• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data

Dalam dokumen BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 32-51)

Setelah semua data disajikan maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap semua data tersebut yakni berkenaan dengan penggunaan media

clay pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III MIN Manarap Baru Kertak

Hanyar Kab.Banjar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Untuk lebih jelasnya analisis terhadap kedua hal tersebut, maka akan lebih mudah jika disusun berdasarkan penyajian data, yaitu sebagai berikut:

1. Analisis Penggunaan Media Clay pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas III MIN Manarap Baru Kertak Hanyar Kab. Banjar.

Berdasarkan penyajian data sebelumnya yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumenter dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III serta informasi tambahan dari kepala sekolah di MIN Manarap Baru Kertak Hanyar Kab. Banjar.bahwa penggunaan media clay dalam pembelajaran Bahasa Indonesia telah

digunakan dengan sangat baik.Hal itu terlihat dari baiknya kualitas kemampuan siswa dalam menyimak segala hal yang berkaitan dengan penggunaan media clay pada materi pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III.

a. Perencanaan

Sebelum memulai kegiatan pembelajaran perlu adanya perencanaan terlebih dahulu, karena perencanaan pembelajaran sangat penting bagi guru, dengan perencanaan yang baik dan matang akan membuat kegiatan belajar menjadi lebih terarah dan tujuan pembelajaran yang dicapai sudah ada unsur ABCD, A (Audience/ siswa) B (Behaviour/perilaku) C (Condition/kondisi) dan D (Degree/standar).

Berdasarkan penyajian data dapat dilihat bahwa perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di MIN Manarap Baru Kertak Hanayr Kab. Banjar sudah terlaksana dengan sangat baik, hal ini dibuktikan dengan dibuatnya silabus dan RPP yang menunjukkan bahwa guru tersebut sudah terlebih dahulu menyiapkan perencanaan pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya mengenai perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru tersebut, maka penulis akan menganalisis data berdasarkan penyajian data yang sudah penulis lakukan.

1) Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.40

Berdasarkan penyajian data yang sudah penulis lakukan, maka dapat diketahui bahwa Ibu Arbainah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut sudah membuat silabus pembelajaran terlebih dahulu sesuai dengan kompetensi dasar (kemampuan minimal pada tiap mata pelajaran yang harus dicapai siswa), materi pokok pembelajaran (materi yang digunakan pada saat pembelajaran yaitu cerita dongeng), kegiatan pembelajaran (terdiri dari kegiatan awal, inti dan penutup), indikator yang sesuai dengan unsur ABCD (Audience, Behaviour, Condition dan Degree), penilaiannya pun dari segi teknik (tertulis, tes dan observasi), bentuk (tertulis dan lisan) dan instrument (Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan siswa dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya, merencanakan kegiatan tindak lanjut (PR) yaitu menulis rangkuman isi cerita dongeng secara individu bagi peserta didik dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya), alokasi waktu

40

http://snwulandari.blogspot.co.id/2012/05/pengertian-silabus-dan-rpp.html di akses kamis tanggal 8 Agustus 2016 pukul 11.

yang digunakan untuk satu kali pembelajaran pada saat observasi adalah 2 jam dengan waktu tersebut guru mampu menjalankan pembelajaran, dan untuk sumber pembelajaran yang digunakan guru adalah media clay dan buku paket Bahasa Indonesia.

Hal ini juga ditunjukkan dengan dokumen yang diperlihatkan guru tersebut yang memuat tentang silabus pembelajaran dan silabus pun dibuat untuk perencanaan kegiatan belajar setiap satu semester.

2) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.41 Secara umum, guru kelas III di MIN Manarap Baru Kertak Hanyar Kab. Banjar telah memahami dan mengetahui tentang pentingnya membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum melaksanakan proses pembelajaran.

Berdasarkan penyajian data yang sudah penulis lakukan, maka dapat diketahui bahwa Ibu Arbainah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut sudah membuat (RPP) terlebih dahulu sesuai dengan komponen-komponen RPP yaitu

(a) Standar kompetensi adalah batas dan arah kemampuan yang harus dimiliki dan dapat dilakukan oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran suatu mata pelajaran tertentu, kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam suatu mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi terdapat dalam Permen Diknas Nomor 22

41

Tahun 2006 tentang Standar Isi.42 Hal ini termuat dalam standar kompetensi yang ada pada RPP dan sudah terlaksana dengan baik.

