• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk menganalisa hubungan antara pemanfaatan nitrat anorganik dengan kandungan protein total, pengaruh konsentrasi nitrat anorganik terhadap kepadatan serta pengaruh kepadatan terhadap kandungan protein total pada fase eksponensial Tetraselmis sp. digunakan model persamaan regresi polinomial Y = aX2 + bX+ c, koefisien korelasi (r) Pearson (Walpole, 1992).

Koefisen korelasi merupakan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih yang menyatakan ada atau tidaknya hubungan diantara variabel-variabel yang bersangkutan dinyatakan dengan notasi (r). Nilai korelasi (r) dapat diartikan sebagai tingkat kekuatan hubungan amtara dua variabel atau lebih (besarnya

25 kontribusi yang diberikan oleh variabel yang mempengaruhi), baik secara langsung maupun tidak langsung. Tingkat korelasi bernilai antara -1 < r < 1, dijelaskan bahwa jika r mendekati -1 nilai korelasi berlawanan yang artinya korelasi negatif. Jika r mendekati 1, maka nilai korelasi searah yang artinya korelasi positif (Supangat, 2007).

Penentuan nilai korelasi menggunakan persamaan berikut (Walpole, 1992)

r = n ∑ − ∑ ∑ √[ � ∑ 2 − ∑ 2][n∑ 2− ∑ 2] keterangan: n = banyaknya sampel X = variabel independen Y = variabel dependen

Sedangkan analisis untuk membandingkan pengaruh tiap perlakuan adalah dengan menggunakan uji t (t-test). Uji t dilakukan untuk membandingkan dua nilai tengah contoh bebas apabila n1 = n2 = n, dengan anggapan bahwa kedua populasi menyebar normal dan memiliki ragam sama yang tidak diketahui nilainya (Steel dan Torrie, 1993). t = �̅ −�̅ �̅ −�̅ S2 = ∑� − (∑� ) + ∑� – (∑� ) �− Sx1-x2 =

26 db = 2 (n-1) Keterangan: t = Koefisien t �̅ = rata-rata sampel S2 = ragam S = simpangan baku n = jumlah sampel db = derajat bebas

42

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Pengurangan konsentrasi nitrat (NaNO3 = 50 gram/l) pada pupuk Conwy tidak memberikan pengaruh terhadap kepadatan rata-rata Tetraselmis sp., konsentrasi nitrat anorganik pada media kultur, dan kandungan protein total Tetraselmis sp. pada fase eksponensial.

2. Pemanfatan nitrat anorganik terhadap kepadatan, serta kandungan protein total Tetraselmis sp. pada fase eksponensial memiliki hubungan yang erat sehingga pada kondisi kekurangan nitrat (NO3-) kandungan protein total Tetraselmis sp. tetap tinggi.

B. Saran

Perlu dilakukan penelitian sejenis baik terhadap mikroalga yang berbeda dengan perlakuan stress lingkungan yang berbeda maupun komposisi biokimia media yang berbeda.

43 DAFTAR PUSTAKA

Andersen, R.A. 2005. Algal Culturing Technique. Elsevier Academic Press. UK. Balai Budidaya Laut. 2002. Budidaya Fitoplankton dan Zooplankton. Direktorat

Jendral Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. 9: 7-8.

Becker, E.W. 1995. Microalgae Biotechnology and Microbiology Cambridge. University Press Greet Britain: England.

Biondi and Tredici.2011. Algae and Aquatic Biomass for a Sustainable Production of 2nd Generation Biofuels. UNIFI. Page 148 – 150.

Butcher, R. W. 1959.An Introductory Account of the Smaller Algae of British CoastalWaters, Part 1 Introduction and Chlorophyceae, Fishery

Investigation Series IV. HMSO. London.

Creswell, L. 2010. Phytoplankton Culture for Aquaculture Feed. SRAC Publication No 5004.

Chrismadha, Tjandra, Lily M.P, dan Yayah M. 2006. Pengaruh Konsentrasi Nitoden dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan, Kandungan Protein, Karbihidrat dan Fikosiain pada Kultur Spirulina fusiformis. Berita Biologi. 8(3)

Davis, N.L and Cornwell, D.A. 1991. Introduction of Environmental Engineering. Second Edition. MC Grow-Hill, Inc. New York. 822p.

Determann, S., J.M. Lobbes, R. Reuter, dan J. Rullkötter. 1998. Ultraviolet Fluorescence Excitation and Emission Spectroscopy of Marine Algae and Bacteria. Journal Marine Chemistry. Vol. 62: 137-156.

Dugan P.R. 1972. Biochemical Ecology of Water Pollution. Plenum press. Newyork. 159p.

Dwidjoseputro, 1986. Pengantar Fisiologi Pertumbuhan. Gramedia. Jakarta. Edhy, W.A., J. Pribadi dan Kurniawan. 2003. Plankton di Lingkungan PT. Central

Pertiwi Bahari: Suatu Pendekatan Biologi dan Manajemen Plankton dalam Budidaya Udang. PT. Central Pertiwi Bahari. Tulang Bawang.

44 Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Hal.

66-156.

Gunawan. 2012. Pengaruh Perbedaan pH pada Pertumbuhan Mikroalga Klas Chlorophyta. Jurnal Bioscientiae. 9 (2): 62 – 65.

