BAB VI PEMBAHASAN/ DISKUSI EVALUASI PENYULUHAN
6.1 Pembahasan Hasil Implementasi dan Evaluasi Penyuluhan
Berikut merupakan hasil dari implementasi dan juga evaluasi penyuluhan pada kelompok tani Sumber Mulyo, Desa Sugihwaras, Kecamata Bagor, Kabupaten Nganjuk yaitu:
6.1.1 Karakteristik Sasaran
Adapun karakteristik dari anggota kelompok tani Sumber Mulyo dalam kegiatan penyuluhan yaitu:
A. Usia Petani
Usia merupakan berapa jumlah tahun sejak lahir sampai saat dilaksanakan Penelitian, menurut Zulfikar, dkk (2018) petani terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok muda dengan usia <40 tahun, kelompok dewasa dengan usia 40-45 dan kelompok tua dari usia >55 tahun. Adapun data rekapitulasi data usia anggota kelompok tani Sumber Mulyo menurut disajikan pada tabel 6.1
Tabel 6. 1 Klasifikasi Responden Berdasarkan Umur
Usia Interval (Tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)
Muda <40 6 30
Dewasa 40-45 9 45
Tua >55 5 25
Jumlah 20 100
Sumber : Data Penelitian Pribadi 2022
Pada tabel 6.1 dapat diketahui anggota paling banyak pada usia sedang yaitu sebanyak 9 anggota dengan persentase 45% dari seluruh responden, pada umur tersebut tergolong masa produktif seseorang untuk mengikuti penyuluhan, dengan usia produktif petani memiliki fisik yang potensial untuk mendukung kegiatan usaha tani, lebih kreatif dan cepat dalam menerima inovasi baru (Samun dkk., 2011).
B. Pendidikan Formal Sasaran
Pendidikan formal responden merupakan pendidikan terakhir yang ditempuh petani pada saat dilaksanakannya Penelitian. Pendidikan responden iklasifikasikan menjadi 3 (tiga) yaitu pendidikan terakhir rendah, sedang dan tinggi. Berikut adalah rekapitulasi data pendidikan formal responden disajikan pada tabel 6.2
Tabel 6. 2 Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Interval Jumlah (orang) Persentase (%)
SD Rendah 5 25
SMP Sedang 8 40
SMA-Sarjana Tinggi 7 35
Jumlah 20 100
Sumber : Data Penelitian Pribadi 2022
Tabel 6.2 dapat dilihat bahwa kategori pendidikan mayoritas memiliki kategori sedang. Tingkat pendidikan terakhir yang telah ditempuh responden dapat mempengaruhi responden dalam membentuk kepribadian dalam menangkap pengetahuan atau inovasi baru. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan formal yang sedang cenderung baik dalam menangkap pengetahuan terkait materi yang disampaikan yaitu tentang pengolahan limbah cair tahu dengan penambahan bahan penetral pH untuk tanaman bawang merah.
6.1.2 Evaluasi Penyuluhan
1. Hasil Analisis Data Peningkatan Penyuluhan
Evaluasi penyuluhan dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan tentang pengaruh bahan penetral pH pada limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Pengukuran aspek pengetahuan dilakukan dengan cara memberikan kuesioner yang diberikan kepada sasaran sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil dari pengukuran. Berikut adalah hasil analisis data peningkatan pengetahuan petani, dapat dilihat pada tabel 6.3
Tabel 6. 3 Data Peningkatan Pengetahuan Petani
Pre Test Post Test
No Kategori Kategori Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
Pengetahuan (Skor) (N) (%) (N) (%)
1 Tinggi >14 5 25 18 90
2 Sedang 9-14 12 60 2 10
3 Rendah <9 3 15 0 0
Total 20 100 20 100
Sumber : Data diolah pribadi 2022
Tabel 6.3 menunjukkan bahwa hasil analisis data kategori peningkatan pengetahuan kelompok sumber mulyo sebelum dilakukan penyuluhan mayoritas pada kategori pengetahuan sedang yakni sebesar 60% dari 20 responden, kemudian setelah dilakukan penyuluhan terjadi kenaikan jumlah responden dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 90% dan 10% kategori sedang, Adapun persentase hasil dari pretest dan posttest dari 20 anggota kelompok tani yang dapat dilihat pada tabel 6.4 sebagai berikut:
Tabel 6. 4 Persentase Hasil Dari Pretest Dan Posttest
Kategori Nilai Presentase
Pretest 249 62%
Post Test 351 88%
Peningkatan 102 26%
Nilai Maksimum 400 100%
Jumlah Responden 20
Sumber : Data pribadi yang diolah 2022
Dari Tabel 6.4 dapat diketahui nilai keseluruhan pretest yang diberikan kepada sasaran mendapatkan nilai 249 atau sebanding dengan 62%, sedangkan nilai keseluruhan posttest yang diperoleh setelah sasaran menerima materi penyuluhan yaitu 351 atau sebanding dengan 88% hasil dari selisih antara posttest dan pretest merupakan peningkatan pengetahuan petani terhadap penerimaan materi. Berikut adalah gambar peningkatan persentase peningkatan pengetahuan petani sebelum dan sesudah penyuluhan.
