BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, HASIL PENELITIAN,
C. Analisis Data
4. Analisis Data Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Reciprocal Teaching
Analisis keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching sesuai rumus
sebagai berikut:
a. Pertemuan Pertama
Skor terlaksana yang diperoleh pada pertemuan pertama adalah 11. Skor terlaksana keseluruhan adalah 12.
Jadi, keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching sebagai berikut:
keterlaksanaan =
Berdasarkan kriteria keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching maka keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama ini sangat tinggi.
b. Pertemuan Kedua
Skor terlaksana yang diperoleh pada pertemuan kedua adalah 12. Skor terlaksana keseluruhan adalah 12.
Jadi, keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching sebagai berikut:
keterlaksanaan =
Berdasarkan kriteria keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching maka keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua ini sangat tinggi.
Dari data rincian keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching di atas, diperoleh keterlaksanaan secara
keseluruhan yaitu: Keterlaksanaan keseluruhan = = = =
Jadi, keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching yang dilakukan oleh peneliti adalah 95,84%. Berdasarkan kriteria keterlaksanaan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching maka
keterlaksanaan pembelajaran pada secara keseluruhan yaitu sangat tinggi.
5. Analisis Data Hasil Belajar
Berikut ini analisis data hasil belajar secara deskriptif ditinjau dari kriteria ketuntasan mata pelajaran matematika di SMP Negri 2 Yogyakarta. Adapun kriteria ketuntasan minimum (KKM) mata pelajaran matematika di sekolah tersebut adalah 75.
Tabel 4.16 Kriteria ketuntasan nilai pre test Kode Siswa Kelas Eksperimen Nilai Kriteria Ketuntasan Kode Siswa Kelas Kontrol Nilai Kriteria Ketuntasan
E01 68 Tidak Tuntas K01 84 Tuntas
E02 76 Tuntas K02 80 Tuntas
E03 88 Tuntas K03 88 Tuntas
E04 88 Tuntas K04 80 Tuntas
E05 92 Tuntas K05 60 Tidak Tuntas
E06 80 Tuntas K06 - -
E07 88 Tuntas K07 76 Tuntas
E08 76 Tuntas K08 68 Tidak Tuntas
E09 80 Tuntas K09 76 Tuntas
E10 80 Tuntas K10 84 Tuntas
E11 80 Tuntas K11 76 Tuntas
E12 80 Tuntas K12 76 Tuntas
E13 72 Tidak Tuntas K13 84 Tuntas
E14 68 Tidak Tuntas K14 80 Tuntas
E15 76 Tuntas K15 72 Tidak Tuntas
E16 76 Tuntas K16 96 Tuntas
E17 76 Tuntas K17 76 Tuntas
E18 84 Tuntas K18 72 Tidak Tuntas
E19 80 Tuntas K19 80 Tuntas
E20 76 Tuntas K20 68 Tidak Tuntas
E21 68 Tidak Tuntas K21 80 Tuntas
E22 96 Tuntas K22 84 Tuntas
Kode Siswa Kelas Eksperimen Nilai Kriteria Ketuntasan Kode Siswa Kelas Kontrol Nilai Kriteria Ketuntasan
E24 60 Tidak Tuntas K24 80 Tuntas
E25 76 Tuntas K25 72 Tidak Tuntas
E26 84 Tuntas K26 76 Tuntas
E27 64 Tidak Tuntas K27 27 Tidak Tuntas
E28 72 Tidak Tuntas K28 64 Tidak Tuntas
E29 88 Tuntas K29 68 Tidak Tuntas
E30 80 Tuntas K30 72 Tidak Tuntas
E31 76 Tuntas K31 64 Tidak Tuntas
E32 76 Tuntas K32 80 Tuntas
Nilai Tertinggi 96 Nilai Tertinggi 96
Nilai Terendah 60 Nilai Terendah 60
Rata-rata 78,19 Rata-rata 76,26
Setelah diadakan pre test diperoleh daftar nilai di atas. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk nilai matematika di SMP N 2 Yogyakarta adlah 75. Jumlah siswa yang lebih dari atau sama dengan KKM di kelas eksperimen berjumlah 24 siswa, dan ada 7 siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Sedangkan jumlah siswa yang lebih dari atau sama dengan KKM di kelas kontrol lebih sedikit dibandingkan di kelas eksperimen yaitu berjumlah 20 siswa, dan ada 11 siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Sehingga dapat disimpulkan presentase jumlah siswa yang nilainya sudah tuntas memenuhi KKM di kelas eksperimen yaitu 77,42%. Presentase jumlah siswa yang nilainya sudah tuntas memenuhi KKM di kelas kontrol yaitu 64,52%.
