BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang ada, maka beberapa saran yang peneliti ajukan diantaranya adalah:
1. Dalam upaya pemberdayaan masyarakat sebaiknya pengurus Pokdarwis lebih berkoordinasi dengan masyarakat agar kegiatan yang dilakukan dapat efisien dan tepat sasaran, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan oleh Pokdarwis sudah bagus, namun hendaknya seluruh masyarakat di Dusun Krebet lebih aktif untuk dilibatkan sehingga selalu ada peningkatan kapasitas SDM pengelola Pokdarwis. Selain itu, perlu juga dorongan agar tumbuh rasa saling menghargai dan memiliki antara masyarakat dan pemerintah dalam hal ini dinas terkait sehingga timbul keinginan untuk menjaga kelestarian Wisata Krebet.
113
2. Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam hal meningkatkan kesadaran masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan oleh pengurus dan anggota masyarakat dengan cara berdiskusi. Diharapkan adanya pelatihan pemandu wisata dan pendampingan yang berkelanjutan oleh dinas terkait untuk senantiasa meningkatkan kualitas pengelola desa wisata dan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah melalui lembaga pendidikan misalnya dapat memfasilitasi masyarakat setempat untuk kursus bahasa asing, pelatihan manajemen pariwisata, pelatihan guide dan ilmu – ilmu lain yang terkait dengan pariwisata. Sehingga masyarakat mengetahui dan semakin paham tentang pariwisata dan di masing – masing bidang dapat mengetahui tugas – tugasnya dengan baik.
3. Perlu adanya kerjasama antar Pokdarwis, masyarakat dan pelaku wisata dalam meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang datang ke Krebet.
DAFTAR PUSTAKA
Abdur Rohim. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata (Studi di Desa Wisata Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, DIY). Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga. Andi Prastowo. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Anonim. (2013). Website Desa Wisata Krebet. Diakses dari www.krebet.com.
Pada tanggal 30 Maret 2013, Jam : 11.30 WIB.
Anonim. (2013). Website Kabupaten Bantul. Diakses dari www.bantulkab.go.id. Pada tanggal 20 Maret 2013, Jam : 08.00 WIB.
Aris Munandar. (2002). Pembangunan Nasional, Keadilan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Universitas Paramadina Vol. 2 No. 1. Aruman. (2012). Seni Kerajinan Batik Kayu Krebet Yogyakarta. Yogyakarta:
IKKJ Publisher.
Badan Pusat Statistika (BPS) Kabupaten Bantul. (2012).
Chatarina. (2009). Upaya Pemberdayaan Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Yogyakarta: B2P3KS PRESS.
---. (2011). Pemberdayaan Remaja Putus Sekolah. Yogyakarta: B2P3KS PRESS.
Djam’an dan Aan. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Engking S. (2012). Pengelolaan Program PLS/PNF. Diakses dari http://www.docdatabase.net/more-pengelolaan-program-plspnf-direktori-file-upi--1117877.html. Pada tanggal 10 Oktober 2013. Jam 09.00 WIB. Ginandjar, K. (1997). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep Pembangunan Yang
Berakar Pada Masyarakat. Surabaya.
Gordon, J.R. et al. (1990). Management Organizational Behavior. Boston: Allyn, Bacon, Inc.
Gumelar, S. (2010). Konsep pengembangan kawasan desa wisata Hand out mata kuliah concept resort and leisure, Strategi pengembangan dan pengelolaan resort and Leisure. Diakses dari http://ebookbrowse.com/pengembangan-kawasan-desa-wisata-pdf-d125182483. Pada tanggal 31 Maret 2013, Jam 08.00 WIB.
Hasibuan, Malayu S. P. (2007). Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Edisi revisi. Cetakan ke – 4. Jakarta: Bumi Aksara.
Hutomo MY. (2000). Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi: Tinjauan Teoritis dan Implementasi. Jakarta: Bappenas.
Iskandar, M. (2010). Strategi Pengelolaan Taman Wisata Alam Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/57535/Bab%20I%20 Pendahuluan.pdf?sequence=3. Pada tanggal 28 Maret 2013, Jam 14.00 WIB.
