BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN, ANALISIS DATA DAN
C. Analisis Data
3. Analisis data prestasi belajar siswa
= ( ) . . (( ) . ). = . . . ( . ) = . ( .. ) =√ .. = .. = 1.7388 Jadi, = 1.7388 Kesimpulan :
Karena = 1.7388 dan = 1.684, maka > maka tolak Ho dan terima Ha. Yang artinya prestasi belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa kelas kontrol.
3. Analisis Data Prestasi belajar Siswa
Fokus penelitian peneliti adalah siswa di kelas eksperimen (kelas VIII Disiplin) yang diberikan treatment pembelajaran di luar kelas (Outdoor
a. Analisis Data Hasil Pre-test
Pada pre-test siswa diminta mengerjakan 9 buah soal essai. Dari tabel data hasil pre-test dapat dilihat hasil pengerjaan siswa pada setiap butir soal. Pada soal nomor 1 skor maksimum yang diberikan adalah 4. Pada pre-test, terdapat 11 siswa yang memperoleh skor ≥ 3. Kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan daerah yang harus dihilangkan, yang artinya mereka masih kebingungan membuat jaring-jaring balok.
Soal nomor 2, 8 orang siswa sudah dapat mengerjakan soal tersebut dengan mendapatkan skor >3 dari skor maksimal 6. 14 siswa lainnya mendapat skor 0. Soal ini adalah soal tentang menghitung panjang rusuk kubus. Kebanyakan siswa tidak menjawab soal ini, dan jika siswa menjawab, kesalahan siswa terletak pada kesalahan operasi hitung dalam mencari panjang rusuk (yang seharusnya dibagi 12, siswa justru mengalikan 12). Yang artinya siswa masih belum memahami konsep rusuk.
Pada soal nomor 3a, hanya 4 siswa yang mendapat skor maksimum, yaitu 5. Soal 3a ini adalah soal tentang perbandingan rusuk balok, siswa kebanyakan tidak mengerjakan soal ini, atau jika siswa mengerjakan siswa mengalami kesalahan dalam menerjemahkan perbandingan tersebut dalam mencari penyelesaian jawaban.
Soal nomor 3b adalah soal tentang pemahaman konsep balok. Kebanyakan siswa masih mendapat skor 0, karena banyak siswa yang tidak mengerjakan, dan jika siswa mengerjakan siswa masih kebingungan menentukan sisi-sisi balok yang sama besar.
Soal nomor 4, seluruh siswa tidak ada yang mendapatkan nilai (nilai 0) dari nilai maksimal 7. Dilihat dari pekerjaan siswa, siswa tampaknya belum menguasai konsep luas permukaan balok, karena kebanyakan siswa salah menerapkan rumus (misalnya menggunakan rumus volume).
Soal nomor 5, sebanyak 13 siswa sudah mencapai skor >4. Siswa menggunakan rumus volum dengan benar, meskipun beberapa siswa masih kurang teliti dalam melakukan perhitungan atau konversi satuan cm3 ke milliliter. Sementara siswa yang lain masih mendapat skor 0 dikarenakan siswa tersebut tidak mengerjakan soal tersebut, atau jika siswa tersebut mengerjakan kebanyakan siswa masih melakukan kesalahan dalam penggunaan rumus volume.
Soal nomor 6, terdapat 6 orang siswa yang mendapat skor 4-6 dari skor maksimum 6, sementara siswa yang lain mendapat skor 0. Siswa melakukan kesalahan dalam mencari volume total dari rubik, dan masih kesulitan memahami soal (meskipun sudah diberikan gambar bantuan).
Soal nomor 7a, 21 siswa mendapat skor 0 dari skor maksimal 6. Soal ini adalah soal tentang luas permukaan balok tanpa tutup. Sama
seperti soal nomor 4, siswa mengalami kesalahan dalam menggunakan rumus untuk menyelesaikan soal ini. Sementara itu untuk soal nomor 7b, karena berhubungan dengan soal nomor 7a maka semua siswa juga mendapatkan skor 0.
