• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Deskripsi Variabel Penelitian

3. Analisis Data dan Pembahasan

- Perhitungan Kontribusi Pajak Penerangan Jalan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Analisis mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD), pajak daerah, dan kontribusi pajak daerah telah diuraikan selanjutnya dalam penelitian ini secara khusus, maka akan dibahas secara rinci mengenai salah satu jenis pajak yaitu Pajak Penerangan Jalan yang menjadi jenis pajak daerah yang mempunyai kontribusi terbesar dalam kinerja 5 tahun ini.

Tabel 4.8 Kontribusi Pajak Penerangan Jalan (Rupiah) Tahun Nilai Pajak

Penerangan Jalan (PJU) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kontribusi 2007 22.860.946.389 89.430.977.982 25,56 % 2008 24.902.623.244 102.929.501.970 24,19 % 2009 25.937.479.080 101.972.318.682 25,44 % 2010 28.892.435.120 114.141.348.062 25,31 % 2011 28.309.772.763 181.096.816.152 15,63 %

Sumber: DPPKA Kota Surakarta, 2010 dan 2011 (data diolah)

Kontribusinya bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar mengingat bahwa Pajak Penerangan Jalan adalah hanya salah satu sub komponen bagi Pendapatan Asli Daerah, yang masuk dalam total pajak daerah. Kontribusi terbesar pada tahun 2007 mencapai 25,56 % selanjutnya pada tahun 2008 menurun menjadi 24,19 %, pada tahun 2009 dan tahun 2010 terjadi peningkatan berkisar kurang lebih pada angka 25 % dan kontribusinya kembali melemah pada tahun 2011 yang hanya

sebesar 15,63 %. Penurunan kontribusi Pajak Penerangan Jalan, mungkin dikarenakan ketidakstabilan perekonomian atau faktor internal dalam pemungutan pajak tersebut.

Selanjutnya untuk mengetahui perkembangan Pajak Penerangan Jalan akan digunakan analisis trend dengan melakukan regresi. Regresi merupakan hubungan antara suatu variabel dependen dengan variabel independen. Pada tingkat negara, untuk mengukur keberhasilan suatu pajak digunakan tax rasio (rasio pajak). Penelitian ini menggunakan analisis trend alasannya untuk mengetahui perkiraan trend, yaitu secara langsung dapat membantu menyusun perencanaan (Djarwanto, 1993: 268 dalam Hajar Sholikhah, 2010). Misalnya bila trend penerimaan Pajak Penerangan Jalan selama beberapa tahun menunjukkan kenaikan maka secara logika dapat diramalkan bahwa penerimaan Pajak Penerangan Jalan untuk tahun-tahun yang akan datang juga akan bertambah. Persamaan garis lurus dinyatakan dengan model

PPJ = a + bT. Dimana:

PPJ = Penerimaan Pajak Penerangan Jalan a = Konstanta

b = Besar perubahan variabel PPJ yang terjadi pada setiap perubahan satu variabel T

T = Tahun

Sebelum memperkirakan trend Pajak Penerangan Jalan dari tahun ke tahun maka harus diadakan uji terlebih dahulu, bila b < 0 maka

perkembangan hubungan PPJ dan T turun dan bila b > 0 atau positif maka perkembangan hubungan PPJ dan T adalah naik, selanjutnya dengan menggunakan tingkat signifikansi 5 % analisis tersebut diuji terlebih dahulu apabila probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 maka persamaan tersebut signifikan. Maka pengolahan data dengan menggunakan eviews 3.1 perhitungan regresi dari penerimaan Pajak Penerangan Jalan selama kurun waktu 2007-2011 menghasilkan persamaan sebagai berikut:

PPJ = a + b (T)

= 26.527.082.146,2 + 1.186.146.841,5 T

Nilai probabilitas X adalah 0,4525 > 0,05 maka koefisien regresi tersebut (tidak signifikan) pada tingkat signifikansi 5 %.

