• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA

A. Analisis Data Pengembangan Media Permainan Ular Tangga Untuk Anak

1. Analisis Hasil Pengembangan Media Permainan Ular Tangga

Pengembangan ular tangga dalan meningkatkan kemampuan

membaca dan menulis mengikuti model pengembangan ADDIE yang

terdiri dari lima tahapan yaitu tahap analisis (analysis), desain (design),

pengembangan (development), implementasi (implementation), dan

evaluasi (evaluation). Pelaksanaan keseluruhan prosedur pengembangan

dalam penelitian ini secara rinci dapat dilihat pada uraian sebagai berikut:

a. Tahap Analisis (Analysis)

Pada tahap analisis, peneliti melakukan wawancara dengan orang

tua dari setiap anak dan melakukan wawancara dari wali kelas setiap

anak ketika proses pembelajaran di kelas serta melakukan observasi

dari setiap tingkah laku, tindakan, proses belajar dan pekembangan

dalam belajar dari setiap anak ketika belajar bersama peneliti di

rumah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Fida, menjelaskan

bahwa keseluruhan dalam proses belajar El diserahkan semua ke guru

les yang membimbingnya. Melihat kondisi keluarga El saat ini yakni

ayah dan ibunya telah bercerai, ketika dirumah El menjadi anak yang

memantau, kurangnya perhatian dan kasih sayang sehingga El

sekarang menjadi anak manja. Dalam kegiatan belajar ingin minta

ditemani, seperti halnya dalam belajar membaca dan menulis El butuh

sosok pendamping untuk membimbingnya, ia tidak akan mau

membaca jika tidak dibimbing dan ditemani.

Sedangkan, hasil wawancara dengan ibunda dari Rizki

menyatakan bahwa Rizki memang terbilang anak yang pendiam.

Ibunya menceritakan bahwasanya Rizki memang tidak menyelesaikan

sekolah di taman-kanak hingga selesai, ia hanya mengikuti sekolah di

taman kanak-kanak di kelas A saja. Sedangkan di taman kanak-kanak

kelas B ia terpaksa berhenti, sebab kondisi ekonomi keluarga Rizki

yang tergolong menengah ke bawah sehingga ia terpaksa untuk

berhenti selama satu tahun. Dan ketika ingin mendaftarkan sekolah

lagi, sebagian dari guru disekolah untuk menyarankan rizki langsung

memasuki kelas 1 Sekolah Dasar. Sebab, melihat dari usia Rizki yang

sudah memasuki di kelas 1 Sekolah Dasar.

Selain itu juga, kondisi intelektual Rizki yang memang sejak di

usia TK memiliki kelemahan dalam mengingat huruf. Hal inilah yang

menghambat ia dalam proses membaca hingga berdampak juga pada

kemampuan menulisnya juga terhambat. Ibunya juga menceritakan

bahwasanya Rizki ketika belajar dirumah bersama kakak-kakaknya

sering dimarahi karena kemampuan membaca yang lambat, hal ini

Berdasarkan hasil wawancara dengan wali kelas setiap konseli,

wali kelas dari peserta didik El menjelaskan bahwasanya ketika El

belajar disekolah semangat dalam belajar masih kurang. Bahkan setiap

kali ada tugas maupun ulangan, El selalu mendapatkan nilai di bawah

skor 15. Sehingga ia tergolong salah satu peserta didik yang tertinggal

jauh dengan teman-temannya yang lain.

Sedangkan hasil wawancara dengan wali kelas konseli yang

bernama Rizki menjelaskan bahwa ketika disekolah ia tergolong anak

pendiam sekali namun ia juga sebagai peserta didik yang penurut.

Ketika guru memerintahkan Rizki membaca ia juga belajar membaca

dengan sikap malu-malu dan tak luput juga masih banyak kesalahan

dalam pengucapan huruf vokal abjad dan masih kesulitan dalam

merangkai huruf.

Melihat hasil wawancara dari orang tua peserta didik dan wali

kelas dari setiap konseli, dapat disimpulkan bahwasanya anak-anak

sangat membutuhkan peranan ibu untuk dapat membimbing kegiatan

belajar dirumah, memotivasi dan sebagai sahabat bagi mereka.

