• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data Penelitian

1. Uji Asumsi

a. Uji Normalitas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dari 185 eksemplar yang disebarkan dan 159 eksemplar yang kembali, data penelitian tersebut akan diuji untuk memenuhi asumsi normalitas. Uji normalitas ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, nilai residu dari regresi mempunyai distribusi yang normal. Pengujian normalitas dilakukan dengan metode statistik Kolmogorov-Smirnov. Pemilihan metode statistik Kolmogorov-Smirnov dikarenakan metode ini merupakan metode yang sering digunakan dalam uji normalitas dan pengambilan keputusan mengenai apakah data dinyatakan berdistribusi normal atau tidak dilakukan berdasarkan pengamatan nilai kuantitatif dari Asymp. Sig. (2-tailed) sehingga interpretasi

normalitas dapat lebih objektif. Asumsi normalitas akan terpenuhi apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) tersebut ≥ 0.05. Berikut tabel hasil uji normalitas residu:

Tabel 4.5

Uji Normalitas Residu

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Asymp. Sig. (2-tailed) N POS ─ Engagement 0.513 159 Engagement─ PWB 0.316 159 POS ─ PWB 0.228 159 POS –Engagement PWB 0.533 159

Hasil tabel menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) pada masing-masing regresi yaitu 0.513 untuk regresi POS dengan engagement, 0.316 untuk regresi antara engagement dengan PWB, 0.228 untuk regresi antara POSdengan PWBdan 0.533 untuk multiple regression antara POS, engagement dan PWB. Hal ini menunjukkan bahwa data regresi dari setiap variabel tersebut memiliki nilai residu yang berdistribusi normal. Hal ini dikarenakan nilai p atau Asymp. Sig. (2-tailed) yang berada diatas 5% (> 0.05). Tabel hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dapat dilihat pada lampiran.

b. Uji Homoskedastisitas

Uji asumsi selanjutnya ialah uji homoskedastisitas. Uji asumsi ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian homoskedastisitas dilakukan dengan menggambarkan hubungan nilai residual model regresi, yaitu selisih nilai prediksi dengan nilai riil. Uji homoskedastisitas dilakukan dengan metode statistik Glejser. Uji Glejser dilakukan dengan cara melihat nilai regresi antara variabel bebas dengan nilai absolute residualnya. Sama halnya dengan Kolmogorov-Smirnov, uji Glejser juga memudahkan peneliti dalam menginterpretasi indikasi heteroskedastisitas dan interpretasi tersebut dapat bersifat lebih objektif dikarenakan pengambilan keputusan juga berdasarkan pengamatan nilai kuantitatif yaitu nilai signifikansi dari regresi. Asumsi homoskedastisitas dikatakan terpenuhi apabila nilai signifikansi dari regresi tersebut ≥ 0.05.

Tabel 4.6

Uji Glejser Homoskedastisitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Sig. N POS –Engagement 0.101 159 Engagement – PWB 0.606 159 POS PWB 0.094 159

Hasil tabel diatas merupakan hasil uji Glejser yang telah dilakukan dan menunjukkan bahwa nilai signifikansi berada diatas 5% (>0.05) yang artinya variasi dari residu untuk setiap nilai dari variabel terikat bersifat konstan atau tidak ada indikasi Heteroskedastisitas.

c. Uji Linearitas

Salah satu uji asumsi lainnya pada sebuah model regresi adalah asumsi linearitas. Asumsi ini menyatakan bahwa seharusnya hubungan antara variabel tergantung dengan variabel terikat bersifat linier. Uji asumsi linieritas dilakukan dengan metode statistik test for linearity. Asumsi linearitas dapat dikatakan terpenuhi apabila nilai

signifikansi alpha ≤ 0.05. Tabel 4.7

Hasil Uji Linearitas

ANOVA Sig. Keterangan Engagement*POS 0.000 Linear PWB*Engagement 0.002 Linear PWB*POS 0.013 Linear

Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa hubungan antar variabel yang terdapat dalam penelitian ini bersifat linear. Hal ini ditunjukkan dari nilai signifikansi atau probabilitas yang lebih kecil dari 0.05. Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa nilai signifikansi atau

probabilitasnya sebesar 0.000 untuk variabel POS dengan

engagement, variabel engagement dengan PWB sebesar 0.002,

kemudian yang terakhir 0.013 untuk variabel POS dan PWB.

