• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DATA

5.1 Analisis deskriptif

Analisis deskriptif adalah analisis statistik untuk menggambarkan keberadaan data baik dari nilai minimum, maksimum, deviasi standard hasil analisis seperti diperlihatkan oleh tabel berikut.

Tabel 4.29 Descriptive Statistics

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation

pendanaan 36 4 8 12 11.00 1.171 prasarana 36 3 5 8 7.50 .845 informasi 36 2 6 8 7.69 .710 kemitraan 36 6 2 8 7.33 1.531 perizinan 36 6 2 8 6.47 1.612 lokasi 36 3 5 8 7.14 1.018 dukungan kelembagaan 36 3 1 4 3.64 .798 pembagunan ekonomi masyarakat 36 7 41 48 44.22 1.675 Valid N (listwise) 36

Dari table di atas terdapat kecenderungan bahwa para responden memberikan jawabannya pada kategori kurang baik (pada range sangat baik, baik, kurang baik, buruk, dan tidak tahu).

5.2 Uji Korelasi

Uji korelasi dilakukan untuk menguji hubungan dua variable (tetapi bukan hubungan sebab akibat atau fungsional, sehingga uji korelasi tidak membedakan antara variabel independent dan variable dependent karena hanya ingin melihat hubungan antar

variable. Uji korelasi terdiri dari Pearson, Spearman dan Kendall. Jenis uji korelasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson.

Keeratan hubungan dinyatakan dalam bentuk koefisien korelasi yang berkisar dari -1 hingga +1 dengan kriteria:

1. 0.00 – 0.20 – keeratan hubungan sangat lemah 2. 0.21 – 0.40 – keeratan hubungan lemah 3. 0.41 – 0.70 – keeratan hubungan kuat

4. 0.71 – 0.90 – keeratan hubungan sangat kuat

5. 0.91 – 0.99 – keeratan hubungan sangat kuat semakin 6. 1.00 -- keeratan sempurna

Tabel 4.30 Hasil Uji Korelasi

pendana an prasara na informa si kemitra an perizinan lokasi dukung an kelemb agaan pembagun an ekonomi masyaraka t pendanaan Pearson Correlatio n 1 .058 .172 -.143 .091 -.048 .061 .146 Sig. (2- tailed) .738 .316 .404 .598 .781 .723 .397 N 36 36 36 36 36 36 36 36 prasarana Pearson Correlatio n .058 1 .310 -.177 .220 .216 -.148 .141 Sig. (2- tailed) .738 .066 .303 .197 .206 .388 .411 N 36 36 36 36 36 36 36 36 informasi Pearson Correlatio n .172 .310 1 .044 .379(*) .218 .052 .203 Sig. (2- tailed) .316 .066 .800 .023 .201 .764 .235 N 36 36 36 36 36 36 36 36 kemitraan Pearson Correlatio n -.143 -.177 .044 1 -.008 .189 -.132 -.219 Sig. (2- tailed) .404 .303 .800 .964 .269 .441 .199 N 36 36 36 36 36 36 36 36 perizinan Pearson Correlatio n .091 .220 .379(*) -.008 1 .272 .269 .214 Sig. (2- tailed) .598 .197 .023 .964 .108 .112 .210 N 36 36 36 36 36 36 36 36 Kesempata n usaha Pearson Correlatio n -.048 .216 .218 .189 .272 1 -.007 -.102 Sig. (2- tailed) .781 .206 .201 .269 .108 .968 .553 N 36 36 36 36 36 36 36 36 dukungan kelembaga an Pearson Correlatio n .061 -.148 .052 -.132 .269 -.007 1 .126 Sig. (2- tailed) .723 .388 .764 .441 .112 .968 .465 N 36 36 36 36 36 36 36 36 pembagun an ekonomi masyaraka t Pearson Correlatio n .146 .141 .203 -.219 .214 -.102 .126 1 Sig. (2- tailed) .397 .411 .235 .199 .210 .553 .465 N 36 36 36 36 36 36 36 36