Disini peneliti akan membantu problem diatas dengan

memberikan bimbingan konseling terhadap ibu yang memiliki anak

berkebutuhan khusus dislesksia dan disgrafia pada usia sekolah dasar

Media permainan ular tangga ini dikombinasikan dengan

pembelajaran yang disusun guna meningkatkan kemampuan membaca

dan menulis dari problem yang dialami oleh putra-putri konseli.

Berdasarkan hasil observsi yang telah dijelaskan pada bab

sebelumnya terhadap konseli yang mengalami problem disleksia dan

disgrafia, konseli membutuhkan media pembelajaran yang lebih

menarik untuk dapat membantu dalam proses belajar membaca dan

menulis. Ketika peneliti mengajari konseli yang bernama El respon

dia ketika peneliti mengeluarkan buku bacaan ataupun buku Lembar

Kerja Siswa (LKS) ia langsung menguap dan mengantuk. Hal ini

menunjukkan bahwasanya ia tidak menyukai dengan pembelajaran

media buku yang penuh dengan tulisan.

Sedangkan konseli yang bernama Rizki respon dia ketika peneliti

mengeluarkan buku bacaan ataupun buku Lembar Kerja Siswa (LKS),

yang timbul pada dirinya adalah sikap kurang percaya diri. Rizki

kurang percaya diri jika membaca sendiri, ia merasa memang dirinya

masih belum mempunyai kemampuan membaca sepenuhnya. Oleh

karenanya ia membutuhkan pembimbing untuk mendengarkan dia

membaca dan supaya membenarkan ketika terjadi kesalahan dalam

membaca.

Berdasarkan analisis materi pembelajaran dan kebutuhan

diperoleh hasil bahwa materi pokok yang dikembangkan adalah teks

1) Analisis Materi Pembelajaran

Penyesuaian isi materi pada media permainan ular tangga

dilakukan pada konteks pembelajaran yang mengarahkan anak

didik untuk lebih aktif dalam kegiatan membaca hingga

mendorong dirinya memiliki kemampuan dalam menulis.

2) Analisis Kebutuhan

Setelah observasi dilakukan, peneliti mengetahui bahwa

putra-putri dari konseli membutuhkan suatu media permainan

terkait materi pembelajaran di sekolah yang menarik dan tidak

membosankan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan

membaca dan menulis serta meningkatkan semangat belajarnya

mereka.

Berdasarkan analisis kebutuhan putra-putri konseli, seorang

peneliti membutuhkan media permainan yang disertai materi

pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca

dan menulis. Salah satu media yang dapat dikembangkan

adalah media yang memiliki konsep belajar dan bermain yaitu

melalui pengembangan media permainan ular tangga untuk

anak disleksia dan disgrafia. Dalam media permainan ini,

materi yang dimuat merupakan materi yang sesuai dengan

kompetensi dasar untuk kelas 1 Sekolah Dasar yang berlaku

b. Tahap Desain (Design)

1) Perancangan Desain Produk

Konsep desain produk awal media permainan ular tangga

untuk anak disleksia dan disgrafia pada dasarnya sama dengan

konsep desain permainan ular tangga pada umumnya yaitu

terdapat beberapa gambar ular, tangga, petak (kotak), bidak dan

dadu. Media permainan ular tangga untuk anak disleksia dan

disgrafia dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis

berbentuk banner yang terdiri dari dua papan. Untuk papan

pertama berukuran 200 cm x 200 cm yang terdiri dari 100 kotak

dan memuat materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi

untuk peserta didik kelas 1 sekolah dasar. Sedangkan untuk papan

yang kedua berukuran 100 cm x 100 cm yang terdiri dari 20

kotak, disetiap kotak memuat motivasi islam untuk mendorong

anak meningkatkan kemampuan membaca dan menulisnya.

Kelengkapan dalam media permainan ular tangga untuk anak

disleksia dan disgrafia ini adalah sebagai berikut:

a) 1 buah papan ular tangga untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis

b) 1 buah papan ular tangga motivasi islami c) 1 buah dadu terbuat dari kain flanel dan dakron d) 1 buah buku panduan

f) 2 buah buku pintar jilid 2 (reward) 2) Perancangan Buku Panduan dan soal

Pada tahap ini, peneliti membuat peraturan permainan ular

tangga, materi dan soal (dilampirkan didalam buku panduan).

Peraturan permainan ular tangga untuk anak disleksia dan

disgrafia sama seperti peraturan permainan ular tangga pada

umumnya.

