doktor Abdul Haris Nasution No.17, Medan Provinsi Sumatera Utara serta adanya website dan program IMB keliling sehingga mempermudah masyarakat dalam memahami dan menggunakan pelayanan yang disediakan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan

I. Kedisiplinan

Disiplin berkaitan dengan dijunjung tingginya peraturan yang menjadi pedoman dasar dalam menyelenggarakan pelayanan publik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan mengatakan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan mengunakan sistem komputerisasi dalam melakukan absensi baik ketika pagi hari maupun sore hari ketika kantor akan ditutup sehingga menjamin tingkat kedisiplinan serta mengurangi tingkat kecurangan pegawai Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan.

Berdasarkan pengamatan atau obervasi yang dilakukan oleh peneliti dilapangan bahwa tingkat kehadiran pegawai dipagi hari cukup tinggi dan pegawai juga pulang sesuai dengan ketentuan yakni masuk jam 7.30 WIB dan Pulang 4.15 WIB. Bahkan peneliti melihat beberapa pegawai yang berlari hanya untuk absensi agar tidak dinyatakan terlambat. Selain itu hampir disetiap ruang yang ada di Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan terdapat poster anti korupsi. Hal ini bertujuan untuk memotivasi pegawai agar tidak melakukan tindak pidana korupsi seperti gratifikasi sehingga dapat melakukan tugasnya secara bertanggung jawab.

Jadi dilihat dari segi kedisiplinan, pelayanan IMB sudah dapat dikatakan efektif karena tingginya jumlah kehadiran masuk dan pulang sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan jadwalnya dan adanya poster yang memotivasi pegawai agar tidak melakukan tindak pidana korupsi dapat meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap tugas masing-masing pegawai.

J. Kenyamanan

Kenyamana berhubungan dengan lokasi pelayanan tertib, teratur, serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan seperti parkir, toilet, dan lain- lain. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Ir. Samporno Pohan, MT selaku Kepala Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan bahwa mereka telah berusaha memberikan kenyamaan yang maksimal selam masyarakat berada di Kantor Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan.

Berdasarkan pengamatan atau observasi yang dilakukan peneliti dilapangan bahwa terdapat fasilitas pendukung yang baik seperti adanya taman, ketersediaan tempat sampah di setiap ruangan, toilet yang bersih serta adanya petugas yang menjamin kebersihan ruangan. Hal ini senada dengan yang dirasakan oleh masyarakat bahwa kondisi Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan dapat dikatakan baik karena suhu ruangan terasa sejuk disbanding kondisi diluar ruangan. Hal ini karena diruang tunggu terdapat dua AC yang menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Jadi dilihat dari segi kenyaman, pelayanan IMB sudah dapat dikatakan efektif karena tingkat kenyamanan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan dapat dikatakan baik karena tersedia ruang tunggu bersih dan teratur, suhu ruang yang sejuk, tempat ibadah (musolah) penerangan yang cukup, tersedia toilet, lokasi parkir yang luas dan tempat sampah disetiap ruangan.

V.2 Kendala Yang Dihadapi Dalam Mewujudkan Efektifitas Pelayanan

Dokumen terkait