Lexy J. Moeleong. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Nurul Zuriah. (2009). Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Nur Rika Puspita Sari. (2012). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Obyek Wisata Oleh Kelompok Sadar Wisata Dewabejo Di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Skripsi. FIP Universitas Negeri Yogyakarta. Samiaji. (2011). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelibatan
Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan. Diakses dari http://www.slideshare.net/samiaji/pemberdayaan-masyarakat-11856249.
Pada tanggal 27 April 2013, Jam 10.00 WIB.
Soelaiman Joesoef. (2008). Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Soemarno. (2010). Desa Wisata. Diakses dari http://www.google.co.id /url?sa=t&rct=j&q=konsep+pengembangan+desa+wisata&source=web&cd= 9&cad=rja&ved=0CFgQFjAI&url=http%3A%2F%2Fmarno.lecture.ub.ac.id %2Ffiles%2F2012%2F01%2Fdesa-wisata.doc&ei=UqBXUZreAojUrQf9no GYAQ&usg=AFQjCNEbJddy6ZM6QiuWzjTL80Pp5cemaA&bvm =bv.44442042,d.bmk. Pada tanggal 31 Maret 2013, Jam 09.00 WIB.
Solo Pos. Pengunjung Desa Wisata Fluktuatif. Selasa 20 April 2010. Online. Tersedia: http://www.solopos.com/2010/04/20/pengunjung-desa-wisata-fluktuatif-139257. Diakses: tanggal 04 april 2013, pukul 08.00 WIB.
Sudjana. (1992). Pengantar Manajemen Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press.
---. (2000). Pendidikan Luar Sekolah: Wawasan, Sejarah, Perkembangan, Falsafah dan Teori Pendukung Asas. Bandung: Falah Production.
---. (2004). Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Falah Production.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuatitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharto, E. (2011). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama.
Umberto Sihombing. (2000). Pendidikan Luar Sekolah, Manajemen Strategi. Jakarta: PD. Mahkota.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Winardi, J. (2007). Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Kencana.
Yohanes, Y. (2006). Pengantar Manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Lampiran 1. Pedoman Observasi
PEDOMAN OBSERVASI
1. Keadaan Wilayah a. Letak geografis
b. Kondisi geografis / keadaan lingkungan c. Sumber daya alam
2. Kependudukan a. Jumlah penduduk b. Pendidikan c. Mata pencaharian d. Tingkat kesejahteraan 3. Kondisi Fisik Organisasi
a. Keadaan lokasi b. Kondisi bangunan c. Sarana dan prasarana 4. Fasilitas Organisasi
5. Profil Kelompok Sadar Wisata a. Sejarah berdiri / latar belakang b. Kepengurusan
c. Visi d. Misi
a. Jumlah b. Usia
e. Tingkat pendidikan
7. Keadaan Anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun a. Jumlah
b. Usia
c. Tingkat Pendidikan 8. Pengelolaan program kerja
a. Perencanaan b. Pengorganisasian
c. Pelaksanaan / penggerakan d. Pengawasan
Lampiran 2. Pedoman Dokumentasi
PEDOMAN DOKUMENTASI
1. Melalui Arsip Tertulis a. Profil Dusun Krebet
b. Sejarah berdiri Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun c. Visi dan Misi berdiriKelompok Sadar Wisata Krebet Binangun d. Arsip data pengurus Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun e. Arsip data anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun f. Program kerja Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun 2. Foto
a. Gedung Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
b. Fasilitas dan sarana yang dimiliki Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
c. Kegiatan yang ada di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun d. Pengurus Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
e. Anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun f. Rumah tinggal wisatawan / homestay
Lampiran 3. Pedoman wawancara untuk pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krebet Binangun
PEDOMAN WAWANCARA
Key Informan : Pengurus Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun Hari, Tanggal : 1. Identitas Responden a. Nama : b. Usia : c. Alamat : d. Pekerjaan : e. Pendidikan terakhir : f. Jabatan :
2. Pertanyaan Wawancara Penelitian Mengenai Identitas Organisasi a. Kapan Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun ini berdiri?
b. Bagaimana sejarah berdirinya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
c. Apakah tujuan berdirinya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun? d. Apakah visi dan misi dari Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun e. Berapa jumlah pengelola atau pengurus dan anggota Kelompok Sadar
Wisata Krebet Binangun?
f. Adakah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi pengelola atau pengurus dan anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun? g. Bagaimana cara rekruitmen pengelola atau pengurus dan anggota?
