• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Dari berbagai temuan dan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka dalam penelitian ini dapat memberikan beberapa masukan dan saran sebagai berikut :

1. Meningkatkan pengawasan di lapangan, terutama terhadap maraknya tempat parkir illegal dan tukang parkir gadungan yang makin meresahkan masyarakat. Fungsi pengawasan ini sangat penting untuk ditingkatkan seiring dengan makin banyaknya tempat-tempat parkir baru yang luput dari sorotan UPTD Perparkiran Kota Surakarta. Dalam hal ini fungsi pengawasan harus diimbangi dengan sikap tegas jika memang dijumpai penyimpangan dan pelanggaran di lapangan. Selain itu, fungsi pengawasan ini juga dapat dioperasionalkan dengan menambah jumlah pegawai dalam tubuh UPTD Perparkiran, sebab jumlah tim patroli yang ada sekarang ini jelas masih sangat kurang. Keberadaan tim pemantau semacam ini cukup berkontribusi dalam terselenggaranya perparkiran yang rapi dan nyaman di Kota Surakarta, asalkan petugas yang melakukan patroli benar-benar menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

2. Hendaknya UPTD Perparkiran dapat lebih mensosialisasikan kembali nomer telepon (0271) 642624 sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, aspirasi serta harapan mereka terhadap perparkiran di Kota Surakarta.

3. Bagi pihak masyarakat selaku pengguna jasa parkir itu sendiri hendaknya juga lebih berpartisipasi aktif dan kontributif dalma rangka menciptakan

commit to user

lx

perparkiran Kota Surakarta yang lebih baik. Partisipasi aktif tersebut dapat terwujud misalnya dengan lebih menjalankan fungsi kontrol sosialnya, misalnya dengan mencatat nama juru parkir, lokasi, serta waktu kejadian ketika ia mengalami suatu pengalaman buruk terkait perparkiran. Dengan demikian, apabila keluhan tersebut dilaporkan kepada UPTD Perparkiran, maka akan memudahkan bagi UPTD Perparkiran untuk melakukan cross check di lapangan dan melakukan penindakan yang tepat dan cepat.

commit to user

lxi

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

A. Deskripsi Lokasi

Unit Pelaksana Teknis Dinas merupakan lembaga pemerintah yang bekerja dibawah naungan Dinas Perhubungan yang berkewenangan menangani masalah perparkiran di Kota Surakarta berlokasi di Jl. Aru no 13 Surakarta. semua fungsi dan wewenang dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran adalah diatur oleh Dinas Perhubungan sehingga semua kinerja dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan.

Dahulu Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran bertanggung jawab langsung kepada Kepala Daerah dalam menjalankan tugasnya. Berbeda dengan sekarang ini yang mana Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran melebur menjadi satu dengan Dinas Perhubungan sehingga dalam menjalankan tugasnya Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Perhubungan tersebut bertanggung jawab kepada Walikota sebagai Kepala Daerah Kota Surakarta. dalam menjalankan tugasnya Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta Nomor 43 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Perhubungan Kota Surakarta.

commit to user

lxii

1. Visi dan Misi

Dalam menjalankan kewenangannya Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Kota Surakarta mempunyai visi dan misi UPTD Perparkiran, yaitu :

a. Visi UPTD Perparkiran

“Mewujudkan Kota Surakarta yang rapi dan aman dalam penataan parkir dan sekaligus menjadikan UPTD Perparkiran menjadi salah satu primadona dalam mendukung keberhasilan Pendapatan Asli Daaerah”. b. Misi UPTD Perparkiran

1) Menata dan memelihara lahan parkir agar tetap bersih, rapi dan aman 2) Meminta kepada pihak terkait agar dalam mendirikan bangunan

yang menjadi tempat berkumpulnya mannusia dalam menyediakan lahan parkir.

3) Menjadikan para penata lahan parkir beretiket dan dapat dipercaya agar masyarakat sadar parkir dan biayanya.

4) Melaksanakan pemungutan retribusi secara teratur untuk meningkatkan pendapatan daerah.

5) Menjadikan misi tersebut sebagai penunjang dalam kinerja melaksanakan tugas dan fungsinya.

