IV. Rencana Kerja Selanjutnya
Rencana Kegiatan Tim Survailan
Kegiatan Survailans Siklus I dimulai pada hari Senin, tanggal 17 Oktober 1994. Pada siklus pertama ini akan berjalan selama + 15 minggu (3,5 bulan) ditambah 1 minggu untuk orientasi lapangan dan 1 minggu untuk laporan. Adapun rincian kegiatannya adalah sebagai berikut:
A. Pengumpulan Data
Dalam seminggu direncanakan ada 1 hari, yaitu tiap hari Kamis, untuk evaluasi (diskusi panel) antara pengawas dengan petugas bawahannya untuk membahas permasalahan editing data, sehingga jumlah hari efektif untuk kegiatan pengumpulan data adalah 5 hari. Data yang telah dikumpulkan petugas dalam sehari dilaporkan kepada pengawas pada akhir kunjungan hari itu juga. Jika ada rumah tangga yang belum bisa mendapatkan informasi atau belum lengkap, maka petugas melaporkan kepada pengawas untuk diidentifikasi dalam penugasan kunjungan hari-hari berikutnya (sesuai dengan rencana petugas lapangan).
Pengumpulan data di lapangan pada siklus I akan dilakukan dalam dua tahap, yaitu; tahap pertama di kecamatan Pituruh dan Gebang, dan tahap kedua di 14 kecamatan selain Pituruh dan Gebang.
1. Tahap Pertama
Pada tahap pertama, data akan dikumpulkan dari dua kecamatan, yaitu Pituruh dan Gebang, dengan jumlah sampel 3.588 rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan oleh tenaga/ petugas lapangan, yang diperkirakan dalam sehari setiap petugas akan mengumpulkan data sebanyak 4 rumah tangga (pada awal kegiatan 3 rumah tangga).
Pada tiga minggu pertama (17/10/94 - 5/11/94) pengumpulan data dilakukan oleh 30 petugas lapangan dengan 5 pengawas lapangan. Kemudian dua minggu berikutnya (07/11/94 - 19/11/94) akan ditambah dengan petugas yang baru sebanyak 30 orang dan 5 orang pengawas, sehingga berjumlah 60 petugas lapangan dan 10 pengawas. Hasil pengumpulan data tahap pertama ini sudah dapat dihasilkan laporan survai dan dapat dianalisis sebagai bahan laporan ke Departemen Kesehatan.
2. Tahap Kedua
Purwodadi, Bagelen, Kaligesing, Purworejo, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo, Butuh, Kemiri, Bruno, Loano, Bener. Kegiatan ini akan dimulai dengan orientasi lapangan selama seminggu, dengan kegiatan pengenalan lapangan dan perbaikan sketsa peta Wilcah. Oleh karena itu, pengumpulan data baru akan dimulai pada hari Senin, 28 Nopember 1994, dan diharapkan selesai tanggal 31 Januari 1995.
Jumlah sampel pada tahap kedua sebanyak 11.280 yang tersebar di 14 kecamatan. Adapun rincian kegiatannya adalah melanjutkan sistem yang telah berjalan pada tahap pertama, kecuali ada perubahan sistem yang baru.
Data yang dikumpulkan pada tahap kedua akan digabungkan dengan data tahap pertama untuk dapat dianalisis bersama-sama. Hasilnya akan dapat melihat keadaan kesehatan dan gizi masyarakat tingkat kabupaten.
B. Editing Data
Proses editing data di lapangan dilakukan dalam rangka untuk menjaga kebenaran dan mutu data. Editing tersebut meliputi pemeriksaan:
a. daftar tugas
b. kelengkapan jumlah formulir c. kelengkapan pengisian formulir d. kebenaran pengisian formulir e. cek silang antar variabel
Proses editing data di lapangan melalui beberapa tahapan yang harus dilalui, sehingga diharapkan data dari lapangan sudah benar-benar bersih. Adapun tahapan editing data adalah sebagai berikut:
1. Editing Tingkat Petugas
Data yang telah dikumpulkan dari lapangan harus dicek ulang oleh petugas lapangan. Setelah selesai pemeriksaan dan sudah lengkap serta benar dalam pengisian, maka formulir dimasukkan ke dalam paket A untuk data yang sudah lengkap, dan paket B untuk data yang belum lengkap. Kedua paket tersebut diserahkan kepada pengawas bersama dengan daftar tugasnya.
Salah satu tugas pengawas di lapangan adalah menjaga kelengkapan dan mutu data. Oleh karena itu, pengawas harus melakukan pemeriksaan paket formulir yang diterima dari petugas. Paket formulir yang sudah lengkap dan benar dikirimkan kepada koordinator wilayah di sub-Pos. Adapun paket yang belum lengkap dan masih perlu kunjungan lanjutan, akan dikembalikan kepada petugas dan menjadi tugas pada hari yang telah direncanakan sebelumnya. Sedangkan paket formulir yang terdapat kesalahan (baik lengkap maupun belum lengkap) akan dikembalikan kepada petugas untuk diperbaiki.
3. Editing Tingkat Koordinator
Dalam rangka menjaga kelengkapan dan mutu data di lapangan, koordinator wilayah dan atau koordinator lapangan akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dan pengisian formulir. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara random, diambil 10% dari jumlah rumah tangga yang terkumpul.
4. Editing Tingkat Peneliti
Para peneliti akan melakukan editing dengan mengambil 10% dari jumlah rumah tangga. Di samping itu, mereka akan melakukan re-cek dengan mengadakan kunjungan ke rumah tangga sebanyak 5% dari jumlah rumah tangga sampel.
