• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASANNYA

A. Analisis Data

Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang berisi

daftar pertanyaan mengenai karakteristik konsumen, atribut yang menjadi

prioritas konsumen dan sikap terhadap atribut kamera DLSR Nikon. Alat

analisis yang digunakan yaitu: analisis deskriptif, untuk mengetahui

karakteristik responden dan penilaian atribut. Analisis yang kedua yaitu

Multiattribute Attitude Model (MAM).

Dengan menggunakan kuesioner yang telah disebarkan, maka penulis

memperoleh data mengenai karakteristik yang meliputi jenis kelamin, usia

responden, tingkat pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Untuk

mengetahui frekuensi hasil dari karakteristik responden digunakan analisis

persentase.

a. Usia responden

Dalam penelitian ini, umur responden dikelompokkan menjadi tiga

kelompok umur, seperti yang tercantum dalam tabel.

Table V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Persentase Dibawah 21 tahun 1 2% 21-30 tahun 46 92% 31-40 tahun 3 6%

Total 50 100%

Berdasarkan table V.1 di atas dapat dilihat bahwa mayoritas

responden adalah kelompok umur di bawah 21 tahun dan sebanyak 1 (2%)

responden, yang disusul kelompok umur 21-30 yaitu 46 (92%) responden,

dan 31 - 40 tahun, 3(6%) responden.

b. Tingkat Pekerjaan

Dalam penelitian ini, tingkat pekerjaan responden dikelompokkan

menjadi enam bagian, seperti yang tercantum pada Tabel V.2 berikut ini:

Tabel V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Responden Pekerjaan Jumlah Persentase

Mahasiswa 16 32% Wiraswasta 7 14% PNS 12 24% EO 1 2% Freelance 3 6% Pegawai Swasta 11 22% Total 50 100%

Berdasarkan table V.2 di atas dapat dilihat bahwa tingkat pekerjaan

responden didominasi oleh kelompok mahasiswa yaitu 16 (32%)

responden, yang disusul oleh PNS, yaitu 12 (24%) responden.

c. Pengujian Instrumen

1. Uji Validitas

Validita adalah suatu ukuran yang menunjukkan

tingkatan-tingkatan kevalidan instrumen.Pengujian validitas merupakan suatu alat

melakukan fungsinya. Rumus yang digunakan adalah yang dikemukakan

oleh Pearson yang dikenal dengan rumusan korelasi product moment

sebagai berikut (umar, 2003:80) :

N(∑xy)-(∑x∑y) rxy=

√[

N∑x2-(∑x)2

][

N∑y2

-

(∑y)2

]

Keterangan :

Rxy = Koefisien korelasi produk moment

X = Nilai tiap item

Y = Nilai total tiap item

N = Banyaknya responden

Berikut ini adalah hasil analisis validitas dari semua pernyataan

tentang nilai harapan atau nilai ideal konsumen terhadap atribut kamera

DSLR Nikon. Berdasarkan hasil uji validitas yang dihitung dengan

menggunakan spss 17 diketahui bahwa semua item pertanyaan ternyata koefisien korelasi semua butir dengan skor total di atas r-tabelny adalah

0,273. Sehingga pertanyaan-pertanyaan ideal yang terdapat didalam

angket dinyatakan valid, sehingga bisa digunakan untuk penelitian

Tabel V.3 Ideal

Variabel r item-total r tabel Status Px1 0,588 0,273 Valid Px2 0,536 0,273 Valid Tx1 0,536 0,273 Valid Tx2 0,860 0,273 Valid Tx3 0,847 0,273 Valid Tx4 0,847 0,273 Valid Hx1 0,861 0,273 Valid Hx2 0,536 0,273 Valid Hx3 0,839 0,273 Valid Pro x1 0,859 0,273 Valid Pro x2 0,843 0,273 Valid Pro x 3 0,861 0,273 Valid

Dari tabel di atas (data primer yang diolah) dapat disimpulkan bahwa

semua item instrument penelitian dinyatakan valid karena semua item

memiliki nilai r item-total yang lebih besar dari r tabel. Dengan demikian

kuesioner dinyatakan valid.