2. Tugas Pokok dan Fungsi Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran. a. Tugas Pokok Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran

Melakukan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas di bidang pengelolaan Perparkiran, antara lain:

commit to user

lxiii

1. Pengaturan masuk dan keluarnya kendaraan di tempat parkir

2. Penyerahan karcis dan penerimaan pembayaran biaya parkir dan para pengelola, juru parkir dan pengguna jasa parkir.

3. Penjagaa ketertiban dan keamanan dalam perparkiran 4. Pengaturan pengusahaan dan perijinan pangkalan parkir.

5. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan Kepala Daerah khususnya Walikota dan Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

b. Fungsi Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran

1.Penyusunan rencana teknis operasional bidang pengelolaan Perparkiran 2.Pelaksanaan kebijakan teknis operasional bidang pengelolaan perpakiran 3.Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang pengelolaan perparkiran

4.Pengelolaan ketatausahaan yang meliputi segala usaha dan kegiatan di bidang tata usaha umum, kepegawaian, perlengkapan, dan keuuangan. 5.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan

tugas dan fungsinya.

3. Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran Kota Surakarta

Sebagai salah satu lembaga pemerintah, Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran Kota Surakarta yang bekerja di bawah naungan Dinas Perhubungan bertugas menangani masalah-masalah perparkiran di wilayah Surakarta. Dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi, Unit Pelaksana Teknis Dinas

commit to user

lxiv

Perparkiran Kota Surakarta menjalankan kegiatan dan prgramnya dengan didukung oleh susunan organisasi yang memadai,

Dalam Peraturan Walikota Surakarta nomor 43 tahun 2008 susunan organisasi Unit Pelaksana Teknis dinas Perparkiran adalah sebagai berikut : a. Kepala

Kepala Perparkiran mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, antara lain :

1. Menyusun program kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran sesuai dengan rencana strategi dan program kerja tahunan dinas.

2. Membagi tugas kepada bawahan sesuai bidang tugas agar tercipta pemerataan tugas.

3. Memberi petunjuk kepada bawahan guna kejelasan pelaksanaan tugas. 4. Mengawasi tugas bawahan agar tidak terjadi penyimpangan.

5. Memeriksa hasil kerja bawahan untuk mengetahui kesulitan dan hambatan serta memberikan jalan keluarnya.

6. Menilai kerja bawahan secara periodik guna bahan peningkatan kerja. 7. Menginventarisasi permasalahan-permasalahan guna menyiapkan bahan

petunjuk pemecahan masalah.

8. Melaksanakan koordinasi guna kelancaran pelaksanaan tugas.

Dalam melaksanakan tugasnya kepala UPTD Perparkiran wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi secara vertikal dan horizontal, baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar unit organsasi lain sesuai dengan tugasnya. Kepala UPTD Perpakiran dalam pelaksanaan

commit to user

lxv

tugasnya juga harus berdasarkan ketentuan peeraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh kepala dinas.

b. Sub Bagian Tata Usaha

Subbagian tata usaha dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Perparkiran. Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan program, kepegawaian, keuangan, ketatausahaan, rumah tangga dan perlengkapan.

c. Kelompok Jabatan Fungsional

Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior sebagai ketua kelompok dan bertanggung jawab kepada Kepala Perparkiran. Kelompok Jabatan Fungsional memiliki tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan juga dalam pelaksanaan tugasnya kelompok jabatan fungsional dikoordinasikan oleh kepala seksi dan secara administratif dikoordinasikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha. Berikut adalah Bagan Susunan Oganisasi UPTD Perparkiran :

commit to user

lxvi

Gambar 1. 3

Bagan Susunan Organisasi UPTD Perparkiran

Sumber : Peraturan Walikota Surakarta nomor 43 Tahun 2008

4. Kepegawaian Unit Pelaksana Teknis Dinas Perparkiran Kota Surakarta

Jumlah pegawai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Kota surakarta saat ini berjumlah 17 orang yang membidangi di tiap-tiap jabatannya masing-masing. Di dalam suatu organisasi akan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh sumber daya manusia yang baik. Identifikasi pegawai di UPTD Perparkiran Kota Surakarta adalah berupa penggambaran situasi pegawai UPTD Perparkiran kota Surakarta.

