BAB I I KAJI AN TEORI
A. Deskripsi Teori
13. Analisis Data
I nstrumen penelitian diartikan sebagai alat bantu yang diwujudkan dalam benda, misalnya angket, daftar cocok, lembar pengamatan, soal tes, dan sebagainya. I nstrumen penelitian digunakan untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat, maka setiap instrumen harus mempunyai skala, skala yang digunakan dalam instrumen ini adalah skala likert (interval 1 sampai 4).
Menurut Soegeng (2006: 89-93) dalam Tahir (2011: 49) skala likert (method of summated rating) digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi dari individu atau kelompok tentang fenomena sosial. Fenomena sosial ini disebut variabel penelitian yang telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti. Jawaban dari setiap instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat berupa kata-kata antara lain: sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju; selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah. I nstrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentung centang (checklist)
ataupun pilihan ganda. b. Validitas
Suatu instrumen dikatakan valid jika instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Menurut Sukardi (2003: 122), “validitas suatu instrumen penelitian adalah derajat yang menunjukkan di mana suatu tes mengukur apa yang hendak diukur”.
Product Moment antara skor butir dengan skor total, dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson adalah sebagai berikut: (Suharsimi Arikunto, 2009: 171)
rXY
N
XY(
X)(
Y)
{(
N
X2(
X2) } {(
N
Y2(
Y2)}
Keterangan :
rxy = Koefisien Korelasi Product Moment N = Jumlah Sampel
∑X = Jumlah skor butir ∑Y = Jumlah skor total
∑XY = Jumlah perkalian skor butir dengan skor total ∑X2 = Jumlah kuadrat skor butir
∑Y2 = Jumlah kuadrat skor total
c. Reliabilitas
Reliabilitas sama dengan konsistensi atau keajegan. Suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur.
Reliabilitas suatu tes pada umumnya diekspresikan secara numerik dalam bentuk koefisien. Koefisien tinggi menunjukkan reliabilitas tinggi, sebaliknya jika koefisien rendah maka reliabilitas tes rendah. Untuk menguji reliabilitas instrumen ini menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach sebagai pedoman untuk menentukan tingkat kehandalan instrumen
penelitian. Adapun rumus Alpha Cronbach adalah sebagai berikut: (Arikunto, 2009: 180)
Penelitian ini menggunakan interpretasi nilai r yang dikemukakan oleh Riduwan (2009: 98) sebagai berikut:
Tabel 1. I nterpretasi Nilai Koefisien Korelasi Koefisien Alfa Tingkat Keterhandalan 0.800 – 1.000 Sangat tinggi 0.600 – 0.799 Tinggi 0.400 – 0.599 Cukup 0.200 – 0.399 Rendah 0.000 – 0.199 Sangat Rendah d. Penyajian data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistik desktiptif yaitu analisis data yang bertujuan mendeskripsikan karakteristik distribusi skor kecenderungan variabel penelitian. Untuk keperluan tersebut digunakan statistika rata-rata, standar deviasi, tabel distribusi frekuensi, persentase median, dan modus. Data dalam penelitian ini yaitu pada angket tertutup berupa data yang bersifat kualitatif yang kemudian diberi skor sehingga diperoleh data kuantitatif.
Data yang berbentuk angka-angka tersebut dapat diukur persentasenya, selanjutnya diadakan interprestasi yang bersifat kualitatif ke dalam hasilnya. Untuk keperluan ini digunakan skor rerata ideal (Mi) dan skor simpangan baku ideal (SBi) sebagai kriterianya. Berdasarkan uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik diskripsi kuantitatif.
Untuk menganalisis data yang telah terkumpul dilakukan beberapa langkah, yaitu: (1) penskoran jawaban responden, (2) menjumlahkan skor total masing-masing komponen (efektivitas, aksesibilitas, hambatan), (3) mengelompokkan skor yang didapat oleh responden berdasarkan tingkat kecenderungan. Penskoran dalam penelitian ini menggunakan skala 4, yaitu 1 sampai dengan 4.
Data disajikan berupa tabel dan histogram berdasarkan persentase. Untuk mengetahui tingkat kecenderungan masing-masing komponen dilakukan dengan mengkategorikan tingkat kecenderungan. Untuk keperluan ini diperlukan mean ideal (Mi) dan simpangan baku ideal (SBi), skor tertinggi dan terendah yang dapat dicapai oleh instrumen sebagai kriterianya. Penghitungan mean ideal, simpangan baku ideal digunakan pendapatnya. (Saifuddin Azwar, 2004: 107)
Tingkat kecenderungan dibagi dalam empat kategori, di mana masing-masing berjarak 1,5 SB. Penentuan jarak interval 1,5 SB ini didasarkan pada asumsi distribusi populasi berdistribusi normal dengan 6 SB. Dengan menentukan banyaknya ketegori menjadi
empat kelompok, maka jarak masing-masing kelompok menjadi 1,5 SB.
Tingkat kecenderungan ini dijadikan sebagai kriteria penilaian untuk efektivitas, aksesibilitas, dan hambatan penggunaan fasilitas
hotspot internet sebagai salah satu sumber belajar siswa di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta ditinjau dari siswa dan guru. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Ketentuan Kategori Skor Untuk Efektivitas, Aksesibilitas, dan Hambatan Penggunaan FasilitasHotspot I nternet Sebagai Salah Satu Sumber Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Ditinjau dari
Siswa dan Guru
No. Rentang Skor Kategori
1 (Mi + 1,5 SBi) ke atas Sangat Baik/ Sangat Tinggi 2 Mi sampai dengan (Mi + 1,5 SBi) Baik/ Tinggi
3 (Mi – 1,5 SBi) sampai dengan Mi Cukup Baik/ Rendah 4 (Mi – 1,5 SBi) ke bawah Tidak baik/ Kurang Keterangan:
Mi = Mean ideal yang dicapai instrumen
= (skor ideal tertinggi + skor ideal terendah) SBi = Simpangan baku ideal yang dicapai instrumen
Penentuan kategori skor efektivitas, aksesibilitas, dan hambatan senada dengan hasil penelitian dalam jurnal karya A.A Gde Ekayana (2001) yang berjudul “Efektivitas Penggunaan I nternet Sebagai Salah Satu Sumber Belajar Siswa dan Guru di Jurusan Teknik Elektronika SMK Negeri 2 Depok Sleman.” Untuk penentuan kategori skor komponen-komponen digunakan norma sebagai berikut:
No. Rentang Skor Kategori
1 (Mi + 1,5 SBi) ke atas Sangat Baik/ Sangat Efektif 2 Mi sampai dengan (Mi + 1,5 SBi) Cukup Baik/ Cukup Efektif 3 (Mi – 1,5 SBi) sampai dengan Mi Kurang Baik/ Kurang Efektif 4 (Mi – 1,5 SBi) ke bawah Tidak Baik/ Tidak Efektif
Kemudian jurnal karya Wahyu Arif Wibowo (2013) yang berjudul “Pemanfaatan I nternet Sebagai Sumber Pembelajaran Oleh Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Mrebet Purbalingga.” Untuk penentuan kategori skor komponen-komponen digunakan norma sebagai berikut:
No. Rentang Skor Kategori
1 > = 23 Sangat Tinggi
2 > = 18 s/ d > 23 Tinggi 3 > = 12 s/ d > 18 Sedang
4 > = 7 s/ d > 12 Rendah