Berdasarkan persamaan regresi di atas maka nilai b adalah positif dan lebih dari satu maka perkembangan hubungan nilai PPJ dan T adalah naik atau penerimaan pajak mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan tingkat signifikansinya adalah lebih besar dari 0,05 maka persamaan di atas adalah tidak signifikan. Berdasarkan persamaan tersebut maka dapat diketahui perkiraan trend pajak penerangan dari tahun ke tahun, bila trend Pajak Penerangan Jalan selama beberapa tahun meningkat maka secara logika dapat diramalkan bahwa Pajak Penerangan Jalan untuk tahun-tahun yang akan datang juga akan bertambah, maka perkiraan penerimaan Pajak Penerangan Jalan selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan dengan tahun dasar (basic year) tahun 2009 dapat disajikan pada perhitungan berikut ini:

1. Prediksi untuk tahun 2012 PPJ’ = a + b (T)

= 26.527.082.146,2 + 1.186.146.841,5 (3) = 30.085.522.671

2. Prediksi untuk tahun 2013 PPJ’ = a + b (T)

= 26.527.082.146,2 + 1.186.146.841,5 (4) = 31.271.669.512

3. Prediksi untuk tahun 2014 PPJ’ = a + b (T)

= 26.527.082.146,2 + 1.186.146.841,5 (5) = 32.457.816.354

4. Prediksi untuk tahun 2015 PPJ’ = a + b (T)

= 26.527.082.146,2 + 1.186.146.841,5 (6) = 33.643.963.195

5. Prediksi untuk tahun 2016 PPJ’ = a + b (T)

= 26.527.082.146,2 + 1.186.146.841,5 (7) = 34.830.110.037

Kesimpulannya dari persamaan trend di atas maka untuk 5 tahun ke depan penerimaan Pajak Penerangan Jalan akan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Trend Pajak Penerangan Jalan untuk 5 tahun ke depan diperkirakan akan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

- Gambaran Kinerja Pajak Penerangan di Kota Surakarta

Selanjutnya untuk mengetahui kinerja Pajak Penerangan Jalan dapat diketahui dengan matrik kinerja pajak daerah. Berikut ini adalah kinerja Pajak Penerangan Jalan yaitu pada tahun 2007-2011:

Tabel 4.9 Kinerja Pajak Penerangan Jalan Tahun 2007-2011 Tahun Pertumbuhan Proporsi Kinerja

2007 0,86 3,31 Potensial

2008 0,35 3,19 Potensial

2009 0,20 2,98 Potensial

2010 0,31 2,81 Potensial

2011 -0,02 1,67 Potensial

Sumber: DPPKA Kota Surakarta, 2010 dan 2011 (data diolah)

Kinerja Pajak Penerangan Jalan dalam 5 tahun dilihat dari rasio pertumbuhan dan proporsi, jenis pajak tersebut semua kinerjanya tergolong ke dalam kondisi potensial karena proporsi

pertumbuhan < 1. Artinya Pajak Penerangan Jalan merupakan salah satu jenis pajak yang cukup berpotensi bagi penyumbang pendapatan pajak daerah yang kontribusinya tentu dapat mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah pada 2007-2011. Belum terjadinya peningkatan kinerja pajak tersebut bisa diperoleh dari faktor internal maupun eksternal. Internal yaitu PLN sebagai lembaga pemungut pajak dan eksternal yaitu pemda sebagai pengelola pajak tersebut.

Selanjutnya sebagai pelengkap data kinerja dari keseluruhan Pajak Penerangan Jalan maka akan dibahas mengenai rasio pengumpulan

1. Rasio Pengumpulan (Collection Ratio)

Tabel 4.10 Rasio Pengumpulan (Collection Ratio) Pajak Penerangan Jalan Tahun 2007-2011 (Rupiah)

Tahun Realisasi Target Collection Ratio

2007 22.860.946.389 21.221.953.000 107,72 % 2008 24.902.623.244 24.150.000.000 103,12 % 2009 25.937.479.080 25.538.000.000 101,56 % 2010 28.892.435.120 26.149.168.000 110,49 % 2011 28.309.772.763 28.856.626.000 98,11 % Sumber: DPPKA Kota Surakarta, 2010 dan 2011 (data diolah)

Rasio pengumpulan Pajak Penerangan Jalan rata-rata di atas 100 % artinya tahun 2007-2011 jenis pajak ini tergolong mencapai target yang ditentukan oleh pemda atau sangat efektif. Pada tahun 2011 terjadi penurunan rasio pengumpulan yaitu di bawah 100 % artinya pendapatan Pajak Penerangan Jalan pada tahun tersebut belum mencapai target yang ditentukan pemda atau tidak efektif, rasionya hanya sebesar 98,11 %. Terjadi penurunan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