Soal nomor 8a, terdapat 3 orang siswa sudah memperoleh skor 3. Sementara siswa yang lain masih mendapatkan skor 0, karena mereka tidak mengerjakan. Soal nomor 8b, seluruh siswa belum mengerjakan, karena soal ini mengenai perbandingan rusuk-rusuk balok, sehingga siswa kesulitan mengerjakan soal tersebut.
Soal nomor 9, terdapat 14 siswa yang mendapat skor 0. Hal ini dikarenakan kebanyakan siswa tidak mengerjakan soal tersebut dan tidak dapat memahami soal dengan baik. Misalnya saja, siswa mengerjakannya dengan mengalikan semua angka yang ada dalam soal. 8 orang siswa yang lainnya juga, mengerjakan soal ini dengan cara perbandingan tinggi, dan tidak menggunakan perbandingan volume seperti yang diharapkan peneliti meskipun cara tersebut juga dapat digunakan untuk mencari penyelesaian dari soal yang masih sederhana, seperti soal tersebut.
b. Analisis Data Hasil Pos-test
Pada pos-test siswa juga diminta mengerjakan 9 buah soal essai. Dari tabel data hasil pos-test dapat dilihat hasil pengerjaan siswa pada setiap butir soal. Hasil pekerjaan siswa pada soal nomor 1
sudah lebih baik daripada waktu pre-test, karena pada pos-test ini hanya 2 siswa yang mendapat skor < 3. Siswa sudah lebih bisa menentukan daerah yang dipakai untuk membuat jaring-jaring.
Pada soal nomor 2, 13 siswa sudah mendapatkan skor >3. Hasil ini sudah lebih baik daripada hasil pre-test. Sementara 9 siswa yang lainnya mendapat skor ≤ 3. Kendala siswa dalam mengerjakan soal ini adalah karena siswa tersebut masih belum memahami konsep keliling, sehingga mereka salah menggunakan rumus. Kendala yang lainnya adalah mereka kurang teliti membaca soal, sehingga mempengaruhi hasil akhir.
Pada soal nomor 3a, 7 siswa sudah mendapatkan skor maksimal, yaitu 5 dan hanya 3 orang siswa yang mendapat skor 0. Kendala yang ditemui siswa dalam mengerjakan soal ini adalah siswa kurang memahami sifat-sifat kubus, kesalahan hitung. Pada soal nomor 3b, secara keseluruhan siswa sudah menjawab dengan benar, hanya 5 siswa yang memperoleh skor 0. Hasil ini sudah jauh lebih baik dari hasil pada pre-test, yang mana hampir seluruh siswa masih mendapat skor 0. Kendala yang dihadapi siswa dalam menjawab soal ini adalah siswa kurang dapat memahami soal.
Pada soal nomor 4, hasil pekerjaan siswa sudah lebih baik dari pada pre-test, karena 6 siswa sudah mendapatkan skor >4. Sementara siswa yang lain masih mendapat nilai ≤ 4. Kesalahan yang terjadi diantaranya dikarenakan siswa masih mengalami kebingungan
memahami maksud soal, kesalahan dalam perhitungan, dan kebingungan menghitung lembar kertas kado yang diperlukan (karena di samping siswa menghitung luas permukaan kotak kado, siswa juga diminta menentukan banyak kertas kado yang digunakan untuk membungkus).
Soal nomor 5, soal tentang aplikasi luas permukaan balok. Kisi-kisi soal ini menyerupai Kisi-kisi-Kisi-kisi pada soal pre-test nomor 7. Hasil pekerjaan siswa pada pos-test sudah lebih baik daripada sewaktu
pre-test, yang mana sewaktu pre-test masih banyak siswa yang
memperoleh skor 0, sedangkan pada pos-test sudah terdapat 8 siswa memperoleh nilai >4, dari skor maksimal 8. Hal ini dikarenakan siswa kebingungan mencari luas gabungan bangun yang tidak semua daerahnya utuh. Sebab yang lainnya lagi adalah siswa kurang teliti dalam menghitung luas daerah.
