• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

F. Analisis Data

Sebelum data diolah guna menguji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian data dengan uji validitas, reliabilitas dan normalitas untuk melihat apakah data yang diperoleh dari responden dapat menggambarkan secara tepat konsep yang diukur (Sekaran, 2000).

Statistik deskriptif dimaksudkan untuk memberikan penjelasan yang memudahkan peneliti dalam menginterpretasikan hasil analisis data dan pembahasannya. Statistik deskriptif menjelaskan data demografi responden dan statistik deskriptif variabel utama yang diteliti. Deskripsi variabel penelitian meliputi kisaran skor jawaban responden baik secara teoritis maupun berdasarkan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini. 2. Pengujian kualitas data

Suatu alat pengukuran yang baik harus memiliki validitas dan reabilitas untuk dapat menggambarkan keadaan yang sesungguhnya dari hasil penelitian.

a. Uji Validitas

Tujuan pengujian validitas adalah untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen pengukuran dikatakan mempunyai validitas yang tinggi bila alat ukur tersebut memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Pengujian validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah construct validity yaitu dengan mengkorelasikan skor tiap-tiap item dengan skor total. Sedangkan teknik yang digunakan adalah dengan Pearson product moment dengan bantuan SPSS. Suatu alat uji dinyatakan valid jika nilai probabilitas < 0,05 (level signifikansi 5%).

b. Uji Reliabilitas

Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Tujuan dilakukan

pengujian reabilitas adalah untuk menunjukkan sejauh mana pengukuran yang dilakukan dapat memberikan hasil yang relatif tidak berbeda jika dilakukan pengukuran kembali pada objek yang sama. Pengujian reabilitas dalam penelitian ini menggunakan cronbach’s alpha. Bila cronbach’s alpha semakin mendekati angka 1 mengidentifikasikan semakin tinggi konsistensi internal reabilitasnya. Antara 0,800 – 1,000 dikategorikan reabilitasnya baik, antara 0,600 – 0,799 dinilai reabilitasnya diterima, sedangkan nilai cronbach’s alpha < 0,600 dikategorikan reabilitasnya kurang baik (Sekaran, 2000). 3. Pengujian asumsi klasik

Sebelum melakukan pengujian hipotesis perlu dilakukan pengujian untuk mendeteksi ada tidaknya penyimpangan terhadap asumsi klasik atas persamaan regresi yang digunakan.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan karena salah satu asumsi yang harus dipenuhi untuk dapat melakukan test paramerik adalah pengamatan yang harus dilakukan pada populasi yang terdistribusi normal. Uji normalitas yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu uji Kolmogorov-Smirnov. Jika nilai Sighit > 0,05 maka distribusi adalah normal (asimetris).

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari pengamatan yang satu ke

pengamatan yang lain tetap berarti telah homoskedastisitas. Jika tidak, maka terjadi heteroskedastitas. Metode yang digunakan untuk menguji heteroskedastitas dalam penelitian ini adalah grafik scatter plot.

Analisis dari grafik ini sebagai berikut :

1. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastitas.

c. Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas adalah suatu keadaan yang menunjukkan adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua variabel independen dari model regresi (Gujarati, 1995). Kolinearitas menimbulkan konsekuensi yaitu koefisien regresi masing-masing variabel independen secara statistik menjadi tidak signifikan, karena adanya kesulitan untuk tidak melibatkan pengaruh variabel independen yang satu dengan variabel independen yang lain, sedangkan tujuan pengujian regresi adalah untuk mengetahui efek terpisah dari variabel independen terhadap variabel dependen (Gujarati, 1995).

Uji Multikolinearitas dilakukan untuk memastikan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini tidak saling tergantung, artinya variabel X1, X2,...., Xk independen. Uji multikolinearitas dalam penelitian ini dengan cara melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika VIF tidak lebih dari 10 maka dalam model tersebut tidak mungkin terdapat multikolinearitas. Hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antar variabel bebas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui adanya autokorelasi adalah uji Durbin-Watson. Menurut Santoso (2001) secara umum deteksi ada tidaknya autokorelasi berdasarkan angka Durbin-Watson (D-W) bisa diambil patokan :

1. A ngka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi postitif. 2. Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi. 3. Angka D-W di atas +2 berarti ada autokorelasi negatif.