2. Rasio Pertumbuhan

Rasio ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan Pajak Penerangan Jalan. Rasio pertumbuhan Pajak Penerangan Jalan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.11 Pertumbuhan Pajak Penerangan Jalan Tahun 2007-2011 Tahun Pertumbuhan 2007 27,37 % 2008 8,93 % 2009 4,16 % 2010 11,39 % 2011 -2,02

Pertumbuhan keseluruhan Pajak Penerangan Jalan cenderung positif akan tetapi fluktuatif. Terjadi peningkatan dan penurunan pertumbuhan selama kurun waktu 5 tahun. Pada tahun 2011, Pajak Penerangan Jalan pertumbuhannya negatif artinya pendapatan tahun tersebut tidak ada peningkatan atau terjadi penurunan dari tahun sebelumnya.

- Perhitungan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan

Potensi merupakan keseluruhan pendapatan yang memungkinkan dapat dicapai berdasarkan kondisi dan perkembangan sumber pendapatan yang dimaksud. Nilai potensi setiap sumber pendapatan daerah tersebut masih jarang untuk dilaporkan sebagaimana nilai target dan realisasi pendapatan. Analisis perhitungan potensi mutlak diperlukan dalam analisis menetapkan target rasional. Dengan potensi yang ada, setelah dibandingkan penerimaan untuk masa yang akan datang, maka akan didapatkan besarnya potensi yang terpendam, sehingga akan dapat diperkirakan rencana dan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menggali potensi yang terpendam untuk menentukan berapa besarnya rencana penerimaan yang akan datang.

Untuk menghitung potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan, pertama perlu diketahui basis Pajak Penerangan Jalan (tax base) dengan rumus sebagai berikut:

Tax Base PPJ = Biaya Beban + Biaya Pemakaian Listrik

Setelah diperoleh basis pajaknya, kemudian potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan dapat digunakan rumus sebagai berikut:

Adapun perhitungannya sebagai berikut:

1. Perhitungan Basis Pajak Penerangan Jalan per Golongan Tarif Tabel 4.12 Biaya Beban dan Biaya Pemakaian Listrik Golongan Tarif Rumah Tangga Tahun 2010-2011 (Rupiah)

a. Tahun 2010-UPJ Surakarta Kota

Bulan

Golongan Rumah Tangga (R) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 1.381.703.615 5.686.531.950 0 0 Februari 1.378.750.195 5.463.144.855 0 0 Maret 1.375.488.945 5.119.270.140 0 0 April 1.362.835.555 5.427.009.505 0 0 Mei 1.359.662.350 5.621.754.080 0 0 Juni 1.355.258.945 5.844.933.880 0 0 Juli 1.351.008.485 5.644.891.720 0 0 Agustus 613.782.285 6.116.271.985 0 0 September 615.365.525 6.960.809.105 0 0 Oktober 795.763.490 6.543.868.175 0 0 November 782.713.870 6.746.100.335 0 0 Desember 784.239.600 6.601.631.270 0 0 Total 13.156.572.860 71.776.217.000 0 0 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

b. Tahun 2010-UPJ Manahan

Bulan

Golongan Rumah Tangga (R) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 1.180.123.190 4.951.357.625 0 0 Februari 1.176.781.050 4.987.596.590 0 0 Maret 1.171.569.335 4.574.700.620 0 0 April 1.167.811.080 4.960.742.705 0 0 Mei 1.164.478.560 5.091.386.340 0 0 Juni 1.160.476.915 5.309.034.015 0 0 Juli 1.154.331.730 5.097.754.245 0 0 Agustus 677.917.425 5.290.935.920 0 0 September 680.235.640 5.954.643.575 0 0 Oktober 821.456.985 5.669.256.420 0 0 November 816.261.630 5.820.883.375 0 0 Desember 822.807.455 5.768.760.310 0 0 Total 11.994.250.995 63.477.051.740 0 0 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