C. Cek Petugas Lapangan
Untuk menjamin mutu dan kebenaran petugas dalam pengumpulan data, pengawas dan koordinator lapangan perlu melakukan beberapa hal:
1. Mengunjungi responden (rumah tangga) untuk menanyakan bahwa petugas (nama) telah benar-benar mengunjungi rumah tangga dan melakukan wawancara di rumah tangga tersebut.
2. Perlu melakukan cek denagn melakukan wawancara ulang terhadap rumah tangga yang sudah pernah dikunjungi untuk mencocokkan hasil yang diperoleh petugas.
3. Sekali waktu pengawas atau koordinator lapangan perlu melakukan pemantauan ke lapangan pada saat petugas melakukan wawancara di rumah tangga. Hal ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung bagaimana petugas tersebut melakukan wawancara.
Kegiatan tersebut dilakukan 1 minggu sekali untuk setiap petugas lapangan, sehingga setiap hari, sebelum pengawas melakukan editing, perlu ke lapangan untuk melakukan cek, recek, dan spot-cek tersebut.
Dalam rangka membina kerjasama dan menjaga kelangsungan kegiatan survai lapangan, maka perlu adanya sistem pengawasan dan koordinasi. Para peneliti akan melakukan supervisi dan koordinasi ke lapangan paling sedikit 1 kali dalam seminggu, yang pada tahap awal ini akan dilakukan pada hari Kamis (dan Selasa). Dalam kegiatan supervisi ini akan dilihat bagaimana proses kegiatan lapangan, apa yang menjadi permasalahan d lapangan baik masalah teknis maupun substansi. Di samping itu, para peneliti akan membimbing dan mengarahkan bagaimana sebaiknya dan seharusnya kegiatan lapangan itu dilakukan, dan bagaimana menghadapi permasalahan yang timbul di lapangan.
E. Manajemen Data
Dalam kegiatan di lapangan akan dikumpulkan beberapa jenis informasi tentang demografi, kesehatan, gizi dan pelayanan kesehatan. Informasi tersebut tertuang dalam beberapa jenis formulir, yaitu:
a. Formulir Rumah Tangga (RT) b. Formulir Triwulan (TL) c. Formulir Wanita (WA) d. Formulir Hamil (HM) e. Formulir Bungsu (BS) f. Formulir Balita (BA)
g. Formulir Anak Sakit (MA=Morbiditas Anak)
Data-data yang telah dikumpulkan di lapangan akan dikirim ke komputer setiap tiga hari (2 kali/minggu). Pengiriman data tersebut akan dilakukan setelah melalui proses beberapa tahap pemeriksaan di lapangan, sehingga sudah dinyatakan bersih oleh koordinator lapangan.
F. Laporan dan Analisis Data
Laporan dan Analisis Data pada siklus I akan dilakukan dua tahap, sebagaimana sistem pengumpulan data di lapangan. Tahap pertama akan melaporkan hasil survai di 2 kecamatan (Pituruh dan Gebang), dan tahap kedua akan melaporkan hasil survai keseluruhan di 16 kecamatan (tingkat kabupaten). Adapun materi laporannya adalah sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Kegiatan Survai
a. Persiapan bahan dan perlengkapan survai b. Pengumpulan data di lapangan
c. Editing Data di lapangan d. Masukkan data ke komputer e. Cleaning data
f. Pengarsipan file data g. Analisis data
2. Hasil Analisis Data (Tabulasi dan Deskripsi)
Penelitian ini diharapkan akan menghasilkan analisis tentang permasalahan kesehatan yang dibutuhkan pengelola program Dinas Kesehatan Tk. II kabupaten Purworejo.
G. Evaluasi
Sebagaimana sistem pengumpulan data pada siklus pertama di atas, evaluasi juga akan dilakuakan dalam dua tahap.
1. Tahap pertama akan mengevaluasi tentang: a. Sistem pengumpulan data
b. Format kuesioner c. Variabel-variabel
2. Tahap kedua akan mengevaluasi hasil kegiatan selama siklus pertama, untuk dipakai sebagai acuan dalam perencanaan kegiatan siklus kedua.
H. Koordinasi/ Pertemuan
1. Pertemuan petugas Koordinator = pengawas Tempat di Ranting Pos.
2. Pertemuan Pengawas
Koordinator = Koordinator Wilayah/ Lapangan Peserta = Para pengawas dan atau editor. Tempat = Sub-Pos
3. Koordinasi Lapangan
Pertemuan koordinasi dilakukan sekali dalam satu minggu, tiap hari Kamis, jam 13.00-15.00. Kegiatan tersebut
dilaksanakan di Pos Induk Lapangan yang dipimpin oleh Kepala bidang Operasional Lapangan dengan peserta Korlap, Korwil, Administrasi, Humas.
4. Koordinasi Komite Survailan
Anggota Komite Survailan terdiri dari tim peneliti survailan CHN-RL, staf Depkes dan Dinkes Propinsi Jawa Tengah, dan staf Dinkes Kab. Purworejo. Komite Survailan akan mengadakan pertemuan tiap 1 bulan untuk melakukan supervisi dan evaluasi kegiatan lapangan.
5. Koordinasi Lintas Sektoral
Perlunya menjalin hubungan dengan instansi pemerintahan yang lain di Kabupaten Purworejo dalam rangka mendukung berlangsungnya kegiatan, diperlukan adanya koordinasi lintas sektoral. Koordinasi ini melibatkan staf Kantor Statistik, Muspida, Muspika, Kependudukan dan Depkes. Pelaksanaan koordinasi dilaksanakan secara rutin maupun eksidental sesuai dengan kebutuhan. Koordinasi rutin dilakukan setiap 3 bulan yang dikaitkan dengan rencana kegiatan dari laporan setiap siklus, sedangkan koordinasi non-rutin dilakukan oleh pelaksana lapangan ketika membutuhkan bantuan mereka.