BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
B. Analisis Data dan Pembahasan
1. Analisis Data Untuk Menjawab Rumusan Masalah Pertama a. Menghitung Selisih (Varians) Antara Anggaran dan Realisasi
1) Tahun 2010
Tabel V.1
Data Realisasi Penyerapan Anggaran Bidang P4 Transmigrasi Tahun 2010
No Kegiatan Program Anggaran Realisasi 1
Fasilitas Dukungan Manajemen Ketransmigrasian di Wilayah Cepat Tumbuh
437,500,000 436,453,000
2 Perencanaan Teknis Permukiman dan
Perpindahan 537,872,000 537,091,500
3 Pembinaan Promosi dan Investasi dan
Kemitraan 228,000,000 228,000,000
4 Penyediaan Tanah Transmigrasi 296,500,000 296,240,000 5 Pembangunan Permukiman
Transmigrasi 177,500,000 147,780,000
6 Pengerahan dan Fasilitas Perpindahan 314,045,000 309,639,300 7 Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Kota Terpadu Mandiri (KTM) 224,056,000 222,056,000 JUMLAH 2,215,473,000 2,177,259,800 Sumber: Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Perhitungan selisih antara anggaran dan realisasi dapat dihitung dengan cara mengurangi angka di kolom anggaran pada angka di kolom realisai.
Program 1 = 437,500,000 - 436,453,000 = 1,047,000 Program 2 = 537,872,000 - 537,091,500 = 780,500 Program 3 = 228,000,000 - 228,000,000 = 0 Program 4 = 296,500,000 - 296,240,000 = 260,000 Program 5 = 177,500,000 - 147,780,000 = 29,720,000
Program 6 = 314,045,000 - 309,639,300 = 4,405,700 Program 7 = 224,056,000 - 222,056,000 = 2,000,000
Jika dilihat secara sepintas, jumlah anggaran tahun 2010 lebih besar dari pada jumlah realisasinya. Dari 7 kegiatan program untuk tahun anggaran 2010, program kegiatan 1,2,4,5,6, dan 7 memiliki selisih dimana nilai anggaran lebih besar dari pada realisasinya. Hal ini disebabkan oleh selisih harga pada saat melakukan pembelian barang-barang yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program, jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan lebih sedikit dari yang dianggarkan, selisih harga upah pekerja lapangan dari yang dianggarkan sehingga nilai anggaran akan menjadi lebih besar daripada realisasinya.
Berdasarkan hasil tersebut diatas, hal ini dapat dikatakan baik karena instansi dapat menggunakan biaya anggaran dengan ekonomis. Namun untuk pengendalian anggaran yang baik, sebaiknya nilai realisasi anggaran memiliki selisih mendekati 0 (nol) dengan anggarannya. Semakin banyak selisih dari anggaran dan realisasi akan membuat nilai pencapaian realisasi yang semakin besar. Hal yang dapat menyebabkan nilai selisih realisasi anggaran dan realisasinya yang cukup besar yaitu tidak tercapainya beberapa komponen dalam kegiatan program. Untuk tahun 2010, jumlah selisih realisasi dengan anggarannya tidak terlalu besar.
2) Tahun 2011
Tabel V.2
Data Realisasi Penyerapan Anggaran Bidang P4 Transmigrasi Tahun 2011
No Kegiatan Program Anggaran Realisasi 1 Perpindahan dan Penempatan
Transmigrasi 72,940,000 72,940,000
2 Perbekalan Transmigrasi 232,375,000 231,364,250 3 Pelatihan Calon Transmigran 53,045,000 51,795,000 4 Pembangunan Rumah Transmigran dan
Jamban Keluarga (RTJK) 438,860,000 0
5 Pembangunan Sarana Air Bersih 45,300,000 0
6 Monitoring Pembangunan Pemukiman 55,100,000 55,060,000 7 Identifikasi Calon Lokasi 44,000,000 44,000,000 8 Pengurusan SK Pencadangan Areal 40,000,000 40,000,000 9 Inventaris dan Pengusulan SK-HPL 4,400,000 4,400,000 10 Inventaris Pemilikan Lahan 255,600,000 241,981,000 11 Pengurusan Penerbitan Sertifikat Hak
Milik 4,400,000 4,400,000
12 Penyuluhan dan Penyebaran Informasi 29,200,000 29,200,000 13 Administrasi Kegiatan 147,928,000 147,928,000 14 Penyusunan Program dan Evaluasi
Pelaporan 139,900,000 139,890,000
15 Pengelolaan Sistem Akuntansi
Pemerintahan (SAP) 21,300,000 21,298,000
16 Penyusunan Tatalaksana Pengelolaan
Barang Milik Negara (PBMN) 6,450,000 6,450,000 17 Pengembangan Sistem Informasi
Manajemen 45,650,000 45,648,000
JUMLAH 1,636,448,000 1,136,354,250 Sumber: Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Perhitungan selisih antara anggaran dan realisasi dapat dihitung dengan cara mengurangi angka di kolom anggaran pada angka di kolom realisai.