Guzman-Murillo, M. A., Lopez-Bolanos, C. C., Ledesma-Verdejo, T., Roldan-Libenson, G., Cadena-Roa, M. A., Ascensio, F. 2007. Effect of fertilizer-based culture media on the production ofexocellular Polysaccharides and cellular superoxide dismutase by Phaedactylum tricornutum (Bohlin). Journal of Apllied Phycology, v. 19, p. 33-41.

Hudaidah, S., M. Muhaemin dan Rosdinar. 2013. Strategy of Nannochloropsis Againts Environment Starvation: Population Density and Crude Lipid Contents. Maspari Journal. Vol. 5 (2): 64-68.

Isnansetyo, A dan Kurniastuty. 1995. Teknik Kultur Phytoplankton dan

Zooplankton. Pakan Alami Untuk Pembenihan Organisme Laut. Erlangga. JakartaErlina, A dan Hastuti, W. 1986. Kultur Plankton-BBAP. Ditjen Perikanan. Jepara

Laurenco, S. O. 2006. Cultivo de microalgas marinhas : pricipios e aplicacoes. Sao Carlos: Rima.

Lavens, P. and P. Sorgeloos. 1996. Manual on the Production and Use of Live Food for Aquaculture. FAO Fisheries Technical Paper. Belgium.

Madigan, M.T.; Martinko, J.M.; Stahl, D.; Clark, D.P. 2010. Brock Biology of Microorganisms (dalam bahasa Inggris) (ed. 13). Boston: Benjamin Cummings.

Meireles, L.A., Guedes, A.C., Malcata, F.X. 2003. Lipid class composition of the microalga Pavlova lutheri : eicosapentaeonoic and docosahexaeonoic acid. Journal of Agricultural and Food Chemistry 51 (8) 2237-2241.

Muhaemin, M. 2005. Kemampuan Pengikatan Metaloprotein Asam Amino Methionin Terhadap Pb pada D. salina. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Muhaemin, M. 2008. The Glutatihione Diurnal Cycling in Dunaliella salina.

Journal of Coastal Development. Vol 12 (1): 41-46.

Muhaemin, M. 2011. Lipid Production of Nanochloropsys under Environmental Stress. Jurnal Penelitian Sains. Vol 14 Nomer 3.

Muhaemin, M., Pratica F., Rosi Dona S., Tri Agustina. 2014. Starvasi Nitrogen dan Pengaruhnya terhadap Biomassa dan Protein total Tetraselmis sp. Maspari Journal. Vol 6 No 2.

45 Nigam, Subhasha, Monika P.R and Rupali Sharma. 2001. Effect of Nitrogen on Growth and Lipid Content of Chlorela pyrenoidos. American Journal of Biochemistry and Biotechnology. 7(3):126-131

Novotny, V and Olem, H. 1994. Water Quality,Prefention, Identification and Management of Diffuse Pollution. Van Nostrans ein Hold. New York. 1054p

Otero. A & Jaime Fabregas. 1997. Changes in the Nutrient Composition of Tetraselmis suecica Cultured Semicontinously with Different Nutrient Concentrations and Renewal rates. Aquaculture. 159: 111-123 Poedjiadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta.UI-Press. 472 hlm.

Resmawati, M.B., E.D. Masithah dan L. Sulmartiwi. 2012. Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Limbah Ikan Lemuru (Sardinella sp.) Terhadap Kepadatan Populasi Spirulina platensis. Journal of Marine and Coastal Science. Vol 1(1): 22–33

Reynolds, C.S. 2006. Ecology of Phytoplankton. Cambridge University Press. New York. 535 hal.

Santos R.L., Tsolis R.M., Baumler A.J. and Adams L.G. 2003. Patogenesis of Salmonella-Induced Enteritis. Brazilian Journal of Medical and Biological Research (2003) 36: 3-12.

Sari, I.P. dan A. Manan. 2012. Pola Pertumbuhan Nannochloropsis oculata pada Kultur Skala Laboratorium, Intermediet, dan Masal. Jurnal Ilmiah

Perikanan dan Kelautan. Vol. 4 (2): 123-127.

Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan Biometrik. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Supangat. A. 2007. Statistika. Prenada Media Group. Jakarta. Hal 334-350. Sun, X., Li, Q. 2012. Effect of Temporary Starvation on Larval Growth, Survival

and Development of the Sea Cucumber Apostichopus japonicus. Marine Biology Research 8 (8) 771-777

Utting, Susan D. 1985. Influence of Nitrogen Availability on the Biochemical Composition of Three Unicellular Marine Algae of Commercial Importance. Aquacultural Engineering, 4, 175-190.

Walpole, Ronald E. 1992. Pengantar Statistika Edisi ke -3. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

46 Wikfors, G.H., Twarong, J. W., Jr, Ukeles, R. 1984. Influence of Biochemical

Composition of Algal Food Source on Growth of Jouvenile Oysters, Crassotrea virginica. Biology. Bull., 167 :251-263.

Xin, L., Hong Ying, H., Ke, G., Ying Xue, S. 2010. Effect of Different Nitrogen and Phosporus Concentration on The Growth, Nutrient Uptake and Lipid Accumulation of a Freshwater Microalga Scenedesmus sp. Bioresource Technology 101 (14).5494-5500.

Yanuaris, L.M., R. Kusdarwati dan Kismiyati. 2012. Pengaruh Fermentasi

Actinobacillus sp. pada Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Terhadap Pertumbuhan Nannochloropsis sp. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 4 (1): 21-26.

Dokumen terkait