• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Analisis deskripsi dan variabel Penelitian

Deskripsi variabel penelitian berikut ini menampilkan jawaban responden dalam bentuk distribusi frekuensi. Deskripsi ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing indikator dan variabel yang di gunakan dalam penelitian ini, sehingga dapat diketahui kondisi masing-masing variabel tersebut secara umum. Penelitian ini menggunakan satu variabel terikat yaitu Penyajian laporan keuangan Daerah (XI), Aksesibilitas laporan keuangan (X2), dan Akuntabilitas keuangan daerah (Y). Masing-masing variabel tersebut akan di jelaskan sebagai berikut :

a. Penyajian Laporan Keuangan Daerah (X1)

Sebaran data berdasarkan hasil survei kuesioner terhadap 45 orang responden, maka dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang penyajian laporan keuangan Daerah pada Tabel-Tabel di berikut :

Tabel 6 Penyajian Laporan Keuangan (P1) Frequency Percent Valid

Percent Cumulative Percent 1

2 3

1 1.3 1.3 1.3

1 1.3 1.3 2.6

7 11.8 11.8 14.5

4 5 Total

15 25.0 25.0 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Pada Tabel 6 dapat diketahui bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan pertama (SKPD mampu menyusun laporan keuangan secara lengkap (laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan), 1 orang (1,3%) dari jumlah responden menjawab sangat tidak setuju, 1 orang (1,3%) dari responden menjawab tidak setuju, 7 orang (11,8%) menjawab ragu-ragu, 22 orang (60,5%) dari responden menjawab setuju, dan 15 orang (25,0%) dari responden menjawab sangat setuju.

Tabel 7 Penyajian Laporan Keuangan (P2) Frequency Percent Valid

12 22.4 22.4 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Pada Tabel 7 dapat diketahui bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kedua (SKPD mampu menyelesaikan laporan keuangan (Laporan Realisasi Anggaran, Neraca,

tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju, 2 orang (2,6%) menjawab tidak setuju, 8 orang (18,4%) dari jumlah responden menjawab ragu-ragu, 23 orang (56,6%) dari responden menjawab setuju, dan 12 orang (12,4%) dari responden menjawab sangat setuju.

Tabel 8 Penyajian Laporan Keuangan (P3) Frequency Percent Valid

21 40.8 40.8 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Pada Tabel 8 dapat diketahui bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan ketiga (laporan keuangan SKPD menyediakan informasi yang dapat mengoreksi aktifitas keuangan di masa lalu), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju dan menjawab tidak setuju, 3 orang (18,4%) dari jumlah responden menjawab ragu-ragu, 21 orang (40,8%) dari responden menjawab setuju, dan 21 orang (40,8%) dari responden menjawab sangat setuju.

Tabel. 9 Penyajian Laporan Keuangan (P4) Frequency Percent Valid

16 35.5 35.5 100.0

5 Total

Sumber: Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 9 diatas dapat diketahui bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan keempat (Laporan Keuangan SKPD dapat membantu pengguna memperediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju, 2 orang (2,6%) dari jumlah responden menjawab tidak setuju, 6 orang (18,4%) menjawab ragu-ragu, 21 orang (43,4%) dari responden menjawab setuju, dan 16 orang (35,5%) dari responden menjawab sangat setuju.

Tabel 10 Penyajian Laporan Keuangan (P5) Frequency Percent Valid

Percent Cumulative Percent 2

3 Valid 4 5 Total

1 1.3 1.3 1.3

6 15.8 15.8 17.1

22 46.1 46.1 63.2

16 36.8 36.8 100.0

45 100.0 100.0

Berdasarkan Tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kelima

menggambarkan dengan jujur transaksi yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju, 1 orang (1,3%) dari jumlah responden menjawab tidak setuju, 6 orang (15,8%) menjawab ragu-ragu, 22 orang (46,1%) dari responden menjawab setuju, dan 16 orang (36,8%) dari responden menjawab sangat setuju.

b. Aksesibilitas Laporan Keuangan (X2)

Sebaran data dari 45 orang responden, maka dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang aksesilbilitas laporan keuangan pada Tabel-Tabel di bawah ini:

Tabel 11 Aksesibilitas Laporan Keuangan (P1) Frequency Percent Valid

Percent Cumulative Percent 1

2 Valid 3

4 5 Total

3 7.9 7.9 7.9

7 25.0 25.0 32.9

10 19.7 19.7 52.6

21 36.8 36.8 89.5

4 10.5 10.5 100.0

76 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan pertama (laporan keuangan Daerah dipublikasikan secara terbuka melalui media massa), 3 orang (7,9%) dari responden menjawab sangat tidak setuju, 7 orang (25,0%) responden menjawab tidak setuju, 10 orang (19,7%) responden menjawab ragu- ragu dan 21 orang (36,8%) responden menjawab setuju dan 4 orang (10,5%) menjawab sangat setuju.

