• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI, PEMBAHASAN, DAN ANALISA DATA HASIL

F. Analisis Data

1. Deskripsi Data

Deskripsi data merupakan hasil analisis yang didapat yakni mean, median, modus, simpangan baku, perolehan skor maksimum dan skor minimum. Hasil yang diperoleh dideskripsikan sebagai berikut:

a. Deskripsi data nilai kelas VII A pada tes awal (tes 1) dan tes akhir (tes 2)

Statistics nilaites1 nilaites2 N Valid 27 27 Missing 0 0 Mean 67.78 73.70 Median 70.00 70.00 Mode 70 70 Std. Deviation 16.718 13.053 Variance 279.487 170.370 Range 65 60 Minimum 30 40 Maximum 95 100 Sum 1830 1990

Tabel 4.1. Deskripsi Data Nilai Siswa Kelas VII A

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:

 Rata-rata nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 67,78 dan nilai pada tes 2 adalah 73,70.

 Median nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 70,00.

 Modus nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 70,00.

 Varians data nilai kelas VII A pada tes 1 adalah 279,487 dan pada tes 2 adalah 170,370.

 Range atau jarak nilai tertinggi dan terendah kelas VII A pada tes 1 adalah 65 dan pada tes 2 adalah 60.

 Nilai minimum kelas VII A pada tes 1 adalah 30 dan pada tes 2 adalah 40.

 Nilai maksimum kelas VII A pada tes 1 adalah 95 dan pada tes 2 adalah 100.

Berdasarkan tabel diatas terdapat peningkatan rata-rata nilai kelas VII A setelah mendapatkan pembelajaran berbasis pendidikan karakter dari awalnya 67,78 menjadi 73,70.

b. Deskripsi data nilai kelas VII B pada tes awal (tes 1) dan tes akhir (tes 2) Statistics nilaites1 nilaites2 N Valid 28 28 Missing 0 0 Mean 71.61 68.75 Median 70.00 65.00 Mode 70 65 Std. Deviation 10.279 11.990 Variance 105.655 143.750 Range 40 45 Minimum 50 45 Maximum 90 90 Sum 2005 1925

Tabel 4.2 Deskripsi Data Nilai Kelas VII B

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa:

 Rata-rata nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 71,61 dan nilai pada tes 2 adalah 68,75.

 Median nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 65,00.

 Modus nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 70,00 dan pada tes 2 adalah 65,00.

 Varians data nilai kelas VII B pada tes 1 adalah 105,655 dan pada tes 2 adalah 143,750.

 Range atau jarak nilai tertinggi dan terendah kelas VII B pada tes 1 adalah 40 dan pada tes 2 adalah 45.

 Nilai minimum kelas VII B pada tes 1 adalah 50 dan pada tes 2 adalah 45.

 Nilai maksimum kelas VII B pada tes 1 adalah 90 dan pada tes 2 adalah 90.

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai kelas kelas VII B mengalami penurunan dari awalnya 71,61 menjadi 68,75.

2. Pengujian Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data dilakukan dengan uji One-sample Kolmogorov-Smirnov. Hasil uji normalitas data dapat dilihat sebagai berikut:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

nilaites1 nilaites2

N 27 27

Normal Parametersa Mean 67.78 73.70

Std. Deviation 16.718 13.053 Most Extreme Differences Absolute .183 .241

Positive .114 .241

Negative -.183 -.178

Kolmogorov-Smirnov Z .948 1.254

Asymp. Sig. (2-tailed) .330 .086

a. Test distribution is Normal.

Tabel 4.3. Uji Normalitas Nilai Kelas VIIA

Berdasarkan tabel uji normalitas diatas diperoleh nilai Asymp. Sig (2-tailed) untuk nilai tes 1 adalah 0,330 dan untuk nilai tes 2 adalah 0,086. Nilai keduanya lebih besar dari taraf signifikasi 0,05 yang berarti data berdistribusi normal.

Uji Normalitas Nilai Kelas VII B

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

nilaites1 nilaites2

N 28 28

Normal Parametersa Mean 71.61 68.75

Std. Deviation 10.279 11.990 Most Extreme Differences Absolute .224 .230

Positive .169 .230

Negative -.224 -.199

Kolmogorov-Smirnov Z 1.183 1.217

Asymp. Sig. (2-tailed) .122 .104

a. Test distribution is Normal.

