• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

C. Analisis Data

Penelitian ini memiliki jenis data kuantitatif dan data kualitatif, data kuantitatif diperoleh dari skor angket serta observasi menggunakan instrumen penilaian KI-4 kurikulum 2013. Sedangkan data kualitatif didapat dari ahli materi, ahli media, dan tanggapan peserta didik terhadap instrumen penilaian.

Berbagai permasalahan yang dihadapi oleh guru pada saat pembelajaran dikarenakan kurangnya instrumen penilaian saat praktikum yang ada di sekolah sehingga diperlukan instrumen penilaian KI-4 sebagai alternative pemecahan masalah. Peneliti memilih mengembangkan instrumen penilaian KI-4 kurikulum 2013 supaya guru dapat menilai peserta didik secara objektif, membangun minat dan rasa ingin tahu didik.

Pada tahap define, dilakukan pemilihan format, rancangan awal instrumen penilaian KI-4 kurikulum 2013 serta pembuatan instrumen sebagai alat ukur kelayakan media yang dikembangkan.

Tahap selanjutnya adalah tahap design, pada tahap ini penyusunan instrumen penilaian berdasarkan

penilaian pada kurikulum 2013, kesesuaian antara instrumen penilaian dengan tujuan pembelajaran, serta pemilihan format yang akan dikembangkan dalam instrumen penilaian.

Selanjutnya dilakukan pengembangan prototipe produk yaitu dalam bentuk tahap development (pengembangan). Tahap ini dimulai dengan membuat rancangan awal instrumen penilaian KI-4 kurikulum 2013 sesuai dengan draf instrumen yang direncanakan. Kemudian rancangan awal diuji terlebih dahulu pada dosen ahli yang berkaitan dengan instrumen yang dikembangkan. Uji kelayan dosen ahli terbagi menjadi dua yaitu dosen ahli materi dan dosen ahli media. Ahli materi menyoroti isi serta kandungan modul sedangkan ahli media menyoroti desain serta tampilan modul.

Berdasarkan tabel 4.5 dan tabel 4.6 hasil uji kelayakan dari dosen ahli materi dan ahli media terdapat beberapa masukan meliputi: poin A dan B perlu dipertimbangkan apakah termasuk KI-2 atau KI-4, perlu perbaikan redaksi kalimat dalam rubrik penilaian pada poin 2F, dan perlu perbaikan beberapa rubrik/ kriteria penilaian kinerja peserta didik yang mempunyai penafsiran ganda. Kemudian peneliti melakukan penyempurnaan produk sehingga produk yang dihasilkan

dapat memiliki kualitas yang maksimal. Adapun grafik perbaikan vaidasi ahli dapat diamati pada diagram berikut:

Gambar 4.12 diagram hasil validasi ahli materi dan ahli media

Berdasarkan diagram diatas warna biru menunjukkan rata-rata penilaian ahli materi sebesar 80,00% sedangkan warna orange menunjukkan rata-rata ahli media sebesar 86,67% Dari hasil validasi tersebut diperoleh produk yang lebih baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran.

Tahap selanjutnya yaitu melakukan uji coba instrumen penilaian kepada kelas VIII. Uji coba dilakukan dengan dua tahap yaitu pada kelas kecil dan kelas besar.

76,00% 78,00% 80,00% 82,00% 84,00% 86,00% 88,00%

Hasil Uji Ahli Materi dan Ahli Media

80,00% 86,67%

Ahli Materi Ahli Media

Sebelum melakukan uji coba, peneliti melakukan uji data tahap awal untuk mengetahui normalitas dan homogenitas kelas VIII. Uji ini menggunakan nilai peserta didik pada materi sebelumnya yakni materi zat aditif dan zat adiktif.

Hasil uji data tahap awal kelas VIII SMP N 3 Kendal adalah sebagai berikut:

1. Uji normalitas

Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kenormalan kelas. Uji normalitas data menggunakan rumus Chi kuadrat.