Tabel 4.17 Kriteria ketuntasan nilai post test Kode Siswa Kelas Eksperimen Nilai Kriteria Ketuntasan Kode Siswa
Kelas Kontrol Nilai
Kriteria Ketuntasan
E01 90 Tuntas K01 63 TidakTuntas
E02 70 Tidak Tuntas K02 80 Tuntas
E03 100 Tuntas K03 83 Tuntas
E04 77 Tuntas K04 67 TidakTuntas
E05 87 Tuntas K05 60 TidakTuntas
E06 100 Tuntas K06 80 Tuntas
E07 67 Tidak Tuntas K07 80 Tuntas
E08 93 Tuntas K08 63 TidakTuntas
E09 87 Tuntas K09 80 Tuntas
E10 70 Tidak Tuntas K10 93 Tuntas
E11 63 Tidak Tuntas K11 80 Tuntas
E12 70 Tidak Tuntas K12 70 TidakTuntas
E13 67 Tidak Tuntas K13 50 TidakTuntas
E14 63 Tidak Tuntas K14 80 Tuntas
E15 80 Tuntas K15 63 TidakTuntas
E16 77 Tuntas K16 93 Tuntas
E17 87 Tuntas K17 60 TidakTuntas
E18 87 Tuntas K18 77 Tuntas
E19 87 Tuntas K19 - -
E20 70 Tidak Tuntas K20 77 Tuntas
E21 67 Tidak Tuntas K21 70 TidakTuntas
E22 83 Tuntas K22 87 Tuntas
E23 80 Tuntas K23 63 TidakTuntas
E24 67 Tidak Tuntas K24 60 TidakTuntas
E25 57 Tidak Tuntas K25 60 TidakTuntas
E26 100 Tuntas K26 67 TidakTuntas
E27 53 Tidak Tuntas K27 57 TidakTuntas
E28 87 Tuntas K28 60 TidakTuntas
E29 80 Tuntas K29 70 TidakTuntas
E30 80 Tuntas K30 80 Tuntas
E31 70 Tidak Tuntas K31 53 TidakTuntas
E32 53 Tidak Tuntas K32 70 TidakTuntas
Nilai Tertinggi 100 Nilai Tertinggi 93
Nilai Terendah 53 Nilai Terendah 50
Setelah diadakan post test diperoleh daftar nilai di atas. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk nilai matematika di SMP N 2 Yogyakarta adlah 75. Jumlah siswa yang lebih dari atau sama dengan KKM di kelas eksperimen berjumlah 18 siswa, dan ada 14 siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Sedangkan jumlah siswa yang lebih dari atau sama dengan KKM di kelas kontrol lebih sedikit dibandingkan di kelas eksperimen yaitu berjumlah 13 siswa, dan ada 18 siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Sehingga dapat disimpulkan presentase jumlah siswa yang nilainya sudah tuntas memenuhi KKM di kelas eksperimen yaitu 56,25%. Presentase jumlah siswa yang nilainya sudah tuntas memenuhi KKM di kelas kontrol yaitu 41,94%.
Kemudian analisis data yang dilakukan penulis meliputi, yang pertama pengujian persyaratan analisis yakni uji normalitas dan homogenitas nilai pre test dan post test untuk masing-masing kelas eksperimen serta kontrol. Kemudian peneliti melakukan uji rata-rata pada data nilai pre test dan post test. Berikut ini langkah-langkah analisis data yang peneliti lakukan:
a. Analisis Nilai Pre test
5) Uji Normalitas Data Pre test Kelas Eskperimen a) Hipotesis yang digunakan
H0 : Nilai pre test siswa kelas eskperimen berdistribusi normal
H1 : Nilai pre test siswa kelas eskperimen berdistribusi tidak normal
b) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov< α
e) Output SPSS
Tabel 4.18 Test of normality pre test kelas eskperimen
Dari tabel diatas diperoleh nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov untuk nilai pre test kelas eskperimen adalah 0,200
lebih dari α (α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga nilai pre test siswa kelas eskperimen berdistribusi normal.