Tabel V.4 Belief

Variabel r item-total r tabel Status Px1 0,421 0,273 Valid Px2 0,285 0,273 Valid Tx1 0,397 0,273 Valid Tx2 0,452 0,273 Valid Tx3 0,577 0,273 Valid Tx4 0,434 0,273 Valid Hx1 0,480 0,273 Valid Hx2 0,440 0,273 Valid Hx3 0,434 0,273 Valid Pro x1 0,673 0,273 Valid Pro x2 0705 0,273 Valid Pro x 3 0,609 0,273 Valid

Dari tabel di atas (data primer yang diolah) dapat disimpulkan bahwa

semua item instrument penelitian dinyatakan valid karena semua item

memilik inilai r item-total yang lebih besar dari r tabel. Dengan demikian

kuesioner dinyatakan valid.

2. Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas instrument dilakukan dengan menggunakan

teknik Cronbach’s Alpha.Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya instrument dapat dikatakan reliable bila nilai Alpha lebih

besar dari rkritis product moment (Priyatno,2008:26). Setelah diuji validitasnya maka item-item yang tidak valid dihilangkandan item yang

valid dimasukkan kedalam uji Reliabilitas. Jadi yang akan dihitung ada 13

item, karena semua item valid dan bias digunakan.

Hasil analisis reliabilitas instrumen, yang didasarkan pada criteria

Cronbach’s Alpha disajikan dalam Tabel V5. M Vx rtt = 1 M-1 Vt Di mana : rtt = koefisien realibilitas M = jumlah butir

Vx = variasi butir – butir Vt = variasi total

Jasil uji reliabilitas tentang variabel – variabel penelitian, dapat di ringkas sebagaimana yang tersaji dalam tabel berikut :

Tabel V.5

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variable Cronbach Alpha r-tabel keterangan Ideal 0,773 0,273 Reliable Belief 0,719 0,273 Reliable

Dari hasil analisis di atas dihitung menggunakan spss 17 didapat

nilai Alpha semuanya lebih besar dari rtabel= 0,273. Ini menunjukkan

bahwa tiap instrument memiliki nilai reliabilitas yang memenuhi syarat

dan dinyatakan reliabel. Menurut Sekaran (dalam Priyatno, 2008 : 26),

reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat

diterima dan di atas 0,8 adalah baik.

3. Analisis MAM (Multiattribute Attitude Model)

Selain menggunakan analisis presentase, digunakan analisis lainnya.

Yaitu Multiattribute Attitude Model (MAM), yang dikemukakan oleh Fishebein. Metode ini digunakan untuk menganalisis sikap konsumen

terhadap atribut-atribut kamera DSLR merek Nikon, serta untuk

mengetahui atribut terpenting menurut responden dalam memilih

produk-produk tertentu. Adapun langkah-langkahnya menurut Engel, et al (1994 : 353), sebagai berikut :

a. Mengembangkan serangkaian atribut produk yang diperhitungkan konsumen. 1. Teknologi 2. Produksi 3. Promosi 4. Harga

b. Menentukan n ( jumlah atribut) dengan cara memilih atribut

produk yang paling dominan, selanjutnya atribut tersebut diberi

nilai 1 sampai ke n.

c. Besarnya nilai hasil kali urutan kepentingan dengan jumlah

responden yang menjawab menunjukkan urutan tingkat

kepentingan atribut.

Tabel V.6

Jawaban responden terhadap urutan tingkat kepentingan

atribut.

Atribut Urutan tingkat kepentingan Total

1 2 3 4

1 Produk 17 18 11 4 50 2 Teknologi 5 17 22 11 50 3 Harga 14 16 10 10 50 4 Promosi 15 4 7 24 50

Jumlah nilai hasil kali urutan dengan jumlah responden yang

1. Atribut Produk : = (4x17) + (3x18) + (2x14) + (1x4) = 68 + 54 + 28 + 4 = 154 2. Atribut Teknologi : = (4x5) + (3x17) + (2x22) + (1x11) = 20 + 51 + 44 + 11 = 126 3. Atribut harga : = (4x14) + (3x16) + (2x10) + (1x0) = 56 + 48 + 20 + 10 = 134 4. Atribut promosi : = (4x15) + (3x4) + (2x7) + (1x24) = 60 + 12 + 14 + 24 = 110

Dari perhitungan diatas maka secara urut tingkat kepentingan

Tabel V.7

Urutan kepentingan konsumen terhadap atribut Kamera DSLR Merek Nikon

Atribut Hasil kali Urutan kepentingan Produk 154 1

Harga 134 2

Teknologi 126 3 Promosi 110 4

Berdasarkan hasil analisis di atas diketahui bahwa yang paling

menentukan sikap konsumen adalah atribut Produk, sedangkan atribut yang

kurang menentukan sikap konsumen adalah promosi.