Tabel 1.2

Jumlah Pegawai UPTD Perparkiran berdasarkan jabatan

No Jabatan Jumlah KEPALA KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SUBBAGIAN TATA USAHA

commit to user

lxvii

1 Kepala UPTD Perparkiran 1

2 Kasubag TU 1

3 Bendahara Penerimaan Pembantu 1

4 Bendahara Pengeluaran Pembantu 1

5 Bendahara Barang 1

6 Urusan Umum 3

7 Koordinator Perijinan dan Potensi 1

8 Koordinator Pengawasan 1

9 Koordinator Pengkajian 1

10 Staf 6

jumlah 17

Sumber : UPTD Perparkiran Kota Surakarta

Dari tabel 1.2 di atas dapat dilihat bahwa jumlah pegawai UPTD Perparkiran masih sangat minim. Padahal tugas UPTD Perparkiran dalam mengatur ketertiban masalah perparkiran di kota Surakarta sangat banyak dan tidak didukung dengan jumlah sumber daya manusia di dalam UPTD Perparkiran tersebut. Hal ini sangatlah disayangkan mengingat jumlah sumber daya manusia sangat penting dalam menilai kualitas kinerja suatu organisasi.

commit to user

lxviii

Untuk melihat masa kerja dan kualifikasi pegawai UPTD Perparkiran kota Surakarta, identifikasi dapat dilihat berdasarkan golongannya. Berikut tabel identifikasi pegawai UPTD Perparkiran kota Surakarta berdasarkan golongannya.

Tabel 1.3

Identifikasi Pegawai UPTD Perpakiran Surakarta Berdasarkan Golongan

No. Golongan Jumlah Prosentase

1 IV - - 2 III/d 1 5.88 % 3 III/c 3 17.65 % 4 III/b 4 23.53 % 5 III/a 2 11.76 % 6 II/d - - 7 II/c - - 8 II/b 1 5.88 % 9 II/a 3 17.65 % 10 I/d 2 11.76 % 11 I/c 1 5.88 % 12 I/b - - 13 I/a - - JUMLAH 17 100%

Sumber : UPTD Perparkiran Kota Surakarta

Data tabel 1.3 diatas menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai UPTD Perparkiran Kota Surakarta memiliki jenjang pangkat atau golongan III, hal ini

commit to user

lxix

berarti pegawai UPTD Perparkiran Kota Surakarta bisa dikatakan berpengalaman karena rata-rata mereka telah bekerja dengan masa kerja yang cukup lama.

Struktur pegawai UPTD Perparkiran Kota Surakarta berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel dibawah ini, dimana jumlah pegawai secara keseluruhan sebanyak 17 orang.

Tabel 1.4

Data Jumlah Pegawai UPTD Perparkiran berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentasi

1. 2. Laki-laki Perempuan 14 3 82,36% 17,64% Jumlah 17 100%

Sumber : UPTD Perparkiran Kota Surakarta

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa pegawai yang di miliki UPTD Perparkiran Kota Surakarta yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 14 orang atau 82,36% sedangkan sisanya berjenis kelamin perempuan hanya sebanyak 3 orang atau 17,64% dari keseluruhan pegawai sebanyak 17 orang atau 100%.

5. Program Kerja UPTD Perparkiran Surakarta

Masalah tentang perparkiran di kota Surakarta memang sangat banyak, sehingga kinerja UPTD Perparkiran harus ditingkatkan dalam mengatasi berbagai masalah perparkiran yang ada. Masalah perparkiran yang sering dijumpai di kota Surakarta adalah mengenai keterbatasan lahan dan masalah retribusi. Dalam mengatasi berbagai masalah tersebut di atas, UPTD Perparkiran memiliki

commit to user

lxx

program-program kerja. Adapun program kerja UPTD dalam mengatasi masalah keterbatasan lahan adalah sebagai berikut :

4. Mewajibkan tiap bangunan menyediakan parkir minimum

5. Merencanakan lokasi-lokasi parkir diluar badan jalan sekaligus membatasi lahan parkir di badan jalan.

6. Meningkatkan kualitas angkutan umum dalam rangka mengurangi jumlah pengendara kendaraan pribadi.

Sedangkan program kerja UPTD dalam mengatasi masalah retribusi adalah sebagai berikut :

5. Sosialisasi kepada masyarakat bahwa tarif parkir di kota Solo tidak selalu sama dipinggir jalan dan di tempat-tempat khusus yaitu di mall, bandara, stasiun, dll.

