• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data

Dalam dokumen BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 38-49)

Pada pembahasan ini penulis akan menganalisis penyajian data yang di peroleh dari hasil wawancara serta observasi di SMP GIBS tentang kreativitas guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan-layanan Bimbingan dan Konseling berdasarkan kurikulum 2013.

Seperti yang sudah dipaparkan di penyajian data bahwa pemberian layanan-layanan Bimbingan dan Konseling di SMP GIBS telah dilaksanakan oleh guru BK sebagaimana mestinya, namun pada perubahan kurikulum 2013 guru BK yang berjalan di SMP GIBS guru BK tidak mendapatkan lagi jam masuk kelas yang terjadwal seperti di KTSP seblumnya guru BK mendapatkan jam masuk kelas, maka dari itu guru BK di SMP GIBS mengupayakan agar Siswa-SISwi di SMP GIBS tetap mendapatkan layanan-layanan BK sebagaimana mestinya sehingga

guru BK memberikan layanan-layanan BK terhadap Siswa diluar jam mata pelajaran seperti dilakukan di SG (Studium General) dan di tempat lainnya dalam lingkungan sekolah, guru BK mengatur jadwal diluar mata pelajaran seperti sehabis dzhur, ashar hingga mereka diasrama dan ketiga guru BK membuat sift waktu untuk pembagian dalam memberikan layanan, guru BK tetap berusaha untuk memberikan pelayanan untuk Siswa siswi di SMP GIBS dan guru BK dalam menangani permasalahan waktu yang mereka miliki mereka bekerjasama atau berkoodinasi dengan bagian stik older seperti wali kelas, atau usatdz-ustadzah yang pembimbing mereka disarama akademik dan bagian pihak sekolah lainnya, namun pada perubahan kurikulum 2013 ini guru BK mendapatkan konsep Taxonomi Anderson.

Kurikulum 2013 hingga guru BK lebih terarah dalam memberikan layanan ke Siswa, dan kreativitas guru lebih terlihat untuk mengatasi alokasi waktu dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling sisuai dengan teori dalam buku imas kurniasih dan berlin sani bahwa kurikulum 2013 lebih ditekankan pada kompetensi dengan pemikiran kompotensi berbaSIS sikap, keterampilan, dan pengetahuan .

Selanjutnya, Analisis tentang layanan-layanan BK yang diberikan guru Bimbingan dan Konseling sebagai berikut:

1. Layanan Orientasi

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru Bimbingan dan Konseling pada tanggal 06 April 2019 yaitu pemberian layanan orientasi yang dilakukan oleh guru BK SMP GIBS bahwa layanan orientasi dilaksanakan pada saat awal pogram pelajaran yang mana diSMP GIBS disebut dengan himmah, dilaksnakan pada waktu satu minggu yang mana guru BK memberikan layanan orientasi dalam bentuk berupa game-game untuk berinteraksi antara sisama bisa dilakukan dari pagi sampai siang terkait dengan leadership, timebook, reward, punishmen, yang mana berguna untuk mengenal antara sisama nya dan mengenal siapa dirnya, harus cari sahabat dan mengenal lingkungan, guru-guru, dan lain sebagainya yang ada disekolah SMP GIBS, adapun pengenalan untuk lingkungan sekolah Siswa diajak keliling sekolah mengenal guru-guru tata tertib, ruangan-ruangan dan pengenalan untuk BK dilakukan dalam ruangan.

Guru BK menjelaskan apa itu BK dan apa saja tugas guru BK agar nantinya mereka tidak ada keselahpahaman untuk BK tersebut, demgam cara gutu BK melakukan persentasi, dan membuka sisi tanya jawab untuk Siswa baru yang bertujuan agar memberikan kemudahan penyesuaian diri siswa terhadap pola kehidupan sosial, penyesuaian kehidupan belajar serta kegiatan lain yang mendukung keberhaslan siswa, dengan kata lain agar individu memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari berbagai sumber yang ada pada suasana atau lingkungan baru tersebut. Berdasarkan teori prayitno dalam buku Dasar-Dasar

bimbingan konseling bahwa layanan orientasi adalah layanan Bimbingan dan Konseling yang dilakukan untuk memperkenalkan Siswa baru dan atau siseorang terhadap lingkungan yang baru dimasukinya.22