Berikut ini adalah perhitungan selisih anggaran dan realisasi tiap kegiatan program: Program 1 = 72,940,000 - 72,940,000 = 0 Program 2 = 232,375,000 - 231,364,250 = 1,010,750 Program 3 = 53,045,000 - 51,795,000 = 1,250,000 Program 4 = 438,860,000 - 0 = 438,860,000 Program 5 = 45,300,000 - 0 = 45,300,000 Program 6 = 55,100,000 - 55,060,000 = 40,000 Program 7 = 44,000,000 - 44,000,000 = 0 Program 8 = 40,000,000 - 40,000,000 = 0 Program 9 = 4,400,000 - 4,400,000 = 0 Program 10 = 255,600,000 - 241,981,000 = 13,619,000 Program 11 = 4,400,000 - 4,400,000 = 0 Program 12 = 29,200,000 - 29,200,000 = 0 Program 13 = 147,928,000 - 147,928,000 = 0 Program 14 = 139,900,000 - 139,890,000 = 10,000 Program 15 = 21,300,000 - 21,298,000 = 2,000 Program 16 = 6,450,000 - 6,450,000 = 0 Program 17 = 45,650,000 - 45,648,000 = 2,000
Jika dilihat secara sepintas, untuk tahun anggaran 2011 hampir sama dengan tahun 2010 yang jumlah anggrannya lebih besar dari pada jumlah realisasinya. Dari 17 kegiatan program untuk tahun anggaram 2010, kegiatan program
1,7,8,9,11,12,13,dan 16 tidak memiliki selisih antara anggaran dan realisasinya. Sedangkan untuk kegiatan program 2,3,4,5,6,10,14,15,dan 17 memiliki selisih dimana nilai anggaran lebih besar dari pada realisasinya. Hal ini disebabkan oleh selisih harga pada saat melakukan pembelian barang-barang yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program, jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan lebih sedikit dari yang dianggarkan, selisih harga upah pekerja lapangan dari yang dianggarkan sehingga nilai anggaran akan menjadi lebih besar daripada realisasinya. Hal ini dapat dikatakan baik karena instansi dapat menggunakan biaya anggaran dengan ekonomis.
Berdasarkan data yang diperoleh, untuk tahun 2011 jumlah selisih realisasi dengan anggarannya sebagian besar 0 (nol) dan untuk kegiatan program lainnya juga mendekati 0 (nol). Hal ini dapat dikatakan baik karena sebagian besar kegiatan program terlaksana 100%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perencanaan anggaran untuk tahun 2011 baik dan tepat karena pada saat pelaksanaan anggaran dapat sesuai dengan anggaran dan rencana yang telah di susun pada tahun sebelumnya.
Selain sebagian besar selisih mendekati nilai 0 (nol), namun ada 2 (dua) kegiatan program yang realisasinya 0 (nol). Hal ini menimbulkan jumlah selisih lebih pada anggaran sangat besar. Hal seperti itu dapat terjadi karena tidak terlaksananya program
pada tahun tersebut yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang menjadi halangan untuk terlaksananya anggaran pada kegiatan program tersebut adalah faktor alam seperti cuaca, faktor tenaga kerja, dan sebagainya. Maka dari itu, untuk tahun anggaran yang akan datang instansi harus mencermati lebih lanjut perencanaan kegiatan program yang dapat diperkirakan pelaksanaannya agar setiap kegiatan program yang telah direncanakan dapat terlaksana seluruhnya.
b. Memberi Klasifikasi Selisih
Setelah menghitung selisih anatara anggaran dan realisasinya dapat diketahui hasilnya. Hasil tersebut dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut:
a) Jika nilai anggaran lebih besar dari pada nilai realisasinya, maka selisihnya disebut dengan selisih menguntungkan (M)
b) Jika nilai anggaran lebih kecil dari pada nilai realisasinya, maka selisihnya disebut dengan selisih tidak menguntungkan (TM) c) Jika nilai anggaran sama dengan nilai realisasi, maka disebut impas
(I)
Berikut ini adalah hasil perhitungan yang telah diberikan keterangan klasifikasi selisih:
1) Tahun 2010
Program 1 = 437,500,000 - 436,453,000 = 1,047,000 (M) Program 2 = 537,872,000 - 537,091,500 = 780,500 (M)
Program 3 = 228,000,000 - 228,000,000 = 0 (I)
Program 4 = 296,500,000 - 296,240,000 = 260,000 (M) Program 5 = 177,500,000 - 147,780,000 = 29,720,000 (M) Program 6 = 314,045,000 - 309,639,300 = 4,405,700 (M) Program 7 = 224,056,000 - 222,056,000 = 2,000,000 (M)
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan tersebut diatas yang akan disajikan dalam Tabel V.3 pada halaman 69.