(b) Kompetensi dasar adalah kemampuan minimal pada tiap mata pelajaran yang harus dicapai siswa untuk kompetensi dasar sudah terpenuhi pada observasi.43Hal ini pun juga sudah terlaksanakan pada saat observasi dan sesuai dengan kompetensi dasar tersebut.

(c) Tujuan Pembelajaran adalah arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses pembelajaran.44 Unsur ABCD harus termuat dalam tujuan pembelajaran hal ini pun sudah ada pada tujuan pembelajaran yang dimuat dalam RPP. misalnya unsur Audience (siswa kelas III), Behaviour (dapat menyimak materi), Condition (Setelah memahami isi cerita dongeng di buku paket bahasa Indonesia) dan Degree (dengan benar) kemudian Audience (siswa kelas III), Behaviour (mampu mengomentari tokoh-tokoh cerita dongeng), Condition (Setelah mengamati materi cerita dongeng di buku paket bahasa Indonesia) dan Degree (dengan benar) selanjutnya yang terakhir Audience (siswa kelas III), Behaviour (mampu menceritakan kembali isi dongeng), Condition (Setelah mempelajari materi cerita dongeng di buku paket bahasa Indonesia ) dan Degree (dengan benar).

(d) Indikator pencapaian kompetensi adalah ciri penanda ketercapain kompetensi dasar.45 Dari indikator yang tertulis di RPP sudah terlaksana pada saat observasi

42 Ibid 43 Ibid 44 Ibid 45 Ibid

yang pertama maupun yang kedua karena siswa sudah mampu mengidentifikasi isi teks dan tokoh-tokoh yang ada pada materi.

(e) Materi pembelajaran adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dasar dan yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar.46Dari segi materi guru menyesuaikan dengan media clay karena isi materi cerita dongeng sifatnya konkret dimana siswa akan lebih mudah dalam memahami materi dengan bantuan media.

(f) Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.47 Metode yang tercantum di dalam RPP ada 3 macam yaitu ceramah, tanya jawab dan demonstrasi, ketiga metode tersebut digunakan oleh ibu Arbainah sesuai keadaan pada saat pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran dapat berjalan lancar walaupun Cuma 3 metode tersebut yang digunakan oleh guru.

(g) Media adalah alat dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan danpengajaran disekolah.48

46 Ibid

47 Depag RI, Metodologi Penelitian Agama Islam, (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), h. 19

48

Hal ini terlihat pada perencanaan pembelajaran tersebut guru membuat RPP dan menyiapkan media clay terlebih dahulu sebelum membelajarkan materi dongeng. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah teliti dalam mempersiapkan perencanaan pembelajaran terlebih dahulu dan dapat dikatakan telah terlaksana dengan baik. Adapun langkah-langkah penggunaan media clay:

(1) Guru membaca cerita dan siswa menyimak cerita sambil membaca dongeng pada buku sampai selesai.

(2) Siswa diberikan adonan clay yang sudah jadi.

(3) Guru memberikan perintah kepada siswa untuk membentuk adonan clay tersebut menjadi sesuatu yang menarik yang di sesuaikan dengan materi pembelajaran misalnya membuat orang-orangan dari clay pada saat pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi dongeng.

(4) Siswa diinformasikan bahwa apabila sudah selesai maka maju kedepan kelas memperlihatkan hasil buatan mereka dan sambil bercerita tentang dongeng dengan orang-orangan yang sudah mereka buat tadi dari adonan

clay.

(5) Siswa dengan senang hati mendengarkan temannya bercerita di depan kelas, sambil bergantian maju ke depan untuk bercerita

(6) Selanjutnya guru memberi kesempatan bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

(7) Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan

Media yang digunakan pada saat pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III ini adalah media clay dan buku paket Bahasa Indonesia yang terdiri dari pokok-pokok bahasan tentang cerita dongeng. Walaupun media ini saja pembelajaran dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia berjalan dengan maksimal. Terlihat bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media clay pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sudah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran dan juga pada saat pembelajaran siswa sangat menikmati proses pembentukan media clay, yang mereka buat sendiri sebagai hasil karya, dalam hal ini media clay bisa dikatakan sebagai simbol dalam penyampaian jalan cerita dongeng oleh siswa.