Berikut merupakan hasil analisis data awal uji normalitas kelas VIII:

Tabel 4.8 Hasil uji normalitas kelas VIII

Kelas Rata-rata Standar deviasi X2hitung X2tabel kesimpulan

VIII-A 82,59 6,981 6,815 12,59 Normal VIII-B 84,00 6,286 9,106 12,59 Normal VIII-C 83,72 7,253 9,539 12,59 Normal VIII-D 84,58 6,148 10,141 12,59 Normal VIII-E 85,41 6,229 4,815 12,59 Normal VIII-F 82,29 5,962 86,406 12,59 Normal VIII-G 84,08 5,843 1,904 12,59 Normal

Dari tabel diatas dengan taraf signifikansi 5% dapat diketahui bahwa X2 hitung < X2 tabel sehingga dapat diartikan bahwa kelas tersebut berdistribusi normal.

Perhitungan selengkapnya mengenai uji normalitas pada setiap kelas dapat dilihat pada lampiran 11 – 24. 2. Uji homogenitas

Setelah diuji kenormalan data kemudian dilanjutkan uji kehomogenannya yang bertujuan untuk mengetahui apakah data tersebut memiliki varians yang sama atau tidak. Uji yang digunakan yaitu uji F yaitu jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dengan taraf signifikansi 5%.

Berikut merupakan hasil analisis data awal uji homogenitas kelas VIII:

Tabel 4.9 Hasil uji homogenitas kelas VIII

Kelas Jumlah nilai N Rata-rata Varians Fhitung Ftabel

VIII-A 2808 34 82,59 48,734 1,541 1,961 VIII-B 2858 34 84,00 39,515 VIII-C 3014 36 83,72 52,606 VIII-D 3046 36 84,58 37,793 VIII-E 2905 34 85,41 38,795 VIII-F 2768 34 82,29 35,547 VIII-G 3027 36 84,08 34,136

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa Fhitung < Ftabel sehingga Ho diterima, artinya sampel antar kelas memiliki varians yang sama atau kelas VIII memiliki data yang homogen. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25.

Setelah diketahui bahwa seluruh kelas VIII berdistribusi normal dan bersifat homogen, selanjutnya dipilih kelas secara acak untuk dilakukan uji coba. Uji coba dilakukan dengan dua tahap yaitu pada kelas kecil dan kelas besar. Secara garis besar kelayakan penggunaan instrumen penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 dapat dilihat berdasarkan hasil uji statistik bahwa tidak ada perbedaan rata-rata antara penilaian yang dilakukan oleh beberapa observer. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil statistik anova yaitu diperoleh nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 baik pada praktikum pertama maupun kedua.

Adapun diagram hasil statistik anova pada praktikum pertama dan kedua adalah sebagai berikut:

Gambar 4.13 Diagram hasil statistik anova praktikum ke-1 pada kelas kecil

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7

Hasil Analysis of Varians

0,25 0,687 0,635 kinerja presentasi laporan

Gambar 4.14 Diagram hasil statistik anova praktikum ke-2 pada kelas kecil

Berdasarkan diagram diatas dapat dikatakan bahwa nilai sig yang lebih besar dari 0,05 mengartikan bahwa Ho diterima dan hal ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata antara hasil penilaian yang dilakukan oleh tiga observer. Dengan demikian ditinjau dari tidak adanya perbedaan rata-rata nilai kinerja peserta didik antara penilaian yang dilakukan oleh tiga observer, maka dapat dikatakan bahwa instrumen penilaian KI-4 kurikulum 2013 pada materi sistem peredaran darah manusia layak untuk menilai kinerja peserta didik. Dari hasil efektivitas yang didapat maka instrumen penilaian KI-4 kurikulum 2013 yang dikembangkan layak untuk dilanjutkan pada tahap disseminate.

0 0,2 0,4 0,6 0,8

Hasil Analysis of Varians

0,644 0,794 0,239 kinerja presentasi laporan

Tahap kedua pada kelas kecil adalah melakukan uji kelayakan modul melalui angket tanggapan siswa. Hasil tanggapan siswa kelas kecil yang didapatkan adalah 81,03% sehingga instrumen penilaian dikategorikan layak digunakan. Peserta didik tertarik dengan instrumen penilaian yang telah dikembangkan karena instrumen penilaian tersebut tidak hanya memuat petunjuk praktikum materi sistem peredaran darah manusia tetapi juga disertai rubrik/kriteria penilaian yang dilakukan oleh guru sehingga peserta didik mengetahui poin-poin yang akan dinilai ketika praktikum, presentasi maupun saat pembuatan laporan.