a. Menentukan Wi (bobot rata-rata) terhadap kepentingan suatu atribut

dengan rumus :

nilai masing-masing variabel

Wi = x 100 jumlah nilai variabel

Tabel V.8

Sehingga bobot urutan masing-masing atribut sebagai berikut:

Urutan

kepentingan Bobot Bobot rata-rata (Wi) 1 4 4/10 x 100 = 40 2 3 3/10 x 100 = 30 3 2 2/10 x 100 = 20 4 1 1/10 x 100 = 10

b. Menentukan skala sikap dalam bentuk skor dengan skala 1 – 5 urutanya sebagai berikut :

sangat Berharap (SB) / Sangat Yakin (SY) 4

Berharap (S) / Yakin (Y) 3

Tidak Berharap (TB) / Tidak Yakin (TY) 2

Sangat Tidak Berharap / Sangat Tidak Yakin 1

c. Mencari nilai ideal dan nilai belief

1) Pertanyaan untuk atribut produk baik pada pertanyaan ideal maupun

belief masing – masing terdiri dari dua butir pertanyaan. Hasil perhitungan nilai rata-rata ideal dan belief dapat ditunjukan pada tabel

berikut.

Tabel V. 9

Sikap konsumen terhadap atribut produk

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 1 1 2 2 TB / TY 2 16 32 14 28 B / Y 3 23 69 34 102 SB / SY 4 10 40 0 0 Jumlah 50 142 50 132 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 142/50 = 2,84

Nilai belief rata – rata = 132/50 = 2,64

Dari perhitungan tabel V.9 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,20. Hal ini berarti atribut produk

dianggap masih kurang sesuai dengan apa yang di harapkan konsumen.

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

ketidak puasan konsumen.

Tabel V. 10

Sikap konsumen terhadap atribut produk

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 0 0 TB / TY 2 3 6 0 0 B / Y 3 37 111 29 87 SB / SY 4 10 40 21 84 Jumlah 50 157 50 171 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 157 / 50 = 3,14

Nilai belief rata – rata = 171 / 50 = 3,42

Dari perhitungan tabel V.10 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,28. Hal ini berarti atribut produk kamera

DSLR merek Nikon dianggap sudah melebihi dengan apa yang diharapkan

konsumen. Semakin besar nilai belief dibanding ideal semakin besar pula

tingkat kepuasan konsumen.

Dari tabel – tabel diatas, berarti nilai rata – rata untuk ideal pada atribut produk adalah :

=

2,84 + 3,14

= 2,99

2

nilai rata – rata untuk belief pada atribut produk adalah :

=

2,64 + 3,42

= 3,03

2

Selisih nilai ideal dan belief rata – rata adalah sebesar 0,04. Hal ini berarti rata-rata harapan konsumen lebih rendah dibanding dengan

konsumen terhadap atribut produk yang ada pada kamera DSLR merek

Nikon sudah melebihi harapan konsumen.

2). Pertanyaan untuk atribut Teknologi baik pada pertanyaan ideal maupun

belief masing – masing terdiri dari empat butir pertanyaan. Hasil perhitungan nilai rata-rata ideal dan belief dapat ditunjukkan pada tabel

berikut.

Tabel V. 11

Sikap konsumen terhadap atribut teknologi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 0 0 TB / TY 2 2 4 3 6 B / Y 3 38 144 27 81 SB / SY 4 10 40 20 80 Jumlah 50 188 50 167 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin Nilai ideal rata-rata = 188/50 = 3,67

Dari perhitungan tabel V.11 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,33. Hal ini berarti atribut teknologi

dianggap masih kurang sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen.

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

ketidak puasan konsumen.

Tabel V. 12

Sikap konsumen terhadap atribut teknologi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 0 0 TB / TY 2 18 36 2 4 B / Y 3 23 39 29 87 SB / SY 4 9 36 19 76 Jumlah 50 111 50 167 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 111 / 50 = 2,22

Dari perhitungan tabel V.12 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,12. Hal ini berarti atribut teknologi

dianggap sudah sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen. Semakin

besar nilai belief dibanding nilai ideal semakin besar pula tingkat kepuasan

konsumen.

