BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Analisis
4.3.1. Analisis Deskriptif
Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar-daftar pernyataan (kuesioner). Jumlah pernyataan seluruhnya ada delapan belas butir pernyataan, yakni sembilan butir untuk variabel promosi jabatan (X) dan sembilan butir pernyataan untuk variabel kinerja pegawai (Y).
Kuesioner disebarkan kepada seluruh pegawai di PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota sebagai responden berisikan pernyataan-pernyataan mengenai variabel-variabel yang terdapat pada promosi jabatan dan dapat mempengaruhi kinerja pegawai (Y).
Sebelum melakukan analisis deskriptif, terlebih dahulu membagi responden ke dalam beberapa karakteristik sehingga dapat diperoleh gambaran
Tabel 4.3 Uji Reliabilitas
Cronbach's Alpha N of Items
umum responden pada penelitian ini. Tabel 4.4 memberi gambaran umum responden penelitian.
Tabel 4.4
Gambaran Umum Responden
Karakteristik Jumlah Responden % Total
Jenis kelamin Laki-laki 39 78%
100% Perempuan 11 22% Usia 20-30 2 4% 100% 31-40 23 46% 41-50 21 42% >51 4 8% Pendidikan SD 2 4% 100% SMP 2 4% SMA 20 40% D3 1 2% S1 23 46% S2 2 4% Jabatan Kepala Cabang 1 2% Kepala Bagian 6 12% Asisten I 5 10% Asisten II 5 10% Pegawai 33 66% Lama Bekerja < 5 tahun 9 18% 100% 6-10 tahun 8 16% 11- 15 tahun 12 24% >16 tahun 21 42% Bagian Pemimpin 1 2% 100% Pengawasan 5 10%
Umum & Personalia 4 8%
Keuangan 5 10% Pemasaran 3 6% Hublang 24 48% Jaringan Perpipaan 8 16% Promosi Terakhir Tahun 2010 4 8% 100% 2009 3 6% 2008 5 10% 2007 2 4% 2006 3 6% Belum ada 33 66%
Sumber: Data primer dengan pengolahan (2011)
Pada Tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa :
1. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdiri dari 39 orang (78%) laki-laki dan 11 orang (22%) perempuan. Banyaknya pegawai laki-laki dikarenakan di PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota banyak dibutuhkan
pekerja lapangan khususnya di bagian hubungan langsung. Hal ini menggambarkan bahwasanya mayoritas pegawai PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota adalah laki-laki (78%).
2. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 2 orang (4%) yang berusia 21 – 30 tahun, 23 orang (46%) yang berusia 31 – 40 tahun, 21 orang (42%) yang berusia 41 – 50 tahun, 4 orang (8%) yang berusia diatas 50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota memiliki pegawai yang sebagian besar masih berusia muda atau dibawah 50 tahun (produktif). Hal ini dikarenakan PDAM Tirtanadi banyak merekrut pegawai-pegawai yang masih berusia produktif agar pegawai dapat bekerja dengan efektif dan efisien sehingga tujuan dari perusahaan dapat cepat tercapai. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas pegawai PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota yang berumur 31 – 40 tahun (46%).
3. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 2 orang (4%) yang berpendidikan SD, 2 orang (4%) yang berpendidikan SMP, 20 orang (40%) yang berpendidikan SMA, 1 orang (2%) yang berpendidikan D3, 23 orang (46%) yang berpendidikan S1 dan 2 orang (4%) yang berpendidikan S2. Hal ini dapat menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota telah mengenyam pendidikan tinggi (sarjana) hal ini dikarenakan sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota telah peduli akan pendidikannya untuk dapat meningkatkan karir dan kemampuannya dalam bekerja. Hal ini
ditunjukkan dengan mayoritas pegawai PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota berpendidikan S1 (46%).
4. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 1 orang kepala cabang (2%), 6 orang kepala bagian (12%), 5 orang asisten I (10%), 5 orang asisten II (10%), dan 33 orang pegawai (66%). Hal ini menggambarkan bahwa PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota telah memiliki struktur organisasi yang jelas, dimana setiap jabatan ada dan telah terisi sesuai dengan kebutuhan dan memiliki pegawai-pegawai dalam setiap bagian. Hal ini ditunjukkan dengan mayoritas yang bekerja di PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota adalah pegawai (66%).
5. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 9 orang (18%) yang telah bekerja selama kurang lebih 5 tahun, 8 orang (16%) yang telah bekerja selama 6 sampai 10 tahun, 12 orang (24%) yang telah bekerja selama 11 sampai 15 tahun dan 21 orang (42%) yang telah bekerja diatas 15 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota adalah senior yang telah bekerja lama (diatas 5 tahun) di PDAM Tirtanadi sehingga sudah sangat mengerti akan tugas-tugasnya dalam bekerja. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pegawai PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota yang mayoritas telah bekerja diatas 15 tahun (42%).
6. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 1 orang (2%) pimpinan, 5 orang (10%) pegawai di bagian pengawasan, 4 orang (8%) pegawai di bagian umum dan personalia, 5 orang (10%) pegawai di bagian
keuangan, 3 orang (6%) pegawai di bagian pemasaran, 24 orang (48%) pegawai di bagian hublang, dan 8 orang (16%) pegawai di bagian jaringan perpipaan. Hal ini menunjukkan jumlah pegawai yang berbeda-beda disetiap bagian dikarenakan beban spesifikasi tugas yang berbeda-beda, dimana jumlah pegawai terbanyak terdapat di bagian hublang dikarenakan bagian hubungan langsung (hublang) adalah bagian yang langsung berhubungan dengan seluruh pelanggan di cabang Medan Kota. Oleh karena itu bagian hublang memiliki jumlah pegawai paling banyak yaitu berjumlah 24, yang 19 pegawainya merupakan pegawai lapangan. Hal ini menunjukkan bahwasanya mayoritas pegawai di PDAM Tirtanadi cabang Medan Kota bekerja di bagian hublang (48%).
7. Sebaran 50 responden yang mengisi kuesioner terdapat 4 orang (8%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2010, 3 orang (6%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2009, 5 orang (10%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2008, 2 orang (4%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2007 dan 3 orang (6%) yang mendapatkan promosi jabatan pada tahun 2006. Dan yang belum mendapatkan promosi jabatan sebanyak 33 orang (66%). Hal ini menunjukkan bahwa PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota telah melakukan promosi jabatan setiap tahunnya (2006-2010) kepada para pegawainya sesuai dengan jumlah jabatan yang ada. Hal ini menggambarkan bahwasanya mayoritas pegawai PDAM Tirtanadi cabang
Medan Kota belum mendapatkan promosi jabatan yaitu sebanyak 33 orang (66%).
Penulis setelah mengetahui karakteristik dari responden penelitian, berikut ini akan ditampilkan hasil olahan data primer yang merupakan deskriptif penelitian berdasarkan pendapat responden mengenai variabel yang terdapat pada Promosi Jabatan (X).
Tabel 4.5
Pendapat Responden Terhadap Variabel Promosi Jabatan (X) No. item STS TS KS S SS Total F % F % F % F % F % N % 1 1 2,0 1 2,0 2 4,0 28 56,0 18 36,0 50 100 2 0 0 1 2,0 3 6,0 31 62,0 15 30,0 50 100 3 0 0 1 2,0 4 8,0 22 44,0 23 46,0 50 100 4 0 0 0 0 5 10,0 23 46,0 22 44,0 50 100 5 0 0 0 0 4 8,0 23 46,0 23 46,0 50 100 6 0 0 1 2,0 10 20,0 31 62,0 8 16,0 50 100 7 0 0 0 0 6 12,0 31 62,0 13 26,0 50 100 8 0 0 0 0 4 8,0 31 62,0 15 30,0 50 100 9 0 0 0 0 3 6,0 31 62,0 16 32,0 50 100
Sumber: Data primer dengan pengolahan SPSS (2011)
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa:
1. Pada indikator pertama, dari 50 responden terdapat 36,0% yang menyatakan sangat setuju bahwa pengalaman kerja dijadikan syarat dalam promosi jabatan dan sebanyak 56,0% menyatakan setuju, sedangkan sebanyak 4,0% menyatakan kurang setuju, sebanyak 2,0% tidak setuju dan sebanyak 2,0% sangat tidak setuju. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pegawai pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju jika pengalaman kerja dijadikan syarat dalam promosi jabatan dikarenakan dengan pengalaman kerja seseorang akan terlatih dalam bekerja. Dan ada sebagian kecil yang menyatakan tidak setuju dikarenakan pengalaman kerja tidak menjamin
seorang karyawan dapat bekerja dengan baik sehingga dibutuhkan syarat-syarat penunjang lainnya.