Tabel V.3
Data Hasil Klasifikasi Selisih Anggaran Tahun 2010
No Kegiatan Program Anggaran Realisasi Selisih Ket
1 Fasilitas Dukungan Manajemen Ketransmigrasian di Wilayah
Cepat Tumbuh 437,500,000 436,453,000 1,047,000 M
2 Perencanaan Teknis Permukiman dan Perpindahan 537,872,000 537,091,500 780,500 M 3 Pembinaan Promosi dan Investasi dan Kemitraan 228,000,000 228,000,000
0 I
4 Penyediaan Tanah Transmigrasi 296,500,000 296,240,000 260,000 M
5 Pembangunan Permukiman Transmigrasi 177,500,000 147,780,000 29,720,000 M 6 Pengerahan dan Fasilitas Perpindahan 314,045,000 309,639,300 4,405,700 M 7 Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri
(KTM) 224,056,000 222,056,000 2,000,000 M
JUMLAH 2,215,473,000 2,177,259,800 38,213,200 M
Sumber: Data diolah
Keterangan:
M : Menguntungkan TM : Tidak Menguntungkan I : Impas
2) Tahun 2011 Program 1 = 72,940,000 - 72,940,000 = 0 (I) Program 2 = 232,375,000 - 231,364,250 = 1,010,750 (M) Program 3 = 53,045,000 - 51,795,000 = 1,250,000 (M) Program 4 = 438,860,000 - 0 = 438,860,000 (M) Program 5 = 45,300,000 - 0 = 45,300,000 (M) Program 6 = 55,100,000 - 55,060,000 = 40,000 (M) Program 7 = 44,000,000 - 44,000,000 = 0 (I) Program 8 = 40,000,000 - 40,000,000 = 0 (I) Program 9 = 4,400,000 - 4,400,000 = 0 (I) Program 10 = 255,600,000 - 241,981,000 = 13,619,000 (M) Program 11 = 4,400,000 - 4,400,000 = 0 (I) Program 12 = 29,200,000 - 29,200,000 = 0 (I) Program 13 = 147,928,000 - 147,928,000 = 0 (I) Program 14 = 139,900,000 - 139,890,000 = 10,000 (M) Program 15 = 21,300,000 - 21,298,000 = 2,000 (M) Program 16 = 6,450,000 - 6,450,000 = 0 (I) Program 17 = 45,650,000 - 45,648,000 = 2,000 (M)
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan tersebut diatas yang akan disajikan dalam Tabel V.4 pada halaman 71.
No Kegiatan Program Anggaran Realisasi Selisih Ket
1 Perpindahan dan Penempatan Transmigrasi 72,940,000 72,940,000 0 I
2 Perbekalan Transmigrasi 232,375,000 231,364,250 1,010,750 M
3 Pelatihan Calon Transmigran 53,045,000 51,795,000 1,250,000 M
4 Pembangunan Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) 438,860,000 0 438,860,000 M
5 Pembangunan Sarana Air Bersih 45,300,000 0 45,300,000 M
6 Monitoring Pembangunan Pemukiman 55,100,000 55,060,000 40,000 M
7 Identifikasi Calon Lokasi 44,000,000 44,000,000 0 I
8 Pengurusan SK Pencadangan Areal 40,000,000 40,000,000 0 I
9 Inventaris dan Pengusulan SK-HPL 4,400,000 4,400,000 0 I
10 Inventaris Pemilikan Lahan 255,600,000 241,981,000 13,619,000 M
11 Pengurusan Penerbitan Sertifikat Hak Milik 4,400,000 4,400,000 0 I
12 Penyuluhan dan Penyebaran Informasi 29,200,000 29,200,000 0 I
13 Administrasi Kegiatan 147,928,000 147,928,000 0 I
14 Penyusunan Program dan Evaluasi Pelaporan 139,900,000 139,890,000 10,000 M 15 Pengelolaan Sistem Akuntansi Pemerintahan (SAP) 21,300,000 21,298,000 2,000 M 16 Penyusunan Tatalaksana Pengelolaan Barang Milik Negara
(PBMN) 6,450,000 6,450,000 0 I
17 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen 45,650,000 45,648,000 2,000 M JUMLAH 1,636,448,000 1,136,354,250 500,093,750 M
Sumber: Data diolah Keterangan:
c. Menghitung Persentase Realisasi Anggaran Kegiatan Program
Penghitungan persentase realisasi penyerapan anggaran dapat dihitung dengan rumus berikut ini:
= × 100%
1) Tahun 2010
Berikut ini merupakan perhitungan persentasi realisasi anggaran tiap kegiatan program yang telah direncanakan dalam anggaran: 1 = 436.453.000 437.500.000× 100% = 99,76 2 = 537.872.000 537.091.500× 100% = 99,85 3 = 228.000.000 228.000.000× 100% = 100 4 = 296.500.000 296.240.000× 100% = 99,91 5 = 177.500.000 147.780.000× 100% = 88,26 6 = 314.045.000 309.639.300× 100% = 98,60 7 = 224.056.000 222.056.000× 100% = 99,11
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan tersebut diatas yang akan disajikan dalam Tabel V.5 pada halaman 73.
