B. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 1. GAMBARAN UMUM RESPONDEN
3. Analisis Data
a. Validitas dan Reliabilitas
Berikut ini akan disajikan hasil uji validitas dan hasil uji reliabilitas instrumen masing-masing variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yang terdiri dari Kepuasan Finansial (X1), Kepuasan Fisik (X2), kepuasan Sosial (X3), Kepuasan Psikologi (X4).
Dan untuk variabel terikat (Y) yaitu Semangat Kerja Karyawan. Untuk perhitungan validitas dan reliabilitas instrumen item masing-masing
variabel pada penelitian yang dilakukan menggunakan program SPSS 12 for Windows.
Adapun rekapitulasi hasil uji validitas dan uji reliabilitas adalah dapat disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.12
Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Finansial (X1)
No Korelasi Nilai Probabilitas Tingkat Signifikansi
Keterangan
1 X1-X1.1 0.860 0.000 0,05 Valid
2 X1-X1.2 0.950 0.000 0,05 Valid
3 X1-X1.3 0.953 0.000 0,05 Valid
Alpha Cronbach 0.889 Reliabel
Sumber : Data Diolah 2009
Tabel 4.13
Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Fisik (X2)
No Korelasi Nilai Probabilitas Tingkat Signifikansi
Keterangan
1 X2-X2.1 0.909 0.000 0,05 Valid
2 X2-X2.2 0.862 0.000 0,05 Valid
3 X2-X2.3 0.592 0.000 0,05 Valid
Alpha Cronbach 0.681 Reliabel
Sumber : Data Diolah 2009
Tabel 4.14
Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Sosial (X3)
No Korelasi Nilai Probabilitas Tingkat Signifikansi
Keterangan
1 X3-X3.1 0.790 0.000 0,05 Valid
2 X3-X3.2 0.668 0.000 0,05 Valid
3 X3-X3.3 0.731 0.000 0,05 Valid
Alpha Cronbach 0.559 Reliabel
Sumber : Data Diolah 2009
Tabel 4.15
Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Psikologi (X4) No Korelasi Nilai Probabilitas Tingkat
Signifikansi
Keterangan
1 X4-X4.1 0.716 0.000 0,05 Valid
2 X4-X4.2 0.695 0.000 0,05 Valid
3 X4-X4.3 0.600 0.000 0,05 Valid
Alpha Cronbach 0.311 Reliabel
Sumber : Data Diolah 2009
Tabel 4.16
Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Semangat Kerja Karyawan (Y)
No Korelasi Nilai Probabilitas Tingkat Signifikansi
Keterangan
1 Y-Y1 0.752 0.000 0,05 Valid
2 Y-Y2 0.767 0.000 0,05 Valid
3 Y-Y3 0.745 0.000 0,05 Valid
4 Y-Y4 0.839 0.000 0.05 Valid
Alpha Cronbach 0.760 Reliabel
Sumber : Data Diolah 2009
Instrument (alat ukur) dikatakan valid atau reliabel, jika hasil perhitungan memiliki koefisien keandalan (reabilitas) sebesar α = 0,05 atau lebih.
b. Uji Asumsi Klasik
Macam-macam uji asumsi klasik:
1. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas adalah pengujian ekonometrika yang digunakan untuk menguji suatu model apakah terjadi hubungan yang sempurna atau hampir sempurna antara variabel bebas, sehingga sulit untuk memisahkan pengaruh antara
variabel-variabel itu secara individu terhadap variabel-variabel terikat. Pengujian ini untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dalam persamaan regresi tersebut tidak saling berkolerasi(Sumarsono, 2004:224).
Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dideteksi dari besarnya nilai VIF (Variance Inflation Factor).
Bila nilai VIF lebih kecil dari 5 maka tidak terjadi non multikolinearitas. Dari hasil analisis diperoleh nilai VIF masing-masing variabel bebas seperti yang tercantum pada table berikut:
Table 4.17
Hasil Uji Asumsi Multikolinearitas
Variabel bebas VIF KET
Kep. Finansial (X1) 1.187 Non multikolinearitas Kep. Fisik (X2) 1.435 Non multikolinearitas Kep. Sosial (X3) 1.173 Non multikolinearitas Kep. Psikologi (X4) 1.689 Non multikolinearitas
Dari table 4.18 dapat diketahui variabel bebas dalam penelitian ini memiliki Variance Inflation Factor lebih kecil dari 5, sehingga dapat dikatakan tidak terdapat gejala multikolinearitas antara variabel bebas dalam penelitian ini.
2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas adalah pengujian ekonometrika yang digunakan untuk menguji suatu model apakah anatara variabel
bebas dan variabel terikat saling mempengaruhi. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke pengamatan yang lain.
Untuk mengetahui dilakukan uji Rank Spearman yaitu mengkorelasikan antara absolute residual hasil regresi dengan semua variabel bebas. Apabila probabilitas hasil korelasi lebih kecil dari 0.05 maka persamaan regresi tersebut mengandung heteroskedastisitas dan sebaliknya berarti non heteroskedastisitas atau homoskedastisitas(Santoso, 2002:208)
Table 4.18
Uji asumsi Heteroskedastisitas
Variabel bebas Sign KET
Kep. Finansial (X1) 0.475 Homoskedastisitas Kep. Fisik (X2) 0.430 Homoskedastisitas Kep. Sosial (X3) 0.944 Homoskedastisitas Kep. Psikologi (X4) 0.465 Homoskedastisitas
Dari table 4.19 dapat diketahui bahwa signifikansi hasil korelasi lebih besar dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi yang digunakan tidak terjadi heteroskedastisitas
3. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian kita berasal dari populasi yang sebarannya normal. Uji ini perlu dilakukan karena semua perhitungan statistik parametrik memiliki asumsi normalitas sebaran. Formula/rumus yang digunakan untuk melakukan suatu uji (t-test misalnya) dibuat dengan mengasumsikan bahwa data yang akan dianalisis berasal dari populasi yang sebarannya normal. Bisa ditebak bahwa data yang normal memiliki kekhasan seperti mean, median dan modusnya memiliki nilai yang sama. Selain itu juga data normal memiliki bentuk kurva yang sama, bell curve.