c. Tahun 2011-UPJ Surakarta Kota

Bulan

Golongan Rumah Tangga (R) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 783.377.620 6.522.998.980 0 0 Februari 783.415.010 6.409.196.225 0 0 Maret 790.345.820 5.872.321.345 0 0 April 778.945.440 6.439.600.525 0 0 Mei 778.485.390 6.218.185.640 0 0 Juni 608.769.800 6.613.750.545 0 0 Juli 606.211.475 6.441.626.144 0 0 Agustus 601.761.455 6.639.737.970 0 0 September 599.887.085 5.635.864.229 0 0 Oktober 598.957.040 7.497.242.119 0 0 November 596.885.360 7.038.288.559 0 0 Desember 595.517.300 6.759.063.307 0 0 Total 8.122.558.795 78.087.875.588 0 0 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

d. Tahun 2011-UPJ Manahan

Bulan

Golongan Rumah Tangga (R) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 815.177.010 5.684.381.950 0 0 Februari 816.352.045 5.558.196.225 0 0 Maret 826.657.125 4.978.571.870 0 0 April 823.729.075 5.668.553.455 0 0 Mei 802.608.600 5.610.166.435 0 0 Juni 678.332.670 5.846.263.762 0 0 Juli 675.757.320 5.603.762.471 0 0 Agustus 672.500.418 5.709.464.319 0 0 September 672.357.610 5.319.835.071 0 0 Oktober 669.867.100 6.268.910.366 0 0 November 668.271.333 6.126.952.937 0 0 Desember 667.286.935 5.937.547.823 0 0 Total 8.788.897.241 68.312.606.684 0 0 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

- Basis Pajak Penerangan Jalan (tax base) tahun 2010 = 25.150.823.855 + 135.253.268.740

- Basis Pajak Penerangan Jalan (tax base) tahun 2011 = 16.911.456.036 + 146.400.482.272

= 163.311.938.308

Tabel 4.13 Biaya Beban dan Biaya Pemakaian Listrik Golongan Tarif Bisnis Tahun 2010-2011 (Rupiah)

a. Tahun 2010-UPJ Surakarta Kota

Bulan

Golongan Bisnis (B) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 1.329.176.300 9.117.576.385 23.856.450 0 Februari 1.321.855.765 8.580.575.270 25.687.200 0 Maret 1.354.583.735 8.081.282.420 10.526.205 0 April 1.303.736.245 8.908.198.965 11.469.920 0 Mei 1.302.120.395 8.964.031.095 5.930.850 0 Juni 1.348.162.730 9.108.392.240 7.529.990 0 Juli 1.293.801.715 9.068.849.805 6.724.260 0 Agustus 48.934.320 10.139.079.320 10.085.320 0 September 46.646.070 10.378.626.570 11.258.200 0 Oktober 338.652.440 8.734.421.145 17.046.580 1.098.086.400 November 296.342.405 9.337.977.335 40.174.760 1.178.880.000 Desember 301.803.530 9.068.503.765 25.875.760 1.130.745.600 Total 10.285.815.650 109.487.514.315 196.165.495 3.407.712.000 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

b. Tahun 2010-UPJ Manahan

Bulan

Golongan Bisnis (B) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 475.758.360 3.666.232.515 8.101.630 0 Februari 468.707.930 3.530.772.530 8.707.775 0 Maret 472.290.585 3.405.596.925 6.790.785 0 April 465.560.705 3.713.777.995 8.323.390 0 Mei 468.304.855 3.796.243.745 7.303.295 0 Juni 469.310.900 3.848.187.045 7.485.630 0 Juli 460.677.140 3.825.376.190 8.343.105 0 Agustus 39.492.340 3.510.386.335 10.461.800 0 September 39.156.680 3.629.519.705 10.396.640 0 Oktober 206.032.035 2.962.929.500 9.231.000 167.520.000 November 166.827.690 3.557.203.595 10.222.880 193.200.000 Desember 172.046.520 3.401.705.920 9.433.720 183.840.000 Total 3.904.165.740 42.847.932.000 104.801.650 544.560.000 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

c. Tahun 2011-UPJ Surakarta Kota

Bulan

Golongan Bisnis (B) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 302.496.930 9.049.751.330 19.330.800 1.164.537.600 Februari 314.963.860 8.688.041.540 5.509.640 1.102.108.800 Maret 323.318.410 7.972.950.995 5.430.000 1.001.587.200 April 310.720.870 9.023.521.420 6.523.240 1.140.480.000 Mei 353.694.095 8.535.722.505 6.910.580 1.121.040.000 Juni 45.149.625 9.733.236.600 0 1.166.428.800 Juli 44.901.900 9.081.450.875 0 1.111.396.800 Agustus 43.942.425 9.566.871.677 0 1.212.732.000 September 43.728.150 8.259.368.099 0 1.156.022.400 Oktober 43.672.500 9.757.793.001 0 1.174.804.800 November 43.379.798 9.840.272.115 0 1.212.965.004 Desember 43.283.618 9.899.328.393 0 1.201.495.200 Total 1.913.252.181 109.408.308.550 43.704.260 13.765.598.604 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