2. Pada indikator kedua, 30% responden menyatakan sangat setuju bahwa kecakapan dalam bekerja dijadikan acuan dalam melakukan promosi jabatan dan sebanyak 62,0% menyatakan setuju, dan sebanyak 6,0% menyatakan kurang setuju, sedangkan sebanyak 2,0% menyatakan tidak setuju. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pegawai pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa kecakapan dalam bekerja dijadikan acuan dalam melakukan promosi jabatan dikarenakan dengan adanya kecakapan dalam bekerja pegawai tentu dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan efektif dan efisien. Dan ada sebagian kecil yang menyatakan tidak setuju dikarenakan dibutuhkan acuan-acuan lain untuk melakukan promosi jabatan, tidak hanya dilihat dari kecakapan dalam bekerja saja.
3. Pada indikator ketiga, 46,0% responden menyatakan sangat setuju bahwa kecakapan mendukung dalam promosi jabatan dan sebanyak 44,0% menyatakan setuju, dan sebanyak 8,0% menyatakan kurang setuju sedangkan sebanyak 2,0% menyatakan tidak setuju. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pegawai pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa kecakapan mendukung dalam promosi jabatan. Hal ini dikarenakan promosi jabatan harus diberikan kepada pegawai yang mampu menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik sehingga tujuan (visi) dari perusahaan akan dapat tercapai. Dan ada sebagian kecil yang tidak setuju dikarenakan tidak hanya kecakapan saja yang perlu dalam melakukan promosi jabatan tetapi
juga dibutuhkan syarat-syarat lain yang mendukung untuk seorang pegawai agar dapat dipromosikan.
4. Pada indikator keempat, 44,0% responden menyatakan sangat setuju bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki sesuai dengan jabatan sekarang dan sebanyak 46,0 % menyatakan setuju, sedangkan 10,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju dengan pendidikan yang dimiliki sesuai dengan jabatan sekarang dikarenakan para pegawai telah ditempatkan dibagian yang sesuai dengan spesifikasi pendidikannya sehingga pegawai dapat bekerja dengan lebih mudah. Dan ada sebagian kecil yang tidak setuju dikarenakan para pegawai ditempatkan dibagian yang tidak sesuai dengan spesifikasi pendidikannya sehingga pegawai harus belajar dari awal untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya.
5. Pada indikator kelima, 46,0% responden menyatakan sangat setuju bahwa tingkat pendidikan yang dimiliki dijadikan dasar promosi jabatan dan sebanyak 46,0% menyatakan setuju sedangkan sebanyak 8,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju dengan tingkat pendidikan yang dimiliki dijadikan dasar promosi jabatan dikarenakan tingkat pendidikan seseorang dapat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik dan juga dengan tingkat pendidikan yang tinggi seseorang dapat menyumbangkan pemikirannya yang dapat berguna bagi perusahaan. Dan ada sebagian kecil yang tidak setuju dikarenakan tidak semua pegawai memiliki tingkat
pendidikan yang sama, dan juga tingkat pendidikan yang tinggi juga dirasa sebagian pegawai tidak menjamin seorang pegawai dapat bekerja lebih baik daripada pegawai yang lain sehingga dibutuhkan dasar-dasar lain untuk mempromosikan seorang pegawai.
6. Pada indikator keenam, 16,0% responden menyatakan sangat setuju bahwa responden puas dengan promosi jabatan yang didapatkan dan sebanyak 62,0% menyatakan setuju, dan sebanyak 20,0% menyatakan kurang setuju sedangkan sebanyak 2,0% menyatakan tidak setuju. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota puas dengan promosi jabatan yang telah ditetapkan dikarenakan telah merasa promosi jabatan yang dilakukan oleh perusahaan telah sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Dan ada sebagian kecil yang tidak setuju dikarenakan merasa promosi jabatan yang telah dilakukan oleh perusahaan belum sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri.
