• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Teknik Analisis Data 1. Analisis Data Kuantitatif

2. Analisis Data Kualitatif

Terdapat dua data kualitatif, yaitu berasal dari angket skala sikap siswa dan lembar observasi. Data angket skala sikap siswa hanya diperoleh dari kelas eksperimen, sedangkan data lembar observasi diperoleh dari kelas kontrol dan kelas eksperimen.

a) Analisis Respon Siswa

Respon siswa dapat diketahui dari angket sikap siswa. Angket sikap siswa ini merupakan data kualitatif (skala sikap) yang ditransfer ke dalam data kuantitatif menggunakan skala Likert. Angket ini memiliki dua jenis pernyataan, yaitu pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable) dengan empat alternatif jawaban, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Dalam penelitian ini, pilihan jawaban netral (N) tidak digunakan karena siswa yang ragu-ragu mengisi pilihan jawaban memiliki kecenderungan yang besar untuk memilih jawaban netral (N).

Annisa Rachmat , 2015

EFISIENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MOD EL D ISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMED IA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kemudian, untuk melihat berapa persen subjek yang menunjukkan sikap sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju terhadap pernyataan yang diberikan, dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

Keterangan : : persentase

: jumlah siswa yang sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju terhadap pernyataan yang diberikan

: jumlah siswa keseluruhan

Interpretasi dari data persentase tersebut menggunakan kategori menurut Hendra (dalam Nurjanah 2012, hlm. 35) yang disajikan pada Tabel 3.9 berikut ini.

Tabel 3.9

Interpretasi Persentase Angket Sikap Siswa

Persentase (P) Interpretasi 0 % tidak ada 0 % < P 25 % sebagian kecil 25 % < P 50 % hampir setengahnya 50 % setengahnya 50 % < P 75 % sebagian besar 0 % < P 25 % pada umumnya 100 % seluruhnya

Setelah menghitung persentase setiap pertanyaan, untuk mengetahui respon siswa secara umum terhadap pembelajaran dihitung pula persentase jawaban setiap siswa dengan terlebih dahulu melakukan penskoran sebagai berikut.

Annisa Rachmat , 2015

EFISIENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MOD EL D ISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMED IA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Ketentuan Penskoran Pernyataan Sikap Siswa

Pernyataan Skor tiap pilihan

SS S TS STS

Positif 5 4 2 1

Negatif 1 2 4 5

Sedangkan persentasenya dihitung dengan rumus sebagai berikut.

b) Analisis Lembar Observasi Kegiatan Guru dan Siswa

Lembar observasi merupakan data pendukung yang menggambarkan suasana pembelajaran matematika menggunakan model discovery learning. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif.

Annisa Rachmat , 2015

EFISIENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MOD EL D ISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMED IA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu A. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa hal yang penulis simpulkan, yaitu :

1. Implementasi model discovery learning berbantuan multimedia dalam pembelajaran matematika lebih efisien dibandingkan dengan model discovery

learning tanpa bantuan multimedia.

2. Pada umumnya siswa bersikap positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model discovery learning berbantuan multimedia.

B. Implikasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan serta kesimpulan yang diperoleh, maka implikasi penelitian ini adalah penggunaan multimedia dalam pembelajaran matematika model discovery learning dapat meningkatkan efisiensi.

C. Rekomendasi

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan serta kesimpulan yang diperoleh, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat penulis berikan berkaitan dengan penelitian ini, yaitu :

1. Untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran discovery learning hendaknya guru menggunakan media pembelajaran, khususnya dengan multimedia. 2. Penggunaan multimedia harus disesuaikan dengan langkah-langkah dalam

model pembelajaran dan dalam pembuatannya harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip multimedia.

3. Bagi penelitian selanjutnya yang akan menghitung efisiensi relatif direkomendasikan untuk membandingkan efisiensi dari dua model pembelajaran yang berbeda namun dengan karakteristik yang hampir sama.

Annisa Rachmat , 2015

EFISIENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MOD EL D ISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMED IA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Aditomo, A. (2009). Cognitive Load Theory and Mathematics Learning : A Systematic Review. Journal : Anima, Indonesian Psychological

Journal, 24(3), hlm. 207-217.

Binanto, I. (2010). Multimedia Digital - Dasar Teori+Pengembangannya. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Harahap, M. B. (2014). Model Pembelajaran Efektif untuk Mencapai Kompetensi

dalam Kurikulum 2013. PowerPoint pada presentasi di Universitas

Terbuka.

Hendra, A. (2011). Desain Didaktis Bahan Ajar Problem Solving pada Konsep

Luas Daerah Lingkaran. Skripsi pada FPMIPA UPI Bandung : Tidak

diterbitkan.

