• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Analisis Data Penelitian

Sebelum melakukan analisis uji hipotesis, peneliti melakukan uji asumsi

terlebih dahulu, yaitu melalui uji normalitas dan uji linearitas.

1. Uji Asumsi a.Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian

yang diperoleh berasal dari populasi yang sebarannya normal. Apabila

nilai p lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), hal ini menunjukkan bahwa

sebaran datanya tidak normal. Sebaliknya, apabila nilai p lebih besar dari

0,05 (p > 0,05), hal ini menunjukkan bahwa sebaran datanya normal

(Santoso, 2010). Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan dengan

Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro Wilk. Berikut adalah hasil dari uji normalitas yang

telah dilakukan :

Tabel 12.

Hasil Uji Normalitas

Kolmogorov-Smirnov Signifikansi Keterangan Risiko yang Bersumber

dari Penjual

0.088

0.005 Tidak Normal

Risiko Pengiriman Produk 0.106 0.000 Tidak Normal

Risiko Finansial 0.146 0.000 Tidak Normal

Risiko Kinerja Produk 0.105 0.000 Tidak Normal

Risiko Kerugian karena Proses dan Waktu Pembelian

0.148 0.000 Tidak Normal

Risiko Privasi 0.129 0.000 Tidak Normal

Risiko Informasi dari Penjual

0.118 0.000 Tidak Normal

Dimensi-dimensi persepsi risiko berbelanja online

0.057 0.200 Normal

Berdasarkan tabel diatas, hasil uji normalitas menunjukan bahwa

ketujuh dimensi persepsi risiko berbelanja online memiliki nilai

signifikansi kurang dari 0,05 (p < 0,05), hal ini menunjukkan bahwa

ketujuh dimensi tersebut memiliki distribusi data yang tidak normal.

Selanjutnya, hasil uji normalitas pada dimensi-dimensi persepsi risiko

berbelanja online dan niat membeli menunjukkan nilai signifikansi lebih

dari 0,05 (p > 0,05), yang berarti memiliki distribusi data normal.

b. Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antar

variabel yang akan dianalisis mengikuti garis lurus atau tidak (Santoso,

2010). Suatu hubungan dikatakan linear jika nilai p < 0,05, namun jika

nilai p > 0,05 maka dikatakan tidak linear. Berikut adalah tabel hasil uji

Tabel 13.

Hasil Uji Linearitas Dimensi-Dimensi Persepsi Risiko Berbelanja Online dengan Niat Membeli Produk Fashion

Signifikansi Keterangan Risiko yang Bersumber dari Penjual 0.000 Linear

Risiko Pengiriman Produk 0.000 Linear

Risiko Finansial 0.000 Linear

Risiko Kinerja Produk 0.000 Linear

Risiko Kerugian oleh Proses dan Waktu Pembelian

0.000 Linear

Risiko Privasi 0.000 Linear

Risiko Informasi dari Penjual 0.000 Linear

Dimensi-dimensi Persepsi Risiko berbelanja online

0.000 Linear

Hasil uji linearitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang

diperoleh lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), hal ini berarti bahwa hubungan

antar variabel dalam penelitian ini linear. Hal ini menunjukkan bahwa

masing-masing dimensi persepsi risiko berbelanja online memiliki

hubungan yang linear dengan niat membeli produk fashion.

3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

teknik korelasi Product Moment pada data yang memiliki sebaran yang

normal dan linear, sedangkan teknik korelasi Spearman Rho digunakan

korelasi dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPPS for

windows versi 16.00

Berikut adalah tabel hasil uji korelasi antara dimensi-dimensi

persepsi risiko berbelanja online dan niat membeli produk fashion.

Tabel 14.

Hasil uji hipotesis menggunakan teknik korelasi Product Moment Correlations

PersepsiRisiko Niat_membeli

PersepsiRisiko Pearson Correlation 1 -.575**

Sig. (1-tailed) .000

N 154 154

Niat_membeli Pearson Correlation -.575** 1

Sig. (1-tailed) .000

N 154 154

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Hasil uji analisis menunjukkan bahwa dimensi-dimensi persepsi

risiko berbelanja oniline memiliki hubungan negatif, kuat, dan signifikan

dengan niat membeli produk fashion. Hasil menunjukkan bahwa hubungan

antara dimensi-dimensi persepsi risiko berbelanja online dan niat membeli

produk fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = - 0,575, p = 0,000,

dan N = 154. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang

Tabel 15.

Hasil uji hipotesis menggunakan teknik korelasi Spearman rho

Correlation

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

Hasil uji hipotesis dengan teknik korelasi Spearman Rho pada tabel

menunjukkan bahwa, tiap dimensi persepsi risiko berbelanja online

memiliki hubungan negatif dengan niat membeli produk fashion. Secara

terperinci, dapat disimpulkan bahwa :

a. Risiko informasi dari penjual memiliki hubungan negatif, kuat, dan

signifikan dengan niat membeli produk fashion. Hasil menunjukkan

bahwa hubungan antara dimensi risiko informasi dari penjual dan niat

membeli produk fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = -0,539, p

= 0,000, N = 154. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang diajukan

diterima.

b. Risiko kerugian karena proses dan waktu pembelian memiliki

hubungan negatif, kuat, dan signifikan dengan niat membeli produk

fashion. Hasil menunjukkan bahwa hubungan antara dimensi risiko

kerugian karena proses dan waktu pembelian dan niat membeli produk

Niat_membeli Informasi Kerugian Privasi Finansial Kinerja Penjual Pengiriman Spearman's rho Niat_membeli Correlation Coefficient 1.000 -.539 ** -.530** -.461** -.413** -.411** -.410** -.313** Sig. (1-tailed) . .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 N 154 154 154 154 154 154 154 154

fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = -0,530, p = 0,000, N =

154. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang diajukan diterima.

c. Risiko privasi memiliki hubungan negatif, cukup kuat, dan signifikan

dengan niat membeli produk fashion. Hasil menunjukkan bahwa

hubungan antara dimensi risiko privasi dan niat membeli produk

fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = -0,461, p = 0,000, N =

154. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang diajukan diterima.

d. Risiko finansial memiliki hubungan negatif, cukup kuat, dan signifikan

dengan niat membeli produk fashion. Hasil menunjukkan bahwa

hubungan antara dimensi risiko finansial dan niat membeli produk

fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = -0,413, p = 0,000, N =

154. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang diajukan diterima.

e. Risiko kinerja produk memiliki hubungan negatif, cukup kuat, dan

signifikan dengan niat membeli produk fashion. Hasil menunjukkan

bahwa hubungan antara dimensi risiko kinerja produk dan niat membeli

produk fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = -0,411, p = 0,000,

N = 154. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang diajukan diterima.

f. Risiko yang bersumber dari penjual memiliki hubungan negatif, cukup

kuat, dan signifikan dengan niat membeli produk fashion. Hasil

menunjukkan bahwa hubungan antara dimensi risiko yang bersumber

korelasi (r) = -0,410, p = 0,000, N = 154. Hal ini berarti hipotesis

penelitian yang diajukan diterima.

g. Risiko pengiriman produk memiliki hubungan negatif, cukup kuat, dan

signifikan dengan niat membeli produk fashion. Hasil menunjukkan

bahwa hubungan antara dimensi risiko pengiriman produk dan niat

membeli produk fashion memiliki nilai koefisien korelasi (r) = -0,313, p

= 0,000, N = 154. Hal ini berarti hipotesis penelitian yang diajukan

diterima.

Dokumen terkait