2. Uji Hipotesis

Berdasarkan uji asumsi yang telah dilakukan, diketahui bahwa data yang dipakai dalam penelitian ini memiliki persebaran distribusi residual yang normal, varian residu yang sama atau tidak terindikasi heteroskedastisitas dan antar variabelnya memiliki hubungan yang linear, maka diasumsikan bahwa data yang diuji telah memenuhi syarat untuk diolah dengan menggunakan metode analisis regresi. Jenis statistik parametrik akan digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini dikarena seluruh uji asumsi telah terpenuhi dan jenis data dalam penelitian ini telah memenuhi syarat. Pengujian hipotesis akan dilakukan dengan metode regresi sederhana dan analisa mediasi akan di lihat dengan metode causal steps (Baron & Kenny, 1986). Berikut merupakan skema yang akan digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini:

Gambar 4.1

Skema Penelitian

Berdasarkan skema diatas, penelitian ini memiliki empat hipotesis. Hipotesis yang pertama adalah Perceived Organizational Support (POS)

memiliki hubungan positif yang signifikan dengan Psychological

Employee Well-being (PWB) (Jalur c), hipotesis yang kedua adalah

Perceived Organizational Support (POS) memiliki hubungan yang

positif signifikan dengan employee engagement (Jalur a), hipotesis yang ketiga ialah Employee engagement memiliki hubungan yang positif signifikan dengan Psychological Employee Well-being (PWB) (Jalur b) dan hipotesis yang keempat ialah Perceived Organizational Support

(POS) dengan Psychological Employee Well-being (PWB) memiliki

hubungan yang positif signifikan setelah dimediasi employee engagement

POS Employee Engagement PWB H1 (Jalur C) H2 (Jalur A) H3 (Jalur B) H4 Jalur C’

(Jalur c’). Uji hipotesis akan dibahas satu persatu berikut merupakan hasil uji hipotesis dalam penelitian ini:

H1: Perceived Organizational Support memiliki hubungan positif yang signifikan dengan Psychological Employee Well-being (Jalur c).

Tabel 4.8

Uji Hipotesis 1 Regresi antara POS dengan PWB

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 41.747 2.497 16.719 .000 SkorTotalPOS .264 .104 .198 2.531 .012

a. Dependent Variabel: SkorTotalPWB

Tabel diatas menunjukkan hasil regresi sederhana dengan persamaan regresi Y = 41.747 + 0.264 X, dimana Y adalah Psychological Employee Well-being dan X adalah Perceived Organizational Support. Angka korelasi antara POS dengan PWB dapat dilihat dari nilai standardized coefficients (β) yaitu sebesar 0.198 dengan signifikansi 0.012 (p < 0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif namun menurut kriteria koefisien korelasi Sarwono (2006) hubungan positif ini masuk dalam kriteria sangat lemah kemudian

signifikan antara POS dengan PWB dan POS diasumsikan dapat

H2 : Perceived Organizational Support memiliki hubungan yang positif signifikan dengan employee engagement (Jalur a).