d. Tahun 2011-UPJ Manahan

Bulan

Golongan Bisnis (B) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 176.896.150 3.591.273.505 11.033.760 237.360.000 Februari 182.976.260 3.403.205.435 9.723.320 213.840.000 Maret 203.927.630 3.034.153.470 8.818.320 204.480.000 April 191.786.070 3.599.937.980 9.636.440 222.960.000 Mei 177.559.125 3.536.104.320 10.469.040 219.360.000 Juni 37.585.365 3.774.850.489 0 232.814.400 Juli 37.253.250 3.672.628.389 0 216.801.600 Agustus 36.584.176 3.742.884.322 0 235.620.000 September 36.732.675 3.343.771.897 0 201.580.800 Oktober 36.093.135 3.811.230.619 0 219.206.400 November 35.841.135 4.179.543.711 0 255.746.400 Desember 35.772.901 3.988.367.257 0 254.414.400 Total 1.179.007.872 43.677.951.394 49.680.880 2.714.184.000 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

- Basis Pajak Penerangan (tax base) Jalan tahun 2010 = 14.189.981.390 + 156.588.685.460

= 170.778.666.850

- Basis Pajak Penerangan (tax base) Jalan tahun 2011 = 3.092.260.053 + 169.659.427.688

Tabel 4.14 Biaya Beban dan Biaya Pemakaian Listrik Golongan Tarif Industri Tahun 2010-2011 (Rupiah)

a. Tahun 2010-UPJ Surakarta Kota

Bulan

Golongan Industri (I) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 521.826.660 2.024.237.040 6.060.010 0 Februari 524.656.720 2.096.311.665 6.566.240 0 Maret 529.593.475 1.992.440.880 5.606.210 0 April 531.685.245 2.151.607.295 6.043.190 0 Mei 526.221.045 2.085.314.460 5.015.245 0 Juni 529.657.050 2.141.017.725 6.018.250 0 Juli 522.730.940 2.149.427.265 18.137.435 0 Agustus 28.350 3.310.089.900 29.809.570 0 September 28.350 3.257.313.060 19.830.790 0 Oktober 34.799.690 2.092.422.520 7.722.820 478.994.400 November 28.283.010 2.675.590.390 11.886.945 615.733.200 Desember 34.014.130 2.508.433.630 17.886.925 596.828.400 Total 3.783.524.665 28.484.205.830 140.583.630 1.691.556.000 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

b. Tahun 2010-UPJ Manahan

Bulan

Golongan Industri (I) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 1.161.306.960 5.895.094.670 47.961.765 0 Februari 1.178.603.845 6.170.055.785 53.418.020 0 Maret 1.196.052.850 5.530.900.835 51.370.235 0 April 1.184.446.685 6.064.525.815 28.566.840 0 Mei 1.195.312.015 5.868.583.210 29.511.275 0 Juni 1.213.131.180 5.996.727.190 35.560.065 0 Juli 1.197.552.985 5.973.780.415 30.750.545 0 Agustus 0 8.754.904.825 45.775.765 0 September 0 8.977.055.355 48.066.165 0 Oktober 83.071.600 5.825.359.770 42.363.300 1.656.174.000 November 75.548.480 7.128.301.505 41.452.110 2.027.588.400 Desember 73.852.480 6.766.789.850 45.969.105 1.909.744.800 Total 8.558.879.080 78.952.079.225 500.765.190 5.593.507.200 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