Tabel V. 13

Sikap konsumen terhadap atribut teknologi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 0 0 TB / TY 2 19 38 5 10 B / Y 3 24 72 35 105 SB / SY 4 7 28 10 40 Jumlah 50 138 50 155 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 138 / 50 = 2,76

Dari perhitungan tabel V.13 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,34. Hal ini berarti atribut teknologi

dianggap sudah sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen. Semakin

besar nilai belief dibanding nilai ideal semakin besar pula tingkat kepuasan

konsumen.

Tabel V. 14

Sikap konsumen terhadap atribut teknologi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 2 2 TB / TY 2 21 42 3 6 B / Y 3 24 72 27 81 SB / SY 4 5 20 18 72 Jumlah 50 134 50 161 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 134 / 50 = 2,68

Dari perhitungan tabel V.14 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,54. Hal ini berarti atribut teknologi

dianggap sudah sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen. Semakin

besar nilai belief dibanding nilai ideal semakin besar pula tingkat kepuasan

konsumen.

Dari tabel – tabel diatas, berarti nilai rata – rata untuk ideal pada atribut produk adalah :

=

3,67 + 2,22 + 2,76 + 2,68

= 2,83

4

nilai rata – rata untuk belief pada atribut produk adalah :

=

3,34 + 3,34 + 3,1 + 3,22

= 3,25

4

Selisih nilai ideal dan belief rata – rata adalah sebesar 0,42. Hal ini berarti rata-rata harapan konsumen lebih rendah dibanding dengan

penilaian berdasarkan tingkat keyakinan teknologi. Artinya keyakinan

konsumen terhadap atribut teknologi yang ada pada kamera DSLR merek

3). Pertanyaan untuk atribut harga baik pada pertanyaan ideal maupun belief

masing – masing terdiri dari empat butir pertanyaan. Hasil perhitungan nilai rata-rata ideal dan belief dapat ditunjukan pada tabel berikut.

Tabel V. 15

Sikap konsumen terhadap atribut harga

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 0 0 TB / TY 2 16 32 5 10 B / Y 3 20 60 43 129 SB / SY 4 14 56 2 8 Jumlah 50 148 50 147 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 148 / 50 = 2,96

Nilai belief rata – rata =147 / 50 = 2,94

Dari perhitungan tabel V.15 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,02. Hal ini berarti atribut harga

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

ketidak puasan konsumen.

Tabel V. 16

Sikap konsumen terhadap atribut harga

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 1 1 TB / TY 2 3 6 14 28 B / Y 3 37 111 31 93 SB / SY 4 10 40 4 40 Jumlah 50 157 50 162 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 157 / 50 = 3,14

Nilai belief rata – rata = 162 / 50 = 3,24

Dari perhitungan tabel V.16 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,10. Hal ini berarti atribut harga

besar nilai belief dibanding nilai ideal semakin besar pula tingkat kepuasan

konsumen.

Tabel V. 17

Sikap konsumen terhadap atribut harga

Sikap Skor

Ideal Belief

Absolut Jumlah Absolut Jumlah

STB / STY 1 0 0 1 1 TB / TY 2 18 36 19 38 B / Y 3 24 72 26 78 SB / SY 4 8 32 4 16 Jumlah 50 140 50 133 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 140 / 50 = 2,80

Nilai belief rata – rata = / 50 = 2,66

Dari perhitungan tabel V.17 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,14. Hal ini berarti atribut harga

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

ketidak puasan konsumen.

Dari tabel – tabel diatas, berarti nilai rata – rata untuk ideal pada atribut produk adalah :

=

2,96 + 3,14 + 2,80

= 2,96

3

nilai rata – rata untuk belief pada atribut produk adalah :

=

2,94 + 3,24 + 2,66

= 2,21

3

Selisih nilai ideal dan belief rata – rata adalah sebesar 0,75. Hal ini berarti rata-rata harapan konsumen lebih tinggi dibanding dengan

penilaian berdasarkan tingkat keyakinan harga. Artinya keyakinan

konsumen terhadap atribut harga yang ada pada kamera DSLR merek

Nikon belum melebihi harapan konsumen.