Dalam permainan ini yang menjadi bidak adalah peserta didik

disleksia dan disgrafia, jadi anak ikut aktif berpartisipasi dalam

permainan ini. Pemain menjalankan dirinya sesuai dengan angka

yang muncul pada hasil lemparan mata dadu, apabila pemain

mendapat petak bergambar kaki tangga maka pemain sebelum

naik ke petak yang ditunjuk tangga, pemain harus menyelesaikan

terlebih dahulu tantangan yang tertulis. Dan apabila pemain

mendapat petak bergambar kepala ular maka pemain harus

memindahkan dirinya pada petak yang ditunjuk oleh ekor ular

dan harus dapat menyelesaikan hukuman yang tertulis.

Pemain yang mendapat petak yang berisikan soal harus

menjawabnya terlebih dahulu sebelum lanjut ke petak

selanjutnya. Begitupun dengan papan ular tangga motivasi islami,

pemain yang berhenti di setiap petak harus membaca kata

Adapun materi dan soal yang dimuat dalam media permainan

ular tangga ini disesuaikan dengan materi yang terdapat

kompetensi dasar untuk anak kelas 1 Sekolah Dasar. Bentuk

soalnya sendiri yang terdapat dalam papan permainan ular tangga

sendiri adalah isian singkat, sedangkan bentuk soal yang terdapat

di buku pintar terdiri dari soal pilihan ganda, isian singkat dan

uraian.

3) Menyusun kisi-kisi Instrumen Penilaian Produk

Pada tahap ini peneliti menyusun instrumen penilaian kualitas

media dan materi berupa angket daftar isian (check list) untuk ahli

media dan ahli materi (di lampiran).

c. Tahap Pengembangan (Development) 1) Pembuatan Produk

Pembuatan produk ini diawali dengan mendesain produk

mengunakan aplikasi Corel Draw. Papan ular tangga yang

pertama di desain berbentuk persegi dengan ukuran 200 cm x

200 cm dan terdapat 100 petak yang didesain dengan

memasukkan beberapa gambar (ular, tangga, orang dan gambar

sesuai dengan soal di dalam petak) dan soal. Sedangkan papan

ular tangga yang kedua didesain berbentuk persegi dengan

ukuran 100 cm x 100 cm dan terdapat 20 petak yang didesain

seperti papan ular tangga pertama dengan berisikan motivasi

Pembuatan desain media permainan ular tangga dan buku

panduannya berlangsung selama 1 bulan dari bulan Oktober 2017

– November 2017. Setelah desain media selesai kemudian

dicetak dengan banner sesuai ukuran media permainan ular

tangga yang telah didesain.

Berikut tampilan media sebelum divalidasi:

Gambar 1 : Papan Permainan Ular Tangga Sebagai Pembelajaran sebelum validasi

Gambar 2 : Papan Permainan Ular Tangga Sebagai Motivasi Islami

2) Validasi

Media awal yang telah dibuat selanjutnya divalidasi. Tahap

validasi ini bertujuan untuk memperoleh pengakuan kelayakan

dan memperoleh masukan perbaikan mengenai media yang

dikembangkan. Pada tahap ini media divalidasi oleh ahli materi

dan ahli media.

a) Validasi ahli materi

Validasi ahli materi dilakukan oleh Ibu Alim, S. Pd (Guru

Sekolah Dasar, Pembimbing Kelas 1) dan Ibu Sutinah

Rahayu (Guru Sekolah Dasar, Pembimbing Kelas 1). Validasi

yang dilakukan oleh ahli materi ditinjau dari aspek materi

pembelajaran. Untuk memperoleh data mengenai validasi ahli

dengan lima alternatif jawaban (sangat layak, layak, cukup,

kurang layak dan sangat kurang layak). Instrumen untuk ahli

materi memiliki 10 indikator penilaian. Hasil penilaian oleh

ahli materi selengkapnya dapat dilihat pada lampiran. Tabel

berikut ini merupakan rekapitulasi penilaian aspek

pembelajaran oleh ahli materi.

Aspek Pembelajaran Hasil Penilaian Sangat

Layak Layak Cukup

Kurang Layak Sangat Kurang Layak Jumlah (√) 8 10 2 - -

Tabel 6 : Hasil Rekapitulasi Penilaian Aspek Pembelajaran

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa media yang

dikembangkan ditinjau dari kelayakan aspek pembelajaran

oleh ahli materi dinyatakan “Layak”. Dengan demikian,

media Permainan Ular Tangga untuk anak disleksia dan

disgrafia layak digunakan sebagai media permainan dan

pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan membaca dan

menulis yang ditinjau dari aspek pembelajaran.