c. Tahun 2011-UPJ Surakarta Kota

Bulan

Golongan Industri (I) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 26.280.610 2.383.288.635 16.786.455 567.183.600 Februari 28.919.050 2.469.034.535 20.448.960 563.306.400 Maret 32.008.610 2.164.979.490 19.736.255 482.703.600 April 28.541.230 2.506.963.495 24.961.090 530.848.800 Mei 40.112.350 2.210.634.775 19.857.460 508.222.800 Juni 28.350 2.548.722.485 0 582.757.560 Juli 28.350 2.219.897.050 0 527.314.320 Agustus 28.350 2.402.112.140 0 578.527.080 September 28.350 1.982.043.535 0 456.200.100 Oktober 28.350 1.863.623.665 0 411.316.920 November 28.350 2.327.681.440 0 538.721.830 Desember 28.350 2.130.881.240 0 490.764.480 Total 156.060.300 27.209.862.485 101.790.220 6.237.867.490 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

d. Tahun 2011-UPJ Manahan

Bulan

Golongan Industri (I) Biaya

Beban

Biaya Pemakaian Listrik Rp kWh Rp kVArh TTLB Januari 59.433.160 6.816.551.845 38.698.730 1.915.032.000 Februari 70.511.600 6.983.154.920 60.047.225 1.968.207.600 Maret 65.743.600 6.098.875.110 48.270.950 1.735.422.000 April 64.668.480 7.106.672.330 75.926.060 2.008.417.200 Mei 64.012.480 6.801.904.340 67.051.215 1.939.807.200 Juni 0 14.988.135.391 0 5.547.300.324 Juli 0 6.910.577.440 0 1.963.310.040 Agustus 0 7.032.222.225 0 1.945.656.240 September 0 6.667.604.945 0 1.856.223.000 Oktober 0 6.511.621.550 0 1.805.419.680 November 0 7.406.606.187 0 2.053.425.252 Desember 0 7.054.449.461 0 1.960.634.268 Total 324.369.320 90.378.375.744 289.994.180 26.698.854.804 Sumber : PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

- Basis Pajak Penerangan (tax base) Jalan tahun 2010 = 12.342.403.745 + 115.362.697.075

= 127.705.100.820

= 480.429.620 + 150.916.744.923 = 151.397.174.543

2. Perhitungan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Menurut Golongan Tarif.

a. Perhitungan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Golongan Tarif Rumah Tangga Tahun 2010-2011

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tahun 2010 = 160.404.092.595 x 9 %

= 14.436.368.334

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tahun 2011 = 163.311.938.308 x 9 %

= 14.698.074.448

b. Perhitungan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Golongan Tarif Bisnis Tahun 2010-2011

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tahun 2010

= 170.778.666.850 x 5 % = 8.538.933.343

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tahun 2011 = 172.751.687.741 x 5 %

= 8.637.584.387

c. Perhitungan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Golongan Tarif Industri Tahun 2010-2011

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tahun 2010 = 127.705.100.820 x 9 %

= 11.493.459.074

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan tahun 2011 = 151.397.174.543 x 9 %

= 13.625.745.709

3. Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta

a. Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Tahun 2010 = 14.436.368.334 + 8.538.933.343 + 11.493.459.074 = 34.468.760.751

b. Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Tahun 2011 = 14.698.074.448 + 8.637.584.387 + 13.625.745.709 = 36.961.404.544

Hasil perhitungan di atas merupakan hasil perhitungan potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan dari pelanggan reguler PT. PLN APJ Surakarta.

- Perhitungan Efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta

1. Tahun 2010

Berdasarkan jumlah potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 34.468.760.751, diketahui efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta tahun 2010 dengan realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 28.892.435.120 tahun 2010 adalah sebagai berikut:

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh tingkat efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta tahun 2010 adalah 83,82 persen.

2. Tahun 2011

Berdasarkan jumlah potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 36.961.404.544, diketahui efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta tahun 2011 dengan realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 28.309.772.763 tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh tingkat efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta tahun 2011 adalah 76,59 persen.

- Pengukuran Daya Pajak (Tax Effort)

1. Tahun 2007

Diketahui bahwa realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan pada tahun 2007 sebesar Rp 22.860.946.389 dan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta sebesar Rp 6.909.094,57 juta, maka perhitungan daya pajaknya adalah sebagai berikut:

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya pajak (Tax Effort) di Kota Surakarta sebesar 0,33 persen.

2. Tahun 2008

Diketahui bahwa realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan pada tahun 2008 sebesar Rp 24.902.623.244 dan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta sebesar Rp 7.901.886,06 juta, maka perhitungan daya pajaknya adalah sebagai berikut:

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya pajak (Tax Effort) di Kota Surakarta sebesar 0,32 persen.