Tabel 12 Aksesibilitas Laporan Keuangan (P2) Frequency Percent Valid

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 1 2 diatas bisa terlihat bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kedua (memberikan kemudahan kepada para pengguna laporan keuangan dalam memperoleh informasi tentang laporan keuangan Daerah), 1 orang (1,3%) responden yang menjawab sangat tidak setuju, 12 orang (18,4%) dari responden menjawab tidak setuju, 4 orang (10,5%) responden menjawab ragu-ragu, 25 orang (57,9%) menjawab setuju, 3 orang (11,8%) responden menjawab sangat setuju.

Tabel 13 Aksesibilitas Laporan Keuangan (P3)

Percent Percent

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 13 diatas bisa terlihat bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan ketiga (masyarakat dapat mengakses laporan keuangan Daerah melalui internet (website)), tidak ada responden menjawab sangat tidak setuju, 18 orang (23,7%) dari responden menjawab tidak setuju, 26 orang (34,2%) dari responden menjawab ragu-ragu, 23 orang (30,3%) responden menjawab setuju dan 9 orang (11,8%) responden menjawab sangat setuju.

c. Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (Y)

Sebaran data berdasarkan hasil survei kuesioner terhadap 45 orang responden, maka dapat dilihat frekuensi jawaban responden tentang akuntabilitas pengelolaan keuangan Daerah pada Tabel-Tabel berikut :

Tabel 14 Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (P1) Frequency Percent Valid

18 35.5 35.5 100.0

Total

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 14 diatas bisa terlihat bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan pertama (APBD disusun dengan pendekatan kinerja), 1 orang (1,3%) dari responden menjawab sangat tidak setuju, 2 orang (2,6%) menjawab tidak setuju, 4 orang (5,3%) menjawab ragu-ragu, 20 orang (55,3%) responden menjawab setujudan 18 orang (35,5%) responden menjawab sangat setuju.

Tabel 15 Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (P2) Frequency Percent Valid

15 32.9 32.9 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 15 diatas bisa terlihat bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kedua (Pemerintah menyampaikan rancangan APBD kepada DPRD untuk mendapat persetujuan), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju, 1 orang (1,3%) responden menjawab tidak setuju, 2 orang (2,6%) responden menjawab ragu- ragu, 27 orang (63,2%) responden menjawab setuju dan 15 orang (32,9%) responden menjawab sangat setuju.

Tabel 16 Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (P3)

Frequency Percent Valid

21 44.7 44.7 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 16 diatas bisa terlihat bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan ketiga (Pendapatan Daerah disetor sepenuhnya tepat pada waktunya ke kas Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan didukung dengan bukti-bukti administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju dan menjawab tidak setuju, 3 orang (10,5%) menjawab ragu-ragu, 21 orang (44,7%) responden menjawab setuju dan 21 orang (44,7%) responden menjawab sangat setuju.

Tabel 17 Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (P4) Frequency Percent Valid

16 48.7 48.7 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan keempat (Pelaporan keuangan Daerah dibuat dalam bentuk laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju,tidak setuju, dan ragu-ragu, 29 orang (51,3%) responden menjawab setuju dan 16 orang (48,7%) responden menjawab sangat setuju.

Tabel 18 Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah (P5) Frequency Percent Valid

Percent Cumulative Percent 3

Valid 4 5 Total

8 17.1 17.1 17.1

31 67.1 67.1 84.2

3 15.8 15.8 100.0

45 100.0 100.0

Sumber : Data primer diolah, Tahun 2016

Berdasarkan Tabel 18 diatas bisa terlihat bahwa dari 45 orang responden yang memberikan jawaban tentang pertanyaan kelima (Pengelolaan APBD dipertanggungjawabkan kepada otoritas yang lebih tinggi dan kepada masyarakat luas), tidak ada responden yang menjawab sangat tidak setuju, 5 orang (6,6%) dari responden menjawab tidak setuju, 13 orang (17,1%) dari responden menjawab ragu-ragu, 35 orang (46,1%) responden menjawab setuju dan 23 orang (30,3%) responden menjawab sangat setuju.

3. Uji Validitas dan uji Realibilitas

Dokumen terkait