Selain memberikan penilaian, ahli materi juga

memberikan saran. Saran tersebut dijadikan dasar untuk

memperbaiki produk yang dikembangkan pada tahap revisi.

“materi tersebut memenuhi sesuai dengan kompetensi dasar,

namun perlu di perbaiki lagi kata yang terlalu rumit”.

Dapat disimpulkan hasil dari validasi ahli materi

menunjukkan “Layak” untuk diujicobakan dengan revisi

sesuai saran.

b) Validasi ahli media

Validasi ahli media dilakukan oleh Bapak Dr. Agus

Santoso, S.Ag, M. Pd (Dosen selaku Ketua Prodi Bimbingan

Konseling Islam) dan Ibu Yusria Ningsih, S.Ag, M. Kes

(Dosen Konseling Anak dan Remaja). Validasi yang

dilakukan oleh ahli media ditinjau dari aspek rekayasa media

dan komunikasi visual.

Untuk memperoleh data mengenai validasi oleh ahli

media, peneliti menggunakan instrumen uji ahli produk

dengan lima alternatif jawaban (Sangat Layak, Layak,

Cukup, Kurang Layak, dan Sangat Kurang Layak). Instrumen

untuk ahli media memiliki 33 indikator penilaian. Hasil

penilaian oleh ahli media selengkapnya dapat dilihat pada

lampiran. Tabel berikut ini merupakan rekapitulasi penilaian

aspek rekayasa media dan komunikasi visual oleh ahli media:

No. Hasil Penilaian

1. Aspek Rekayasa Media

Sangat

Layak Layak Cukup

Kurang Layak

Sangat Kurang

Layak Jumlah

(√) 20 23 2 - -

2. Aspek Komunikasi Visual

Jumlah

(√) 11 9 - - -

Skor

31 32 2 - -

Tabel 7: Hasil Rekapitulasi Penilaian Aspek Rekayasa Media dan Komunikasi Visual

Berdasarkan tabel diketahui bahwa media permainan ular

tangga ditinjau dari aspek rekayasa media dinyatakan

“Layak”, dan ditinjau dari kelayakan aspek komunikasi

visual dinyatakan “Layak” sebagai media permainan untuk

membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis

pada anak disleksia dan disgrafia.

Selain memberikan penilaian, ahli media juga

memberikan komentar dan saran. Komentar dan saran

tersebut dijadikan dasar untuk memperbaiki produk yang

dikembangkan pada tahap revisi. Komentar atau saran yang

diberikan oleh ahli media adalah sebagai berikut:

i. Maksimalkan media yang ada untuk lebih mengeksplorasi anak.

ii. Didalam pemberian media pada proses konseling disesuaikan dengan klien agar output yang dihasilkan

dapat maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan

(dengan dipergunakan pada klien lain)

Hasil validasi ahli media menunjukkan “Layak untuk

diujicobakan dengan revisi sesuai saran”. Dan disini peneliti

akan sedikit merevisi dari saran yang telah diberikan oleh ahli

media pada bagian cover buku panduan, untuk materi serta

media yang akan diujicobakan dilapangan telah layak untuk

diaplikasikan pada anak disleksia dan disgrafia pada usia

sekolah dasar.

3) Revisi

Media yang telah divalidasi selanjutnya melalui tahap

revisi. Revisi terhadap media dilakukan berdasarkan masukan

dari ahli materi dan ahli media yang diberikan pada tahap

validasi.

a) Revisi Ahli Materi

Berdasarkan validasi dari ahli materi, peneliti

mendapatkan saran terkait materi. Saran dari ahli materi

dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan pada materi.