6) Uji Normalitas Data Pre test Kelas Kontrol a) Hipotesis yang digunakan
H1 : Nilai pre test siswa kelas kontrol berdistribusi tidak normal
b) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov< α
e) Output SPSS
Tabel 4.19 Tests of normality pre test kelas kontrol
Dari tabel diatas diperoleh nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov untuk nilai pre test kelas kontrol adalah 0,200 lebih
dari α (α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga nilai pre test siswa kelas kontrol berdistribusi normal.
7) Uji Homogenitas
a) Hipotesis yang digunakan
H0 : variansi nilai pre test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama
H1 : variansi nilai pre test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak sama
b) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Levene untuk menghitung variansi nilai siswa kelas eskperimen dan kelas kontrol. c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai signifikasinya ( Sig.) pada tabel test of homogeneity of variances< α
e) Output SPSS
Tabel 4.20 Test of homogeneity of variances pre test
Dari hasil diatas, pada tabel test of homogeneity of
variances diperoleh nilai signifikasinya ( Sig.) yaitu 0.231.
Nilai Sig. lebih dari α (α =0,05) maka H0 diterima. Jadi variansi nilai pre test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama.
Setelah pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan, telah diperoleh bahwa nilai pre test
dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan keduanya memiliki variansi yang sama. Kemudian dilanjutkan
dengan uji rata-rata pre test dari kelas eksperimen dan kelas
kontrol untuk melihat apakah ada perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol.
8) Uji Rata-rata pre test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol a) Hipotesis yang digunakan
H0 : Rata-rata nilai pre test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan (µe = µk) H1 : Rata-rata nilai pre test siswa dari kelas eksperimen dan
kelas kontrol berbeda secara signifikan (µe≠ µk) b) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Independent Sample T Test untuk menguji perbedaan rata-rata kelas eskperimen dan kelas kontrol.
c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai sig (2-tailed) pada tabel independent sample t test< α
e) Output SPSS
Tabel 4.22 Independent sample test pre test
Dari tabel independent sample t test diatas diperoleh nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,334. Nilai sig. (2-tailed) lebih besar
dari α (α=0,05), maka H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan Rata-rata nilai pre test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan.
b. Analisis Hasil Post test
1) Uji Normalitas Nilai Post test Kelas Eksperimen a) Hipotesis yang digunakan
H0 : Nilai post test siswa kelas eskperimen berdistribusi normal
H1 : Nilai post test siswa kelas eskperimen berdistribusi tidak normal
b) Menentukan statistik yang dipakai
c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov< α
e) Output SPSS
Tabel 4.23 Tests of normality post test kelas eksperimen
Dari tabel diatas diperoleh nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov untuk nilai pre test kelas eskperimen adalah 0,081
lebih dari α (α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga nilai post test siswa kelas eskperimen berdistribusi normal.
2) Uji Normalitas Nilai Post test Kelas Kontrol a) Hipotesis yang digunakan
H0 : Nilai post test siswa kelas kontrol berdistribusi normal H1 : Nilai post test siswa kelas kontrol berdistribusi tidak normal
b) Menentukan statistik yang dipakai
c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov< α
e) Output SPSS
Tabel 4.24 Tests of normality post test kelas kontrol
Dari tabel diatas diperoleh nilai Sig. Kolmogorov-Smirnov untuk nilai pre test kelas kontrol adalah 0,095 lebih
dari α (α=0,05). Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, sehingga nilai post test siswa kelas kontrol berdistribusi normal.
3) Uji Homogenitas
a) Hipotesis yang digunakan
H0 : variansi nilai post test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama
H1 : variansi nilai post test siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak sama
b) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Levene untuk menghitung variansi nilai siswa kelas eskperimen dan kelas kontrol. c) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
penelitian ini adalah 5% d) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai signifikasinya ( Sig.) pada tabel test of homogeneity of variances< α
e) Output SPSS
Tabel 4.25 Test of homogeneity of variances post test
Dari hasil diatas, pada tabel test of homogeneity of
variances diperoleh nilai signifikasinya ( Sig.) yaitu 0.288.