Berdasarkan tabel uji normalitas diatas, dapat dilihat bahwa nilai Asym. Sig (2-tailed) untuk nilai tes 1 adalah 0,122 dan nilai tes 2 adalah 0,104. Nilai keduanya lebih besar dari 0,05 sehingga data berdistribusi normal.

b. Uji Paired Sample T-Test

Uji paired sample t-test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sample yang berhubungan (berpasangan). Berarti sebuah sample tetapi mengalami dua perlakuan berbeda dimana dalam penelitian ini siswa kelas VII A yang sebelumnya menerima pembelajaran konvensional kemudian menerima pembelajaran berbasis pendidikan karakter. Berikut tabel hasil analisis data menggunakan SPSS:

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Sebelum 67.78 27 16.718 3.217

Sesudah 73.70 27 13.053 2.512

Paired Samples Test

Pair 1 Sebelum -

Sesudah

Paired Differences Mean -5.926

Std. Deviation 11.522 Std. Error Mean 2.217 95% Confidence Interval of the Difference Lower -10.484 Upper -1.368 T -2.672 Df 26

Paired Samples Test

Pair 1 Sebelum -

Sesudah

Paired Differences Mean -5.926

Std. Deviation 11.522 Std. Error Mean 2.217 95% Confidence Interval of the Difference Lower -10.484 Upper -1.368 T -2.672 Df 26 Sig. (2-tailed) .013

Tabel 4.5. Hasil Uji Paired Sample T-Test Kelas VII A

Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:  Menentukan hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan antara rata-rata nilai sebelum pembelajaran berbasis pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sesudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter.

H1 : Ada perbedaan rata-rata nilai sebelum pembelajaran berbasis pendidikan karakter dengan rata-rata nilai sesudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter.

 Menentukan tingkat signifikasi

Pengujian dilakukan dengan uji dua sisi dengan taraf signifikasi 5%.  Menentukan t hitung

Dari tabel diatas t hitung adalah -2,672.  Menentukan t tabel

Tabel distribusi t dicari pada 5% : 2 = 2,5% = 0,025 (uji 2 sisi) dengan daerah kebebasan (df) n-1 atau 27-1 = 26. Dengan uji 2 sisi (taraf signifikasi 0,025) hasil t tabel adalah 2,056.

 Kriteria pengujian

Ho diterima jika –t tabel < t hitung < t tabel

Ho ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Berdasarkan probabilitas:

Ho diterima jika P value > 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

 Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan probabilitas Nilai –t hitung < -t tabel (-2,672 < -2,056) dan P value (0,013 < 0,05) maka Ho ditolak

 Kesimpulan

Oleh karena Ho ditolak maka ada perbedaan rata-rata nilai sebelum dan seudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter. Dimana nilai rata-rata sesudah pembelajaran berbasis pendidikan karakter lebih tinggi.

Sebagai pembanding, peneliti juga melakukan uji paired sample t test pada nilai kelas VII B yang notabene memiliki prestasi akademis lebih baik dari kelas VII A. Nilai kelas VII B yang diuji tidak mendapatkan pembelajaran berbasis karakter. Berikut tabel hasil analisis data menggunakan SPSS:

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 nilaites1 71.61 28 10.279 1.943

nilaites2 68.75 28 11.990 2.266

Paired Samples Test

Pair 1 nilaites1 -

nilaites2

Paired Differences Mean 2.857

Std. Deviation 2.864 Std. Error Mean .541 95% Confidence Interval of the Difference Lower 1.747 Upper 3.968 T 5.279 Df 27 Sig. (2-tailed) .000

Tabel 4.6. Hasil Uji Paired Sample T-Test Kelas VII B

Langkah-langkah pengujian sebagai berikut:  Menentukan hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata nilai tes pertama dengan rata-rata nilai tes kedua.

H1 : Ada perbedaan rata-rata nilai tes pertama dengan rata-rata nilai tes kedua.  Menentukan tingkat signifikasi

Pengujian dilakukan dengan uji dua sisi dengan taraf signifikasi 5%  Menentukan t hitung

Berdasarkan tabel diatas t hitung adalah 5,279  Menentukan t tabel

Tabel didtribusi t dicari pada 5 % : 2 = 2,5% = 0,025 (uji 2 sisi) dengan daerah kebebasan (df) n-1 atau 28-1 = 27. Dengan uji 2 sisi (taraf signifikasi 0,025) hasil t tabel adalah 2,052.

