Analisis adalah suatu usaha untuk mengurangi suatu masalah atau fokus kajian menjadi bagian-bagian (decomposition) sehingga susunan atau tatanan bentuk sesuatu yang diurai itu tampak dengan jelas dan karenanya bisa secara lebih terang ditangkap maknanya atau lebih jernih dimengerti duduk perkaranya (Satori & Komariah, 2011, hlm. 200).
Menurut Sugiyono (2011, hlm 336-338) Anaisis data dilakukan sejak sebelum ke lapangan, dalam penelitian kualitatif analisis data difokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data. Analisis data dibagi tiga yaitu:
a. Analisis sebelum di lapangan
Diambil dari data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan digunakan namun sifatnya sementara, karena data akan terus berkembang. Dalam hali ini, penelii pada awalnya melakukan analissis terhadap dokumen-dokumen yang ada di Pondok Pesantren Mathla’ul Huda Bandung. Seperti profil Pondok Pesantren, Tujuan Pondok Pesantren, struktur organisasi, foto-foto kegiatan, kurikulum, dan jumlah santri. Peneliti juga menganalisis infomasi-informasi lain yang diperoleh dari wawancara pimpinan Pondok dan ustadz. Dan kegiatan ini dilakukan mulai bulan Februari, dari data yang diperoleh kemudian dilakukan reduksi data, membuat pernyataan penelitian, memilih dan menentukan narasumber, kemudian menentukan jadwal penelitian.
b. Analisis selama di lapangan
Analisis data dilakukan saat pengumpulan data berlangsung secara kontinu. Analisis data selama di lapangan dibagi tiga yaitu: reduksi data, kategorisasi dan klasifikasi data sesuai dengan fokus pertanyaan penelitian. Pengumpulan data di lapangan ini, peneliti lakukan mulai pada minggu ke ketiga di bulan Februari. Pengumpulan data ini peneliti penelti lakukan bersamaan dengan dilakukannya bimbingan dengan dosen pembimbing, agar data yng diperoleh dapat
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
dikonsultasikan secara langsung sehingga pada tahap terakhir data yang tidak penting akan dibuang, dan hanya menganalisis data yang sesuai dengan peneliti yakni tentang perkembangan kelembagan pendidikan di Pondok pesantren saja.
c. Setelah pengumpulan data
Setelah pengumpulan data seluruh, analisis dilakukan terhadap seluruh data yang diperoleh melalui berbagai tehnik pengumpulan data. Penyajian data atas keseluruhan dilakukan dalam bentuk teks naratif yang mendeskripsikan analisis tentang model pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda Bandung.
Kemudian peneliti melakukan analisis data kualitatif, dengan cara sebagai berikut:
1. Data Reduction (Reduksi data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-halyang penting, kemudian dicari tema dan polanya. Data yang telah terkumpul dan diperoleh dari lapangan kemudian dirangkum dan disusun secara sistematis dalam bentuk uraian atau laporan agar mudah dipahami. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan (Satori & Komariah, 2011, hlm. 202).
Seluruh data yang telah peneliti peroleh melalui metode observasi, wawancara, studi dokumentasi setelah trianggulasi kemudian diklasifikasi berdasarkan kategori-kategori yang relevan dengan permasalah penelitian, kategorisasi ini menggunakan tehnik koding (pengkodean data). Koding adalah memberi kode tanda terhadap data-data untuk
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kepentingan klasifikasi. Berguna untuk memudahkan peneliti dalam membandingkan semua temuan dalam satu kategori atau silang kategori. Sewaktu menganalisis transkipsiinterviu atau catatan lapangan perludiberi kode secara konsiten untuk fenomena yang sama (Alwasilah, A. Chaedar, 2012, hlm. 159). Koding digunakan terhadap data yang telah diperoleh seperti koding: untuk sumber data seperti (Observasi= O, Wawancara= W, Dokumentasi= D). Koding untuk jenis responden (Pimpinan= P, Ustadz= U). Koding untuk lokasi observasi (Lingkungan Pesantren= PL, Mesjid= M, Kelas= K). Adapun kategorisasi dalam penelitian ini berdasarkan istilah-istilah teknis seperti: Sistem Pendidikan (SP), Program Pendidikan (PP), Proses pelaksanaan (PPEL), dan Sistem Evaluasi (SE).