Tabel V.5
Data Hasil Perhitungan Persentasi Realisasi Anggaran Tahun 2010
No Kegiatan Program Anggaran Realisasi Selisih % Ket
1 Fasilitas Dukungan Manajemen Ketransmigrasian di Wilayah
Cepat Tumbuh 437,500,000 436,453,000 1,047,000 99.76 M 2 Perencanaan Teknis Permukiman dan Perpindahan 537,872,000 537,091,500 780,500 99.85 M 3 Pembinaan Promosi dan Investasi dan Kemitraan 228,000,000 228,000,000
0 100.00 I 4 Penyediaan Tanah Transmigrasi 296,500,000 296,240,000 260,000 99.91 M 5 Pembangunan Permukiman Transmigrasi 177,500,000 147,780,000 29,720,000 83.26 M 6 Pengerahan dan Fasilitas Perpindahan 314,045,000 309,639,300 4,405,700 98.60 M 7 Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri
(KTM) 224,056,000 222,056,000 2,000,000 99.11 M
JUMLAH 2,215,473,000 2,177,259,800 38,213,200 680.49 M
Sumber: Data diolah
Keterangan:
M : Menguntungkan % : Persentase TM : Tidak Menguntungkan Ket : Keterangan I : Impas
Setelah melakukan perhitungan pada tiap kegiatan program, dapat dilihat hasil perhitungan tiap kegiatan program. Dari hasil perhitungan terlihat hampir seluruh kegiatan program persentase realisasi anggarannya mendekati 100%. Hal ini dapat dikatakan baik karena realisasi anggaran memang harus mendekati 100% atau bahkan dapat tercapai semua agar sebuah instansi dapat dikatakan memiliki perencanaan dan pengendalian anggran dengan baik.
Pada tahun anggaran 2010 terdapat 1 kegiatan program yang nilai persentasenya 100%, terdapat 5 kegiatan program yang memiliki nilai 90% dan terdapat 1 kegiatan program yang nilainya 80%. Menurut kategori penilaian ketercapaian kegiatan yang diungkapkan oleh Mashun (2006:66), realisasi anggaran tahun 2010 termasuk kategori sangat berhasil karena nilai persentasenya masuk dalam interval 80% – 100%. Karena realisasi anggaran tahun 2010 masuk dalam kategori sangat berhasil, hal ini harus dipertahankan bahkan jika memungkinkan nilai persentase realisasi anggaran dapat ditingkatkan sampai pada nilai 100% dan hal ini dilakukan setiap tahunnya.
2) Tahun 2011
Berikut ini merupakan perhitungan persentasi realisasi anggaran tiap kegiatan program yang telah direncanakan dalam anggaran: 1 = 72.940.000 72.940.000× 100% = 100 2 = 231.364.250 232.375.000× 100% = 99,57 3 = 51.795.000 53.045.000 × 100% = 97,64 4 = 0 438.860.00× 100% = 0 5 = 0 43.300.000× 100% = 0 6 = 55.060.000 55.100.000 × 100% = 99,93 7 = 44.000.000 44.000.000 × 100% = 100 8 = 40.000.000 40.000.000 × 100% = 100 9 = 4.400.000 4.400.000× 100% = 100 10 = 241.981.000 255.600.000 × 100% = 94,67 11 = 4.400.000 4.400.000 × 100% = 100 12 = 29.200.000 29.200.000 × 100% = 100 13 = 147.928.000 147.928.000 × 100% = 100
14 = 139.890.000 139.900.000 × 100% = 99,99 15 = 21.300.000 21.298.000 × 100% = 99,99 16 = 6.450.000 6.450.000 × 100% = 100 17 = 45.648.000 45.650.000 × 100% = 100
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan tersebut diatas yang akan disajikan dalam Tabel V.6 pada halaman 77.
