METODE PENELITIAN
3.4. Alat Pengumpulan Data (Instrumen)
3.4.5. Analisis Data Awal
Data awal diambil dari nilai raport matematika semester 1 untuk kelas eksperimen(VIII B) dan kelas kontrol(VIII A), dapat dilihat pada lampiran 3.
Data awal kelas eksperimen yang diambil dari nilai raport matematika semester 1 kelas eksperimen dapat dilihat pada lampiran 3, sedangkan perhitungan uji normalitas data awal dapat dilihat pada lampiran 4.
Dengan hipotesis:
H0 : Data berdistribusi normal H1 : Data berdistribusi tidak normal Dengan kriteria pengujian:
Terima H0 jika x2hitung < x2tabel , x2tabel = x2(1-α)(k – 3) diperoleh dari tabel x2 dengan dk=k-3 dan
α
= 5%.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh x2hitung = 4,052155, dengan taraf signifikasi 5% dan dk = 3 maka diperoleh x2tabel = 7,81. Karena x² hitung < x2tabel, dan berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal.
Data awal kelas kontrol yang diambil dari nilai raport matematika semester 1 kelas eksperimen dapat dilihat pada lampiran 3, sedangkan perhitungan uji normalitas data awal dapat dilihat pada lampiran 5.
Dengan hipotesis:
H0 : Data berdistribusi normal H1 : Data berdistribusi tidak normal
Dengan kriteria pengujian:
Terima H0 jika x2hitung < x2tabel , x2tabel = x2(1-α)(k – 3) diperoleh dari tabel x2 dengan dk=k-3 dan
α
= 5%.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh x2hitung = 2,288499, dengan taraf signifikasi 5% dan dk = 3, maka diperoleh x2tabel = 7,81. Karena x² hitung < x2tabel, dan berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut berdistribusi normal.
1. Uji Homogenitas
Data awal kelas eksperimen yang diambil dari nilai raport matematika semester 1 kelas eksperimen dapat dilihat pada lampiran 3, sedangkan perhitungan uji homogenitas data awal dapat dilihat pada lampiran 6. Dengan hipotesis:
H0 : σ12 =σ22; populasi mempunyai varians yang homogen H1 : σ12 ≠σ22; populasi mempunyai varians yang heterogen Dengan kriteria pengujian:
Terima H0 jika Fhitung < F1/2
α
(n1−1,n2−1) danα
= 5% maka dapat dikatakan bahwa sampel yang diteliti adalah homogen.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Fhitung=1,143358, dengan taraf signifikasi 5% dan dk=42;44, maka diperoleh F tabel=1,65 Karena F hitung < Ftabel, dan berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut homogen
2. Uji Kesamaan Rata-Rata
Data awal kelas eksperimen yang diambil dari nilai raport matematika semester 1 kelas eksperimen dapat dilihat pada lampiran 3, sedangkan perhitungan uji kesamaan rata-rata data awal dapat dilihat pada lampiran 7.
Dengan hipotesis:
H0 : μ1= μ2; Rata-rata hasil ujian semester 1 kelas eksperimen sama dengan rata-rata hasil ujian semester 1 kelas control.
H1 : μ1 ≠ μ2; Rata-rata hasil ujian semester 1 kelas eksperimen tidak sama dengan rata-rata hasil ujian semester 1 kelas control.
Dengan kriteria pengujian:
Terima H0 jika thitung < ttabel, ttabel =
2 1 2 2 1 1 w w t w t w + +
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh t hitung = -0,154295503 , dengan taraf signifikasi 5% dan dk = 86 maka diperoleh t tabel = 1,67. Karena t hitung < ttabel, dan berada pada daerah penerimaan Ho, maka data tersebut mempunyai kesamaan rata-rata.
3.4.6.Metode Penentuan Objek
3.4.6.1.Populasi
Menurut Sudjana(2002:5-6), populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil penghitungan ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari
semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin diperajari sifat-sifatnya.
Dengan mengacu pada pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Keling Kabupaten Jepara tahun pelajaran 2007/2008 yang terdiri dari 3 kelas. Berdasarkan data yang diperoleh didapatkan jumlah siswa yang merupakan populasi dari penelitian ini adalah:
Tabel 1
Jumlah Siswa SMP Negeri 4 Keling
KELAS BANYAK SISWA
VIII A 45
VIII B 43
VIII C 40
Jumlah Keseluruhan 128
3.4.6.2.Sampel
Sampel dapat didefinisikan sebagai ‘‘bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu’’. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa sampel adalah ‘‘sebagian atau wakil populasi yang diteliti’’. Sampel dapat
didefinisikan sebagai sembarang himpunan yang merupakan bagian dari suatu populasi. Sampel itu harus representatif dalam arti segala karakteristik populasi hendaknya tercerminkan dalam sampel. Alasan pengambilan sampel, yaitu :
f. Ukuran Populasi
Jika populasi yang digunakan sebagai obyek penelitian terlalu banyak, maka dapat diambil sampel dari populasi tersebut.
g. Masalah Biaya
Merupakan hal yang biasa terjadi jika makin banyak obyek yang diteliti maka makin banyak pula biaya yang perlukan untuk melakukan penelitian.
h. Masalah Waktu
Jika populasi yang digunakan sebagai obyek penelitian terlalu banyak maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama juga untuk melakukan penelitian.
i. Masalah Ketelitian
Makin banyak obyek yang harus diteliti maka makin kurang ketelitian yang dihasilkan.
j. Faktor Ekonomis
Dengan faktor ekonomis diartikan : apakah dari hasil penelitian sepadan dengan biaya, waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan untuk melakukan penelitian. Jika tidak mengapa tidak dilakukan penelitian dari sebagian populasi.