Nilai Sig. lebih dari α (α =0,05) maka H0 diterima. Jadi variansi nilai post test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol sama.
Setelah pengujian persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dilakukan, telah didapat bahwa nilai post test
dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan keduanya memiliki variansi yang sama. Kemudian dilanjutkan dengan uji rata-rata post test dari kelas eksperimen dan kelas
signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, selanjutnya akan diuji apakah lebih baik kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, atau sebaliknya.
4) Uji Perbedaan Rata-rata Nilai Post test 5) Hipotesis yang digunakan
H0 : Rata-rata nilai post test siswa dari kelas eksperimen Rendah dari atau sama dengan kelas kontrol (µe≤ µk) H1 : Rata-rata nilai post test siswa dari kelas eksperimen
lebih dari kelas kontrol (µe > µk) 6) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Independent Sample T Test satu arah untuk menguji membandingkan rata-rata kelas eskperimen dan kelas kontrol, apakah nilai post test siswa dari kelas eksperimen Rendah dari atau sama dengan kelas kontrol.
7) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah 5%
8) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai sig (1-tailed) pada tabel independent sample t test< 2.α (karena 1 arah)
9) Output SPSS
Tabel 4.26 Group statistics post test
Tabel 4.27 Independent samples test post test
Dari tabel independent sample t test diatas diperoleh nilai Sig. (1-tailed) yaitu 0,045. Nilai sig. (1-tailed) kurang dari
2.α (α=0,05) yaitu 0,045 < 2.0,05 atau 0,045 < 0,1 , maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan rata-rata nilai post test siswa dari kelas eksperimen lebih dari kelas kontrol.
6. Analisis Data Aktivitas Belajar
a. Analisis Data Observasi Aktivitas Belajar
Analisis data observasi aktivitas belajar siswa selama pembelajaran oleh peneliti baik di kelas eksperimen maupun kelas kontrol meliputi analisis secara deskriptif:
Tabel 4.28 Rangkuman data observasi aktivitas belajar di kelas eksperimen
Aspek Keaktivan
Pertemuan
I II
Persentase Kriteria Persentase Kriteria
Aktivitas Visual (A) A1 79% Tinggi 81% Sangat Tinggi A2 85% Sangat Tinggi 91% Sangat Tinggi A3 77% Tinggi 84% Sangat Tinggi Rata-rata 80% Tinggi 85% Sangat Tinggi Aktivitas Berbicara (B) B1 47% Cukup 58% Cukup B2 45% Cukup 55% Cukup B3 44% Cukup 59% Cukup
Rata-rata 45% Cukup 57% Cukup
Aktivitas Menulis (C) C1 81% Sangat Tinggi 80% Tinggi C2 76% Tinggi 75% Tinggi
Rata-rata 79% Tinggi 76% Tinggi
Aktivitas
Mental (D) D1 42% Cukup 58% Cukup
D2 55% Cukup 70% Tinggi
Rata-rata 49% Cukup 64% Tinggi
Rata-rata setiap
pertemuan 63% Tinggi 71% Tinggi
Rata-rata dua
pertemuan 67% Tinggi
Dari rangkuman data observasi aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen di atas, diperoleh bahwa presentase aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen untuk aktivitas visual yaitu 80% pada pertemuan pertama, 85% pada pertemuan kedua dengan kriteria aktivitas belajar pada pertemuan pertama tinggi, dan sangat
tinggi pada pertemuan kedua. terjadi peningkatan aktivitas visual dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Untuk aktivitas berbicara pada pertemuan pertama 45%, pada pertemuan kedua yaitu 57%. Kriteria aktivitas berbicara yaitu cukup. Terjadi peningkatan aktivitas berbicara walaupun kecil. Untuk aktivitas menulis pada pertemuan pertama yaitu 79%, pada pertemuan kedua yaitu 76%. Kriteria untuk kedua pertemuan tersebut adalah tinggi. Namun terjadi penurunan aktivitas menulis siswa dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Selanjutnya aktivitas mental pada pertemuan pertama 49% dan 64% pada pertemuan kedua. Terjadi peningkatan yang cukup besar dari pertemuan pertama dan kedua. Kriteria akivitas menulis pada pertemuan pertama cukup, dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi tinggi.