6. Mengadakan operasi gabungan kepada petugas parkir gadungan yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surakarta, Detasemen Polisi Militer (Denpom) kota Surakarta, Polresta Surakarta, Satpol PP, serta Pengadilan dan Kejaksaan.

7. Setiap tahun mengadakan pembinaan teknis kepada petugas parkir dan biasanya dilakukan selama 3 hari.

8. Melakukan patroli tiap hari.

Selain kedua masalah tersebut di atas, masalah perparkiran yang sering timbul di kota Surakarta adalah banyaknya muncul parkir liar. Parkir liar adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang melakukan kegiatan perparkiran tanpa mendapatkan ijin dari pihak yang berwenang.

commit to user

lxxi

Terjadinya parkir liar banyak disebabkan karena tempat tersebut tidak ada petugas parkir atau daerah yang tidak termasuk dalam wilayah kerja rayon. Sedangkan petugas parkir gadungan biasanya memanfaatkan kesempatan-kesempatan tertentu, misalnya saja apabila di wilayah rayon tertentu yang kekurangan petugas parkir, mereka biasanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan keuntungan atau petugas tersebut diminta oleh petugas sebelumnya untuk membantu melakukan pelayanan jasa parkir.

Sebagai upaya mengatasi masalah tersebut, pihak UPTD Perparkiran Kota Surakarta melakukan tindakan sebagai berikut :

1. Mengadakan operasi gabungan kepada petugas parkir gadungan yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) kota Surakarta, Detasemen Polisi Militer (Denpom) kota Surakarta, Polresta Surakarta, Satpol PP, serta Pengadilan dan Kejaksaan.

2. Maleakukan pemeriksaan Kartu Tanda Anggota (KTA)

3. Mengkonfirmasikan masalah tentang munculnya petugas parkir gadungan dengan petugas parkir di daerah tersbut.

4. Parkir liar yang tidak membayar retribusi ditangkap untuk ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan petugas parkir resmi diwajibkan memakai atribut seragam dan perlengkapan yang telah ditentukan oleh peraturan yang berlaku. Pakaian petugas parkir adalah berwarna orange dilengkapi denga badgee “ Simbol Kota Surakarta “ dan badgee tulisan “ Perparkiran Kota Surakarta “ dengan membawa

commit to user

lxxii

perlengkapan seperti KTA, peluit, dan perlengkapan lainnya sesuai dengan kebutuhan seperti lampu, jas hujan dan lain-lain.

B. Analisis Data

Sebagaimana yang telah disebutkan pada bab terdahulu bahwa kelancaran dan ketertiban lalu lintas di Kota Surakarta juga dipengaruhi oleh bagaimana penyelenggaraan penataan parkir oleh instansi yang berwenang. Dalam hal ini, UPTD Perparkiran Pemerintah Kota Surakarta memegang peran yang sangat vital. Sehingga mau tidak mau UPTD Perparkiran Kota Surakarta haruslah menampilkan kinerja yang sebaik dan semaksimal mungkin dalam rangka mewujudkan perparkiran Kota Surakarta yang tertata dengan baik dengan mengedepankan prinsip-prinsip good governance.

Penilaian kinerja itu sendiri merupakan suatu kegiatan yang amat penting karena dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai misinya. Dengan melakukan penilaian terhadap kinerja maka upaya untuk memperbaiki kinerja bisa dilakukan secara lebih terarah dan sistematis. Dengan demikian penilaian organisasi dapat diartikan sebagai kegiatan membandingkan antara hasil yang diperoleh atau kenyataan yang ada di lapangan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Penilaian kinerja organisasi publik dapat membantu mengetahui seberapa jauh keberhasilan suatu organisasi publik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, khususnya juga dapat digunakan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan perbaikan kinerja selanjutnya.

commit to user

lxxiii

Adanya penilaian kinerja organisasi publik dapat membantu dalam membentuk pencitraan diri/image pemerintah di hadapan publik. Karena jika kualitas pelayanan publik semakin baik maka tingkat kepuasan masyarakat (publik) dapat meningkat pula. Selain itu penilaian kinerja akan memiliki implikasi yang luas terutama dalam memperbaiki tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemeritah. Buruknya kinerja birokrasi menjadi salah satu faktor penting yang mendorong munculnya krisis kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sehingga perbaikan kinerja pelayanan publik diharapkan akan memperbaiki kembali image pemerintah di mata masyarakat karena dengan kinerja pelayanan publik yang semakin baik, kepuasan dan kepercayaan masyarakat bisa dibangun kembali.