Sampel pada penelitian ini diambil dengan menganalisis data awal. Langkah–langkah dalam menganalisis data awal, adalah sebagai berikut: d. Uji Normalitas.
Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah kedua kelompok berdistribusi normal atau tidak. Rumus yang digunakan adalah chi kuadrat, sebagai berikut:
X2 =
∑
=k − i Ei Ei i 1 2 ) (σ Keterangan :X2 = harga chi kuadrat
i
σ
= frekuensi hasil pengamatan Ei = frekuensi yang diharapkanJika x2hitung < x2tabel , maka sampel berasal dari populasi berdistribusi normal.
e. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah varians yang dimiliki kedua kelompok sampel homogen atau tidak.
Untuk menguji kesamaan varians adalah : Fhitung = terkecil ian terbesar ians var var
Kriteria uji jika Fhitung ≥ F1/2
α
(v1v2)maka dapat dikatakan bahwa sampel yang diteliti adalah homogen.Uji hipotesis yang digunakan adalah uji perbedaan rata-rata hasil tes yaitu uji satu pihak (pihak kanan) dengan rumus uji t hipotesis sebagai berikut :
H0 :μ1 =μ2
Ha : μ1 ≠μ2 dimana 1
μ adalah rata-rata hasil tes kelompok eksperimen
2
μ adalah rata-rata hasil tes kelompok kontrol.
Uji t dipengaruhi oleh hasil uji kesamaan varians antara kedua kelompok yaitu:
Jika varians kedua kelompok sama maka rumus t yang digunakan adalah 2 1 2 1 1 1 n n S X X t + − = keterangan : t = uji t 1
X = mean sampel kelompok eksperimen
2
X = mean sampel kelompok kontrol S = simpangan baku gabungan
S1 = simpangan baku kelompok eksperimen S2 = simpangan baku kelompok kontrol dk = n1 + n2 – 2
kriteria pengujian adalah H0 diterima jika - t0,975(dk) < t < t0,975(dk) (Sudjana, 1996:238)
Jika varians dua kelompok tidak sama maka rumus yang digunakan adalah: 2 2 2 1 2 1 2 1 n s n s X X t + − =
kriteria pengujian adalah H0 ditolak apabila t1
2 1 2 2 1 1 w w t w t w + + ≥ dengan w1 = 1 2 1 n s dan w2 = 2 2 2 n s t (1-1/2α)(n1-1) dan t (1-1/2α)(n2-1) (Sudjana, 1996:245) 3.5. Variabel Penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto, Variable penelitian dapat diartikan ‘‘sebagai gejala yang bervariasi’’. Sedangkan menurut Maman Rachman adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek penelitian atau sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti(Listiyorini,1996:67)
Hadari Mawawi dalam Listiyorini(1996:68), membedakan dua perlakuan dalam penelitian, yaitu:
3. Perlakuan Bebas
Perlakuan bebas, adalah perlakuan yang memberi pengaruh pada perlakuan lain, sehingga tanpa perlakuan bebas ini tidak akan muncul perlakuan lain yang disebut perlakuan terikat.
4. Perlakuan Terikat
Perlakuan terikat adalah perlakuan yang akan muncul karena perlakuan bebas.
Perlakuan pada penelitian ini adalah :
c. Perlakuan bebas (X) : Pemberian perlakuan model pembelajaran
Cooperative Learning tipe CIRC dan metode
problem solving dengan berbantuan alat peraga d. Perlakuan terikat (Y) : Kemampuan pemecahan masalah pada pokok
bahasan lingkaran
Berdasarkan kecakapan matematika yang telah diuraikan pada landasan teori maka indikator hasil belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika tersebut adalah sebagai berikut :
Indikator pemecahan masalah pada peraturan dirjen Diknasmen Depdiknas No 506/C/PP/2004 (Effendi Aziz, 2008: 30), adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan menunjukkan pemecahan masalah
2. Kemampuan mengorganisasikan data dan memilih informasi yang relevan dalam pemecahan masalah
3. Kemampuan menyajikan masalah matematika dalam berbagi bentuk
4. Kemampuan mengembangkan strategi pemecahan masalah 5. Kemampuan membuat dan menafsirkan model matematika dari
suatu masala
6. Kemampuan menyelesaikan masalah yang tidak rutin.