2. Layanan Informasi

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru Bimbingan dan Konseling pada tanggal 06 April 2019 yaitu pemberian layanan informasi, layanan Informasi dilakukan di aula SG (Studium general) setiap seminggu sekali atau tergantung dengan kondisi yang ada di SMP GIBS layanan informasi dilaksanakan pada saat setelah sholat subuh, jam kosong atau pada saat ada isu permasalahan tentang Siswa di GIBS, layanan informasi yang diberikan seperti tentang yang terkait dengan Bimbingan dan Konseling atau terkait dengan permasalahan yang siswa hadapi, Siswa dikumpulkan bergantian per angkatan dikumpulkannya di dalam satu aula yang di sebut dengan ruangan SG (Studium General) yaitu bergantian per angkatan untuk setiap pemberian layanan tersebut dengan cara persentasi guru BK menyajikan slide gambar dan memberikan informasi dalam bentuk cerita yang menarik perhatian siswa.

Guru BK juga harus mengetahui apakah si siswa hanya memerlukan informasi atau memerlukan dilakukannya treatment yang bisa dilakukan satu kali pertemuan atau beberapa kali pertemuan tergantung kebutuhan Siswa, dilakukan

22 Prayitno, Dasar-DasarBimbingan dan Konseling, (Jakarta : PT Rineka Cipta,2004), h.

255.

treatment kalau sudah termasuk kategori berat maka dilakukan intervensi atau didatangkan psikolog dan psikoterapis untuk siswa tersebut sehingga psikolog dan psikoterapis bisa observasi secara langsung maka apa yang terjadi permaslahan dikelas mereka atau Siswa yang bermasalah maka guru BK memberikan penjelasan atau pengertian tentang permasalahan tersebut agar bisa diatasi sama-sama.

3. Layanan Penempatan dan penyaluran

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru Bimbingan dan Konseling pada tanggal 06 April 2019 Penempatan dan penyaluran di SMP GIBS layanan penempatan dan penyaluran dilaksanakan pada saat pemilihan lanjutan sekolah atau pemilihan minat bakat oleh guru BK, masuk kekelas kelas jika ada jam kosong atau bisa dilakukan di ruangan SG (Studium General) dilakukan semua kelas teruntuk minat bakat dalam esktrakurikuler di bagikan angket atau diadakan test untuk siswa, dan guru BK juga bekerjasama dengan tim ekskul dan bagian keSiswaan untuk menindak lanjuti tentang minat bakat siswa untuk mendapatkan data minat bakat Siswa maka guru BK mengadakan kelas interpensi diadakan test setelah tahu minat siswa kemana.

Maka guru BK dan time eskul langsung mengarhakan siswa siswa sisuai dengan kemampuan dan minatnya apakah memang diadakan atau difasilitasi SES ( Special Education Service) sesuai dengan keminat bakatannya dan kesiswaan

langsung melaksanakan entah itu memfasilitasi atau meadakan pelatihan sisuai dengan minat bakat si siswa dan dijadwalkan waktu khususnya, untuk minat bakat kelanjutan sekolah juga diadakan test sikotes dan diarahkan SES ( Special Education Service) sesuai dengan kemampuannya, selain itu bentuk layanan penempatan dan penyaluran yang diberikan guru BK yaitu dikumpulkannya Siswa dalam satu ruangan bergantian perekelas untuk menjelaskan tentang ekstrakurikuler yang ada disekolah, dengan menampilakan media berupa gambar-gambar, video terkait dengan ekstrakurikuler tersebut diajak diskusi bersama siswa dan orang tuanya, orang tua disadarkah bahwa siswanya memiliki kemampuan seperti apa dan minatnya diamana. Berdasarkan teori didalam buku Prayitno dan Erman Amti bahwa siswa memerlukan bantuan atau bimbingan dari orang-orang dewasa, terutama konselor dalam menyalurkan potensi dan minat dan mengembangkan dirinya23

4. Layanan Bimbingan Belajar

Layanan Bimbingan belajar dilaksanakan di ruangan SG (Studium General), yang mana ruangan ini sebagai pengganti kelas, yang dilaksanakan tidak terjadawal hanya pada saat jam kosong ataupun setelah mata pelajaran berakhir, guru BK melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada siswa-siswa yang mana siswa tersebut dapat menceritakan dengan guru BK bahwa mereka memiliki

23 Prayitno & Erman Amti, Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling (Rineka Cipta ; Jakarta 2013 Cet. Ketiga), h. 272.

kesulitan belajar guru BK juga bekerja sama dengan wali kelas, mengetahui siswa mana yang memang tergolong intelektualnya kebawah dan juga ditanya ke siswa tersebut,mata pelajaran mana yang memang mereka merasa kesulitan atau mereka hanya kehilangan motivasi.