3. Tahun 2009

Diketahui bahwa realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan pada tahun 2009 sebesar Rp 25.937.479.080 dan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta sebesar Rp 8.880.691,24 juta, maka perhitungan daya pajaknya adalah sebagai berikut:

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya pajak (Tax Effort) di Kota Surakarta sebesar 0,29 persen.

4. Tahun 2010

Diketahui bahwa realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan pada tahun 2010 sebesar Rp 28.892.435.120 dan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta sebesar Rp 9.941.136,57 juta, maka perhitungan daya pajaknya adalah sebagai berikut:

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya pajak (Tax Effort) di Kota Surakarta sebesar 0,29 persen.

5. Tahun 2011

Diketahui bahwa realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan pada tahun 2011 sebesar Rp 28.309.772.763 dan Produk Domestik Regional Bruto Kota Surakarta sebesar Rp 10.992.971,19 juta, maka perhitungan daya pajaknya adalah sebagai berikut:

Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya pajak (Tax Effort) di Kota Surakarta sebesar 0,26 persen.

b. Interpretasi Secara Ekonomi

- Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta

Berdasarkan hasil perhitungan potensi selama dua tahun, yaitu periode tahun 2010 hingga tahun 2011, total potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan adalah sebesar Rp 71.430.165.295. Potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan dihitung dari total potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan berdasarkan golongan tarif, adapun rinciannya berikut:

Tabel 4.15 Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan berdasarkan Golongan Tarif di Kota Surakarta Tahun 2010-2011

Tahun Potensi Golongan Tarif Rumah Tangga

Potensi Golongan Tarif Bisnis Potensi Golongan Tarif Industri 2010 14.436.368.334 8.538.933.343 11.493.459.074 2011 14.698.074.448 8.637.584.387 13.625.745.709 Total 29.134.442.782 17.176.517.730 25.119.204.783

Sumber: PT. PLN Persero APJ Surakarta, 2012, data diolah

Selama dua tahun, golongan tarif yang memiliki potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan paling besar adalah golongan tarif rumah tangga (R), dengan total penerimaan sebesar Rp 29.134.442.782,00, kemudian golongan tarif industri (I) dengan total penerimaan Rp 25.119.204.783,00 dan yang memiliki potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan paling kecil adalah golongan tarif bisnis (B) dengan total penerimaan sebesar Rp 17.176.517.730,00.

Berdasarkan perhitungan menggunakan matrik kinerja pajak daerah yang sudah dipaparkan sebelumnya, Pajak Penerangan Jalan termasuk dalam kategori potensial dimana proporsinya yang lebih besar dibandingkan rata-rata pajak daerah. Realisasi dan potensi Pajak Penerangan Jalan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Keduanya menggunakan sistematika perhitungan yang hampir sama yaitu:

PPJ = (Biaya Beban + Biaya Pemakaian Listrik) x Tarif Pajak Keterangan:

Basis PPJ = Biaya Beban + Biaya Pemakian Listrik Potensi PPJ = Basis PPJ x Tarif Pajak

Sistematika perhitungan yang hampir sama antara realisasi dan potensi Pajak Peneranga Jalan tersebut seharusnya menghasilkan nilai yang sama tetapi pada kenyataannya potensi memiliki nilai yang lebih besar dibanding dengan realisasi. Hal tersebut dikarenakan potensi merupakan keseluruhan pendapatan yang dapat diperoleh dari semua objek Pajak Penerangan Jalan baik yang sudah terbayarkan maupun yang masih terutang sedangkan realisasi merupakan hasil pemungutan Pajak Penerangan Jalan yang sudah terbayarkan. Kinerja Pajak Penerangan Jalan yang tergolong potensial ikut mempengaruhi pencapaian realisasi Pajak Penerangan Jalan sehingga dapat mendekati potensi riilnya (sangat efektif).

