• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.2 Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif statistik dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dari hasil estimasi data statistik berupa nilai mean, median, nilai minimum, nilai maksimum dan standar deviasi dari masing-masing variabel secara triwulan selama periode 2010-2018 yang diolah menggunakan Eviews 9.

Gambaran secara umum mengenai data penelitian disampaikan pada tabel di bawah yang menyajikan statistik deskriptif dari data secara keseluruhan.

Tabel 4.1

Median 0.00291 0.00192 0.00155 0.00126 0.00125 Std.Deviasi 0.00484 0.00571 0.00233 0.00245 0.00250

2 Pertumbuhan Pinjaman

Min -0.10791 -0.17752 -0.10278 -0.06730 -0.01582

Max 0.26751 0.28549 0.25897 0.58976 0.24415

Mean 0.05869 0.05595 0.05852 0.06135 0.04011

Median 0.05835 0.05755 0.05994 0.05101 0.03013 Std.Deviasi 0.06251 0.07332 0.06558 0.07746 0.04515

3 Ekuitas

Min 0.00272 0.00679 0.00394 0.00175 0.00063

Max 0.19621 0.19795 0.19142 0.20189 0.17606

Mean 0.10697 0.11159 0.11263 0.11558 0.11869

Median 0.10304 0.11390 0.11642 0.11874 0.12523 Std.Deviasi 0.03791 0.03530 0.03489 0.03532 0.03535

4 PBIT

Min -0.00509 -0.01209 -0.00498 -0.00561 -0.00171

Max 0.14551 0.08686 0.09249 0.10372 0.08830

Mean 0.01290 0.00978 0.00680 0.01007 0.00946

Median 0.00792 0.00617 0.00680 0.00627 0.00564 Std.Deviasi 0.02335 0.01463 0.01532 0.01584 0.01602

5 Pertumbuhan PDB

Min 0.06500 0.06167 0.05750 0.05750 0.07500

Max 0.06500 0.06750 0.05833 0.07417 0.07667

Mean 0.06500 0.06583 0.05771 0.06479 0.07542

Median 0.06500 0.06708 0.05750 0.06375 0.07500 Std.Deviasi 0.00000 0.00281 0.00042 0.00820 0.00083

6 Suku Bunga Acuan

Min 0.06500 0.06167 0.05750 0.05750 0.07500

Max 0.06500 0.06750 0.05833 0.07417 0.07667

Mean 0.06500 0.06583 0.05771 0.06479 0.07542

Median 0.06500 0.06708 0.05750 0.06375 0.07500 Std.Deviasi 0.00000 0.00281 0.00042 0.00820 0.00083

7 coVar

Min -0.47455 -0.36055 -0.14568 -0.18597 -0.13754 Max -0.01175 0.01097 0.00000 -0.01475 -0.01055 Mean -0.06651 -0.06460 -0.04183 -0.05271 -0.04215 Median -0.04525 -0.05767 -0.03511 -0.04412 -0.03544 Std.Deviasi 0.06316 0.04892 0.02631 0.03087 0.02282

Max 26.83201 27.03662 27.17786 27.32055 27.47441 Mean 15.46064 15.64631 15.82184 16.00118 16.18220 Median 10.66790 10.87297 11.06918 11.23356 11.36898 Std.Deviasi 7.95356 7.96910 7.97745 7.95924 7.91335

9 Aset Lancar

Median 0.00273 0.00372 0.00362 0.00266 Std.Deviasi 0.00325 0.00792 0.01056 0.01386

2 Pertumbuhan Pinjaman

Min -0.03958 -0.09498 -0.15672 -0.89971

Max 0.14074 0.11631 0.11629 0.15225

Mean 0.03163 0.01782 0.01786 0.02747

Median 0.03093 0.01484 0.01632 0.03055 Std.Deviasi 0.04124 0.04301 0.04129 0.15570

3 Ekuitas

Min 0.00037 0.00035 0.00054 0.00014

Max 0.20442 0.20825 0.24578 0.34295

Mean 0.12041 0.13875 0.14106 0.14063

Median 0.11867 0.14913 0.14747 0.14436 Std.Deviasi 0.03896 0.04447 0.04690 0.05613

4 PBIT

Min -0.00070 -0.00082 -0.00764 -0.01329

Max 0.07959 0.06671 0.06528 0.06398

Mean 0.00967 0.00958 0.00886 0.00915

Median 0.00644 0.00722 0.00698 0.00628 Std.Deviasi 0.01497 0.01233 0.01223 0.01249

5 Pertumbuhan PDB

Min 0.07500 0.04750 0.04250 0.01417

Max 0.07583 0.07000 0.04750 0.05917

Mean 0.07521 0.05583 0.04563 0.03833

Median 0.07500 0.05292 0.04625 0.04000 Std.Deviasi 0.00042 0.00984 0.00239 0.04000

6 Suku Bunga Acuan

Min 0.07500 0.04750 0.04250 0.01858

Max 0.07583 0.07000 0.04750 0.05917

Mean 0.07521 0.05583 0.04563 0.04563

Median 0.07500 0.05292 0.04625 0.04000 Std.Deviasi 0.00042 0.00984 0.00239 0.01858