Dari table diatas dterlihat bahwa pendanaan, prasarana, informasi, perizinan, dan dukungan memiliki korelasi yang signifikan dengan variabel bebas (pembangunan ekonomi masyarakat Kab. Karo), sedangkan kemitraan dan kesempatan tidak memiliki korelasi dengan pembangunan ekonomi masyarakat Kab. Karo. Dengan nilai koefisien sebagai berikut:

Tabel 4.31

Koefisien Korelasi Variabel Independen Terhadap Variabel Dependen

Parameter Koefisien Korelasi Keterangan

Pendanaan 0.14 Keeratan hubungan

sangat lemah

Prasarana 0.14 Keeratan hubungan

sangat lemah

Informasi 0.20 Keeratan Hubungan

sangat lemah

Kemitraan -0.21 Tidak ada hubungan

Perizinan 0.21 Keeratan hubungan

lemah

Kesempatan Usaha -0.10 Tidak ada hubungan

Dukungan Kelembagaan

0.12 Keeratan hubungan

sangat lemah

Dari tabel diatas terlihat bahwa 5 variabel independen memiliki korelasi yang lemah dan sangat lemah terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat), sedangkan 2 variabel lainnya, kemitraan dan kesempatan usaha tidak memiliki korelasi terhadap variabel dependen.

5.3 Uji Hipotesis Pengaruh Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Terhadap

Pembangunan Ekonomi Masyarakat Kab. Karo

Untuk mengetahui seberapa besar pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, kesempatan usaha, dan dukungan kelembagaan mempengaruhi pembangunan ekonomi masyarakat Kab. Karo, dilakukan analisis statistic inferensial.

5. 3. 1 Uji Regresi

5. 3. 1. 1 Uji – F

Uji F yang dilakukan secara simultan antara variabel independent (pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, lokasi, dan dukungan kelembagaan) terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat) memperlihatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.32

Hasil Uji F Secara Simultan

ANOVA(b)

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 14.136 7 2.019 .672 .694(a)

Residual 84.086 28 3.003

Total 98.222 35

a Predictors: (Constant), dukungan kelembagaan, lokasi, pendanaan, kemitraan, informasi, prasarana, perizinan

b Dependent Variable: pembagunan ekonomi masyarakat

Dari data diatas memeperlihatkan bahwa nilai P (sig) = 0.694 yang lebih besar dari nilai P sig ά > 0.05. Hal ini berarti jika pengujian dilakukan secara simultan terbukti variabel independent (pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, kesempatan usaha, dan dukungan kelembagaan) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependent (pembangunan ekonomi masyarakat). Dengan demikian, hipotesis yang

mengatakan bahwa pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, kesempatan usaha dan dukungan kelembagaan memiliki pengaruh terhadap variabel dependent (pembangunan ekonomi masyarakat Kab. Karo), ditolak.

5. 3. 1. 2 Uji t

Uji signifikansi secara parsial antara variable independen (pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, kesempatan usaha dan dukungan kelembagaan) terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat) memperlihatkan hasil sebagai berikut:

Table 4.33

Hasil Uji Secara Parsial

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta B Std. Error

1 (Constant) 41.120 5.186 7.929 .000 pendanaan .096 .258 .067 .371 .714 prasarana .138 .393 .070 .352 .727 informasi .347 .471 .147 .736 .468 kemitraan -.180 .206 -.165 -.875 .389 perizinan .170 .211 .163 .802 .429 Kesempatan usaha -.262 .313 -.159 -.835 .411 dukungan kelembagaan .121 .398 .058 .304 .764

a Dependent Variable: pembagunan ekonomi masyarakat

Dari tabel diatas, terlihat bahwa nilai signifikansi regresi pendanaan (X1) = 0.714, prasarana (X2) = 0. 727, variabel informasi (X3) = 0.468, variabel kemitraan (X4) = 0.389, variabel perizinan (X5) = 0.429, variabel lokasi (X6) = 0.411, variabel dukungan kelembagaan (X7) = 0.764. Hal ini berarti bahwa seluruh variabel independen (pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, kesempatan usaha dan dukungan

kelembagaan) tidak memiliki pengaruh nyata terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat) karena masing-masing nilai signifikansinya > 0.05 atau thitung >

ttabel. Dengan demikian uji hipotesis dengan uji-t memberi hasil sebagai berikut:

Parameter Nilai Sig Kesimpulan

Pendanaan 0.714 > 0.05 Ha ditolak, Ho diterima Prasarana 0.727 > 0.05 Ha ditolak, Ho diterima Informasi 0.468 > 0.05 Ha ditolak, Ho diterima Kemitraan 0.389 > 0.05 Ha ditolak, Ho diterima Perizinan 0.429 > 0.05 Ha ditolak, Ho diterima

Kesempatan usaha 0.411 > 0.05 Ha ditolak, H,

diterima Dukungan kelembagaan 0.764 > 0.05 Ha ditolak, Ho diterima 5. 3. 2 Uji Determinasi R

Untuk menentukan besarnya kontribusi suatu variabel independent terhadap variabel dependent, dapat digunakan koefisien determinasi yang dihitung dengan menggunakan rumus:

Kd = r2 (Rsquare) x 100%

Hasil uji determinasi antara pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, kesempatan usaha dan dukungan kelembagaan sebagai variabel independen dan pembangunan ekonomi masyarakat sebagai variabel dependen, memperlihatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 4.34

Hasil Uji Determinasi R

Model Summary(b)

Model R R Square

Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

1 .379(a) .144 -.070 1.733

a Predictors: (Constant), dukungan kelembagaan, lokasi, pendanaan, kemitraan, informasi, prasarana, perizinan

b Dependent Variable: pembagunan ekonomi masyarakat

Dari data diatas terlihat bahwa nilai R-Square sebesar 0.144. Hal ini berarti keeratan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen adalah K= Rsquare x 100% = 0.144 x 100% = 14,4%. Dengan demikian, besarnya pengaruh

pendanaan, prasarana, informasi, kesempatan usaha, perizinan, kemitraan, dukungan kelembagaan terhadap pembangunan ekonomi masyarakat adalah 14,4%. Dengan kata lain, hanya sebesar 14,4% keberadaan pembangunan ekonomi masyarakat dapat dijelaskan oleh faktor pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, lokasi dan dukungan kelembagaan.

5.4 Model Persamaan

Selanjutnya, model persamaan regresi linier berganda untuk analisis pengaruh (prasarana, informasi, perizinan, kesempatan usaha dan dukungan kelembagaan) terhadap pembangunan ekonomi dapat digambarkan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + b7X7 + e

Maka,

Y = 41.120 + 0.096 (X1) + 0.138 (X2) + 0.347 (X3)+ (-0. 180) (X4) + 0.170 (X5) + (-

0.262) (X6) + 0.121 (X7) + 5.186

Persamaan ini menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan 1% faktor pendanaan, sementara faktor lain dianggap konstan, akan terjadi kenaikan pembangunan ekonomi masyarakat sebesar 0.096 kali. Jika terjadi peningkatan 1% faktor prasarana sementara faktor yang lain dianggap konstan maka akan terjadi kenaikan pembangunan ekonomi masyarakat sebesar 0.138 kali. Jika terjadi peningkatan 1% faktor kemitraan, sementara faktor lain dianggap konstan, akan terjadi kenaikan pembangunan ekonomi masyarakat sebesar (-0.180) kali. Jika terjadi peningkatan 1% faktor perizinan, sementara faktor lain dianggap konstan, akan terjadi kenaikan pembangunan ekonomi masyarakat sebesar 0.170 kali. Jika terjadi peningkatan 1% faktor kesempatan usaha sementara faktor lain dianggap konstan, maka akan terjadi kenaikan pembangunan ekonomi masyarakat sebesar (-0.262) kali. Jika terjadi peningkatan 1% faktor dukungan kelembagaan, sementara faktor lain dianggap konstan, akan terjadi kenaikan pembangunan ekonomi sebesar 0.121 kali.

