4.1.2.2 Analisis Data Penelitian Variabel Sikap Positif Investor pada Perusahaan (Y)
4.1.2.2.1 Analisis Data Sub Variabel Y1 : Komponen Kognitif Tabel 4.30 Pengetahuan Responden
Indikator Betul Salah
f % F %
Pemahaman investor terhadap :
Transaksi valuta asing 36 80,00 9 20,00
Margin minimal 30 66,67 15 33,33
Reuter/Telerate Screen 37 82,22 8 17,78 Faktor-faktor pergerakan harga 42 93,33 3 6,67
Hedging 35 77,78 10 22,22
Mendepositokan uang dalam USD
untuk Floating Rate 30 66,67 15 33,33 Rumus keuntungan ataupun kerugian
trading 40 88,89 5 11,11
Sistem Full Authority 37 82,22 8 17,78
Frekuensi transaksi valas 22 48,89 23 51,11
Cut Loss 37 82,22 8 17,78
Sumber : Kuesioner 2005 Dari tabel diatas kita dapat mengetahui pengetahuan responden tentang beberapa indikator seperti dalam tabel 4.30 Hampir semua item pertanyaan dijawab oleh mayoritas responden betul, hanya satu item pertanyaan yang mayoritas responden menjawab salah yaitu tentang “Frekuensi transaksi valas”.
Responden telah mengetahui tentang mekanisme trading di PT. Gemilang Sarana Abadi dengan baik, hal ini disebabkan karena sebelumnya sudah ada pengetahuan dalam diri rsponden mengenai mekanisme forex margin trading tersebut. Kecukupan pengetahuan mengenai mekanisme forex margin trading
serta keuntungan serta resiko yang tersedia di dalam ingatan sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, investoar tentu saja lebih kaecil kemungkinannya berinvestasi di bisnis forex ini bila mereka tidak memiliki informasi yang cukup maengenai bagaimana mekanisme investasi ini.
Salah satu tugas pokok Public Relations dalam menjembatani hubungan dengan investor adalah dengan menjaga agar publik dari perusahaan selalu memiliki pengetahuan yang memadai tentang perusahaan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Oemi Abdoerrachman (2001) bahwa “untuk menanamkan dan memperoleh pengertian, goodwill dan kepercayaan dan penghargaan dari publik, maka perusahaan harus memberikan keterangan-keterangan kepada publik dengan jujur sehingga publik merasa well informed dan diikutsertakan dalam usaha-usaha badan itu” (Abdoerrachman, 2001:27).
Tingginya pengetahuan publik dapat menjadi indikator bahwa selama ini PT. Gemilang Sarana Abadi telah cukup baik dalam memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan bisnis forex ini pada para investor nya.
Responden mempunyai pengetahuan yang baik karena sebelumnya sudah ada pengetahuan dalam diri responden mengenai perusahaan /forex. Sebelum mereka memutuskan untuk mejadi investor forex margin trading, terlebih dahulu mereka diperkenalkan oleh para account executive tentang bisnis ini melalui kegiatan prospecting. Hanya mereka yang benar-benar memahami dan tertarik pada bisnis ini yang memutuskan untuk menjadi investor.
Tabel 4.31 Pemahaman Responden tentang PT. Gemilang Sarana Abadi
Indikator Betul Salah
f % f % Pemahaman Investor tentang PT, GSA Keuntungan 42 93,33 3 6,67
Sistem manajemen terbuka 36 80,00 9 20,00 Waktu menarik dana investasi 42 93,33 3 6,67
Laporan investasi 35 77,78 10 22,22
Hak menetapkan dan menentukan
jenis mata uang 41 91,11 4 8,89
Kelegalan dan perijinan 28 62,22 17 37,78 Investasi Forex Margin Trading 35 77,78 10 22,22 Jaminan keamanan bertransaksi
valas, 32 71,11 13 28,89
Call Margin 40 88,89 5 11,11
Transaksi pada semua lot yang
dimiliki 25 55,56 20 44,44
Sumber : Kuesioner 2005 Dari tabel diatas kita dapat mengetahui pengetahuan responden tentang beberapa indikator seperti dalam tabel 4.31 Semua item pertanyaan dijawab oleh mayoritas responden betul.
Pemahaman responden tentang perusahaan, mekanisme serta kinerjanya telah cukup baik, hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa Public Relations telah berfungsi untuk menjaga agar publik selalu memiliki pengetahuan yang memadai tentang keberadaan perusahaan, sehingga menghasilkan pemahaman yang berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Fungsi ini sejalan dengan pendapat Edward L. Bernays bahwa salah satu arti Public Relations adalah “information given to public”; informasi yang diberikan kepada publik.
Tujuan dari kegiatan investor relations, seperti yang dikemukakan oleh Frazier Moore (2004:366) diantaranya adalah untuk membangkitkan perhatian
pemilik kepada perusahaan, menciptakan suatu pengertian yang lebih baik antara perusahaan dan para pemilik saham (investor). Dengan kata lain bahwa tujuan investor relations salah satunya adalah meningkatkan pengertian, pemahaman pada publiknya (aspek kognitif).