No Kegiatan Program Anggaran Realisasi Selisih % Ket
1 Perpindahan dan Penempatan Transmigrasi 72,940,000 72,940,000 0 100.00 I
2 Perbekalan Transmigrasi 232,375,000 231,364,250 1,010,750 99.57 M
3 Pelatihan Calon Transmigran 53,045,000 51,795,000 1,250,000 97.64 M
4 Pembangunan Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) 438,860,000 0 438,860,000 0.00 M
5 Pembangunan Sarana Air Bersih 45,300,000 0 45,300,000 0.00 M
6 Monitoring Pembangunan Pemukiman 55,100,000 55,060,000 40,000 99.93 M
7 Identifikasi Calon Lokasi 44,000,000 44,000,000 0 100.00 I
8 Pengurusan SK Pencadangan Areal 40,000,000 40,000,000 0 100.00 I
9 Inventaris dan Pengusulan SK-HPL 4,400,000 4,400,000 0 100.00 I
10 Inventaris Pemilikan Lahan 255,600,000 241,981,000 13,619,000 94.67 M
11 Pengurusan Penerbitan Sertifikat Hak Milik 4,400,000 4,400,000 0 100.00 I
12 Penyuluhan dan Penyebaran Informasi 29,200,000 29,200,000 0 100.00 I
13 Administrasi Kegiatan 147,928,000 147,928,000 0 100.00 I
14 Penyusunan Program dan Evaluasi Pelaporan 139,900,000 139,890,000 10,000 99.99 M 15 Pengelolaan Sistem Akuntansi Pemerintahan (SAP) 21,300,000 21,298,000 2,000 99.99 M 16 Penyusunan Tatalaksana Pengelolaan Barang Milik Negara (PBMN) 6,450,000 6,450,000 0 100.00 I 17 Pengembangan Sistem Informasi Manajemen 45,650,000 45,648,000 2,000 100.00 M
JUMLAH 1,636,448,000 1,136,354,250 500,093,750 1491.79 M
Sumber: Data diolah
Keterangan:
Setelah menghitung persentase tiap kegiatan program tahun 2011 dapat dilihat hampir semua kegiatan program memiliki nilai persentase realisasi anggaran yang mendekati 100%. Hal ini dapat dikatakan baik. Jika dibandingkan dengan nilai persentase realisasi anggaran tahun 2010, nilai persentase realisasi anggaran tahun 2011 lebih baik karena pada tahun anggaran 2011 terdapat 9 kegiatan program yang nilai anggarannya tercapai 100% dan terdapat 6 kegiatan program yang nilainya 90%.
Pada tahun anggaran 2011, terdapat 2 kegiatan program yang nilai persentasenya 0%. Kedua kegiatan program yang tidak terlaksana yaitu Pembangunan Rumah Transmigran dan Jamban Keluarga (RTJK) dan Pembangunan Sarana Air Bersih. Hal ini perlu dicermati lebih lanjut karena pada tahun 2010 hal ini tidak terjadi.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, alasan 2 kegiatan program yang tidak tercapai ini bukan merupakan kesengajaan dari pihak Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melainkan karena alasan lain yang tidak terduga oleh manusia, yaitu karena faktor cuaca. Tugas bidang P4 Transmigrasi ini mayoritas tugas membangun desa untuk para transmigran. Oleh karena itu jika memang terhalang oleh cuaca dan keadaan yang memang tidak mendukung terlaksananya program, secara berat hati kegiatan program ini tidak dapat terlaksana.
d. Menghitung Rata-Rata Persentase Pencapaian Realisasi Anggaran Untuk menghitung rata-rata persentase pencapaian realisasi anggaran yaitu dengan cara sebagai berikut:
−
=
Berdasarkan rumus diatas, maka dapat dihutung rata-rata persentase pencapaian realisasi anggaran biaya pembukaan lahan pada tahun 2010 dan 2011 dengan 2 langkah, yaitu:
1) Menjumlah Persentase Kegiatan Program dalam 1 Tahun Anggaran a) Tahun 2010 = % 1 + % 2 + % 3 + Total Persentase 2010 = 99,76 + 99,85 + 100 + 99,91 + 83,26 + 98,60 + 99,11 = 680,49 b) Tahun 2011 = % 1 + % 2 + % 3 + Total Persentase 2011 = 100 + 99,57 + 97,64 + 0 + 0 + 99,93 + 100 + 100 + 100 + 94,67 + 100 + 100 + 100 + 99,99 + 99,99 + 100 + 100 = 1491,79
2) Menghitung Rata-Rata Persentase Pencapaian Realisasi Anggaran Setelah dihitung total persentase kegiatan program untuk 1 tahun anggaran, maka dapat dihitung rata-rata persentase pencapaian realisasi anggaran tahun 2010 dan 2011. Berikut ini adalah perhitungan rata-rata persentase pencapaian anggaran:
− 2010 = 680,49 7 = 97% − 2011 = 1491,79 17 = 88%
e. Analisis Perhitungan Rata-Rata Persentase Pencapaian Realisasi Anggaran
Dari hasil pembahasan sebelumnya diketahui bahwa rata-rata persentase pencapaian realisasi anggaran tahun 2010 yaitu sebesar 97% dan untuk tahun 2011 adalah 88%. Menurut kriteria peniaian organisasi sektor publik, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi masuk dalam kategori sangat berhasil untuk pencapaian realisasi anggaran tahun anggaran 2010 dan 2011 yang mencapai nilai 80% - 100%.