2. Data Display (penyajian data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.
Dalam hal ini, peneliti menggunakan teks yang bersifat naratif untuk menyajikan data penelitian kualitatif ini.
3. Uji validitas
Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan penelitian dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.
Maka dari itu, uji validitas dalam peelitian ini dilakukan beberapa hal:
a) Kecukupan pengamatan, maksudnya adalah peneliti sudah mendapatkan data jenuh atau sudah berulang-ulang mendapatkan data yang sama sehingga dirasakan
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
cukup. Peneliti melakukan pengamatan hampir pada setiap moment kegiatan pendidikan yamg terjadi di lingkungan Pondok pesantren. Di asrama, mesjid, aula, lapangan, kantor, dan kantin. Demikian juga, pada pagi, siang, sore dan malam hari. Hal ini peneliti lakukan untuk mencapai keabsahan data dan menangkap makna dari peristiwa yang terjadi.
b) Trianggulasi, menurut Wiliam ( dalam Sugiyono, 2011, hlm. 372) trianggulasi dalam pengujian kreabilitas ini diartikan sebagai pengecekkan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dalam trianggulasi, ada beberapa format yang dapat digunakan.
Peneliti menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi tehnik. Dengan trianggulasi sumber, peneliti mencari data dari sumber berbeda yang masih terkait dengan Pondok Pesantren Mathla’ul Huda. Sedangkan trianggulasi tehnik, peneliti menguji kreabilitas data yang dilakukan dengan cara menyempurnakan data yang sama dengan tehnik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dengan wawancara lalu disempurnakan dengan observasi atau studi dokumentasi.
Member-check, dilakukan untuk mengkonfirmasi seluruh data yang diperoleh. Dalam penelitian ini, proses member check dilakukan dengan cara peneliti menyusun hasil wawancara dan observasi secara tertulis kemudian menyampaikannya kepada pihak yang bersangkutan untuk divalidasi. Setelah diperiksa oleh responden, kemudian ditandatangani oleh yang bersangkutan, yakni pemberi data.
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
112 Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kesimpulan ditarik dari analisis terhadap hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan pada Bab I. Kesimpulan ini akan mencakup (a) Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda Bandung; (b) Perencanaan program pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda Bandung; (c) Pelaksanaan pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda Bandung; (d) Sistem evaluasi pembinaan pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda Bandung.
Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda merupakan salah satu Pondok pesantren yang terletak di kecamatan Baleendah, tepatnya di terletak di kecamatan Baleendah, tepatnya di Jalan Cimuncang no 01 Pasarkemis Baleendah Bandung. Pondok pesantren ini memiliki ikatan dengan Gontor Ponorogo karena para pendiri Pondok pesatren ini merupakan alumni dari Pondok pesantren Gontor ponorogo Jawa Timur, yang sering kita kenal dengan Pondok alumni Gontor (WP). Pondok pesantren ini peneliti ambil karena pertimbangan bahwa Pondok pesanren ini merupakan Pondok pesantren yang mengabungkan dua sistem pendidikan, yaitu pendidikan Pondok pesantren dan pendidikan sekolah formal.
Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda berdiri pada tanggal 1 Maret 1988, yang merupakan pengembangan dari madrasah Diniyyah yang telah berjalan sejak tahun 1960-an yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam “Al-Anijiyyah”. Pondok pesantren ini telah membuka lembaran baru dalam dunia pendidikan yang memadukan model pendidikan sekolah dengan Pondok pesantren. Sehingga dengan demikian, Pondok pesantren modern mathla’ul huda telah memberikan konstribusi terhadap dunia pendidikan dan keagamaan, umumnya bagi umat Islam dan khususnya bagi masyarakat di sekitarnya (Dok.1).