Tabel 4.32 Kepercayaan Investor terhadap Informasi yang Diberikan Pernyataan Frekuensi Persentase
Sangat setuju 2 4,44
Setuju 39 86,67
Netral 4 8,89
Tidak setuju 0 0,00
Sangat tidak setuju 0 0,00
Total 45 100
Sumber : Kuesioner 2005 Dari tabel diatas kita dapat mengetahui tanggapan responden terhadap permasalahan “Pemberian informasi secara lengkap,terbuka dan mudah dipahami setiap hari oleh Public Relations PT. Gemilang Sarana Abadi (PT.GSA) dapat saya percaya kebenarannya”. Jawaban responden yang memberi pernyataan sangat setuju sebanyak 2 orang (4,44%), kemudian responden yang setuju sebanyak 39 orang (86,67%), sedangkan responden yang menyatakan netral sebanyak 4 orang (8,89%).
Penyajian informasi yang lengkap, terbuka dan mudah dipahami menyebabkan penyampaian informasi menjadi lebih efektif. Responden lebih percaya kepada informasi yang benar bukan yang dibesar-besarkan atau dilebih-lebihkan, oleh karena itu PT. Gemilang Sarana Abaadi selalu menyajikan informasi yang up to date, lengkap, terbuka dan mudah dipahami agar responden
dapat memperoleh informasi yang cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan. Faktor kepercayaan terhadap apa yang diketahui dan dipahami tentang seluk beluk bisnis ini juga menjadi dasar pada saat mereka(responden) memutuskan untuk menjadi investor pada bisnis Forex Margin Trading yang dikelola oleh PT. Gemilang Sarana Abadi.
Tabel 4.33 Kepercayaan Responden Kepada Perusahaan (1) Pernyataan Frekuensi Persentase
Sangat setuju 2 4,44
Setuju 41 91,11
Netral 2 4,44
Tidak setuju 0 0,00
Sangat tidak setuju 0 0,00
Total 45 100
Sumber : Kuesioner 2005 Dari tabel diatas kita dapat mengetahui tanggapan responden terhadap permasalahan “Pemberian informasi secara lengkap,terbuka dan mudah dipahami setiap hari oleh Public Relations PT. Gemilang Sarana Abadi (PT.GSA) menambah kepercayaan terhadap PT. Gemilang Sarana Abadi”. Jawaban responden yang memberi pernyataan sangat setuju dan netral masing-masing sebanyak 2 orang (4,44%), kemudian responden yang setuju sebanyak 41 orang (86,67%). Jadi berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kepercayaan responden kepada perusahaan sudah besar, adanya responden yang memilih netral terhadap pernyataan tersebut lebih dikarenakan masih adanya keraguan karena resiko kerugian yang bisa dialami oleh responden, walaupun mereka telah memutuskan untuk terjun ke bisnis ini..
Menurut Azwar, kepercayaan investor datang dari apa yang telah dilihat atau apa yang telah diketahuinya. Sekali kepercayaan terbentuk, maka ia akan menjadi dasar pengetahuan seseorang mengenai apa yang diharapkan dari objek tersebut. (Azwar, 1995:25). Jika responden memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan, maka responden memiliki persepsi yang positif terhadap konerja dan kualitas hubungan investor yang dijalankan oleh perusahaan.
Tabel 4.34 Kepercayaan Responden kepada Perusahaan (2) Pernyataan Frekuensi Persentase
Sangat setuju 4 8,89
Setuju 38 84,44
Netral 3 6,67
Tidak setuju 0 0,00
Sangat tidak setuju 0 0,00
Total 45 100
Dari tabel diatas kita dapat mengetahui tanggapan responden terhadap permasalahan “Adanya jaminan hukum yang melindungi hak investor (saya), membuat investor (saya) percaya menginvestasikan dana kepada PT. Gemilang Sarana Abadi (PT.GSA)”. Jawaban responden yang memberi pernyataan sangat setuju sebanyak 4 orang (8,89%), kemudian responden yang setuju sebanyak 38 orang (84,44%), sedangkan responden yang netral sebanyak 3 orang (6,67%), dan yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju tidak ada.
Kepercayaan terhadap PT. Gemilang Sarana Abadi juga dikarenakan oleh adanya jaminan hukum yang responden ketahui dari awal mereka menjadi
responden, masih adanya responden yang netral terhadap pernyataan ini lebih dikarenakan mereka masih meragukan jaminan keamanan karena resiko kerugian. Untuk itu, perusahaan harus senantiasa menyampaikan informasi yang dapat menambah pemahaman mereka tentang mekanisme forex margin trading, agar dapat mendukung kepercayaan mereka terhadap perusahaan. Sesuai dengan pernyataan Coulson bahwa “dengan senantiasa memenuhi kebutuhan informasi investor, perusahaan dapat meningkatkan resputasinya, meningkatkan partisipasi investor dan juga menumbuhkan kepercayaan investor pada perusahaan”. (Coulson, 1981:167).