Jika dilihat secara sepintas, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengalami penurunan pencapaian realisasi anggaran sebesar 8% dari 97% ke 88%. Hal ini dapat dikatakan kurang baik karena untuk pencapaian realisasi anggaran tiap tahunnya seharusnya
sama atau meningkat setiap tahunnya. Namun penyebab terjadinya penurunan pencapaian realisasi anggaran tersebut harus dikaji lebih lanjut agar dapat diperbaiki di tahun anggaran selanjutnya. Untuk menganalisis penyebab terjadinya dapat dilihat kembali data realisasi penyerapan anggaran untuk tahun 2010 dan 2011.
Pada tahun anggaran 2010, semua kegiatan program dapat terlaksana semua sedangkan untuk tahun anggaran 2011 terdapat 2 kegiatan program yang tidak terlaksana. Hal ini menjadi salah satu alasan menurunnya pencapaian realisasi anggaran untuk tahun anggaran 2011. Alasan lain yang membuat nilai pencapaian realisasi anggaran tahun 2011 lebih kecil dari tahun 2010 adalah jumlah kegiatan program yang tidak sama untuk tahun 2010 dan 2011 sebagai pembanding dari total kegiatan program. Secara teknis, semakin kecil pembanding dengan pencapaian realisasi yang baik maka nilai pencapaian realisasi anggarannya akan semakin besar. Dengan kondisi jumlah kegiatan program untuk anggaran tahun 2010 yang hanya sedikit dan juga nilai persentase tiap kegiatan program yang baik maka nilai pencapaian realisasi anggarannya menjadi sangat besar. Namun hal sebaliknya yang terjadi pada anggaran tahun 2011. Pada anggaran tahun 2011 jumlah kegiatan program lebih banyak bahkan sangat banyak jika dibandingkan dengan tahun 2010. Walaupun untuk nilai persentase tiap kegiatan program di tahun 2011 memiliki nilai yang tinggi namun karena ada 2 kegiatan yang tidak terlaksana maka total
nilai persentase pencapaian realisasi anggaran menjadi kurang untuk membagi jumlah kegiatan program yang banyak. Hal ini yang menyebabkan nilai persentase pencapaian realisasi anggaran menjadi kecil dan ternyata lebih kecil dari tahun anggaran 2010.
2. Analisis Data Untuk Menjawab Rumusan Masalah Kedua a. Melakukan Uji Analisis Data pada Kuesioner
Langkah pertama untuk menjawab rumusan maslah pertama yaitu melakukan uji analisis data pada kuesioner. Setelah melakukan penelitian pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi dengan menggunakan kuesioner, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah dengan melakukan scoring pada jawaban responden sesuai dengan tabel pada halaman 41.
b. Menghitung Nilai Rata-Rata Indikator
Setelah melakukan scoring pada jawaban responden, maka langkah selanjutnya yaitu menghitung rata-rata tiap indikator. Berikut ini merupakan rumus untuk menghitung rata-rata tiap indikator:
− =
− = −
Nilai rata-rata yang diperoleh untuk tiap indikator merupakan nilai rata-rata untuk setiap responden. Hasil perhitungan ini dapat dilihat pada lampiran 10 sampai lampiran 12.
c. Mengkriteriakan Hasil Rata-Rata Indikator
Setelah melakukan perhitungan nilai rata-rata indikator pada aspek
Balanced Scorecarddidapat hasil yaitu: 1) Aspek Kepuasan Pelanggan
a) Pelayanan Karyawan terhadap Transmigran
Hasil perhitungan rata-rata indikator pelayanan karyawan terhadap transmigran yaitu 3,85. Menurut Tabel III.4 angka 3,85 masuk dalam interval baik.
b) Kemudahan Transmigran untuk Mendapatkan Informasi
Hasil perhitungan rata-rata indikator kemudahan transmigran untuk mendapatkan informasi hasil yaitu 3,85. Menurut Tabel III.4 angka 3,85 masuk dalam interval baik.
c) Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Hasil perhitungan rata-rata indikator pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu 3,86. Menurut Tabel III.4 angka 3,86 masuk dalam interval baik.