3. Pertanyaan Wawancara Penelitian Mengenai Kegiatan yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
a. Program – program apa saja yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
b. Bagaimana cara menentukan program – program yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam upaya pemberdayaan masyarakat?
c. Apa tujuan yang ingin dicapai dengan adanya program pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Krebet Binangun ini?
d. Bagaimana perencanaan penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
1) Perencanaan kegiatan 2) Perencanaan jadwal kegiatan 3) Perencanaan pengurus
e. Bagaimana mengorganisasikan sumber daya dalam penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
1) Pengorganisasian pengurus 2) Pengorganisasian kegiatan 3) Pengorganisasian jadwal kegiatan
f. Bagaimana pelaksanaan/penggerakan penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
2) Kesesuaian jadwal pelaksanaan dengan kenyataan 3) Kesiapan pengurus dalam pelaksanaan kegiatan
4. Pertanyaan Wawancara Penelitian Mengenai Sarana dan Prasarana di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
a. Dana
1) Berapa besar dana yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
2) Berasal dari manakah dana tersebut? 3) Bagaimanakah pengelolaan dana tersebut? b. Tempat pertemuan
1) Bagaimana status tempat yang dipergunakan untuk pertemuan? Apakah milik warga atau sudah milik organisasi?
2) Fasilitas apa yang ada di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
5. Pertanyaan Wawancara Penelitian Mengenai Tanggapan Pengurus di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
a. Sejak kapan bapak/ibu menjabat sebagai pengurus Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
b. Bagaimana pengalaman bapak/ibu selama menjabat sebagai pengurus Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
c. Bagaimana tanggapan masyarakat dengan program yang ada?
d. Apakah bapak/ibu optimis dengan kondisi yang sekarang ini akan mampu meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar?
e. Apa faktor pendukung dan penghambat pengelolaan program Desa Wisata yang berlangsung di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
6. Pertanyaan Wawancara Penelitian Mengenai Hasil yang dicapai Pengurus di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun
a. Apakah hasil yang telah dicapai sesuai dengan program yang telah direncanakan sebelumnya ?
b. Apakah bisa menunjukkan hasil-hasil yang telah dicapai ? c. Apakah ada hasil yang belum sesuai dengan rencana, mengapa?
Lampiran 4. Pedoman wawancara untuk anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krebet Binangun
PEDOMAN WAWANCARA
Key Informan : Anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun Hari, Tanggal : 1. Identitas Responden a. Nama : b. Usia : c. Alamat : d. Pekerjaan : e. Pendidikan terakhir : f. Jabatan : 2. Pertanyaan Penelitian
a. Sejak kapan saudara mulai bergabung menjadi anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
b. Alasan apa yang membuat saudara bergabung dengan Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
c. Bagaimana cara menentukan program – program yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam upaya pemberdayaan masyarakat?
d. Apa tujuan yang ingin dicapai dengan adanya program pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Krebet Binangun ini?
g. Bagaimana perencanaan penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
1) Perencanaan kegiatan 2) Perencanaan jadwal kegiatan 3) Perencanaan pengurus
h. Bagaimana mengorganisasikan sumber daya dalam penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
1) Pengorganisasian pengurus 2) Pengorganisasian kegiatan 3) Pengorganisasian jadwal kegiatan
i. Bagaimana pelaksanaan/penggerakan penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
1) Efektivas pelaksanaan kegiatan
2) Kesesuaian jadwal pelaksanaan dengan kenyataan 3) Kesiapan pengurus dalam pelaksanaan kegiatan
j. Apa manfaat yang saudara dapatkan selama menjadi anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
k. Masalah atau hambatan apa yang Anda hadapi selama menjadi anggota Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
l. Apa harapan saudara kedepan dengan adanya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
m. Bagaimana kontribusi Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam mengembangkan organisasi Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
n. Menurut saudara bagaimana kemajuan yang ada di masyarakat sebelum dan sesudah adanya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
o. Apa faktor pendukung dan penghambat pengelolaan program Desa Wisata yang berlangsung di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
p. Bagaimana hasil penyelenggaraan program yang dilaksanakan di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, meliputi :
1) Apakah hasil yang telah dicapai sesuai dengan program yang telah direncanakan sebelumnya ?