Pada penelitian ini ahli materi menyarankan sebaiknya kata

lebih mudah dipahami oleh konseli, supaya tidak bingung

akan makna soal ataupun kata motivasi. Berdasarkan saran

tersebut, peneliti melakukan perbaikan dengan mengganti

konseli pada bagian petak nomor 3, 9, 15, 16, dan 19. Dan

berikut hasil dari revisi:

Gambar 3 : Hasil Revisi Papan Permainan Ular Tangga Sebagai Motivasi Islami

b) Revisi Ahli Media

Berdasarkan validasi dari ahli media, peneliti

mendapatkan komentar atau saran terkait media. Komentar

atau saran dari ahli media dijadikan dasar untuk melakukan

perbaikan pada media ataupun buku panduannya. Komentar

atau saran yang diberikan oleh ahli media adalah sebagai

berikut:

i. Maksimalkan media yang ada untuk lebih mengeksplorasi anak

ii. Cover buku panduan yang perlu diperbaiki adalah gunakan gambar anak bermain ular tangga hasil dari

penelitian.

iii. Ubahlah judul buku panduan agar lebih efektif. 4) Tahap Implementasi

Produk awal yang telah direvisi selanjutnya memasuki tahap

implementasi. Pada tahap ini, produk hasil revisi

diimplementasikan kepada konseli yang dilakukan melalui dua

tahap uji coba yaitu:

a) Uji Coba

Uji coba kelompok kecil merupakan uji coba produk yang

ditujukan untuk mengidentifikasi kekurangan produk yang

dikembangkan sebelum di uji cobakan pada uji coba

lapangan. Uji coba ini dilaksanakan di rumah peneliti

terhadap anak bimbingan belajar kelas 1 Sekolah Dasar yang

dapat membaca, dilaksanakan pada hari Jum’at 08 Desember

2017. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah produk

yang dikembangkan telah mudah dipahami di usia tugas

perkembangan mereka saat ini.

Adapun komentar dan saran revisi dari peserta didik yang

mengikuti uji coba pada media permainan ini sebagai berikut:

i. Belajar dengan menggunakan media ular tangga sangat seru, menyenangkan dan tidak mudah bosan,

ii. Belajar dengan media ular tangga dapat lebih semangat dalam belajar.

iii. Belajar sambil bermain adalah hal yang sangat menyenangkan.

b) Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan dilaksanakan pada anak yang

mengalami problem kesulitan dalam membaca dan menulis

di usia Sekolah Dasar di Desa Kedung Kendo Kecamatan

Candi Kabupaten Sidoarjo. Dari dua konseli ini kemudian

dilakukan suit untuk menentukan pemain pertama dalam

melakukan media permainan ular tangga ini untuk mencoba

menggunakan media yang sudah dikembangkan.

Pada pengaplikasian pengembangan media permainan

ular tangga untuk anak disleksia dan disgrafia ini dalam

meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pada anak

usia sekolah dasar, anak yang mengalami problem tersebut

memberikan pendapat ataupun komentar terhadap media ini

yakni:

i. Bermain sambil belajar menggunakan media ular tangga sangat menyenangkan dan tidak mudah bosan.

ii. Dengan menggunakan media ular tangga memberi semangat dalam belajar.

iii. Media permainan ini dapat membantu dalam proses belajar membaca dan menulis.

5) Tahap Evaluasi

Media yang sudah melalui tahap implementasi selanjutnya

dievaluasi. Pada tahap ini dilakukan evaluasi untuk mengetahui

efektivitas pengembangan media permainan dalam meningkatkan

kemampuan membaca dan menulis pada anak disleksia dan

disgrafia di usia sekolah dasar.

Peningkatan kemampuan membaca dan menulis pada konseli

dapat dilihat dari hasil belajar atau proses pengerjaan Buku Pintar

Jilid 1 dan Buku Pintar Jilid 2, yang mana buku ini merupakan

reward atas melakukannya sebuah media permainan ular tangga.

Pada penelitian, untuk melihat seberapa pengaruh pengembangan

media permainan ular tangga terhadap peningkatan kemampuan

membaca dan menulis konseli dapat dilihat dari hasil pengerjaan

konseli berapa banyak soal yang terjawab benar dan hasil

penulisan dari jawaban soal uraian.

2. Analisis Hasil Pengaplikasian Media Permainan Ular Tangga

Setelah berbagai tahapan dilalui dalam mengembangkan media

permainan ular tangga untuk anak disleksia dan digrafia guna

meningkatkan kemampuan membaca dan menulis pada mereka di usia

sekolah dasar, banyak sekali temuan-temuan dan perkembangan mereka

meski tidak dapat membantu mereka secara utuh dalam membantu

memiliki kemampuan membaca dan menulis secara lancar.