Selanjutnya uji lapangan pada kelas besar dilakukan pada kelas VIII-D. Pengujian ini dilakukan dengan 36 peserta didik yang kemudian dibagi menjadi 9 kelompok. Seperti pada kelas kecil, uji kelayakan penggunaan instrumen penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 dapat dilihat berdasarkan hasil uji statistik bahwa tidak ada perbedaan rata-rata antara penilaian yang dilakukan oleh beberapa observer. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil statistik anova yaitu diperoleh nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 baik pada praktikum pertama maupun kedua.

Adapun diagram hasil statistik anova pada praktikum pertama dan kedua adalah sebagai berikut:

Gambar 4.15 Diagram hasil statistik anova praktikum ke-1 pada kelas besar

Gambar 4.16 Diagram hasil statistik anova praktikum ke-2 pada kelas besar

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6

Hasil Analysis of Varians

0,554 0,573 0,164 kinerja presentasi laporan 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6

Hasil Analysis of Varians

0,52 0,516

0,165

kinerja presentasi laporan

Berdasarkan diagram diatas dapat dikatakan bahwa nilai sig yang lebih besar dari 0,05 mengartikan bahwa Ho diterima dan hal ini membuktikan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata antara hasil penilaian yang dilakukan oleh tiga observer. Dengan demikian ditinjau dari tidak adanya perbedaan rata-rata nilai kinerja dari tiga observer baik pada praktikum ke-1 maupun ke-2, maka hasil penilaian kierja peserta didik pada praktikum sistem peredaran darah manusia dengan instrumen kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 layak untuk menilai kinerja peserta didik ketika praktikum, selain itu instrumen kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 ini juga dapat dijadikan pengganti penilaian pendidik yang selama ini hanya sebatas pengamatan secara langsung.

Adapun hasil angket uji tanggapan terhadap instrumen penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 pada kelas besar mendapatkan kriteria tinggi dengan tingkat pencapaian 84,49%. Hal tersebut dibuktikan dengan dari 26 item pernyataan dari 5 indikator. Dari 26 indikator tersebut 8 item berada pada kriteria sangat tinggi, dan 18 item berada pada kriteria tinggi. Nilai tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.65. Sehingga dapat disimpulkan bahwa meninggakatnya

tingkat ketercapaian tanggapan siswa dengan adanya instrumen penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 antara kelas kecil dan kelas besar dapat dilihat pada Gambar 4.13.

Gambar 4.17 Grafik tanggapan peserta didik

Pada Gambar 4.13 tersebut terlihat jelas bahwa tanggapan kelas besar lebih tinggi dari pada kelas kecil salah satu hal yang dimungkinkan mempengaruhi peningkatan tersebut adalah karakteristik peserta didik pada kelas besar yang mana sebagian besar peserta didik mudah diatur atau dikondisikan dalam kegiatan praktikum. Selain itu hasil wawancara tanggapan pendidik IPA kelas VIII di SMP N 3 Kendal secara umum menanggapi penilaian dengan menggunakan instrumen

81,03 %

84,49 %

Kelas Kecil Kelas Besar

P

res

en

ta

se

penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 untuk menilai kinerja peserta didik ketika praktikum dengan tanggapan yang positif dan mendukung sepenuhnya penilaian tersebut. Terkait dengan penilaian yang cocok untuk diterapkan pada pembelajaran adalah yang berpusat pada peserta didik seperti kegiatan praktikum, teknik penilaian tersebut tidak perlu diragukan lagi keberadaan, kebermanfaatan, dan potensinya.

Dari hasil kelayakan instrumen penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 yang telah didapatkan maka instrumen penilaian kompetensi inti keterampilan (KI-4) kurikulum 2013 layak digunakan untuk menilai kinerja siswa ketika pembelajaran khususnya pada penelitian ini adalah materi sistem peredaran darah manusia. Sehingga instrumen penilaian tersebut dapat dikembangkan untuk pembelajaran pada materi-materi IPA yang lain.

Dokumen terkait