• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

G. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data 1.Teknik Pengumpulan Data 1.Teknik Pengumpulan Data

2. Analisis Data

2. Analisis Data

Jenis data yang akan terkumpul dalam penelitian ini adalah data ordinal, Statistik yang digunakan adalah statistic non parametric, yaitu statistik untuk data yang bersifat ordinal dan untuk menjabawab pertanyaan pertama dan kedua mengenai dampak sosial dan ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari dengan adanya kegiatan wisata kampung cikidang, kita akan membandingkan sebelum dan sesudah adanya kegiatan wisata kampung cikidang. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan ketiga mengenai ada atau tidaknya perbedaan kondisi sosial dan ekonomi yang terjadi sebelum dan sesudah adanya kegiatan wisata kampung cikidang dengan melakukan uji hipotesa menggunakan analisis uji beda rata-rata (paired t test). Dibawah ini akan dijelaskan secara rinci mengenai analisis data yang digunakan :

a. Analisis Deskriptif

Analisis data deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan tentang ciri-ciri responden dan variabel penelitian, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji statistik.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2009:132) skala Likert adalah skala yang digunakan untuk

45

Nurliani Ramadhani, 2014

Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

mengukur dampak sosial dan ekonomi sebelum dan sesudah adanya Kegiatan Wisata Cikidang. Setiap item akan diberikan 5 pilihan jawaban untuk setiap pertanyaan. Pilihan terhadap masing-masing jawaban untuk tanggapan responden diberi skor sebagai berikut:

a. bobot nilai 5 berarti sangat setuju b. bobot nilai 4 berarti setuju

c. bobot nilai 3 kurang setuju d. bobot nilai 2 berarti tidak setuju

e. bobot nilai 1 berarti sangat tidak setuju

Dengan teknik pengumpulan data kuesioner/angket, maka instrumen tersebut akan diberikan secara acak. Alasan penelitian menggunakan skala Likert 1-5 yaitu untuk memberikan jawaban yang lebih variatif, sehingga responden dapat lebih mudah menentukan jawabannya sesuai dengan apa yg responden rasakan.

Selanjutnya hasil perhitungan perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal dikontribusikan dengan tabel 3.7 sebagai berikut :

Tabel 3.7

Kriteria Persentase Skor Tanggapan Responden Terhadap Skor Ideal

No Jumlah Skor Kriteria

1 20.00 - 36.00 Tidak berdampak 2 36.01 - 52.00 Kurang berdampak 3 52.01 - 68.00 Cukup berdampak 4 68.01 - 84.00 Berdampak 5 84.01 – 100 Sangat berdampak Sumber : sugiyono (2007:85)

b. Analisis Uji beda rata-rata (paired t-test)

Data yang telah dikumpulkan melalui kuisioner akan diolah dengan analisis deskriptif. Dan selanjutnya dilakukan analisis uji beda rata-rata (paired t test). Paired t test digunakan untuk menilai perbedaan

rata-46

Nurliani Ramadhani, 2014

Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

rata dan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel yang berkolerasi ditunjukkan pada sebagai berikut :

Keterangan :

=rata-rata sample 1 = rata-rata sample 2

= Standar deviasi sample 1

= Standar deviasi sample 2

= korelasi sample 1 dengan sample 2

Maka hasil perhitungan t hitung dibandingkan dengan t tabel adalah dengan uji dua sisi yaitu :

a. Ho : Tidak terdapat perbedaan terhadap kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum dan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

Ha : Terdapat perbedaan terhadap kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum dan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

Ho : µ1 = µ2 artinya, perbedaan Kegiatan Wisata Kampung Cikidang terhadap kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang tidak berbeda dengan kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

H1: µ1 ≠ µ2 artinya, perbedaan Kegiatan Wisata Kampung Cikidang terhadap kondisi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang berbeda

t =

( )(

47

Nurliani Ramadhani, 2014

Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dengan kondisi sosial masyarakat Desa Langensari sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

b. Ho : Tidak terdapat perbedaan terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum dan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