Secara keseluruhan aktivitas belajar siswa pada pertemuan pertama yaitu 63%, dan 71% pada pertemuan kedua. Terjadi peningkatan aktivitas belajar dari pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Kriteria aktivitas belajar pada kedua pertemuan tersebut adalah tinggi. Jika dilihat dari dua pertemuan tersebut diperoleh aktivitas belajar sebesar 67%, sehingga kriteria aktivitas belajar di kelas eksperimen adalah tinggi. Berikut ini presentase dan kriteria aktivitas belajar setiap siswa di kelas eksperimen:
Tabel 4.29 Kriteria aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen Kode Siswa Pertemuan Rata-rata I II
Presentase Kriteria Presentase Kriteria Presentase Kriteria
E01 75% Tinggi 80% Tinggi 78% Tinggi
E02 55% Cukup 65% Tinggi 60% Cukup
E03 70% Tinggi 70% Tinggi 70% Tinggi
E04 40% Rendah 65% Tinggi 53% Cukup
E05 50% Cukup 65% Tinggi 58% Cukup
E06 80% Sangat
Tinggi 80% Tinggi 55% Cukup
E07 35% Rendah 50% Cukup 43% Cukup
E08 65% Tinggi 70% Tinggi 68% Tinggi
E09 85% Sangat Tinggi 90% Sangat Tinggi 88% Sangat Tinggi
E10 75% Tinggi 80% Tinggi 78% Tinggi
E11 40% Rendah 60% Cukup 50% Cukup
E12 70% Tinggi 75% Tinggi 73% Tinggi
E13 40% Rendah 60% Cukup 50% Cukup
E14 70% Tinggi 75% Tinggi 73% Tinggi
E15 80% Sangat
Tinggi 80% Tinggi 80% Tinggi
E16 50% Cukup 60% Cukup 55% Cukup
E17 65% Tinggi 70% Tinggi 68% Tinggi
E18 75% Tinggi 80% Tinggi 78% Tinggi
E19 60% Cukup 75% Tinggi 68% Tinggi
E20 70% Tinggi 75% Tinggi 73% Tinggi
E21 75% Tinggi 75% Tinggi 75% Tinggi
E22 60% Cukup 70% Tinggi 65% Tinggi
E23 - - 70% Tinggi 70% Tinggi
E24 35% Rendah 55% Cukup 45% Cukup
E25 90% Sangat Tinggi 95% Sangat Tinggi 93% Sangat Tinggi
E26 55% Cukup 65% Tinggi 60% Cukup
E27 50% Cukup 60% Tinggi 55% Cukup
E28 80% Sangat Tinggi 85% Sangat Tinggi 83% Sangat Tinggi
E29 60% Cukup 65% Tinggi 63% Tinggi
Kode Siswa
Pertemuan
Rata-rata
I II
Presentase Kriteria Presentase Kriteria Presentase Kriteria
E31 85% Sangat Tinggi 85% Sangat Tinggi 85% Sangat Tinggi
E32 55% Cukup 60% Tinggi 58% Cukup
Tabel 4.30 Rangkuman kriteria aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen Kriteria I II Rata-Rata Jumlah Siswa Presentase Jumlah Siswa Presentase Jumlah Siswa Presentase Sangat Tinggi 6 19% 4 13% 4 13% Tinggi 10 32% 23 72% 16 50% Cukup 10 32% 5 16% 12 38% Rendah 5 16% - - - - Sangat Rendah - - - - - -
Dari tabel di atas diperoleh bahwa untuk pertemuan pertama ada 6 siswa dengan kriteria aktivitas belajar Sangat Tinggi, 10 siswa dengan kriteria aktivitas belajar tinggi, 10 siswa dengan kriteria aktivitas belajar cukup, dan 5 siswa yang masih rendah untuk kriteria aktivitas belajar matematika di kelas eksperimen. Pada pertemuan kedua, ada penurunan jumlah siswa dengan kriteria aktivitas belajar sangat tinggi menjadi 4 siswa, namun ada peningkatan pada kriteria tinggi yaitu menjadi 23 siswa. Untuk kriteria cukup pada pertemuan kedua yaitu 5 siswa. Secara keseluruhan kriteria aktivitas belajar siswa pada pertemuan 1 dan 2 diperoleh, ada 4 siswa dengan kriteria sangat tinggi, 16 siswa dengan kriteria tinggi, dan 12 siswa dengan kriteria cukup.