7. Pada indikator ketujuh, 26,0% responden menyatakan sangat setuju bahwa loyalitas dijadikan dasar untuk promosi jabatan dan sebanyak 62,0% menyatakan setuju, sedangkan sebanyak 12,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai pada PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju loyalitas dijadikan dasar untuk promosi jabatan. Hal ini dikarenakan dengan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan maka para pegawai akan berupaya agar dapat bekerja dengan efektif dan efesien sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai sehingga pegawai yang telah
berprestasi dalam bekerja layak untuk mendapatkan promosi jabatan dari perusahaan. Dan ada sebagian kecil pegawai yang tidak setuju dikarenakan loyalitas tidak dapat dijadikan dasar untuk promosi jabatan hal ini dikarenakan akan ada banyak pegawai yang nantinya memiliki loyalitas yang tinggi terhadap atasannya bukan terhadap perusahaan.
8. Pada indikator kedelapan, 30,0% responden menyatakan bahwa kinerja responden mendukung dalam promosi jabatan dan sebanyak 62,0% menyatakan setuju, sedangkan sebanyak 8,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju kinerja mendukung dalam promosi jabatan. Hal ini dikarenakan prestasi kerja yang dilakukan oleh pegawai dapat mendukung untuk dipromosikan sehingga pegawai dapat lebih semangat lagi dalam bekerja sehingga tujuan (visi) dari perusahaan dapat tercapai. Dan ada sebagian kecil pegawai yang tidak setuju dikarenakan belum merasa prestasi kerja yang ada belum dapat mendukung untuk dipromosikan ke jabatan yang ada.
9. Pada indikator kesembilan, 32,0% responden menyatakan bahwa promosi jabatan memotivasi untuk berprestasi dalam bekerja dan sebanyak 62,0% menyatakan setuju, sedangkan 6,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju promosi jabatan memotivasi untuk berprestasi dalam bekerja. Hal ini dikarenakan promosi jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan akan dapat memotivasi para pegawainya untuk berprestasi dalam bekerja sehingga
pegawai bisa mendapatkan promosi untuk suatu jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan. Dan ada sebagian kecil pegawai yang tidak setuju dikarenakan susahnya mendapatkan promosi jabatan di perusahaan. Hal ini dikarenakan sedikitnya jumlah jabatan yang ada dan prosedur-prosedur promosi jabatan yang belum begitu jelas dalam prakteknya.
Berikut ini akan ditampilkan tabel distribusi pendapat responden terhadap Kinerja Pegawai (Y):
Tabel 4.6
Pendapat Responden Terhadap Variabel Kinerja Pegawai (Y) No. item STS TS KS S SS Total F % F % F % F % F % N % 1 0 0 1 2,0 5 10,0 31 62,0 13 26,0 50 100 2 0 0 0 0 6 12,0 32 64,0 12 24,0 50 100 3 0 0 1 2,0 4 8,0 26 52,0 19 38,0 50 100 4 0 0 0 0 2 4,0 27 54,0 21 42,0 50 100 5 0 0 0 0 5 10,0 29 58,0 16 32,0 50 100 6 0 0 0 0 6 12,0 32 64,0 12 24,0 50 100 7 0 0 0 0 0 0 30 60,0 20 40,0 50 100 8 0 0 0 0 0 0 32 64,0 18 36,0 50 100 9 0 0 1 2,0 3 6,0 32 64,0 14 28,0 50 100
Sumber: Data primer dengan pengolahan SPSS (2011)
1. Pada indikator pertama, dari 50 responden terdapat 26,0% yang menyatakan sangat setuju bahwa perusahaan memberikan volume pekerjaan yang sama kepada seluruh karyawan dan sebanyak 62,0% menyatakan setuju, dan sebanyak 10,0% menyatakan kurang setuju sedangkan 2,0% menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa perusahaan memberikan volume pekerjaan yang sama kepada seluruh karyawan. Hal ini dikarenakan pegawai merasa pekerjaan yang dikerjakan sama banyaknya dengan pekerjaan pegawai lainnya. Dan ada
sebagian kecil yang menyatakan tidak setuju dikarenakan pegawai merasa volume pekerjaan yang dikerjakannya lebih banyak dibandingkan pegawai-pegawai lainnya.
2. Pada indikator kedua, terdapat 24,0% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa responden sanggup menangani pekerjaan dengan volume pekerjaan yang banyak, sedangkan 64,0% menyatakan setuju dan 12,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota sanggup menangani pekerjaan dengan volume pekerjaan yang banyak. Hal ini dikarenakan pegawai memiliki kemampuan dan juga team work ketika menyelesaikan volume pekerjaan yang banyak. Dan ada sebagian kecil yang tidak setuju dikarenakan sedikitnya jumlah team work ketika menyelesaikan pekerjaan dengan volume pekerjaan yang banyak dan juga terbatasnya waktu bekerja.