4. Pengujian hipotesis

Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian adalah uji regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan menggunakan path analysis.

Pengujian hipotesis pertama dilakukan dengan analisis regresi linier dengan bantuan SPSS. Persamaan untuk pengujian hipotesis pertama adalah :

Keterangan : X3 : komitmen organisasi a : konstanta b1 : koefisien regresi X1 : konflik peran e : error

Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan analisis regresi linier dengan bantuan SPSS. Persamaan untuk pengujian hipotesis kedua adalah: X3 = a + b2X2 + e Keterangan : X3 : komitmen organisasi a : konstanta b2 : koefisien regresi X2 : stress kerja e : error

Pengujian hipotesis ketiga dilakukan dengan analisis regresi linier dengan bantuan SPSS. Persamaan untuk pengujian hipotesis ketiga adalah: Y = a + b3X3 + e Keterangan : Y : keinginan berpindah a : konstanta b3 : koefisien regresi X3 : komitmen organisasi

e : error

Pengujian hipotesis keempat dalam penelitian ini melibatkan variabel intervening sehingga akan digunakan path analysis. Path analysis digunakan untuk menelusuri urutan anteseden atau variabel yang mengakibatkan variabel independen (Sekaran, 2000). Untuk menguji hipotesis keempat diperlukan dua persamaan karena pengambilan keputusan atas hipotesis tersebut harus membandingkan nilai standardized beta coeficients dari pengaruh lansung konflik peran terhadap keinginan berpindah dengan nilai standardized beta coeficients dari pengaruh tidak langsung konflik peran terhadap keinginan berpindah melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening.

Persamaan pertama telah digunakan dalam hipotesis pertama sehingga hanya akan diambil nilai standardized beta coeficients untuk pengujian untuk pengujian hipotesis keempat.

Persamaan kedua dalam pengujian hipotesis keempat adalah : Y1 = a + b1 X1 + b3X3 + e Keterangan : Y1 : keinginan berpindah a : konstanta b1, b3 : koefisien regresi X1 : konflik peran X3 : komitmen organisasi e : error

Jika nilai standardized beta coeficients dari pengaruh langsung konflik peran terhadap keinginan berpindah lebih kecil dari nilai standardized beta coeficients dari pengaruh tidak langsung konflik peran terhadap keinginan berpindah melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening, maka hipotesis diterima.

Pengujian hipotesis kelima juga menggunakan path analysis sama seperti dengan hipotesis keempat. Untuk menguji hipotesis kelima diperlukan dua persamaan karena pengambilan keputusan atas hipotesis tersebut harus membandingkan nilai standardized beta coeficients dari pengaruh langsung stress kerja terhadap keinginan berpindah dengan nilai standardized beta coeficients dari pengaruh tidak langsung stress kerja terhadap keinginan berpindah melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening.

Persamaan pertama telah digunakan dalam hipotesis kedua sehingga hanya akan diambil nilai standardized beta coeficients untuk pengujian untuk pengujian hipotesis kelima.

Persamaan kedua dalam pengujian hipotesis kelima adalah : Y1 = a + b2 X2 + b3 X3 + e Keterangan : Y1 : keinginan berpindah a : konstanta b2, b3 : koefisien regresi X2 : stress kerja X3 : komitmen organisasi

e : error

Jika nilai standardized beta coeficients dari pengaruh langsung stress kerja terhadap keinginan berpindah lebih kecil dari nilai standardized beta coeficients dari pengaruh tidak langsung stress kerja terhadap keinginan berpindah melalui komitmen organisasi sebagai variabel intervening, maka hipotesis diterima.

BAB IV

Dokumen terkait