2) Apakah bisa menujnukkan hasil-hasil yang telah dicapai ? 3) Apakah ada hasil yang belum sesuai dengan rencana, mengapa ?
Lampiran 5. Pedoman wawancara untuk masyarakat dusun Krebet PEDOMAN WAWANCARA
Key Informan : Masyarakat dusun Krebet Hari, Tanggal : 1. Identitas Responden a. Nama : b. Usia : c. Alamat : d. Pekerjaan : 2. Pertanyaan Penelitian
a. Sudah berapa lama saudara tinggal di dusun Krebet?
b. Bagaimana kegiatan yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam mengembangkan obyek wisata?
c. Kegiatan apa saja yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
d. Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap program yang ada? e. Bagaimana kerjasama yang dilakukan masyarakat dengan Kelompok
Sadar Wisata terkait dengan program-program yang dilakukan? f. Apakah Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun selama ini
bekerjasama dengan pihak-pihak lain, seperti pemerintah desa setempat dan melibatkan mereka dalam rapat?
g. Bagaimana tanggapan saudara dengan adanya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun, cukup bermanfaat atau justru mengganggu?
h. Bagamana kemajuan yang ada di masyarakat dengan adanya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
i. Apa kontribusi yang diberikan Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam memberdayakan masyarakat setempat?
j. Apa harapan Anda dengan adanya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
k. Apakah hasil yang telah dicapai sesuai dengan program yang telah direncanakan sebelumnya ?
l. Apakah bisa menujnukkan hasil-hasil yang telah dicapai ? m. Apakah ada hasil yang belum sesuai dengan rencana, mengapa ?
Lampiran 6. Pedoman wawancara untuk pengunjung desa wisata Krebet PEDOMAN WAWANCARA
Key Informan : Pengunjung desa wisata Krebet Hari, Tanggal : 1. Identitas Responden a. Nama : b. Usia : c. Alamat : d. Pekerjaan : 2. Pertanyaan Penelitian
a. Bagaimana tanggapan saudara dengan adanya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
b. Bagaimana pelayanan yang diberikan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
c. Bagaimana tanggapan saudara tentang sarana dan prasarana yang ada di Desa Wisata Krebet?
Lampiran 7. Analisis Data
ANALISIS DATA
(Display, Reduksi dan Kesimpulan) Hasil Wawancara
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Program Desa Wisata Berbasis Sentra Oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun Di Desa
Wisata Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta
Bagaimana sejarah berdirinya Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun? Bapak YL : Asal mulanya itu mulai tahun 1990 Bapak Sugiyanto PH.BA selaku
camat Pajangan melihat potensi yang ada di Dusun Krebet. Lalu pada tahun 1999 menjadi rintisan desa wisata. Setelah itu pada bulan Januari tahun 2009 mulai membentuk kelompok sadar wisata krebet untuk membantu mengembangkan desa wisata.
Mas JB : Latar belakang berdirinya kelompok sadar wisata ini karena banyaknya potensi yang ada di dusun Krebet yang belum sepenuhnya dikembangkan. Harapannya apabila mendirikan kelompok sadar wisata ini supaya potensi yang ada di dusun Krebat ini dapat berkembang mbak, dan dikenal oleh masyarakat luas.
Kesimpulan : Banyaknya potensi yang dimiliki oleh dusun Krebet dan belum sepenuhnya dikembangkan menjadi latar belakang berdirinya kelompok sadar wisata Krebet Binangun. Kelompok sadar wisata Krebet binangun bekerjasama dengan masyarakat untuk bersama – sama membangun desa wisata krebet.