3. Pada indikator ketiga, terdapat 38,0% yang menyatakan sangat setuju bahwa responden jarang melakukan kesalahan dalam bekerja, sedangkan 52,0% menyatakan setuju, dan sebanyak 8,0% menyatakan kurang setuju, sedangkan 2,0% menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa jarang melakukan kesalahan dalam bekerja. Hal ini dikarenakan pegawai merasa telah bekerja dengan baik dan teliti untuk meminimalisasikan kesalahan dalam melakukan pekerjaan. Dan ada sebagian kecil pegawai yang tidak setuju dikarenakan sebagai manusia
kesalahan dalam bekerja merupakan suatu kewajaran, dengan adanya kesalahan pegawai dapat belajar sehingga kedepannya dapat bekerja lebih baik lagi.
4. Pada indikator keempat, terdapat 42,0% yang menyatakan sangat setuju bahwa responden mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan, sedangkan 54,0% menyatakan setuju dan 4,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. Hal ini dikarenakan pegawai telah berusaha agar hasil pekerjaan yang dilakukannya selesai dengan baik sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Dan ada sebagian kecil pegawai yang tidak setuju dikarenakan terkadang standar yang ditetapkan oleh perusahaan tidak dapat dipenuhi dikarenakan adanya hambatan ketika bekerja sehingga hasil pekerjaan yang telah ditentukan perusahaan tidak dapat tercapai.
5. Pada indikator kelima, terdapat 32,0% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa responden mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sedangkan 58,0% menyatakan setuju dan 10,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Hal ini dikarenakan pegawai memiliki kemampuan dan banyak team work dalam bekerja
sehingga hasil pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Dan ada sebagian kecil yang menyatakan tidak setuju dikarenakan sedikitnya jumlah team work dalam bekerja dan juga terbatasnya waktu dalam bekerja sehingga hasil pekerjaan tidak selesai tepat waktu.
6. Pada indikator keenam, terdapat 24,0% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa perusahaan menghargai ketepatan waktu kerja, sedangkan 64,0% menyatakan setuju dan 12,0% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa perusahaan menghargai ketepatan waktu kerja. Hal ini dikarenakan perusahaan menghargai setiap ketepatan waktu kerja dari setiap pegawainya. Dan ada sebagian kecil yang tidak setuju dikarenakan merasa perusahaan tidak begitu menghargai ketepatan waktu kerja para pegawainya.
7. Pada indikator ketujuh, terdapat 40,0% responden yang menyatakan sangat setuju bahwa responden hadir tepat waktu ketika bekerja dan 60,0% menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota setuju bahwa pegawai hadir tepat waktu ketika bekerja. Hal ini dikarenakan PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota memiliki peraturan tentang kedisiplinan pegawai dalam masuk kerja dan pulang kerja dan menerapkan sanksi bagi pegawai yang tidak mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
8. Pada indikator kedelapan, terdapat 36,0% responden yang menyatakan bahwa responden memiliki tingkat kehadiran yang tinggi sewaktu bekerja,
dan sebanyak 64,0% menyatakan setuju. Hal ini dikarenakan PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota memiliki peraturan tentang absensi pegawainya dalam bekerja dan menerapkan sanksi bagi pegawai yang tidak mengikuti ketentuan absensi yang berlaku di perusahaan.
9. Pada indikator kesembilan, terdapat 28,0% responden yang menyatakan bahwa responden mampu bekerja sama dengan baik dengan karyawan lain, dan sebanyak 64,0% menyatakan setuju, dan sebanyak 6,0% menyatakan kurang setuju, sedangkan sebanyak 2,0% menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan sebagian besar pegawai PDAM Tirtanadi Cabang Medan Kota mampu bekerja sama dengan baik dengan pegawai lainnya. Hal ini dikarenakan dengan adanya kerjasama yang baik antar pegawai, maka pekerjaan yang dibebankan perusahaan kepada pegawai dapat diselesaikan dengan efektif, efisien, dan tepat waktu. Dan ada sebagian pegawai yang tidak setuju dikarenakan merasa lebih efektif ketika bekerja sendiri. Dapat bebas berfikir untuk menyelesaikan pekerjaannya tanpa dicampuri oleh pegawai lainnya.