7 coVar Min -0.22640 -0.10291 -0.20965 -0.19393

Sumber: Hasil Olahan Data Eviews, Lampiran 3

Berdasarkan tabel 4.1, hasil dari estimasi statistik deskriptif dapat dilihat bawa besaran provisi kerugian pinjaman setiap bank cenderung fluktuatif setiap tahunnya. Pada tahun 2018, besaran provisi kerugian pinjaman paling tinggi dimiliki oleh Bank Mayapada Tbk yaitu sebesar 0.00748. Pada tahun sebelumnya di tahun 2017 dimiliki oleh bank Bank Permata Tbk yaitu sebesar 0.0947. Nilai provisi kerugian pinjaman pada sejumlah bank juga negatif yang menandakan bahwa bank tidak memiliki alokasi yang cukup untuk mengantisipasi pinjaman bermasalah. Provisi kerugian pinjaman paling rendah dimiliki oleh Bank Agro Tbk yaitu sebesar -0.02719 yang terjadi pada tahun 2011. Data provisi kerugian pinjaman terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata provisi kerugian pinjaman lebih besar dari nilai standar deviasi.

Pada tahun 2018 nilai maksimum pertumbuhan pinjaman tertinggi yaitu sebesar 0.1552 yang dimiliki oleh Bank QNB Internasional Tbk yang artinya, pertumbuhan pinjaman pada Bank QNB mengalami kenaikan signifikan di tahun

Max -0.01385 -0.01700 -0.00914 0.00447 Mean -0.05152 -0.05166 -0.04179 -0.04530 Median -0.04772 -0.04498 -0.03102 -0.03784 Std.Deviasi 0.03072 0.02210 0.03392 0.03040

8 Total Aset

Min 8.59734 8.81441 8.85058 8.87567

Max 27.54118 27.66900 27.75098 27.89100 Mean 16.33371 16.43272 16.70992 23.46491 Median 11.49925 11.61528 16.70992 25.31813 Std.Deviasi 7.86738 7.83924 7.80722 5.30904

9 Aset Lancar

Min 0.16134 0.06826 0.16024 0.12738

Max 0.51949 0.54445 0.49136 0.47757

Mean 0.27815 0.27083 0.26203 0.24286

Median 0.25537 0.25247 0.25326 0.23458 Std.Deviasi 0.07166 0.07743 0.09630 0.07051

2018 setelah sebelumnya selalu mengalami penurunan. Selanjutnya pertumbuhan pinjaman yang paling rendah pada tahun 2018 yaitu sebesar -0.88971 yang dimiliki oleh Bank Bukopin. Artinya pertumbuhan pinjaman pada Bank Bukopin dalam keadaan yang buruk dibandingkan dari bank bank lainnya. Diketahui data pertumbuhan simpanan tidak terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata pertumbuhan simpanan lebih kecil dari pada nilai standar deviasi. Hal ini dapat disebabkan oleh kecenderungan bank yang bersifat prosikasilitas dalam mengatur besaran pinjaman.

Nilai tertinggi variabel ekuitas tertinggi yaitu pada tahun 2018 dan dimiliki oleh Bank Mega Tbk yaitu sebesar 0,3925. Sementara pada tahun 2017 dimiliki oleh Bank Agro Tbk yaitu sebesar 0.24578. Besaran pada ekuitas yang dimiliki oleh perbankan memiliki artian bahwa bank memiliki manajemen dana yang baik karena sebagai gambaran kekuatan modal yang dimiliki oleh bank tersebut. Nilai terendah variabel ekuitas sebesar 0.00027 yang dimiliki oleh Bank Pan Indonesia Tbk pada tahun 2018 yang artinya nilai ekuitas bank tersebut cukup rendah. Bank yang memiliki nilai ekuitas yang tinggi menunjukkan bank memberikan peluang investasi yang cukup baik karena merupakan representatif atas tingkat kesehatan bank. Data ekuitas terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata ekuitas lebih besar dari nilai standar deviasi.

Nilai tertinggi variabel PBIT tertinggi dimiliki oleh Bank Negara Indonesia Tbk dimulai pada tahun 2010 dan 2011 sebesar 0.14551 dan 0.08686.

Artinya Bank tersebut baik dan mampu mengelola aktivitasnya dengan baik sehingga menghasilkan laba yang cukup tinggi. Nilai terendah variabel PBIT

dimiliki oleh Bank Bukopin Tbk pada tahun 2018 yaitu sebesar -0.01329 dan pada tahun 2017 dimiliki oleh Bank QNB Tbk. Nilai negatif pada variabel ini menunjukan bank tidak menghasilkan pendapatan yang cukup untuk bank.

Selanjutnya untuk data PBIT telah terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata tingkat PBIT lebih besar dari nilai standar deviasi.

Pada tahun 2017 Indonesia memiliki nilai variabel pertumbuhan PDB paling rendah yaitu sebesar 0.04743 walaupun paling rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya namun masih terdapat pertambahan perkapita secara positif pada produksi barang dan jasa di Indonesia yaitu sebesar 4.74%. Sedangkan nilai tertinggi variabel pertumbuhan PDB yaitu sebesar 0.0767 yang pada tahun 2013.