Alasan apa yang membuat saudara bergabung dengan Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
Bapak RY : Alasan saya bergabung menjadi pengurus yaitu saya ingin ikut serta memajukan desa wisata Krebet ini mbak, soalnya saya melihat banyak potensi yang ada namun belum dikembangkan secara maksimal.
Bapak MJ : Begini mbak, potensi yang ada di desa wisata Krebet ini kan banyak lha saya dan warga setempat ingin berkomitmen untuk dapat membangun desa wisata ini menjadi lebih baik.
Bapak PW : Supaya kampung Krebet ini bisa jadi desa wisata yang terkenal mbak, sampai mancanegara. Kan kalau terkenal bisa memajukan perekonomian warga setempat dan dapat memajukan usahanya.
Kesimpulan : Faktor utama yang menjadi alasan mereka ikut bergabung di Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun yaitu keinginan untuk ikut serta membangun dan memajukan desa wisata.
Program – program apa saja yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun?
Bapak YL : Program – program yang dilaksanakan oleh Pokdarwis banyak mbak, seperti pembinaan dan pendampingan dalam pengelolaan homestay, Pembinaan kelompok kesenian, kerajinan, kuliner, sosialisasi kepada pelaku wisata dan masyarakat untuk menerapkan sapta pesona pariwisata, membuat paket wisata maupun promosi melalui website dan leaflet, penyusunan kalender event tahunan, menjalin kerjasama dengan desa wisata lain, instansi pemerintah dan lembaga swasta yang terkait. Selain itu juga ada rapat rutin mbak setiap bulannya, tapi kadang tidak berjalan setiap bulan. Kadang 2 bulan sekali, soalnya banyak yang sibuk.
Bapak PW : Banyak mbak, seperti pelatihan bahasa inggris khususnya untuk calon guide dan pemilik sanggar. Pembinaan kelompok kesenian, kerajinan, dan kuliner. Rapat rutin juga dilaksanakan mbak, biasanya membahas event tahunan seperti bersih dusun, lomba voli, pagelaran wayang kulit, dan acara lainnya.
Bapak RY : Saya itu jarang mengikuti rapat mbak, jadi tidak tahu semua kegiatan yang dilaksanakan. Tapi waktu itu saya ikut pembinaan kelompok kesenian, kerajinan, kuliner. Saya juga ikut pelatihan bahasa Inggris yang diadakan oleh desa wisata krebet yang bekerjasama dengan D3 UGM jurusan bahasa Inggris. Selain itu juga even tahunan yang selalu dilaksanakan mbak kayak bersih dusun dan pagelaran wayang kulit.
Kesimpulan : Sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok sadar wisata Krebet Binangun yaitu pembinaan dan pendampingan dalam pengelolaan homestay, Pembinaan kelompok kesenian, kerajinan, kuliner, pelatihan bahasa inggris, mengadakan even tahunan seperti bersih dusun, serta pertemuan rutin setiap bulannya.
Bagaimana cara menentukan program – program yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun dalam upaya pemberdayaan masyarakat?
Bapak KD : Program – program yang kami laksanakan diantaranya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang edukasi atau pembelajaran dalam pengembangan desa wisata. Sehingga masyarakat tahu dan semakin paham dalam mengelola desa wisata mbak, diharapkan dengan adanya program ini masyarakat dapat mengembangkan potensinya dan bisa mandiri.
Bapak YL : Tujuan dari program yang dilaksanakan yaitu memberikan pemahaman tentang pengembangan dan pengelolaan desa wisata. Selain itu juga untuk menggali potensi yang ada pada masyarakat mbak, yang ada menjadi terus berkembang dan yang belum ada digali terus agar memunculkan ide dan gagasan baru.
Bapak RY : Program – program yang dilaksanakan oleh Kelompok Sadar Wisata Krebet Binangun direncanakan dengan melihat potensi dan kebutuhan yang ada di desa wisata Krebet mbak. Program – program tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengembangan dan pengelolaan desa wisata, seperti pelatihan guide dan bahasa inggris.