Namun melalui pengembangan media permainan ular tangga ini,

dapat mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam membaca dan

menulis sesuai dengan kemampuannya dan produk ini bermanfaat bagi

ibu-ibu untuk mendorong anak yang mengalami disleksia dan disgrafia

melalui media yang menarik ini. Meski dalam kegiatan membaca maupun

menulis ini masih banyak kesalahan maupun kekurangan, akan tetapi

setelah mereka melakukan permainan ini ada semangat belajar pada diri

mereka untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis.

Berikut ini hasil belajar konseli setelah melakukan media permainan

ular tangga:

a. Hasil Pengerjaan dari Buku Pintar Jilid 1

Berikut hasil belajar konseli setelah melakukan media permainan

ular tangga pada tahap 1 belajar membaca terkait materi belajar di

bangku kelas 1 sekolah dasar:

1) Hasil Pengerjaan Pilihan Ganda

Melihat dari hasil pengerjaan konseli pada bagian pilihan

ganda masih ada beberapa jawaban yang salah, dan kesalahan ini

timbul disebabkan karena pengetahuan mereka yang masih

kurang dan kemampuan membaca masih terbata-bata sehingga

dalam penggabungan suku kata sering terjadi kesalahan dan salah

jawaban salah sebanyak 4 nomor dari 13 soal yang tersedia,

sedangkan pada konseli yang bernama el juga memiliki kesalahan

yang sama dengan rizki yakni ditemukan jawaban yang salah

sebanyak 4 nomor dari 13 soal yang tersedia.

Berikut tabel hasil pengerjaan pilihan ganda dari buku pintar

jilid 1: Nama Konseli Kesalahan Pada Nomor Kebenaran jawaban pada nomor Deskripsi El 3, 7, 12, 13 1, 2, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11 Dalam proses pengerjaan, el

masih ada sikap

bosan dalam

melihat suatu

kalimat yang cukup panjang

Rizki

2, 3, 12, 13 1, 4, 5, 6, 7, 8,

9, 10, 11

Dalam membaca

rizki masih ada

sikap ragu-ragu

dalam menjawab.

Tabel 8: Hasil Pengerjaan Pilihan Ganda Buku Pintar Jilid 1

Berdasarkan penjelasan tabel diatas, dapat dilihat pada bagian

lampiran hasil belajar konseli dalam pengerjaan buku pintar

jilid1.

2) Hasil Pengerjaan Isian

Pada bagian pengerjaan isian, peneliti mengamati bahwa konseli

masih ada beberapa jawaban yang ditulis dalam keadaan salah, namun

hal ini merupakan suatu proses belajar menulis ke tahap yang

sempurna. Berikut sedikit pemaparan hasil penulisan konseli pada

soal bagian isian:

a) Hasil penulisan dari konseli yang bernama El adalah sebagai berikut: Soal Nomor Jawaban Yang Sebenarnya Jawaban Konseli Deskripsi

1 Allah Allah Benar

2

Kecil Kecii Penulisan yang

seharusnya huruf “l” menjadi “i”

3

Sopan Santun Sopansatun Dalam hal ini tidak ada

jeda, dan hilang huruf “n” pada penyisipan kata

4 Allah Allah Benar

5 Sehat Sehat Benar

6 Sabun Sabun Benar

7 Gelap/Hitam Basah Salah Jawaban

8

Didorong Diborong Pada penulisan

jawaban ini yang

harusnya huruf “d”

menjadi “b”, dan

penulisan huruf “g” yang terbalik

9 Bola Bolah Ada penambahan huruf

10 Bulat Bulat Penulisan benar, namun tidak rapi

11 Segitiga Seiga Sulit dalam penulisan

Tabel 9: Hasil Pengerjaan “El” Soal Isian Buku Pintar Jilid 1

b) Hasil penulisan dari konseli yang bernama rizki adalah sebagai berikut: Soal Nomor Jawaban Yang Sebenarnya Jawaban Konseli Deskripsi 1

Allah AllAh Benar, namun masih

ada penggunaan

huruf kapital

ditengah kata

2 Kecil Kecil Benar

3 Sopan Santun Sopan Benar

4

Allah AllAh Benar, namun masih

ada penggunaan

huruf kapital

ditengah kata

5

Sehat/Kesehatan KeBisi Salah, sebenarnya

ingin menuliskan

Dokumen terkait