Kemudian berikut ini merupakan rangkuman aktivitas belajar di kelas kontrol meliputi:
Tabel 4.31 Rangkuman data observasi aktivitas belajar di kelas kontrol Aspek Keaktivan
Pertemuan
I II
Persentase Kriteria Persentase Kriteria
Aktivitas Visual (A) A1 82% Sangat Tinggi 85% Sangat Tinggi A2 50% Cukup 50% Cukup A3 79% Tinggi 84% Sangat Tinggi
Rata-rata 70% Tinggi 73% Tinggi
Aktivitas Berbicara (B) B1 32% Rendah 39% Rendah B2 31% Rendah 35% Rendah B3 23% Rendah 34% Rendah
Rata-rata 29% Rendah 36% Rendah
Aktivitas Menulis (C) C1 65% Tinggi 73% Tinggi C2 73% Tinggi 81% Sangat Tinggi
Rata-rata 69% Tinggi 77% Tinggi
Aktivitas Mental (D)
D1 31% Rendah 37% Rendah
D2 35% Rendah 40% Rendah
Rata-rata 33% Rendah 39% Rendah
Rata-rata Setiap
Pertemuan 50% Cukup 56% Cukup
Rata-rata Semua
Pertemuan 53% Cukup
Dari rangkuman data observasi aktivitas belajar siswa di kelas kontrol di atas, diperoleh bahwa presentase aktivitas belajar siswa di kelas kontrol untuk aktivitas visual yaitu 70% pada pertemuan pertama, 73% pada pertemuan kedua dengan kriteria aktivitas belajar pada kedua pertemuan tersebut adalah tinggi.
Terjadi peningkatan aktivitas visual dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua walaupun tidak signifikan. Untuk aktivitas berbicara pada pertemuan pertama 29%, pada pertemuan kedua yaitu 36%. Kriteria aktivitas berbicara yaitu rendah untuk kedua pertemuan. Terjadi peningkatan aktivitas berbicara walaupun tidak signifikan. Untuk aktivitas menulis pada pertemuan pertama yaitu 69%, pada pertemuan kedua yaitu 77%. Kriteria untuk kedua pertemuan tersebut adalah tinggi. Terjadi peningkatan aktivitas menulis siswa dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Selanjutnya aktivitas mental pada pertemuan pertama 33% dan 39% pada pertemuan kedua. Terjadi peningkatan dari pertemuan pertama dan kedua namun tidak signifikan. Kriteria akivitas menulis pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua yaitu rendah.
Secara keseluruhan aktivitas belajar siswa pada pertemuan pertama yaitu 50%, dan 56% pada pertemuan kedua. Terjadi peningkatan aktivitas belajar dari pertemuan pertama dan pertemuan kedua. Kriteria aktivitas belajar pada kedua pertemuan tersebut adalah cukup. Jika dilihat dari dua pertemuan tersebut diperoleh aktivitas belajar sebesar 53%, sehingga kriteria aktivitas belajar di kelas kontrol adalah cukup. Berikut ini presentase dan kriteria aktivitas belajar setiap siswa di kelas kontrol:
Tabel 4.32 Kriteria aktivitas belajar siswa di kelas kontrol Kode Siswa Pertemuan Rata-rata I II
Presentase Kriteria Presentase Kriteria Presentase Kriteria
K01 55% Cukup 55% cukup 55% cukup
K02 50% Cukup 60% cukup 55% cukup
K03 50% Cukup 50% cukup 50% cukup
K04 45% Cukup 55% cukup 50% cukup
K05 45% Cukup 55% cukup 50% cukup
K06 - - 55% cukup 55% cukup
K07 40% Rendah 55% cukup 48% cukup
K08 40% Rendah 55% cukup 48% cukup
K09 55% Cukup 55% cukup 55% cukup
K10 70% Tinggi 70% Tinggi 70% Tinggi
K11 40% Rendah 45% cukup 43% cukup
K12 65% Tinggi 65% Tinggi 65% Tinggi
K13 40% Rendah 50% cukup 45% cukup
K14 50% Cukup 50% cukup 50% cukup
K15 65% Tinggi 65% Tinggi 65% Tinggi
K16 35% Rendah 45% Cukup 40% Rendah