Kata simbol berasal dari bahasa Yunani sym-ballein atau symbolos. Simbol memiliki arti tanda atau ciri yang memberitahukan sesuatu kepada seseorang.Semantara itu, dalam KBBI, simbol atau lambang adalah semacam tanda, lukisan, lencana dan sebagainya yang menyatakan sesuatu atau mengandung makna tertentu.49

(h) Strategi adalah suatu cara penetapan keseluruhan aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran.50Strategi yang digunakan sudah sesuai dengan kondisi siswa yang menyukai situasi yang menyenangkan yaitu belajar sambil bermain. Untuk mencapai tujuan pembelajaran salah satunya dengan

49Afifah Harisah dan Zulfitria Masiming, “Persepsi Manusia Terhadap Tanda, Simbol dan

Spasial”, hhttps://www. google. com/2015/05/25.

50 Muhammad Yuseran, Materi Pengelolaan Pembelajaran MI, (Banjarmasin:IAIN 2015) h.37

menggunakan strategi yang sesuai dengan media, metode dan materi pembelajaran karena semua itu saling berkaitan.

(i) Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.51 Siswa kelas III MIN Manarap Baru Kertak Hanyar Kabupaten Banjar menggunakan buku paket Bahasa Indonesia sebagai bahan belajar khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia. (j) Langkah-langkah pembelajaran adalah Pendahuluan merupakan kegiatan awal

dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran kemudian Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktifitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.52 untuk lebih jelasnya penulis akan mendiskripsikan hasil observasi penggunaan media clay pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III MIN Manarap Baru Kertak Hanyar Kabupaten Banjar

51

http://ainamulyana.blogspot.co.id/2012/01/pengertian-metode-pembelaaran-dan.html dia akses kamis tanggal 8 agustus 2016 pukul 11

52

Observasi ke 1, pada tanggal 10 Agustus 2016

Berdasarkan hasil observasi pertama pada tanggal 10 Agustus 2016, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dengan menggunakan media

clay diawali dengan kegiatan awal. Pada kegiatan awal siswa dari kelas 1 sampai

VI berbaris dilapangan dan berdoa yang dipimpin oleh satu siswa, selesai berdoa mereka pun masuk ke kelas masing-masing kemudian guru mengucapkan salam dan siswa membalas salam tersebut bersama-sama kemudian guru mengabsen kehadiran siswa serta menanyakan kabar, guru meminta siswa menyiapkan buku dan alat-alat tulis kemudian guru menanyakan materi pembelajaran pada hari itu dan kesiapan siswa untuk belajar.

Pada kegiatan inti guru membacakan cerita dongeng dan siswa menyimak cerita dongeng sambil membaca materi tersebut pada buku paket Bahasa Indonesia. Kemudian guru menjelaskan kembali secara singkat materi tersebut dengan mengaitkan pada kehidupan sehari-hari baik yang terjadi di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Setelah itu guru menanyakan kembali tentang isi materi cerita dongeng tersebut kepada setiap siswa setelah semuanya mendapat pertanyaan dan guru mendapat jawabannya lalu guru membagikan adonan clay yang sudah jadi agar setiap siswa dapat membuat atau mengkreasikan adonan clay tersebut menjadi tokoh pada cerita dongeng tersebut atau sesuatu yang menarik yang disesuaikan dengan materi pembelajaran, Sebelumnya guru mendemontrasikan cara mengolah adonan clay tersebut kepada siswa. Setelah siswa selesai mengolah adonan clay tersebut menjadi media clay yang sesuai

dengan materi pembelajaran guru meminta siswa maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil buatannya dan juga siswa menyebutkan judul cerita dongeng yang dipelajari kemudian menceritakan kembali cerita dongeng tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, lalu menyebutkan tokoh-tokoh yang ada di cerita dongeng beserta sifat tokoh dan memberikan tanggapan atau saran untuk tokoh yang ada pada cerita dongeng tersebut, Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya bagi siswa yang belum paham.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan umpan balik pada siswa dengan menanyakan kembali cerita dongeng yang telah dipelajari. Kemudian guru memberikan soal latihan yang terdapat pada buku paket Bahasa Indonesia dan siswa mengerjakannya dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah itu, guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah yaitu menulis kembali cerita dongeng tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, dan juga mencatat hal-hal yang penting pada materi cerita dongeng “ Tiga Anak Yatim Piatu”. Untuk mengakhiri pembelajaran guru memberikan motivasi pada siswa untuk belajar di rumah dan mengucapkan salam