 Kriteria pengujian

Ho diterima jika –t tabel < t hitung < t tabel

Ho ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Berdasarkan probabilitas:

Ho diterima jika P value> 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

 Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan probabilitas Nilai t hitung > t tabel (5,279 > 2,052) dan P value (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak.

 Kesimpulan

Oleh karena Ho ditolak maka ada perbedaan rata-rata nilai tes pertama dengan nilai tes kedua. Dimana nilai tes pertama lebih tinggi daripada nilai tes kedua.

c. Uji Independent Sample T-Test

Uji independent sample t-test digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sample yang tidak berhubungan. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan nilai kelas VII A yang

telah mendapatkan pembelajaran berbasis karakter dengan nilai kelas VII B yang mendapatkan pembelajaran konvensional.

Berikut tabel hasil analisis data menggunakan SPSS:

Group Statistics

Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Nilai tes Kelas A 27 73.70 13.053 2.512

Kelas B 28 68.75 11.990 2.266

Independent Samples Test

Nilai tes Equal variances assumed Equal variances not assumed Levene's Test for

Equality of Variances

F .001

Sig. .972

t-test for Equality of Means T 1.467 1.464 Df 53 52.227 Sig. (2-tailed) .148 .149 Mean Difference 4.954 4.954 Std. Error Difference 3.378 3.383 95% Confidence Interval of the Difference Lower -1.821 -1.834 Upper 11.728 11.741 Tabel 4.7. Hasil Uji Independent Sample T-Test nilai Kelas VII A dengan kelas VII B

Sebelum dilakukan uji t test sebelumnya dilakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan F test (Levene’s Test), artinya jika varian sama maka uji t menggunakan Equal Varriance Assumed(diasumsikan varian sama) dan jika

varian berbeda menggunakan Equal Variance Not Assumed (diasumsikan varian berbeda).

Langkah-langkah uji F adalah:

 Menentukan hipotesis Ho : Kedua varian sama.

H1 : Kedua varian berbeda.

 Kriteria pengujian Ho diterima jika P value > 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

 Membandingkan nilai probabilitas/signifikasi

Nilai P value (0,972 > 0,05) maka Ho diterima. Nilai ini dapat dilihat pada sig. Levene test tabel.

 Kesimpulan

Oleh karena Ho diterima maka kedua varian sama. Dengan ini pengujian dilakukan dengan Equal Variance Assumed (diasumsikan kedua varian sama) Setelah melakukan uji F dapat dilanjutkan dengan melakukan uji independent sample t-test. Langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut:

 Menentukan Hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan antara rata-rata nilai tes kelas VII A dengan rata-rata nilai kelas VII B

H1 : Ada perbedaan antara rata-rata nilai tes kelas VII A dengan kelas VII B.  Menentukan Tingkat signifikasi

 Menentukan t hitung

Dari tabel diatas t hitung (Equal Variance Assumed) adalah 1,467.  Menentukan t tabel

Tabel distribusi t dicari pada 5% : 2 = 2,5% = 0,025 (uji 2 sisi) dengan daerah kebebasan (df) n-2 atau 55-2 = 53. Dengan uji 2 sisi (taraf signifikasi 0,025) hasil t tabel adalah 2,006.

 Kriteria pengujian

Ho diterima jika –t tabel < t hitung < t tabel

Ho ditolak jika –t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Berdasarkan probabilitas:

Ho diterima jika P value > 0,05 Ho ditolak jika P value < 0,05

 Membandingkan nilai t hitung dengan t tabel dan probabilitas Nilai t hitung < t tabel (1,467<2,006) dan P value (0,148 > 0,05) maka Ho diterima.

 Kesimpulan

Oleh karena Ho diterima maka tidak ada perbedaan antara-rata nilai tes kelas VII A dengan kelas VII B.

3. Analisis Subjek

Pada bagian ini akan dijelaskan perkembangan prestasi belajar dan hasil wawancara subjek penelitian yang berjumlah 6 orang.