Apa tujuan yang ingin dicapai dengan adanya program pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Krebet Binangun?
Bapak KD : Tujuan dari program ini adalah supaya masyarakat dapat memanfaatkan seluruh potensi yang ada di Krebet ini mbak, agar masyarakat dapat berdaya. Khususnya dalam hal pengembangan pariwisata, seperti kerajinan batik kayu yang diharapkan dapat berkembang secara terus menerus. Apalagi dalam berinovasi produk untuk menghadapi persaingan pasar.
Bapak YL : Pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Pokdarwis bertujuan agar masyarakat di dusun Krebet ini bisa lebih berdaya mbak, yaitu dengan memberikan ketrampilan – ketrampilan / penyuluhan maupun sosialisasi sehingga potensi yang ada bisa dimanfaatkan dan dikembangkan semaksimal mungkin.
Bapak PW : Program pemberdayaan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan – pengetahuan dan ketrampilan – ketrampilan warga dusun Krebet sehingga mereka mempunyai ilmu untuk mengembangkan potensi yang ada di daerahnya dan mereka juga dapat berdaya mbak.
Kesimpulan : Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Pokdarwis Krebet Binangun untuk memberikan pengetahuan – pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat agar dapat mengembangkan desa wisata sesuai dengan potensi yang dimiliki. Selain itu juga agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
Bagaimana perencanaan program yang dilaksanakan di kelompok sadar wisata Krebet Binangun?
Bapak PW : Tiap tahunnya selalu mengadakan even – even budaya mbak, mulai dari bersih dusun, lomba voli, dan diakhiri dengan pegelaran wayang kulit. Perencanaan kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota Pokdarwis ditambah dengan tokoh masyarakat sekitar. Perencanaan kegiatan meliputi waktu pelaksanaan, tempat, dana, penentuan pengurus kegiatan, dll. Selain itu juga penentuan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan.
Bapak RY : Membuat even – even kampung mbak. Dalam merencanakan kegiatan tersebut selalu mengadakan rembug warga dahulu yang melibatkan Pokdarwis dan tokoh masyarakat karena diharapkan untuk selalu bekerjasama yang dibahas ya waktu kegiatan, pengurus/penanggung jawab dan dana yang diperlukan. Selain itu ditentukan tujuan yang ingin dicapai dengan adanya acara tersebut. Kemudian evaluasi juga dilakukan untuk mewujudkan keberhasilan yang diinginkan dan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diharapkan”.
Bapak MJ : Perencanaan dimulai dari rapat / rembug warga untuk menentukan jadwal kegiatan yang akan direncanakan seperti penentuan hari pelaksanaan, waktu, pengurus, susunan acara dan dana yang diperlukan. Pelaksanaan juga harus dipikirkan juga mbak, bagaimana teknis pelaksanaan kegiatan, hal itu untuk mengurangi kesalahan – kesalahan teknis yang terjadi. Selanjutnya adalah penilaian akhir kegiatan yang telah berlangsung, seperti mengevaluasi ataupun dampak dari program itu. Kan kalau dievaluasi bisa keliatan kekurangan dan kelebihannya, kalau ada kekurangannya besok – besok bisa diminimalisir akar tidak ada kesalahan lagi.
Kesimpulan : Perencanaan kegiatan mencakup keseluruhan penyelenggaraan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang meliputi proses kegiatan, hasil, evaluasi ataupun dampak dari kegiatan tersebut.
b. Perencanaan jadwal kegiatan
Bapak MJ : Menyesuaikan dengan kegiatan yang ada di masyarakat mbak. Soalnya kadang ada acara – acara lain yang bersamaan.
Bapak RY : Sesuai dengan program yang dilaksanakan olek Pokdarwis. Soalnya jadwal kegiatannya sudah ditentukan pada rapat awal tahun namun kadang juga harus disesuaikan dengan kegiatan lain yang diadakan oleh warga seperti acara kenduri, manten, dll.
Bapak PW : Jadwal kegiatan direncanakan seperti acara tahun – tahun sebelumnya, yang berbeda hanya waktu pelaksanaannya saja mbak,