Tabel 4.9

Uji Hipotesis 2 Regresi antara POS dengan Engagement

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 16.601 1.320 12.575 .000 SkorTotalPOS .198 .055 .275 3.585 .000

a. Dependent Variabel: SkorTotalEng

Persamaan regresi sederhana yang ditunjukkan oleh tabel diatas ialah Y = 16.601 + 0.198 X, dimana Y adalah employeeengagement dan X adalah POS. Berdasarkan tabel diatas diketahui pula hasil regresi

antara variabel employee engagement dengan POS memiliki nilai

standardized coefficients (β) sebesar 0.273 dengan signifikansi 0.000 (< 0.05) yang menandakan bahwa terdapat hubungan yang positif dan cukup kuat menurut kriteria koefisien korelasi Sarwono (2006) serta signifikan antara POS dengan engagement dan POS terbukti dapat memprediksi

H3 : Employee engagement memiliki hubungan yang positif signifikan dengan Psychological Employee Well-being (Jalur b).

Tabel 4.10

Uji Hipotesis 3 Regresi Antara Engagement Dengan PWB

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 38.749 3.083 12.568 .000 SkorTotalEng .435 .144 .234 3.021 .003

a. Dependent Variabel: SkorTotalPWB

Berdasarkan tabel di atas, didapati persamaan regresi Y = 38.749 + 0.435 X, dimana Y adalah PWBdan X adalah engagement. Hasil regresi antara employee engagement dengan PWB memiliki nilai standardized coefficients (β) sebesar 0.234 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0.003 (< 0.05) yang artinya engagement memiliki korelasi yang positif namun sangat lemah dan signfikan, sehingga dapat memprediksi

H4 : Hubungan antara POS dengan Psychological Employee Well-being dimediasi oleh Employee Engagement (Jalur c’).

Tabel 4.11

Uji Hipotesis 4 Regresi Berganda POS, Engagement dan PWB

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 35.752 3.484 10.262 .000 SkorTotalPOS .193 .107 .144 1.802 .073 SkorTotalEng .361 .149 .195 2.429 .016

a. Dependent Variabel: SkorTotalPWB

Tabel diatas menunjukkan persamaan regresi berganda yaitu Y = 35.752 + 0.193 X1 + 0.361 X2, dimana Y adalah PWB, X1 adalah POS dan X2 adalah engagement. Hasil analisis regresi pertama pada tabel 4.8 di temukan bahwa POS memiliki pengaruh yang signifikan (p = 0.012) terhadap PWB(jalur c) dengan koefisien regresi sebesar 0.264. Demikian pula hasil regresi kedua pada tabel 4.9 yang menemukan bahwa POS memiliki pengaruh yang signifikan (p = 0.000) terhadap engagement (jalur a) dengan koefisien regresi sebesar 0.198. Hasil regresi ketiga pada tabel 4.10 juga menunjukkan bahwa engagement memiliki pengaruh yang signifikan (p = 0.003) terhadap dimensi PWB (jalur b) dengan koefisien regresi sebesar 0.435.

Setelah melakukan uji multiple regression analysis pada tabel 4.11

(jalur c’) dengan mengontrol variabel engagement, ditemukan bahwa direct effect (jalur c) koefisien regresinya turun dari 0.264 menjadi 0.193,

yang menunjukkan bahwa hubungan POS dapat dimediasi oleh engagement. Selain itu, POS dan PWB tetap memiliki hubungan yang positif. Hal ini dapat dilihat dari nilai standardized coefficients (β) dari

regresi tersebut adalah sebesar 0.144. Akan tetapi, hubungan langsung tersebut menunjukkan nilai p yang lebih besar dari 0.05 yakni sebesar 0.073, sehingga menurut Baron dan Kenny (1998) terjadi full mediation dalam penelitian ini. Artinya ketika variabel independent tidak lagi menjadi signifikan ketika variabel mediator dikontrol, maka terjadilah keadaan yang disebut full mediation. Selain itu Baron dan Kenny juga menambahkan penjelasan bahwa full mediation terjadi bila variabel independen tidak lagi mempengaruhi variabel dependen ketika mediator dikontrol. Hal inilah yang terjadi pada variabel POS yang tidak mampu mempengaruhi secara signifikan variabel PWB tanpa melalui variabel engagement sebagai variabel mediator.

Dokumen terkait