Guru BK juga mengadakan tes IQ setelah hasil nya diketahui maka guru BK langsung berkoordinasi dengan wali kelas untuk menindak lanjuti, jika mereka memang intelktualnya dibawah rata rata sehingga guru BK menawarkan dan mengarahkan untuk dikasih privat oleh tim SES ( Special Education Service) untuk mata pelajaran tersebut, selain menayakan kepada siswa guru BK juga meminta persetujuan kepada orng tua si siswa, jika dapat persetujuan maka guru BK bekerjasama dengan tim SES ( Special Education Service) dan siswa diarahkan ke tim SES ( Special Education Service) untuk mengikuti pelajaran tambahan, dan jika memang hanya siswa tersebut kehilangan motivasi karena ada permasalahan dengan keluarga maka guru BK langsung berdiskusi dengan orang tua siswa tersebut selain itu guru BK juga bekerja sama dengan SDM SOGIBS, wali kelas. Guru BK juga mengarahkan siswa untuk megikuti tutor belajar misalnya satu tutor itu ada lima orang, mereka mempunyai grup belajar sehingga mereka bisa belajar dengan mandiri kapan saja guru BK tugasnya mengawasi, karena mereka diasramakan maka mereka pun juga bisa memiliki waktu belajar yang lebih khusus buat siswa –siswa misalnya berdiskusi membahas sekolah kedinasan itu apa, siswa-siswa kumpul satu grup untuk membahas apa itu

kedinasan tersebut, dan diadakan belajar bimbingan buat siswa-siswa yang memang memerlukan bimbingan belajar atau pelajaran tambahan, untuk tekhnisnya guru mata pelajaran menghubungi wali kelas dan wali kelas mengkoordinasikan dengan BK, kemudian BK baru menjadwalkan program SES ( Special Education Service). nya kapan baru berkoordinasi k tim SES ( Special Education Service).

Berdasarkan teori didalam buku Prayitno dan Erman Amti bimbingan belajar merupakan salah satu bentuk layanan bimbingan yang penting diselenggarakan di sekolah. Pengalaman menunjukan bahwa kegagalan-kegagalan yang dialami Siswa dalam belajar tidak selalu di sebabkan oleh kebodohan atau rendahnya inteligensi. Sering kegagalan itu terjadi di sebabkan mereka tidak mendapat layanan bimbingan yang memadai.24

5. Layanan Konseling Individual

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan guru Bimbingan dan Konseling pada tanggal 06 April 2019 layanan konseling individual di SMP GIBS Layanan konseling individual dilaksanakan fleksibel di ruangan SG (Studium General), ruang BK atau dimana Siswa merasa nyaman, cara menarik perhatian Siswa agar mudah untuk datang menemui guru BK untuk konseling individual , maka guru BK melakukan pendekatan kepada Siswa karena salah satu guru BK ada yang diam diasrama maka dari itu Guru BK bisa juga akrab dengan Siswa,

24Ibid., h.279.

guru BK memberikan pejelasan bagaimana konseling individual tersebut dan bagaiman BK dan guru BK juga berusaha bagaimana si siswa untuk merasa nyaman dan merasa terarahkan bukan tertekan, dalam waktu satu bulan satu guru BK kedatangan kurang lebih 100 siswa untuk konseling jadi untuk 3 orang guru BK terdapat kedatangan siswa 300 siswa perbulannya, dan ketiga guru BK melakukan sitem shift dalam perwaktunya kebanyakannya mereka sendiri yang memang tertarik untuk mendatangi guru BK karena mereka merasa sudah nyaman untuk menceritkan permaslahan yang mereka alami, ada juga sebagian siswa yang memang diminta guru BK untuk datang menemui guru BK kalau siswa merasa lagi home sick atau tidak mau kesekolah karena permasalahannya maka guru BK menghampiri ke asrama.

Cara pemberian konseling individual ke siswa untuk menangani permasalahanya maka guru BK bisa menanyakan terlebih dahulu kepada pembimbingnya, wali kelas atau ustadz utadzahnya diasrama kemudian jika sudah mengetahui permasalahanya maka guru BK memanggil siswa tersebut untuk dipecahkan permasalahanya jika tidak ada perubahan pada siswa maka guru BK memanggil orang tua, dan guru BK menjelaskan permasalahan yang dialami siswa mereka dan memberi persuasi kepada orang tua untuk menjelaskan memberikan pengertian agar orang tua bisa di ajak kerjasama karena kebanyakan orang tua tidak percaya dengan kenakalan pada layanan layanan bimbingan dan konseling

kelompok siswanya, maka dari itu guru BK memberikan pengertian kepada orang tua siswa.