Kinerja UPTD Perparkiran Kota Surakarta patut menjadi sorotan sebab sebagaimana kita ketahui bersama bahwa seiring dengan makin berkembangnya kota Surakarta menjadi pusat bisnis se-eks-Karesidenan Surakarta, muncul persoalan tambahan, yakni makin semrawutnya penataan parkir di tempat-tempat umum. Persoalan perparkiran tak hanya melingkupi tentang kesemrawutan secara fisik, tapi juga masih kaburnya implementasi tentang tariff parkir, bagaimana pengelolaan tariff tersebut, bagaimana akuntabilitas dari pengelolaan dana yang telah terkumpul , dan lain sebagainya. Sehingga sebelum melakukan pembahsan terkait dengan kinerja UPTD Perparkiran Kota Surakarta, maka perlu terlebih dahulu dipahami tentang bagaimana pengelolaan parkir yang “seharusnya” dilakukan dan dipatuhi oleh semua stakeholders, terkhusus oleh UPTD Perparkiran Kota Surakarta.

commit to user

lxxiv

Pengelolaan parkir di Kotas Surakarta didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2004 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum dan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir. Dalam pengelolaan parkir di tepi jalan umum dibedakan menjadi dua, yaitu : a. Parkir Umum Tetap, merupakan parkir kendaraan dengan menggunakan

sebagian badan jalan yang dilakukan secara tetap.

b. Parkir Umum Insidental, merupakan parkir yang diselenggarakan di suatu tempat tertentu, tidak di tepi jalan umum dan tidak di tempat khusus parkir secara tetap karena terdapat kegiatan tertentu.

Dalam hal penetapan struktur dan besaran tariff retribusi parkir didasarkan pada tujuan untuk mengendalikan permintaan dan penggunaan jasa pelayanan dalam rangka memperlancar lalu lintas jalan, mengatur keluar masuknya kendaraan, dan tempat parkir serta tetap memperhatikan biaya penyelenggaraan pelayanan dan kemampuan masyarakat. Sehingga dalam hal ini, penetapan tariff retribusi parkir yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surakarta sudah mempertimbangkan aspek keadilan bagi seluruh masyarakat pengguna jasa parkir. Sebab besaran tariff disesuaikan dengan kemampuan dari masyarakat itu sendiri. Tariff retribusi parkir yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2004 adalah sebagaimana yang termuat dalam table 1.1 berikut ini yang sebelumnya juga telah tercantum di dalam Pendahuluan.

commit to user

lxxv

Tabel 1.1

Tarif Retribusi Parkir di Kota Surakarta

No Jenis Kendaraan Tarif Sekali Parkir

1. 2. 3. 4. 5. 6. Sepeda Andong / Dokar Sepeda Motor

Mobil penumpang / pick Up / Taksi

Bus Sedang / Truck Sedang

Bus Besar / Truck Besar

Rp 300,00 Rp 500,00 Rp 500,00 Rp 1.000,00 Rp 1.500,00 Rp 3.000,00

Sumber : Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2004 (Pasal 20) tentang Retribusi Parkir di

Tepi Jalan Umum

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan Pasal 20 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2004 di atas adalah :

a. Tarif berlaku untuk satu kali parkir maksimum 2 (dua) jam. Lebih dari 2 jam, tiap 1 (satu) jam dikenakan tambahan tariff tambahan 50 % dari besarnya retribusi yang ditetapkan. Untuk jam parkir kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 jam.

b. Tariff langganan parkir bulanan dikenakan sebesar 40 (empat puluh) kali tariff yang ditentukan.

c. Tanda parkir harus berbentuk karcis yang ditetapkan dan disahkan oleh Walikota.

commit to user

lxxvi

d. Tanda langganan parkir bulanan harus berbentuk sticker yang disahkan oleh Walikota.

e. Tanda sebagaimana yang dimaksudkan pada point (c) dan (d) di atas, harus ditempelkan pada kendaraan yang bersangkutan du tempat yang mudah terlihat.