BAB VI

PENUTUP

6.1Kesimpulan

Dari hasil analisis data yang telah dilakukan tentang pengaruh pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah Terhadap Pembangunan Ekonomi Masyarakat Kab. Karo, dapat disimpulkan bahwa:

1. Uji hipotesis secara parsial dengan menggunakan uji-t memperlihatkan bahwa variabel pendanaan, prasarana, informasi, kemitraan, perizinan, lokasi dan dukungan kelembagaan tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat) karena masing-masing nilai signifikansinya > 0.05 atau thitung > ttabel.

2. Uji korelasi memperlihatkan bahwa variabel pendanaan, prasarana, informasi, perizinan dan dukungan kelembagaan memiliki korelasi yang lemah dan sangat lemah terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat), sedangkan variabel kemitraan dan lokasi tidak memiliki korelasi yang signifikan terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat).

3. Uji hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji-F membuktikan bahwa seluruh variabel independen : pendanaan (X1), prasarana (X2), informasi (X3), kemitraan (X4), perizinan (X5), lokasi (X6) dan dukungan kelembagaan (X7) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen (pembangunan ekonomi masyarakat) dengan nilai sig F = 0.694 > sig α 0.05.

4. Uji determinasi R menunjukkan bahwa kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat hanya sebesar 14,4%.

6.2 Saran

Mengingat bahwa pentingnya dilakukan pemberdayaan terhadap Usaha Kecil dan Menengah dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat, penulis menyarankan sebagai berikut:

1. Diharapkan agar pemerintah lebih lagi melakukan pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah dengan lebih baik lagi dengan cara memberikan ataupun memberitahukan informasi-informasi seputar pengembangan UKM baik dalam bentuk adanya bantuan dana, ataupun penyediaan prasarana seperti ruang pertokoan untuk pedagang kecil dan menengah serta untuk pedagang kaki lima demi membantu pengembangan UKM serta peningkatan ekonomi masyarakat. 2. Bila perlu pemerintah Kab. Karo dapat membentuk suatu tim khusus yang

memantau dan mengawasi perkembangan dan keberlanjutan UKM, terkhusus bidang holtikultura yang merupakan salah satu usaha rakyat yang memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri, selain Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Karo.

DAFTAR PUSTAKA

Adi, Isbandi Rukminto. 2008. Intervensi Komunitas Pengembangan Masyarakat Sebagai

Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Rajawali.

Arikunto, suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Bustami, Bastian, dkk. 2007. Mari Membangun Usaha Mandiri: Pedoman Praktis Bagi

UKM. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Gozhali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Cetakan

pertama. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kristanto, R Heru. 2009. Kewirausahaan Entrepreneurship: Pendekatan Manajemen dan

Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nugroho, Riant. 2003. Reinventing Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Prasetyo, Bambang; Lina Miftahul Jannah. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif: Teori

dan Aplikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Prawiro, Kusumo. 2001. Ekonomi Rakyat: Konsep, Kebijakan, dan Strategi. Yogyakarta: BPFE.

Raja, Oskar, Ferdy Jalu, Vincent D’ral. 2010. Kiat Sukses Mendirikan dan Mengelola

UMKM. Jakarta: L PRESS.

Sedarmayanti. 2003. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka

Otonomi Daerah. Bandung: Mandar Maju.

Siagian, H. 1989. Pembangunan Ekonomi dalam Cita-Cita dan Realita. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Singarimbun, Masri. 1995. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES. Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV Alfabeta.

Sumodiningrat, Gumawan. 1999. Pemberdayaan Masyarakat dan JPS. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sukirno, Sadano. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan.

Jakarta: Kencana.

Tambunan, Tulus. 2009. UMKM di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Usman, Husaini. 2009. Metodologi Penelitian Sosial (Edisi Kedua). Jakarta: Bumi Aksara.

Zulkarnain. 2003. Membangun Ekonomi Rakyat. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Sumber Undang-Undang

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM.

Sumber Internet

Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 20 Juni 2009.

Wijono, W Wiloejo. Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro Sebagai Salah Satu Pilar Sistem Keuangan Nasional: Upaya Konkrit Memutus Mata Rantai Kemiskinan.

Menengah dalam Pembangunan Nasional, 2002.

Ir. Iwayan Suarja AR, MBA.

Indratno

Dokumen terkait