Herdian. (2012). Apa Perbedaannya : Model, Metode, Strategi, Pendekatan dan

Teknik Pembelajaran. [Online]. Diakses dari https://herdy07.wordpress.com/2012/03/17/ apa-perbedaannya-model-metode-strategi-pendekatan-dan-teknik-pembelajaran/.

Husein, H. A. (2013). Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan MMI

Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Raah Kognitif pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Skripsi pada

FPMIPA UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Kemendikbud. (2014). Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum

2013-Matematika SMP. Jakarta : Kemendikbud.

Kusumah, Y. & Suherman, E. (1992). Perkembangan Teori Belajar Mengajar dan Penerapannya dalam Pengajaran Matematika. Dalam bahan belajar

Strategi Belajar Mengajar Matematika Universitas Terbuka.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia Learning-Prinsip-Prinsip dan Aplikasi. Surabaya : ITS Press.

Nurjanah, I. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two

Stay-Two Stray untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi. Skripsi pada

FPMIPA UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Paas, F., & Van Merri ̈nboer, J. J. G. (1993). The Efficiency of Instructional Conditions : An Approach to Combine Mental Effort and Performance Measures. Journal : Human Factors, 35(4), hlm. 737-743.

Annisa Rachmat , 2015

EFISIENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MOD EL D ISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMED IA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Paas, F., & Van Merri ̈nboer, J. J. G. (1994). Instructional Control of Cognitive Load in the Training of Complex Cognitive. Journal : Educational

Psychology Review, 6(4), hlm. 351-371.

Pamungkas, D. R. (2014). Penerapan Model Discovery Learning dan Interactive

Demonstration dalam Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa SMA.

Skripsi pada FPMIPA UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Pappas, C. (2014). Cognitive Load Theory and Instructional Design. [Online]. Diakses dari http://elearningindustry.com/cognitive-load-theory-and-instructional-design.

Retnowati, E. (tahun tidak dicantumkan). Keterbatasan Memori dan Implikasinya

dalam Mendesain Metode Pembelajaran Matematika.[Online]. Diakses

dari

http://eprints.uny.ac.id/6895/1/P-1%20Pendidikan%20%28Adi%20Nur%29.pdf.

Ruseffendi. (2005). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta

Lainnya. Bandung : Tarsito.

Sirfefa, H. (2011). Pembelajaran Matematika Berbantuan PowerPoint untuk

Meningkatkan Pemahaman Persegi Panjang Siswa SMP Kelas VII.

Skripsi pada FPMIPA UPI Bandung : Tidak diterbitkan.

Soedjana & Suherman, E. (1992). Metode Khusus dalam Pengajaran Matematika. Dalam bahan belajar Strategi Belajar Mengajar Matematika Universitas Terbuka.

Suciati, R. (2013). Model Pembelajaran Discovery (Penemuan). [Online]. Diakses dari http://riensuciati99.blogspot.com/2013/04/model-pembelajaran-discovery-penemuan.html?m=1.

Sudjana. (2005). Metoda Statistika Edisi Keenam. Bandung : Tarsito.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suherman, E. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA.

Suryadi, D. (2010). Menciptakan Proses Belajar Aktif. Hand-out Seminar, Padang : Tidak diterbitkan.

Sweller, J. (1988). Cognitive Load During Problem Solving. Journal : Cognitive

Sciene, 12, hlm. 257-285.

Sweller, J. & Chandler, P. (1994). Why Some Material is Difficult to Learn.

Annisa Rachmat , 2015

EFISIENSI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MOD EL D ISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMED IA

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tran, T., dkk. (2014). Discovery Learning with the Help of the GeoGebra Dynamic Geometry Software. International Journal of Learning,

Teaching and Educational Research. 7(1), hlm. 44-57.

Tuovinen, J. E. & Sweller J. (1999). A Comparison of Cognitive Load Associated With Discovery Learning and Worked Examples. Journal : Educational

Psychology, 91(2), hlm. 334-331.

Pre-print of : Van Gog, T., & Paas, F. (2008). Instructional Efficiency: Revisiting the Original Construct in Educational Research. Journal : Educational

Psychologist, 43, 16-26. Copyright Taylor & Francis; Educational Psychologist is also available at

http://www.informaworld.com/smpp/title~content=t775653642~db=al hlm 1-36.

Widyanti, A., Johnson, A. & de Waard, D. (2010). Adaptation of the Rating Scale Mental Effort (RSME) for use in Indonesia. Journal : International

Journal of Industrial Ergonomics, V(1), hlm. 1-6.

Widyanti, A., Johnson, A. & de Waard, D. (2013). Pengukuran Beban Kerja Mental dalam Searching Task dengan Metode Rating Scale Mental Effort. Journal : TI UNDIP, 43(2013), hlm. 70-76.

Yusrizal. (2008). Pengujian Validitas Konstruk dengan Menggunakan Analisis Faktor. Journal : Tabularasa PPS UNIMED, 5(1), hlm. 73-92.

Dokumen terkait