Sedangkan Peraturan Daeran Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Tempat Khusus Parkir mengatur tentang semua hal yang menyangkut tentang pengelolaan, pemungutan sampai dengan sanksi bagi penyelenggara parkir. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa dalam pembangunan fasilitas parkir, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Apabila berupa gedung parkir, harus memenuhi persyaratan konstruksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Apabila berupa taman parkir/pelataran, harus memiliki latar-latar tertentu. 3. Dalam gedung parkir, taman parkir maupun pelataran diatur sirkulasi dengan

posisi parkir kendaraan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas atau marka jalan.

4. Setiap lokasi yang digunakan untuk kendaraan diberi tanda berupa huruf/angka yang memberikan kemudahan bagi pengguna jasa untuk menemukan kendaraannya.

Dalam pembahasan ini, penilaian kinerja UPTD Perparkiran Kota Surakarta akan dilakukan melalui pengkajian terhadap 3 (tiga) indikator kinerja yang telah ditetapkan pada bab terdahulu, yakni efektivitas, responsivitas, serta akuntabilitas. Ketiga indicator ini bisa dikatakan merupakan indicator kinerja yang berfokus

commit to user

lxxvii

terhadap public interest. Dalam artian bahwa ketiga indicator tersebut sangat lekat dengan apa yang menjadi kepentingan, harapan, serta kebutuhan dari masyarakat. Sehingga dalam pembahasannya, tidak hanya akan mengkaji data-data (primer dan sekunder) dari pihak UPTD Perparkiran Kota Surakarta, tapi juga dari masyarakat umum, termasuk didalamnya adalah para petugas parkir di lapangan. Adapun temuan-temuan serta pembahasan dari masing-masing indicator tersebut adalah sebagai berikut.

1. Indikator Efektivitas 1.1 Parkir Umum Tetap

Efektivitas merupakan salah satu indikator kinerja yang berorientasi pada proses. Suatu organisasi dapat dikatakan efektif kalau tujuan organisasi atau nilai-nilai yang telah disepakati bersama antara para stakeholder dari organisasi sebagaimana ditetapkan dalam visinya dapat tercapai. Pencapaian tujuan organisasi akan dapat terwujud dengan dilakukannya optimasi tujuan. Optimasi tujuan merupakan keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh organisasi tersebut, dalam hal ini adalah UPTD Perparkiran Kota Surakarta. Optimasi tujuan di dalamnya terdapat usaha-usaha yang akan ditempuh untuk merealisasikan tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Optimasi tujuan yang dimaksudkan dalam penelitian ini mengenai seberapa jauh UPTD Perparkiran Kota Surakarta berhasil dalam melakukan usaha-usaha untuk mengoptimalkan tercapainya tujuan terkait perparkiran di Kota Surakarta. Adapun yang menjadi tujuan UPTD Perparkiran Kota Surakarta adalah “Terciptanya

commit to user

lxxviii

kondisi perparkiran di Kota Surakarta yang tertata rapi, teratur, pelayanan yang ramah, cekatan, dan terampil”.

Terkait dengan keberlaksanaan tujuan UPTD Perparkiran Kota Surakarta yang pada dasarnya hendak mewujudkan suatu tata pengelolaan parkir yang rapi dan teratur, hingga sekarang ini pihak UPTD Perparkiran Kota Surakarta menyebutkan telah terjadi peningkatan dalam penataan parkir jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang ditegaskan oleh Koordinator Pengkajian UPTD Perparkiran Kota Surakarta, Bapak Mudo Prayitno, S.Si.T :

“Secara umum, kondisi perprkiran di Kota Surakarta jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pelayanan perparkiran pada umumnya juga telah mematuhi peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Surakarta, dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan, lebih khusus lagi UPTD Perparkiran ini.” (wawancara tanggal 1 September 2010)

Pencapaian tujuan organisasi akan berjalan lebih optimal jika didukung oleh ketersediaan personel yang menunjang. Menunjang atau tidaknya personel tidak hanya dilihat dari kuantifikasi personel, tapi juga kualitas dari

Dokumen terkait