Ha : Terdapat perbedaan terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum dan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

Ho : µ1 = µ2 artinya, perbedaan Kegiatan Wisata Kampung Cikidang terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang tidak berbeda dengan Kegiatan Wisata Kampung Cikidang terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang. H1: µ1 ≠ µ2 artinya, perbedaan Kegiatan Wisata Kampung

Cikidang terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sebelum adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang berbeda dengan Kegiatan Wisata Kampung Cikidang terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Langensari sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang.

Nurliani Ramadhani, 2014

Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V SIMPULAN A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya serta pembahasan yang disertai dengan teori-teori yang mendukung mengenai Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Berdasarkan tanggapan masyarakat, sebelum adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang, kondisi sosial masyarakat Desa Langensari dikategorikan tidak berdampak. Sedangkan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang, kondisi sosial masyarakat Desa Langensari dikategorikan berdampak.

2. Berdasarkan tanggapan masyarakat, sebelum adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang, kondisi ekonomi masyarakat Desa Langensari dikategorikan tidak berdampak. Sedangkan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang, kondisi ekonomi masyarakat Desa Langensari dikategorikan berdampak.

3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata terhadap kondisi sosial dan ekonomi sebelum dan sesudah adanya Kegiatan Wisata Kampung Cikidang . Dilihat pada kondisi sosial terjadi pada peningkatan jumlah pendatang yang menetap dan bekerja di kampung wisata cikidang, norma (moral&nilai) yang dianut masyarakat kampung wisata cikidang tetap terjaga dan ditaati dan modifikasi pola konsumsi masyarakat yang mengalami perubahan, seperti munculnya keanekaragaman hasil olahan makanan dan jumlah hasil olahan makanan di kampung wisata cikidang. Sedangkan perbedaan rata-rata terhadap kondisi ekonomi yaitu angka pendapatan yang meningkat, hal ini disebabkan karena

93

Nurliani Ramadhani, 2014

Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

banyaknya masyarakat yang memanfaatkan peluang bisnis wisata, sehingga secara tidak langsung akan memberikan penambahan pendapatan bagi masyarakat kampung wisata cikidang, bermunculannya usaha baru dan tetap bertahannya usaha lama di kampung wisata cikidang, kesempatan kerja terbuka bagi masyarakat kampung wisata cikidang, kemajuan bisnis kecil yang meningkat, dengan munculannya kios cinderamata dan bertambahnya jasa/usaha

homestay di Kampung Wisata Cikidang. B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat direkomendasikan beberapa hal kepada seluruh stakeholders dalam mengembangkan pariwisata di kampung wisata cikidang, sebagai berikut:

1. Mengadakan penyuluhan bagi masyarakat mengenai ekonomi kreatif dengan tujuan agar dapat meningkatkan kemajuan bisnis kecil, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Pihak spinach management sebaiknya bertindak sebagai fasilitator dan motivator agar hasil yang diperoleh menjadi maksimal. Sehingga menumbuhkan masyarakat yang lebih mengerti tentang pentingnya ilmu kepariwisataan dan menjadi masyarakat yang mandiri agar tidak banyaknya pendatang yang bekerja di Kampung Wisata Cikidang. 3. Pihak pemerintah memberikan penyuluhan mengenai multiplier effects

kepada masyarakat, multiplier effect merupakan efek ekonomi yang ditimbulkan oleh kegiatan ekonomi pariwisata terhadap ekonomi masyarakat secara keseluruhan, tujuannya agar masyarakat lebih paham mengenai efek ekonomi dari berbagai isi, baik pendapatan ataupun pengeluaran.

Nurliani Ramadhani, 2014

Dampak Kegiatan Wisata Kampung Cikidang Terhadap Kondisi Sosial Dan Ekonomi Masyarakat Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dokumen terkait