Berikut ini merupakan tabel dari hasil perhitungan nilai rata-rata indikator aspek kepuasan pelanggan:
Tabel V.7
Hasil Perhitungan Rata-Rata Indikator Aspek Kepuasan Pelanggan
NO Indikator Hasil Keterangan
1 Pelayanan Karyawan terhadap Transmigran 3,85 Baik 2 Kemudahan Transmigran Mendapatkan Informasi 3,85 Baik 3 Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan
Transmigrasi 3,86 Baik
Sumber: Data diolah
2) Aspek Efisiensi Proses Bisnis Internal
a) Kualitas Hubungan Pegawai dengan Atasan
Hasil perhitungan rata-rata indikator kualitas hubungan pegawai dengan atasan yaitu 4,04. Menurut Tabel III.4 angka 4,04 masuk dalam interval baik.
b) Kinerja Pegawai
Hasil perhitungan rata-rata indikator kinerja pegawai yaitu 3,98. Menurut Tabel III.4 angka 3,98 masuk dalam interval tinggi.
c) Suasana Kerja
Hasil perhitungan rata-rata indikator suasana kerja yaitu 2,80. Menurut Tabel III.4 angka 2,80 masuk dalam interval menengah.
d) Kepuasan Kerja Pegawai
Hasil perhitungan rata-rata indikator kepuasan kerja pegawai yaitu 2,97. Menurut Tabel III.4 angka 2,97 masuk dalam interval menengah.
Berikut ini merupakan tabel dari hasil perhitungan nilai rata-rata indikator aspek efisiensi proses bisnis internal:
Tabel V.8
Hasil Perhitungan Rata-Rata Indikator Aspek Efisiensi Proses Bisnis Internal
NO Indikator Hasil Keterangan
1 Kualitas Hubungan Pegawai dengan Atasan 4,04 Baik
2 Kinerja Pegawai 3,98 Tinggi
3 Suasana Kerja 2,80 Menengah
4 Kepuasan Kerja Pegawai 2,97 Menengah
Sumber: Data diolah
3) Aspek Pembelajaran dan Pertumbuhan a) Peningkatan Keterampilan Pegawai
Hasil perhitungan rata-rata indikator peningkatan keterampilan pegawai yaitu 4,42. Menurut Tabel III.4 angka 4,42 masuk dalam interval sangat tinggi.
b) Sistem Penghargaan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Hasil perhitungan rata-rata indikator sistem penghargaan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu 4,33. Menurut Tabel III.4 angka 4,33 masuk dalam interval sangat tinggi.
c) Fasilitas Kantor untuk Pegawai
Hasil perhitungan rata-rata indikator fasilitas kantor untuk pegawai yaitu 4,18. Menurut Tabel III.4 angka 4,18 masuk dalam interval baik.
Berikut ini merupakan tabel dari hasil perhitungan nilai rata-rata indikator aspek pembelajaran dan pertumbuhan:
Tabel V.9
Hasil Perhitungan Rata-Rata Indikator Aspek Pembelajaran dan Pertumbuhan
NO Indikator Hasil Keterangan
1 Peningkatan Keterampilan Pegawai 4,42 Sangat Tinggi 2 Sistem Penghargaan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja
dan Transmigrasi 4,33 Sangat Tinggi
3 Fasilitas Kantor untuk Pegawai 4,18 Baik
Sumber: Data diolah
d. Menghitung Nilai Rata-Rata Aspek padaBalanced Scorecard
Setelah melakukan perhitungan pada tiap indikator dalam kuesioner maka langkah selanjutnya yaitu menghitung rata-rata aspek pada
Balanced Scorecard. Berikut ini merupakan rumus untuk menghitung rata-rata tiap aspek:
− = −
Nilai rata-rata yang diperoleh untuk tiap aspek dapat dilihat pada lampiran 10 sampai lampiran 12.
e. Mengkriteriakan Hasil Rata-Rata Aspek padaBalanced Scorecard
Setelah melakukan perhitungan nilai rata-rata aspek pada Balanced Scorecarddidapat hasil yaitu:
1) Aspek Kepuasan Pelanggan
Hasil perhitungan rata-rata aspek kepuasan pelanggan yaitu 3,85. Menurut Tabel III.4 angka 3,85 masuk dalam interval baik.