Setelah dilakukan pembelajaran berbasis pendidikan karakter di kelas VII B, peneliti mengambil hasil nilai tes subjek dan melakukan perbandingan hasilnya. Berikut ini tabel hasil tes subjek penelitian:

Kriteria Subjek

Subjek Hasil Tes 1 Hasil Tes 2 Persentase Peningkatan/Penurunan Subjek Eksperimen (Kelas VIIA) Subjek I 95 100 5% Subjek II 70 90 22,22% Subjek III 40 70 42,86% Subjek Kontrol (Kelas VIIB) Subjek IV 90 90 0% Subjek V 70 65 7,14% Subjek VI 50 45 10%

Tabel 4.8. Hasil Tes Subjek Penelitian

Dari tabel diatas dapat dilihat terdapat peningkatan prestasi belajar pada subjek I, II, dan III. Peningkatan secara cukup signifikan terjadi pada subjek III dimana mengalami persentase peningkatan sebesar 42,86%. Nilai yang dicapai subjek III bahkan telah menembus nilai KKM yang disyaratkan. Hal berbeda terjadi pada subjek IV, V, dan VI dimana tidak terjadi peningkatan prestasi belajar. Pada subjek V dan VI bahkan mengalami penurunan prestasi belajar meskipun tidak pada taraf yang signifikan.

Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar pada subjek eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis pendidikan karakter.

Setelah pembelajaran berbasis pendidikan karakter dikelas VII B peneliti melakukan wawancara terhadap subjek untuk melihat tanggapan siswa terhadap pembelajaran berbasis karakter dan pembelajaran konvensional. Berikut salah satu petikan wawancara dengan subjek yang mendapatkan pembelajaran berbasis karakter:

Keterangan : P : Peneliti S : Subjek

P : “Selamat siang dek” S : “Selamat siang mas”

P : “Mas mau bertanya menurut kamu pendidikan karakter itu apa”

S : “Pendidikan karakter itu suatu pembelajaran yang tujuannya untuk mencapai nilai karakter yang diharapkan

P : “ Kalau nilai karakter yang diharapkan itu apa saja dek?”

S : “Nilai kejujuran, tanggung jawab saat mengerjakan tugas, nilai religius”

P : “Apakah guru sudah menunjukkan pembelajaran dengan pendidikan karakter?”

S : “Sudah mas”

P : “Pak guru kalau mengajar menggunakan sarana apa saja selain buku?”

S : “Pak guru biasanya menggunakan laptop kita diperlihatkan video belajar di ruang multimedia”

P : “Bagaimana menurut kamu apakah pembelajaran dengan pendidikan karakter menyenangkan?”

S : “Iya mas lebih enak kita jadi bisa lebih mengerti pelajaran”

P : “Kalau kamu lebih memilih pelajaran berbasis karakter atau pelajaran seperti biasa?”

S : “Saya pilih yang karakter mas lebih bisa paham pelajaran” P : “Terimakasih dek”

S : “Sama-sama mas”

Dibawah ini akan diperlihatkan petikan wawancara subjek yang mendapat pembelajaran konvensional:

P : “Selamat siang dek” S : “Selamat siang mas”

P : “Mas mau bertanya menurut kamu pendidikan karakter itu apa”

S : “Pendidikan karakter adalah pendidikan untuk mengarahkan siswa ke karakter yang lebih baik

S : “Belum mas”

P : “Kalau menurut kamu kira-kira lebih enak pembelajaran dengan pendidikan karakter atau pembelajaran biasa?”

S : “Kayanya lebih enak yang karakter ya mas”

P : “Pak guru biasanya kalau mengajar sarananya apa saja?” S : “Pakai buku kadang pakai laptop”

P : “Oh begitu terimakasih dek” S : “Sama-sama mas”

Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek diatas dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran berbasis pendidikan karakter mendapat tanggapan positif dari subjek. Subjek yang mendapat pembelajaran berbasis karakter lebih tertarik dengan pembelajaran berbasis pendidikan karakter dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Subjek yang mendapatkan pembelajaran konvensional merasa pelajaran kurang dapat dipahami dan setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang pendidikan karakter subjek merasa tertarik untuk merasakan pembelajaran dengan pendidikan karakter.

Dokumen terkait