Sumber : Data diolah pribadi 2022
Gambar 6. 1 Diagram Presentase Peningkatan Pengetahuan Petani
Pada gambar 6.1 menjelaskan bahwa terdapat kenaikan pengetahuan petani mengenai materi penyuluhan sebesar 26% peningkatan penetahuan petani setelah dilakukan kegiatan penyuluhan.
2. Pengaruh Usia Terhadap Peningkatan Pengetahuan
Dari hasil pretest dan posttest yang telah di lakukan dapat di lihat hasil peningkatan pengetahuan sasaran berdasarkan usia. Berikut merupakan peningkatan pengetahuan berdasarkan usia responden yang disajikan dalam tabel 6.5
Tabel 6. 5 peningkatan pengetahuan berdasarkan usia
Umur Jumlah Pre test Post test Peningkatan
(%) Rerata Kategori Rerata Kategori
<40 6 13 Sedang 19 Tinggi 31
40 β 55 9 13 Sedang 18 Tinggi 23
>55 5 11 Sedang 15 Tinggi 22
Sumber: data yang diolah 2022
Pada tabel 6.5 peningkatan pengetahuan berdasarkan usia tertinggi pada usia
62
88
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
PRETEST POST TEST
PERSENTASE PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI
26%
yang masih produktif. Responden dengan usia <40 mempunyai tingkat partisipasi tinggi, karena cenderung memiliki rasa ingin tahu yang lebih tinggi dan kurang memperhatinkan resiko yang dialami kedepannya. Tingkat umur yang masih produktif sangat mempengaruhi seseorang dalam menyerap inovasi dan mudah mengambil keputusan. Menurut Soekartawi (1988) umur petani mempengaruhi kemampuan kerja fisik dan kematangan psikologisnya.
3. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Peningkatan Pengetahuan
Selain usia, tingkat pendidikan juga mempengaruhi pengingkatan pengetahuan responden mengenai materi yang di berikan saat kegiatan penyuluhan. Berikut adalah tabel Peningkatan pengetahuan berdasarkan tingkat pendidikan yaitu:
Tabel 6. 6 Peningkatan pengetahuan berdasarkan pendidikan
Pendidikan Jumlah Pre test Post test Peningkatan
(%) Rerata Kategori Rerata Kategori
SD 5 13 Sedang 15 Tinggi 20
SMP 8 13 Sedang 18 Tinggi 25
SMA-Sarjana 7 11 Sedang 19 Tinggi 30
Sumber: data yang diolah 2022
Pada tabel 6.6 peningkatan pengetahuan berdasarkan pendidikan tertinggi pada petani yang menempuh pendidikan sarjana dan peningkatan terendah pada jenjang pendidikan SD. Latar belakang pendidikan sangat mempengaruhi tingkat adopsi inovasi teknologi. Hal ini menunjukkan dari hasil presentasi peningkatan skor tertinggi terdapat pada responden yang tingkat pendidikan SMA-Sarjana. Hal ini didukung oleh pendapat Sari J dan et al (2015) yang mengatakan bahwa lama pendidikan petani memiliki kontribusi secara langsung terhadap peningkatan pengetahuan petani terhadap adopsi inovasi.
4. Uji Efektifitas Peningkatan Pengetahuan
Uji EPP ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan setelah penyuluhan dilaksanakan, adapun pengukuran efektivitas peningkatan pengetahuan menurut
Ginting (1993) yang dihitung dengan rumus yaitu
Efektifitas Peningkatan Pengetahuan (EPP) = πππππππππ‘ππ ππππππ‘πβπ’ππ
Kesenjangan x 100%
Keterangan:
Peningkatan pengetahuan = βpost test β βpretest Kesenjangan = target β βpretest
Target = nilai maksimal skor 1 soal x jumlah soal x jumlah responden
Jadi hasil uji efektifitas peningkatan pengetahuan adalah:
EPP = π₯2 β π₯1
D x 100%
= 351β249
400 β249x 100%
= 102
151x 100%
= 68% (Efektif)
Berdasarkan hasil analisa efektifitas peningkatan pengetahuan terhadap penyuluhan pertanian yang dilaksanakan mendapat nilai 68% yang dikategorikan efektif