2) Aspek Efisiensi Proses Bisnis Internal
Hasil perhitungan rata-rata aspek efisiensi proses bisnis internal yaitu 3,45. Menurut Tabel III.4 angka 3,45 masuk dalam interval baik.
3) Aspek Pembelajaran dan Pertumbuhan
Hasil perhitungan rata-rata aspek pembelajaran dan pertumbuhan yaitu 4,31. Menurut Tabel III.4 angka 4,31 masuk dalam interval sangat baik.
Berikut ini merupakan tabel dari hasil perhitungan nilai rata-rata indikator aspek kepuasan pelanggan:
Tabel V.10
Hasil Perhitungan Rata-Rata AspekBalanced Scorecard
NO Indikator Hasil Keterangan
1 Kepuasan Pelanggan 3,85 Baik
2 Efisiensi Proses Bisnis Internal 3,45 Baik
3 Pembelajaran dan Pertumbuhan 4,31 Sangat Baik
f. Analisis Hasil Rata Indikator dan Aspek 1) Aspek Kepuasan Pelanggan
a) Pelayanan Karyawan terhadap Transmigran
Hasil perhitungan rata-rata indikator pelayanan karyawan terhadap transmigran yaitu 3,85. Menurut Tabel III.4 angka 3,85 masuk dalam interval baik. Hal ini memiliki arti bahwa transmigran merasa puas terhadap pelayanan karyawan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Hasil ini cukup memuaskan dan perlu dipertahankan bahkan jika memungkinkan agar ditingkatkan.
b) Kemudahan Transmigran untuk Mendapatkan Informasi
Hasil perhitungan rata-rata indikator kemudahan transmigran untuk mendapatkan informasi hasil yaitu 3,85. Menurut Tabel III.4 angka 3,85 masuk dalam interval baik. Hal ini memiliki arti bahwa transmigran merasa mudah untuk mengakses dan memperoleh informasi tentang program transmigrasi. Informasi yang telah didapatkan ini dipergunakan untuk membantu transmigran dalam melakukan transmigrasi dan menikmati layanan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. c) Pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Hasil perhitungan rata-rata indikator pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yaitu 3,86. Menurut Tabel III.4 angka 3,86 masuk dalam interval baik. Hal ini memiliki arti
bahwa pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah melayani transmigran dengan baik yaitu dengan memberikan pelatihan, pemberian jatah hidup, bibit untuk bercocok tanam, serta proses administrasi yang jelas dan mudah.
Setelah melakukan perhitungan rata-rata untuk aspek kepuasan pelanggan, diperoleh hasil perhitungan yaitu 3,85. Menurut Tabel III.4 angka 3,85 masuk dalam interval baik. Hal ini memiliki arti bahwa transmigran merasa puas dengan pelayanan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang baik. Walaupun demikian, hal ini masih harus tetap diperhatikan dan ditingkatkan agar transmigran merasa terbantu dan merasakan manfaat dari transmigrasi itu sendiri.
2) Aspek Efisiensi Proses Bisnis Internal
a) Kualitas Hubungan Pegawai dengan Atasan
Hasil perhitungan rata-rata indikator kualitas hubungan pegawai dengan atasan yaitu 4,04. Menurut Tabel III.4 angka 4,04 masuk dalam interval baik. Hal ini memiliki arti bahwa pegawai telah merasakan hubungan yang baik dengan atasan. Hubungan yang baik ini harus terus dijalin agar tidak terjadi kesenjangan antara pegawai dan atasan.
b) Kinerja Pegawai
Hasil perhitungan rata-rata indikator kinerja pegawai yaitu 3,98. Menurut Tabel III.4 angka 3,98 masuk dalam interval tinggi. Hal ini memiliki arti bahwa pegawai telah melakukan pekerjaannya dengan baik. Kinerja pegawai yang tinggi dapat menunjukkan keefektifan dan keefisienan pegawai dalam bekerja, yaitu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan produktifitas pegawai yang tinggi. Hal ini perlu dipertahankan yaitu dengan menjaga kekompakan dalam tim kerja dan juga dalam ketepatan dalam penyelesaian pekerjaan yang menjadi tanggung jawab setiap pegawai dalam bidangnya masing-masing.
c) Suasana Kerja
Hasil perhitungan rata-rata indikator suasana kerja yaitu 2,80. Menurut Tabel III.4 angka 2,80 masuk dalam interval menengah. Hal ini memiliki arti bahwa suasana kerja pada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi belum cukup baik. Menurut hasil pengamatan dan wawancara dengan beberapa pegawai, ketidaknyamanan ini disebabkan oleh proses perbaikan kantor yang sedang berlangsung saat ini dan juga ruang kantor yang saat ini ditempati lebih kecil dibandingkan ruang kantor sebelumnya. Karena suasana kerja