Tabel 4.16 Perbandingan Target Penerimaan dan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta Tahun 2010-2011

Tahun Target Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Realisasi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan Potensi Penerimaan Pajak Penerangan Jalan 2010 26.149.168.000 28.892.435.120 34.468.760.751 2011 28.856.626.000 28.309.772.763 36.961.404.544 Total 55.005.794.000 57.202.207.883 71.430.165.295

Sumber: DPPKA Kota Surakarta, PT. PLN APJ Surakarta, 2012, data diolah

Apabila dibandingkan dengan perhitungan target yang dibuat oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta, berdasarkan tabel 4.16 jumlah potensi penerimaan dari hasil perhitungan potensi penerimaan Pajak Penerangan Jalan jauh lebih besar dibandingkan perhitungan target penerimaan Pajak Penerangan Jalan yang dibuat oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset

(DPPKA) Kota Surakarta, dengan total target penerimaan yang sebesar Rp 55.005.794.000,00. Terdapat selisih sebesar Rp 16.424.371.295,00 antara target penerimaan Pajak Penerangan Jalan yang ditetapkan oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta dengan potensi riil penerimaan Pajak Penerangan Jalan yang dimiliki oleh Kota Surakarta. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa target yang dibuat oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPPKA) Kota Surakarta terlalu kecil dan mengindikasikan bahwa masih sangat terbuka bagi Kota Surakarta untuk meningkatkan penerimaan Pajak Penerangan Jalan.

Pada tahun 2010-2011 realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan belum ada yang melampaui jumlah potensi penerimaannya, hal tersebut disebabkan masih banyak tagihan pajak yang terutang atau belum terbayarkan dari pelanggan reguler PT. PLN APJ Surakarta yaitu golongan tarif rumah tangga, golongan tarif bisnis, dan golongan tarif industri, sehingga tidak semua hasil pemungutam pajak dari objek Pajak Penerangan Jalan dapat terakomodasi dalam perhitungan realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan juga dikarenakan terbatasnya data yang tersedia.

- Efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta

Dari semua hasil perhitungan efektifitas Pajak Penerangan Jalan yang diperoleh dari tahun 2010-2011 diketahui bahwa efektivitas Pajak Penerangan Jalan untuk tahun 2010-2011 atau dua tahun terakhir

tergolong sangat efektif (tinggi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.17 sebagai berikut:

Tabel 4.17 Perhitungan Efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta Tahun 2007-2011

Tahun Efektivitas Pajak Penerangan Jalan

(Persen)

Kriteria

2010 83,82 Sangat Efektif

2011 76,59 Sangat Efektif

Sumber: DPPKA Kota Surakarta, PT. PLN APJ Surakarta, 2012, data diolah

Efektivitas Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta yang menunjukkan bahwa pemungutan dan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta sangat efektif. Hal ini dikarenakan realisasi penerimaan Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta hampir mencapai potensi penerimaan riilnya. Untuk ke depannya Pemerintah Daerah harus bisa meningkatkan penerimaan Pajak Penerangan Jalan agar efektivitas pajak ini dapat lebih efektif serta mampu memenuhi potensi penerimaan riilnya sehingga penerimaannya senantiasa dapat ditingkatkan dari tahun ke tahun.

- Daya Pajak (Tax Effort) Pajak Penerangan Jalan di Kota Surakarta

Tabel 4.18 Hasil Perhitungan Daya Pajak (Tax Effort) Pajak Penerangan Jalan Kota Surakarta Tahun 2007-2011 (Persen)

Tahun Daya Pajak

2007 0,33

2008 0,32

2009 0,29

2010 0,29

2011 0,26

Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, terlihat pada tabel 4.18 bahwa selama lima tahun, daya pajak mengalami penurunan selama kurun tahun 2007-2011 dan belum mengalami kenaikan lagi. Daya Pajak (Tax Effort) atau kemampuan masyarakat membayar pajak

(ability to pay) di Kota Surakarta tergolong masih sangat rendah, hal itu

ditunjukkan dengan persentase daya pajak terendah sebesar 0,26 persen dan daya pajak tertinggi sebesar 0,33 persen. Berdasarkan hasil perhitungan daya pajak, mengindikasikan bahwa kemampuan masyarakat membayar pajak di Kota Surakarta masih harus ditingkatkan. Untuk meningkatkan kemampuan membayar dari masyarakat maka pemerintah daerah dapat melakukan pembangunan kestabilan ekonomi dan politik diantaranya melalui peningkatan pendapatan per kapita serta perluasan kesempatan kerja sehingga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah bisa ditingkatkan yang pada saatnya nanti akan dapat meningkatkan kemampuan bayar masyarakat di suatu daerah.

BAB V

Dokumen terkait