Artinya adanya pertumbuhan PDB perkapita secara positif di Indonesia sebesar 7.67%. Selanjutnya data pertumbuhan PDB terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata pertumbuhan PDB lebih besar dari nilai standar deviasi.

Nilai tertinggi untuk variabel suku bunga acuan yaitu sebesar 0.07667 pada tahun 2014 yang ditetapkan oleh bank Indonesia sebagai acuan bagi bank umum untuk menetapakn suku bunga pinjaman. Pada tahun-tahun selanjutnya suku bunga acuan mengalami penurunan hingga pada tahun 2017 dan 2018 mencapai nilai terendah variabel tingkat suku bunga acuan yaitu sebesar 0.04250 pada dua tahun berturut-turut. Selanjutnya untuk data tingkat suku bunga telah terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata tingkat suku bunga lebih besar dari nilai standar deviasi.

Hasil dari estimasi statistik deskriptif menyatakan bahwa pada dua tahun terakhir yaitu tahun 2018 nilai maksimum risiko sistemik yang dihitung dengan coVar yaitu sebesar 0.00447 yang dimiliki oleh Bank Danamon. Artinya tingkat risiko sistemik yang dimiliki oleh Bank Danamon Tbk memiliki tingkat yang cukup tinggi . Nilai coVar yang paling rendah pada kurun waktu 2010 – 2017 dimiliki oleh Bank Central Asia. Nilai negatif didalam menghitung sangat berarti dikarenakan menyediakan informasi kontribusi sebuah institusi terhadap risiko sistemik, yang artinya Bank Bank Central Asia Tbk rentan terkena risiko sistemik. Selanjutnya untuk data risiko sistemik telah terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata risiko sistemik lebih besar dari nilai standar deviasi.

Total aset merupakan gambaran ukuran bank yang dan dalam penelitian ini merupakan hasil logaritma natural dari total aset atau kekayaan dari sebuah lembaga perbankan Nilai maksimum variabel total aset bank dimiliki oleh Bank Mandiri Tbk mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2018 yaitu sebesar 26.83201, 27.03662, 27.17786, 27.32055, 27.47441, 27.54118, 27.66900, 27.75098, 27.89100 artinya Bank Mandiri Tbk memiliki ukuran perusahaan yang besar yang dapat dilihat dari total aset sebuah institusi perbankan. Sedangkan yang memiliki nilai terendah pada variabel total aset adalah Bank Bumi Arta Tbk yang dimulai sejak tahun 2010-2018. Selanjutnya, diketahui data variabel total aset telah terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata variabel total aset lebih besar dari nilai standar deviasi.

Nilai tertinggi untuk variabel aset lancar pada empat tahun dimulai dari tahun 2010, dimiliki oleh Bank Victoria Tbk yaitu sebesar 0.73799. Selanjutnya pada pada tahun 2011 hingga 2015 nilai tertinggi pada aset lancar dimiliki oleh Bank Capital. Artinya bank Victoria memiliki kemampuan yang rasio modal yang baik karena kemampuannya dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya sangat baik. Pada tahun 2017 dan 2018 rasio aset lancar paling tinggi dimiliki oleh Bank Artha Graha Internasional Tbk yaitu sebesar 0.49136 dan 0.47775 Sedangkan nilai terendah untuk variabel aset lancar yaitu pada tahun 2010 yang dimiliki oleh Bank Mayapada Tbk artinya memiliki rasio aset lancar yang rendah.Selanjutnya, diketahui data variabel aset lancar telah terdistribusi dengan baik dikarenakan dalam kurun waktu 2010 – 2018 nilai rata-rata variabel aset lancar lebih besar dari nilai standar deviasi.

Gambaran uraian analisis deskriptif diatas dapat memperlihatkan pergerakan untuk setiap variabel dependen dan variabel indipenden sebagai berikut :

Gambar 4.1

Olahan data periode 2010-2018 Sumber : Hasil Olahan Data Penulis

Gambar diatas memperlihatkan nilai minimum dari seluruh variabel ang cenderung memiliki pergerakan yang stabil dalam kurun waktu 2010-2018.

Terdapat fluktuasi namun tidak terlalu signifikan antara seluruh variable.

Menjelang tahun 2017 hingga tahun 2018, terdapat penurunan jumlah pada variabel pertumbuhan pinjaman. Kondisi pada variabel lain cenderung stabil tidak terdapat kenaikan atau penurunan yang cukup ekstrim. Untuk variabel total aset sebagai gambaran ukuran bank dimulai dari tahun 2012 terus mengalami kenaikan. Dimulai pada tahun 2016 hingga 2018, pada total aset tidak terdapat pertumbuhan yang siginifikan dan terus bergerak stabil hingga 2018.

-2 0 2 4 6 8 10

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018

Besaran

Tahun

Provisi Kerugian Pinjaman Pertumbuhan Pinjaman Ekuitas

PBIT

Pertumbuhan PDB Suku bunga acuan coVar

Total Aset Aset Lancar

4.3 Hasil Estimasi Hipotesis 1

Dokumen terkait