Untuk menguji normalitas adalah dengan menggunakan uji Smirnov, jika signifikansi dari hasil uji kolmogorov-Smirnov > 0.05 maka terdistribusi normal dan sebaliknya terdistribusi tidak normal.
Dari hasil pengujian normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.065 > 0.05 maka asumsi normalitas tersebut terpenuhi.
c. Analisis Regresi Linear Berganda
Tingkat kepercayaan yang digunakan dalam perhitungan korelasi linear berganda dengan tingkat signifikan 0,05 (α= 0,05). Pada analisis regresi linear berganda dilakukan uji F untuk simultan dan uji t untuk
parsial. Berikut merupakan hasil uji dalam bentuk tabel:
Tabel 4.19
Rekapitulasi Analisis Korelasi dan Regresi Linear Berganda Indikator Koefisien
Regresi B
Beta T Hitung
Probabilitas (sig.t)
Keterangan X1 0.112 0.142 1.285 0.210 Tidak signifikan X2 0.486 0.390 3.485 0.002 signifikan X3 0.250 0.240 2.654 0.014 signifikan X4 0.522 0.463 4.711 0.000 signifikan N = 30
R2 = 0.904 R Square = 0.818 Adjusted R Square = 0.789 F Hitung = 28.081 Sig F = 0.000 T tabel = 2.042 F. Tabel = 2.76 Alpha = 0.05
Sumber : Data Diolah 2009
Dari tabel di atas dapat dibuat persamaan linier berganda sebagai berikut:
Y = 1.750 + 0.112X1+ 0.486 X2 + 0.250X3 +0.522X4
Dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Konstanta 1.750 menunjukkan tingkat semangat kerja karyawan NOC mempunyai pengaruh walaupun tidak terlalu besar.
2. Koefisien regresi kepuasan financial sebesar 0.112 menunjukkkan besarnya pengaruh kepuasan pada financial terhadap semangat kerja karyawan. Dengan kata lain, dilihat dari persamaan di atas berarti kepuasan financial akan meningkatkan semangat kerja karyawan.
3. Koefisien regresi kepuasan fisik sebesar 0.486 menunjukkkan
besarnya pengaruh kepuasan pada fisik terhadap semangat kerja karyawan. Dengan kata lain, dilihat dari persamaan di atas berarti kepuasan fisik akan meningkatkan semangat kerja karyawan.
4. Koefisien regresi kepuasan sosial sebesar 0.250 menunjukkkan besarnya pengaruh kepuasan sosial terhadap semangat kerja karyawan. Dengan kata lain, dilihat dari persamaan di atas berarti kepuasan sosial akan meningkatkan semangat kerja karyawan.
5. Koefisien regresi kepuasan psikologi sebesar 0.522 menunjukkkan besarnya pengaruh kepuasan psikologi terhadap semangat kerja karyawan. Dengan kata lain, dilihat dari persamaan di atas berarti kepuasan sosial akan meningkatkan semangat kerja karyawan.
d. Uji Hipotesis
Digunakan untuk menguji dan mengetahui tentang pengaruh kepuasan kerja terhadap semangat kerja karyawan. Berdasarkan hasil penelitian SPSS ver. 12 diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.20 Uji Hipotesis
Variabel T hitung T tabel Keterangan
X1 1.285 2.042 Tidak Signifikan
X2 3.485 2.042 Signifikan
X3 2.654 2.042 Signifikan
X4 4.711 2.042 Signifikan
Sumber: Data hasil analisis SPSS
Keterangan:
Ho: b = 0 tidak ada pengaruh Ho: b ≠ 0 ada pengaruh Karena uji 2 sisi maka α /2 Dan df = n-1
= 30-1 df = 29 t hitung x1 = 1.285 t hitung x2 = 3.485 t hitung x3 = 2.654 t hitung x4 = 4.711
Daerah
Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho
Daerah penerimaan Ho
ttabel: thitung:x1 thitung:x2 thitung:x3 thitung:x4 2.042 1.285 3.485 2.654 4.711
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t hitung x1: 1.285, oleh karena t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha di tolak. Pada level signifikan 0,05 sehingga variabel kepuasan Finansial (X1) tidak
pengaruh terhadap semangat kerja karyawan (Y).
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t hitung x2: 3.485, oleh karena t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada level signifikan 0,05 sehingga variabel kepuasan fisik (X2) berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan (Y).
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t hitung x3: 2.654, oleh karena t hitung >t tabel maka Ho ditolak dan Ha di terima. Pada level signifikan 0,05 sehingga variabel kepuasan sosial (X3) pengaruh terhadap semangat kerja karyawan (Y).
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa t hitung x4: 4711, oleh karena t hitung >t tabel maka Ho ditolak dan Ha di terima. Pada level signifikan 0,05 sehingga variabel kepuasan psikologi (X4) pengaruh terhadap semangat kerja karyawan (Y).