Observasi ke 2, pada tanggal 13 Agustus 2016

Berdasarkan hasil observasi kedua pada tanggal 13 Agustus 2016, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dengan menggunakan media

clay diawali dengan kegiatan awal. Pada kegiatan awal siswa dari kelas 1 sampai

VI berbaris dilapangan dan berdoa yang dipimpin oleh satu siswa, selesai berdoa mereka pun masuk ke kelas masing-masing kemudian guru mengucapkan salam

dan siswa membalas salam tersebut bersama-sama kemudian guru mengabsen kehadiran siswa serta menanyakan kabar, guru meminta siswa menyiapkan buku dan alat-alat tulis kemudian guru menanyakan materi pembelajaran pada hari itu dan kesiapan siswa untuk belajar.

Pada kegiatan inti guru membacakan cerita dongeng dan siswa menyimak cerita dongeng sambil membaca materi tersebut pada buku paket Bahasa Indonesia. Kemudian guru menjelaskan kembali secara singkat materi tersebut dengan mengaitkan pada kehidupan sehari-hari baik yang terjadi di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Setelah itu guru menanyakan kembali tentang isi materi cerita dongeng tersebut kepada setiap siswa setelah semuanya mendapat pertanyaan dan guru mendapat jawabannya lalu guru membagikan adonan clay yang sudah jadi agar setiap siswa dapat membuat atau mengkreasikan adonan clay tersebut menjadi tokoh pada cerita dongeng tersebut atau sesuatu yang menarik yang disesuaikan dengan materi pembelajaran. untuk observasi yang kedua ini guru tidak mendemonstrasikan lagi, karena melihat dari segi keterampilan siswa dalam mengolah adonan clay tersebut sangat kreatif. Setelah siswa selesai mengolah adonan clay tersebut menjadi media clay yang sesuai dengan materi pembelajaran guru meminta siswa maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil buatannya dan juga siswa menyebutkan judul cerita dongeng yang dipelajari kemudian menceritakan kembali cerita dongeng tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, lalu menyebutkan tokoh-tokoh yang ada di cerita dongeng beserta sifat tokoh dan memberikan tanggapan atau saran untuk tokoh yang ada pada

cerita dongeng tersebut, Setelah itu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya bagi siswa yang belum paham.

Pada kegiatan akhir, guru memberikan umpan balik pada siswa dengan menanyakan kembali cerita dongeng yang telah dipelajari. Kemudian guru memberikan soal latihan yang terdapat pada buku paket Bahasa Indonesia dan siswa mengerjakannya dengan waktu yang telah ditentukan. Setelah itu, guru memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah yaitu menulis kembali cerita dongeng tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, dan juga mencatat hal-hal yang penting pada materi cerita dongeng “ Buaya Putih yang Adil”. Untuk mengakhiri pembelajaran guru memberikan motivasi pada siswa untuk belajar di rumah dan mengucapkan salam

(k) Penilaian hasil pembelajaran adalah Prosedur dan instrument penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada standar penilaian.53 Untuk penilaian siswa diberikan tugas, tes dan observasi. jenis soalnya berupa essay dalam bentuk pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan yang memungkinkan penjawab memberikan jawaban secara terbuka dan luas.

b. Pelaksanaan

Secara umum pelaksanaan pembelajaran dalam suatu lembaga pendidikan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan akhir. Kegiatan awal merupakan suatu pembuka dalam kegiatan pembelajaran yang biasanya berisi salam, membaca

53

do‟a, mengabsen siswa, apersepsi, dan motivasi. Adapun kegiatan inti berisi tentang materi-materi yang akan diajarkan pada saat kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan media clay. Sedangkan kegiatan akhir berisi ialah penutup dari kegiatan pelaksanaan pembelajaran yang biasanya berisi evaluasi terhadap kemampuan siswa.