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda dipimpin oleh Dr. Sufyan Dimyati, M.Ag. Tujuan pendidikan Pondok Modern Mathla'ul Huda adalah membentuk pribadi beriman, bertakwa dan berakhlaq karimah yang dapat mengabdi pada umat dengan penuh keikhlasan dan berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat. Untuk itu, sejak awal mula berdirinya, Pondok Modern Mathla'ul Huda telah mencanangkan bahwa “pendidikan lebih penting daripada pengajaran” (WP).
Visi Pondok Pesantren Modern Mathla’ul adalah mewujudkan generasi muslim yang intelek dan berakhlakul karimah. Dan Misi Pondok adalah pertama, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien berdasarkan krikulum yang berlaku. Kedua, meningkatkan iman dan takwa (IMTAK) kepada Pondok Pesantren Mathla’ul Huda melalui pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai akhlakul karmah. Ketiga, meningkatkan sarana, prasarana, serta tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan standar yang ditentukan. Keempat, melaksanakankoodinasi dan kerjasama yang baik dengan semua stake holder yang ada. Kelima, menyiapkan peserta didik untuk berkompetisi di era global. Keenam,memberi kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dan potensi mereka melalui kegiatan intra ekstra- kulikuler. Ketujuh, menciptakan iklim yang kondusif untuk terlaksananya tugas pokok dan fungsi dari masing-masing komponen Pondok pesantren (pimpinan Pondok, ustadz, aryaan dan santri). Dan kedelapan, melaksanakan segala ketentuan yang mengatur operasional sekolah (WP).
Secara garis besar, arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Mathla'ul Huda (Dok.2) adalah: (1) Pendidikan Kemasyarakatan; (2) Penugasan; (3) Kesederhanaan; (4) Tidak Berpartai; (5) Menuntut ilmu karena Allah.
Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda ini menggunakan tiga komponen kurikulum yang berbeda, yang semua itu dipadukan. Yakni adanya kurikulum Departemen Agama, Departemen Pendidikan Nasional atau umumnya, dan Kepesantrenan. Kurikulum
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kepesantrenan juga terbagi dua, kurikulum salafi dan kurikulum modern (WU.1). Kurikulum Pondok modern mathla’ul huda memadukan tiga kurikulum secara komprehensif dan integral, Gontor dengan kekuatan metodelogi bahasa arab dan inggrisnya. Pesantren salaf dengan kitab kuning dan pola klasiknya. Serta kurikulum formal Departemen Pendidikan Indonesia dengan legitimasi administrasinya (Dok.4). Ketiga kurikulum ini diterapkan di Pondok Mathla, terlihat ketika peneliti mengadakan observasi pada hari selasa tanggal 13 Mei 2014. Peneliti ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Terlihat di sana para ustadz mengajarkan bermacam-macam pelajar, dimulai dengan pelajaran Bahasa Arab,Bahasa Indonesia, Tafsir Hadits, sampai Balaghoh. Semua itu menunjukkan bahwa kurikulum di Pondok Mathla itu memadukan tiga komponen kurikulum. Yakni kurikulum Departemen Agama, Nasional, dan Pondok (OSB.1).
Adapun bidang studi yang Pondok Mathla gunakan adalah: Bidang Studi Agama: Mencakup pelajaran Mts dan MA, Bidang Studi Umum: Mencakup pelajaran SMP dan SMA, dan Bidang Studi Kepesantrenan: Mencakup Pelajaran di Pondok Modern Gontor dan pesantren Salafi (Dok.1).
Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda selalu mengadakan program di dalam menjalankan kegiatan yang dapat mengontrol para antri dan santriwati di Pondok. Salah satu programnya adalah perencanaan program pendidikan karakter kedisiplinan. Perencanaan ini ditandai dengan adanya aturan-aturan tentang kedisiplinan, yang disebut dengan TengKo (Teng Komando). Di dalam TengKo, semua peraturan yang berhubungan dengan santri itu ada. Tidak pandang bulu, semua santri sama. Dan jika ada yang melanggar, maka akan mendapat hukuman atau sanksi. Hal ini menunjukkan bahwa program pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda telah direncana dan dirancang oleh pihak Pondok.
Pondok merancang peraturan kedisiplinan yang dapat merangatur dan mengontrol seluruh kegiatan Pondok. Di mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua disusun dalam sebuah program yan disebut TengKo (Teng Komando).
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Aturan-aturan yang dibahas di dalam TengKo (Dok.8), diantaranya adalah: Disiplin keamanan/ketertiban umum, disiplin etika dan kesopanan, disiplin kebersihan dan kesehatan, disiplin beribadah, disiplin bahasa, disiplin menerima tamu, disiplin makan di dapur, disiplin pakaian dan kerapihan, dan disiplin perizinan keluar Pondok.
Dalam pelaksanaannya, TengKo dilakukan setelah disahkan atau diresmikan oleh pimpinan Pondok. Setelah TengKo disahkan maka TengKo diinformasikan dan diumumkan kepada para santri dan santriwati. Santri dan santriwati diharuskan menaati semua peraturan yang telah ditetapkan, dan jika tidak maka mereka akan mendapatkan sanksi (WU.5).
Sistem evaluasi dari pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda ini dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pertama evaluasi dilaksanakan dua minggu sekali, kedua evaluasi dilaksanakan sebulan sekali dengan pihak Pondok, dan ketiga evaluasi yang dilaksanakan setahun sekali, yang dilaksanakannya itu dengan pihak Pondok. Sebagaimana yang telah dikemukakan oleh ustadz Jamjam Sapa’at (WU.1), evaluasi Organisasi Santri Pondok Modern (OSPM) dilakukan setiap dua minggu sekali. Di sana OSPM melakukan pengaturan terhadap peraturan, ketika mereka melakukan evaluasi pengaturan peraturan tersebut bisa sampai jam 12 malam. Yang mereka bahas selain pengaturan peraturan, mereka juga membicarakan tentang administrasi, program, masalah keuangan, dll. Selain itu, evaluasi dilakukan sebulan sekali oleh anggota dengan OSPM, dilakukan setiap malam jum’at. Dan evaluasi terakhir adalah adanya Laporan Penanggung Jawaban (LPJ) setiap tahunnya. Laporan ini diserahkan dan dipertanggung jawabkan kepada pimpinan Pondok.
B.Saran
1) Untuk Pondok Pesantren yang Bersangkutan (Pondok Pesantren Modern Mathla’ul Huda Bandung), bagi Pondok pesantren yang diteliti diharapkan dapat dijadikan sebagai dokumentasi terhadap Pondok pesantren yang diteliti.
Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2) Untuk UPI khususnya IPAI, bagi civitas akademik Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya Ilmu Pendidikan Agama Islam mempunyai dokumentasi tentang model pendidikan karakter kedisiplinan di Pondok pesantren.
3) Untuk Peneliti Selanjutnya, bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini merupakan bahan latihan dalam penulisan karya ilmiah sekaligus menjadi acuan dan refleksi untuk melaksanakan penelitian selanjutnya.
4) Untuk para orang tua, bagi para orang tua, penelitian ini diharapkan dapat membuka cakrawala pemahaman mereka mengenai model pendidikan karakter kedisiplinan dalam membina keluarga.
5) Untuk pembaca, bagi pembaca, penelitian ini diharapkan menambah wawasan dan rujukan dalam memahami model pendidikan karakter kedisiplinan.
112 Irma Pujiawati, 2014
Model pendidikan karakter kedisiplinan Di pondok pesantren
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
PROGRAM