Berdasarkan teori didalam buku Prayitno dan Erman Amti Pada bagian ini konseling dimaksudkan sebagai pelayanan khusus dalam hubungan langsung tatap muka antara konselor dan klien. Dalam hubungan itu masalah klien dicermati dan diupayakan pengentasanya, sedapat dapatnya dengan kekuatn klien sendiri25

6. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok

Dilakanakan di SG (Studium General), LC (Learning Center) namun tidak terjadwal,bentuk pemberian layanan bimbingan dan konseling kelompok dilaksanakan dikelompokan untuk peminatan dan juga untuk memcahkan permaslalahan-permasalahan, menggunakan game game, ada pula diskusi tergantung kebutuhan dan menyesuaikan tentang isu permasalahan dikelas mereka dikelopomkan untuk peminatan dan juga untuk memcahkan permaslalahan-permasalahan.

Menggunakan game-game, diskusi, untuk layanan bimbingan dan konseling kelompok tentang permasalahan yang ada pada kelas mereka maka guru BK meminta perwakilan kelas atau ketua kelas untuk masing masing kelas yang bermasalah didalamnya untuk berkumpul diruangan SG (Studium General) diajak berdiskusi untuk memecahkan permasalahan yang dikelas mereka mencari apa

25 Ibid., h. 288.

penyebabnya, dan mencari solusi untuk menangani permaslahan tersebut. Selain itu guru BK juga meiminta mereka berkelompok dalam satu ruangan untuk membuat permasalah yang biasanya terjadi di sekolah maka kelompok lain yang akan berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan secara bergantian.

Berdasarkan teori didalam buku Prayitno dan Erman Amti layanan kelompok itu memberikan manfaat atau jasa kepada sejumlah orang. Kemanfaatan yang lebih meluas inilah yang paling menjadi perhatian semua pihak berkenaan dengan layanan kelompok itu.26

7. Kegiatan Penunjang

Kegiatan penunjang dilaksankan di SMP GIBS mengadakan CD (konselor deploment) disni guru BK diberi sisi bergantian untuk memberikan materi pengetahuan guru BK kepada siswa ,dan guru BK juga menerapkan satu bulan sekali untuk membeli buku pengetahuan tentang pendidikan atau pengetahuan lainya, siswa juga biasa nya diminta untuk membuat artikel Layanan kegiatan penunjang dilaksankan untuk semua kelas, SMP GIBS juga mengadakan GIBS festival kemudian guru BK meminta siswa untuk membuat berita acara, laporan kegiatan, artikel kemudian disini ada kelas menulis, desain yang mana siswa-siswa mendapatkan wadah bagi yang suka menulis, dan mendisain kemudian didatangkan pelatih menulis/desain dari jakarta tiga bulan sekali oleh pihak sekolah, layanan kegiatan penunjang dilaksankan untuk semua kelas.

26Priyanto dan Ermanyanti, Dasar-Dasar Bimbingan Konseling,(Rineka Cipta : Jakarta 1999) h. 288

Guru BK juga mengadakan GIBS Festival kemudian guru BK meminta siswa untuk membuat berita acara, laporan kegiatan ,artikel kemudian disini ada kelas menulis, desain yang mana siswa-siswa mendapatkan wadah bagi yang suka menulis,dan mendisain kemudian didatangkan pelatih menulis/desain dari Jakarta tiga bulan sekali oleh pihak sekolah.

Berdasarkan teori teori didalam buku Prayitno dan Erman Amti pelaksanaan berbagai jenis layanan Bimbingan dan Konseling memerlukan sejumlah kegiatan penunjang. Agaknya memang benar apabila dikatakan bahwa alat dan kelengkapan yang paling handal dimiliki oleh konselor untuk menjalankan tugas-tugas pelayanannya ialah mulut dan berbagai keterampilan berkomunikasi, baik verbal maupun non-verbal.Namun, mengingat apa yang menjadi isi komunikasi itu menjangkau wawasan yang sedemikian luas dan “multidimensional”,serta harus sisuai dengan data dan kenyataan yang berkenan dengan objek-objek yang dibicarakan,maka konselor perlu diperlengkapi dengan berbagai data, keterangan dan informasi, terutama tentang klien dan lingkungannya.27

27 Priyanto dan Ermanyanti, Dasar-Dasar Bimbingan Konseling……, h.255.

Dalam dokumen BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 38-49)

Dokumen terkait