Berdasarkan penelitian yang didapat dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas III MIN Manarap Baru Kertak Hanyar Kab.Banjar pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir, yang dilakukan oleh guru saat kegiatan pelaksanaan pembelajaran.

kemudian data yang diperoleh dari pelaksanaan pembelajaran antara lain adalah

1) Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran

Media merupakan fasilitas penunjang dalam proses pembelajaran, maka pembelajaran akan menjadi lebih mudah untuk diajarkan kepada siswa. Fungsi media sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran dimulai dengan mempertimbangkan kesesuaian media yang akan digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Jika sudah sesuai, maka akan mudah tujuan pembelajaran pun dapat tercapai.

Berdasarkan penyajian data sebelumnya, diketahui bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III telah mempertimbangkan dengan baik pemilihan media yangingin digunakan dengan memperhatikan indikator yang harus dicapai oleh siswa, sehingga memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Setelah tujuan pembelajaran sudah ada, kemudian guru tersebut memilih media yang tepat digunakan dengan pertimbangan bahwa media yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Berdasarkan penyajian data, dapat diketahui bahwa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III di MIN Manarap baru Kertak Hanyar Kab. Banjar memilih media clay sebagai media pembelajaran yang sesuai untuk mengajarkan materi dongeng kepada siswa.

2) Kesesuaian dengan materi pembelajaran

Materi pembelajaran merupakan suatu yang harus disampaikan saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, keberadaan materi pembelajaran sangat penting apabila hendak dikaitkan dengan media pembelajaran. Dalam mengajarkan matematika guru harus mampu mengkonkritkan materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat abstrak mengingat siswa kelas III masih pada tahap konkrit yang belum mampu untuk berpikir formal sehingga sangat diharapkan bagi para guru untuk mengaitkan proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan hal-hal yang bersifat konkrit.

Berdasarkan penyajian data sebelumnya, media clay yang digunakan sangat berkaitan dengan materi dongeng. Media clay merupakan media yang dibuat dengan tujuan untuk mempermudah siswa dalam menyimak isi dari dongeng. Jadi, media ini sangat cocok untuk mengajarkan materi dongeng dan yangterpenting untuk mempermudah siswa dalam memahami materi dan memudahkan guru mengajarkannya pada siswa.

3) kesesuaian dengan kondisi siswa

Pembelajaran Bahasa Indonesia yang bersifat abstrak, siswa memerlukan alat bantu berupa media yang dapat memperjelas apa yang akan disampaikan oleh guru sehingga lebih cepat dipahami dan dimengerti oleh siswa. Karakteristik siswa kelas III yang terikat dengan objek konkrit yang masih ditangkap oleh panca indra memerlukan media yang menarik sehingga membuat ketertarikan siswa untuk belajar.

Kondisi siswa dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru.Penggunaan media pembelajaran selain harus memperhatikan tujuan dan materi pelajaran juga harus mempertimbangkan kondisi siswa.Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan, oleh karena itu dalam memilih dan menggunakan media dalam pembelajaran sudah seharusnya memperhatikan kondisi siswa. Gaya belajar siswa yang cenderung pada gaya belajar auditif, visual, dan kinestetik dapat diatasi dengan adanya media pembelajaran.

Berdasarkan penyajian data sebelumnya, guru telah menyesuaikan media pembelajaran yang digunakan dengan kondisi siswa. Media clay yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan kondisi siswa kelas III yang menyukai objek yang konkrit dan dengan warna-warni yang menarik membuat siswa bersemangat untuk mengikuti pembelajaran.

4) Keterampilan guru menggunakan media

Keterampilan dalam memanfaatkan media merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Adanya media pembelajaran yang tersedia tidak akan

memberikan dampak yang berarti pada diri siswa jika tidak didukung dengan keterampilan guru dalam memanfaatkannya. Sesuai dengan prinsip penggunaan media pembelajaran, maka seorang guru harus mampu memanfaatkan media yang digunakannya dengan baik.

Pada saat pembelajaran materi dongeng, guru terampil melibatkan siswa dengan menggunakan media clay. Sebagai contoh, dari pengamatan secara langsung saat proses pembelajaran Bahasa Indonesia guru menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Metode-metode tersebut divariasikan dan diikuti dengan media yang sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai.

c. Evaluasi

Sebagai alat penilaian hasil pencapaian tujuan dalam pengajaran, evaluasi harus dilakukan secara terus menerus. Evaluasi tidak hanya sekedar menentukan

Dalam dokumen BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 32-51)

Dokumen terkait