K17 60% Cukup 60% Cukup 60% cukup
K18 65% Tinggi 65% Tinggi 65% Tinggi
K19 35% Rendah - - 35% Rendah
K20 55% Cukup 55% Cukup 55% cukup
K21 60% Cukup 60% Cukup 60% cukup
K22 45% Cukup 55% Cukup 50% cukup
K23 55% Cukup 55% Cukup 55% cukup
K24 40% Rendah 45% Cukup 43% cukup
K25 50% Cukup 55% Cukup 53% cukup
K26 45% Cukup 55% Cukup 50% cukup
K27 45% Cukup 55% Cukup 50% cukup
K28 40% Rendah 45% Cukup 43% cukup
K29 65% Tinggi 65% Tinggi 65% Tinggi
K30 50% Cukup 55% Cukup 53% cukup
K31 40% Rendah 50% Cukup 45% cukup
Tabel 4.33 Rangkuman kriteria aktivitas belajar siswa di kelas kontrol Kriteria
Pertemuan I Pertemuan II Rata-rata
Jumlah Siswa Presentase Jumlah Siswa Presentase Jumlah Siswa Presentase Sangat Tinggi - - - - - - Tinggi 5 16% 6 19% 6 19% Cukup 17 55% 25 81% 24 75% Rendah 9 29% - - 2 6% Sangat Rendah - - - - - -
Dari tabel di atas diperoleh bahwa untuk pertemuan pertama ada 5 siswa dengan kriteria aktivitas belajar tinggi, 17 siswa dengan kriteria aktivitas belajar cukup, dan 9 siswa yang masih rendah untuk kriteria aktivitas belajar matematika di kelas kontrol. Pada pertemuan kedua, ada peningkatan jumlah siswa dengan kriteria aktivitas belajar tinggi menjadi 6 siswa, ada peningkatan juga pada kriteria cukup yaitu menjadi 25 siswa. Secara keseluruhan kriteria aktivitas belajar siswa pada pertemuan pertama dan kedua diperoleh, ada 6 siswa dengan kriteria sangat tinggi, 24 siswa dengan kriteria tinggi, dan 2 siswa dengan kriteria cukup.
Dari analisis hasil observasi aktivitas belajar siswa di atas, diperoleh bahwa presentase aktivitas belajar siswa kelas eksperimen adalah 67% dan kriteria aktivitas belajar yaitu tinggi. Adapun presentase aktivitas belajar siswa kelas kontrol adalah 53% dan kriteria aktivitas belajar siswa cukup. Dari uraian tersebut,
dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan reciprocal teaching lebih tinggi dibandingkan aktivitas belajar siswa di kelas kontrol dengan pembelajaran secara konvensional.
Setelah dilakukan analisis secara deskriptif, dilakukan analisis selanjutnya yaitu uji perbedaan rata-rata:
e) Hipotesis yang digunakan
H0 : Data observasi aktivitas belajar siswa dari kelas eksperimen Rendah dari atau sama dengan kelas kontrol (µe ≤ µk)
H1 : Data observasi aktivitas belajar siswa dari kelas eksperimen lebih dari kelas kontrol (µe > µk)
f) Menentukan statistik yang dipakai
Peneliti menggunakan uji Mann-Whitney U Test satu arah untuk menguji membandingkan data observasi aktivitas belajar siswa dari kelas eskperimen dan kelas kontrol, apakah aktivitas belajar siswa dari kelas eksperimen Rendah dari atau sama dengan kelas kontrol, atau sebaliknya.
g) Menentukan α
Taraf signifikan (α) yang digunakan peneliti dalam
h) Menentukan daerah penolakan
H0 ditolak jika nilai sig (1-tailed) pada tabel Mann-Whitney U Test< 2.α (karena 1 arah)
i) Output SPSS
Tabel 4.34 Test statisticsa data observasi aktivitas belajar
Dari tabel mann-whitney u test diatas diperoleh nilai Sig. (1-tailed) yaitu 0,000. Nilai sig. (1-tailed) kurang dari 2.α (α= 0,05) yaitu 0,000 < 2.0,05 atau 0,000 < 0,1 , maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari data observasi