Soal nomor 6 adalah soal tentang volume. 13 siswa sudah mendapat skor >4 dari skor maksimal 6, sementara yang lain masih mendapat skor ≤ 4. Hal ini sudah lebih baik dari pre-test yang mana 16 siswa mendapat skor 0. Kendala yang dialami siswa dalam mengerjakan soal ini adalah siswa masih kesulitan memahami soal dan siswa kurang teliti dalam menghitung volume balok secara keseluruhan.
Soal nomor 7 juga soal tentang volume. Soal ini mempunyai kisi-kisi yang sama dengan soal nomor 5 pada soal pre-test. Dari
hasil pekerjaan siswa, jumlah siswa yang mendapat skor >4 sudah lebih banyak dibandingkan pada saat pre-test, yaitu terdapat 19 orang siswa. Sementara siswa yang lain memperoleh nilai ≤ 4. Kendala yang ditemui siswa dalam menyelesaikan soal ini adalah siswa kurang teliti dalam perhitungan dan mengkonversi satuan.
Soal nomor 8a, pada pos-test meningkat 2 siswa dari pada pre-test yang dapat menjawab dan mendapatkan skor maksimal 3. Sementara siswa yang mendapat skor 0 tinggal 5 siswa. Kendala yang dihadapi siswa adalah siswa kurang teliti ketika mengkonversi satuan, siswa melakukan kesalahan hitung dan siswa kurang cermat membaca soal.
Pada soal nomor 8b hanya 1 orang siswa yang mendapat skor maksimal 4, meningkat 1 siswa dari hasil pre-test. Sementara itu 20 siswa yang lain masih memperoleh skor 0. Kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan soal ini adalah siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami soal, karena soal ini merupakan soal perbandingan.
Soal nomor 9, hanya 2 siswa yang mendapat skor maksimal, yaitu 8. 12 siswa yang lainnya mendapat skor <4, dan 8 siswa lainnya mendapat skor 0. Sama seperti soal nomor 9 pada pre-test namun soal ini tingkat kesulitannya berbeda dari soal pre-test. Jika soal pada pre-test dapat dikerjakan dengan membandingkan tingginya saja, maka soal pada pos-test ini, mengharuskan siswa
menghitung volume terlebih dahulu baru membandingkannya. Meskipun tingkat kesulitan pada soal pos-test lebih tinggi dari soal
pre-test, namun banyak siswa yang mendapat skor 0 pada waktu
pos-test sudah lebih sedikit dibandingkan dengan sewaktu pre-test. Kendala yang dihadapi siswa untuk soal ini adalah kesulitan memahami soal, kesulitan membuat perbandingan volume untuk kedua benda tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan siswa, mereka mengatakan soal tersebut cukup sulit untuk mereka kerjakan. Kesulitan yang mereka temui dalam pengerjaan soal adalah kesulitan menangkap maksud soal tersebut, karena soal tersebut merupakan soal cerita. Berdasarkan hasil wawancara guru, guru mengatakan juga bahwa siswa selama ini memang mengalami kesulitan ketika disodorkan soal berbentuk soal cerita. Menurut guru, hal ini dikarenakan rendahnya minat membaca siswa, begitu diberikan soal cerita, siswa sudah mendoktrin bahwa soal tersebut sulit sehingga mereka belum membaca soal sudah menyerah. Ketika mengajar, guru juga memberikan latihan soal berupa soal cerita kepada siswa, namun dengan kalimat dan tingkat soal yang lebih mudah daripada yang diberikan oleh peneliti.
D. Pembahasan Analisis Data