4). Pertanyaan untuk atribut promosi baik pada pertanyaan ideal maupun

belief masing – masing terdiri dari empat butir pertanyaan. Hasil perhitungan nilai rata-rata ideal dan belief dapat ditunjukan pada tabel

Tabel V. 18

Sikap konsumen terhadap atribut promosi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 1 1 TB / TY 2 18 36 19 38 B / Y 3 25 75 28 84 SB / SY 4 7 28 2 8 Jumlah 50 139 50 131 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata =139 / 50 = 2,78

Nilai belief rata – rata = 131 / 50 = 2,62

Dari perhitungan tabel V.18 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,16. Hal ini berarti atribut promosi

dianggap masih kurang sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen.

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

Tabel V. 19

Sikap konsumen terhadap atribut promosi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 1 1 2 2 TB / TY 2 20 40 19 38 B / Y 3 24 72 27 81 SB / SY 4 5 20 2 8 Jumlah 50 133 50 129 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 133 / 50 = 2,66

Nilai belief rata – rata = 129 / 50 = 2,58

Dari perhitungan tabel V.19 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,08. Hal ini berarti atribut promosi

dianggap masih kurang sesuai dengan apa yang di harapkan konsumen.

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

Tabel V. 20

Sikap konsumen terhadap atribut promosi

Sikap Skor Ideal Belief Absolut Jumlah Absolut Jumlah STB / STY 1 0 0 3 3 TB / TY 2 18 36 21 42 B / Y 3 18 54 20 60 SB / SY 4 14 56 6 24 Jumlah 50 146 50 129 Keterangan :

SB / SY : sangat berharap / sangat yakin

S / Y : berharap / yakin

TS / TY : tidak berharap / tidak yakin

STB / STY : sangat tidak berharap / sangat tidak yakin

Nilai ideal rata-rata = 146 / 50 = 2,92

Nilai belief rata – rata = 129 / 50 = 2,58

Dari perhitungan tabel V.20 diketahui terdapat selisih antara nilai

ideal dengan nilai belief sebesar 0,34. Hal ini berarti atribut promosi

dianggap masih kurang sesuai dengan apa yang di harapkan konsumen.

Semakin besar selisih nilai ideal dengan belief semakin besar pula tingkat

Dari tabel – tabel diatas, berarti nilai rata – rata untuk ideal pada atribut produk adalah :

=

2,78 + 2,66 + 2,92

= 2,78

3

nilai rata – rata untuk belief pada atribut produk adalah :

=

2,62 + 2,58 + 2,58

= 2,59

3

Selisih nilai ideal dan belief rata – rata adalah sebesar 0,18. Hal ini berarti rata-rata harapan konsumen lebih tinggi dibanding dengan

penilaian berdasarkan tingkat keyakinan promosi. Artinya keyakinan

konsumen terhadap atribut promosi yang ada pada kamera DSLR merek

Nikon belum memenuhi harapan konsumen.

d. Menentukan sikap konsumen dengan menggunakan rumus sebagai berikut

(Engel, 1994:353) :

n

Ab = ∑

Wi

[

Ii-Xi

]

i=1

Dimana :

Ab = Sikap konsumen secara keseluruhan

Wi = Bobot rata-rata urutan kepentingan atribut i

Xi = Beilief Konsumen pada atribut I merek n = Jumlah atribut yang diteliti

Atribut Wi Ii Xi Ii-Xi AB=Wi*(Ii-Xi) Produk 40 2,99 3,03 -0,04 -1,6 Teknologi 30 2,83 3,25 -0,42 -12,6 Harga 20 2,96 2,21 2,75 55 Promosi 10 2,78 2,59 0,19 1,9 Jumlah 42,7 Ab = (40 x -0,04) + (30 x -0,42) + (20 x 2,75) + (10 x 0,19) Ab = (-1,6) + (-12,6) + 55 + 1,9 Ab = 42,7

Dari sikap hasil konsumen tersebut di peroleh skor 42,7 satuan.

Adapun hasil sikap konsumen secara keseluruhan dapat digambarkan

sebagai berikut. 0 25 42,7 50 75 100 Keterangan : 0 – 25,00 = sangat baik 25,01 – 50,00 = baik 50,01 – 75,00 = tidak baik

Berdasarkan gambar di atas, mencerminkan sikap konsumen secara

keseluruhan terhadap atribut kamera DSLR merek Nikon. Karena berada

skor 25,01 – 50,00 yaitu 42,7 dan juga terletak di sebelah kiri dari nilai tengah dan lebih mengarah ke angka 25 berarti sikap konsumen terhadap

atribut kamera DSLR merek Nikon adalah baik dan relatif mendekati apa

yang diinginkan konsumen.

Dokumen terkait