• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1.1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan variabel motivasi belajar (X1), kesiapan belajar (X2), lingkungan keluarga (X3) dan hasil belajar akuntansi (Y) agar lebih mudah untuk dipahami.

4.1.1.1 Deskripsi Responden Penelitian

Dalam penelitian ini, yang dijadikan sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntansi tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 35 siswa. Dalam penelitian ini tidak menggunakan sampel penelitian, karena jumlah populasi yang kurang dari 100 responden sehingga penelitian ini dinamakan penelitian populasi.

4.1.1.2. Deskripsi Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar akuntansi siswa kelas XI Akuntansi tahun ajaran 2012/2013 sebagai variabel terikat, dan variabel motivasi belajar, kesiapan belajar siswa serta lingkungan keluarga sebagai variabel bebas.

Statistik deskriptif hasil belajar, motivasi belajar, kesiapan belajar dan lingkungan belajar siswa melalui program SPSS-16 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1. Hasil Statistik Deskriptif Penelitian

N Minimum Maximum Sum Mean

Std. Devi ation

Variance Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Hasil Belajar akuntansi 35 63.00 87.00 2636.00 75.3143 7.21017 51.987 Motivasi Belajar 35 28.00 63.00 1556.00 44.4571 10.46097 109.432 Kesiapan Belajar 35 18.00 52.00 1297.00 37.0571 10.44578 109.114 Lingkungan keluarga 35 28.00 66.00 1681.00 48.0286 11.20527 125.558 Valid N (listwise) 35

(Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2012)

4.1.1.2.1. Deskripsi Variabel Hasil Belajar Akuntansi

Berdasarkan Output SPSS pada tabel 4.1 tentang statistik deskriptif hasil belajar akuntansi menunjukan bahwa jumlah responden (N) adalah 35. Nilai terendah (minimum) mata pelajaran Akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar adalah 63 dan nilai tertingginya adalah 87. Rata-rata nilai mata pelajaran akuntansi adalah 75,31 dengan standar deviasi sebesar 7,21. Indikator dari hasil belajar akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai ulangan tengah semester siswa tahun ajaran 2012/2013. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai ulangan tengah semester siswa kelas XI Akuntansi di SMK Teuku Umar

tersebut adalah 75,21 dan termasuk dalam kategori tuntas. Distribusi ketuntasan hasil belajar Akuntansi ditunjukkan pada tabel 4.2 :

Tabel 4.2. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi

No Interval Frekuensi Presentase

(%)

Kategori

1 >75 18 51% Tuntas

2 <75 17 49% Tidak Tuntas

Jumlah 35 100%

(Sumber : Data guru, Tahun 2012)

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa hasil belajar akuntansi siswa sebanyak 18 siswa (51%) yang mendapat nilai lebih dari 75 sehingga hasil belajar siswa tersebut dapat dikatakan tuntas, dan sebanyak 17 siswa (49%) yang mendapatkan nilai dibawah 75 tersebut maka hasil belajarnya dikatakan tidak tuntas. Bila melihat hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar akuntansi yang diperoleh siswa adalah cukup baik, hal ini dapat dilihat dengan besarnya jumlah siswa yang dinyatakan bahwa hasil belajar akuntansi dalam kategori tuntas sebanyak 18 siswa dan lebih besar dibandingkan siswa yang hasil belajarnya tidak tuntas.

4.1.1.2.2. Deskripsi Variabel Motivasi Belajar

Motivasi merupakan suatu daya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Yang dimaksud motivasi belajar dalam penelitian ini adalah suatu

dorongan atau keinginan siswa untuk melakukan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar, yakni hasil belajar yang optimal.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar adalah 44,45 sehingga termasuk dalam kategori cukup tinggi. Indikator motivasi belajar siswa yaitu adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif. Hasil perhitungan analisis deskriptif variabel motivasi belajar akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar Semarang tahun ajaran 2012/2013 secara terperinci dapat dilihat pada tabel 4.3 sebagai berikut :

Tabel 4.3. Deskriptif presentase Variabel Motivasi Belajar

No Interval F Presentase (%) Kategori 1 58 – 65 5 14.29% Sangat tinggi 2 50 – 57 8 22.86% Tinggi 3 42 – 49 6 17.14% Cukup tinggi 4 34 – 41 8 22.86% Rendah 5 26 – 33 8 22.86 % Sangat rendah Jml 35 100%

(Sumber : Data diolah, Tahun 2012)

Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar Semarang Tahun Ajaran 2012/2013 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi sebanyak 5 siswa (14.29%), kategori tinggi sebanyak 8 siswa (22.86%), yang termasuk

dalam kategori cukup tinggi sebanyak 6 siswa (17.14%), yang termasuk dalam kategori rendah sebanyak 8 siswa (22.86%) dan yang termasuk dalam kategori sangat rendah sebanyak 8 siswa (22.86%) serta dengan rata-rata skor siswa sebesar 45 sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi dalam pembelajaran akuntansi di kelas.

4.1.1.2.3. Deskripsi Variabel Kesiapan Belajar

Kesiapan belajar merupakan suatu keadaan atau kondisi sebelum kegiatan belajar pada mata pelajaran akuntansi yang terkait dengan informasi yang dimiliki siswa untuk dapat merespon atau bereaksi sesuai dengan pembelajaran yang berlangsung sehingga mendapat hasil belajar akuntansi yang maksimal sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesiapan belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar adalah 37,05 dan termasuk kategori cukup siap. Data mengenai kesiapan belajar yang di peroleh dari hasil angket dengan jumlah 11 pernyataan yang terdiri dari 5 indikator, yaitu kesiapan fisik, kondisi psikologis, kondisi emosional, kesiapan materiil serta kebutuhan dan pengetahuan. Hasil perhitungan analisis deskriptif variabel kesiapan belajar akuntansi siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar Semarang tahun ajaran 2012/2013 secara terperinci dapat di lihat pada tabel 4.4 berikut :

Tabel 4.4. Deskriptif Presentase Variabel Kesiapan Belajar No Interval (%) F Presentase (%) Kategori 1 46 – 52 10 28.57% Sangat siap 2 39 – 45 6 17.14% Siap 3 32 – 38 9 25.71% Cukup siap 4 25 – 31 6 17.14% Kurang siap 5 18 – 24 4 11.43% Tidak siap Jml 35 100%

(Sumber : Data diolah,Tahun 2012)

Berdasarkan hasil tabel 4.4 diatas diketahui bahwa kesiapan belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar Semarang menunjukkan bahwa sebanyak 10 siswa (28.57%) yang termasuk dalam kategori sangat siap, 6 siswa (17.14%) yang termasuk dalam kategori siap, 9 siswa (25.71%) yang termasuk dalam kategori cukup siap, 6 siswa (17.14%) yang termasuk dalam kategori kurang siap serta 4 siswa (11.43%) yang termasuk dalam kategori tidak siap serta dengan rata-rata skor siswa sebesar 37 sehingga dapat dikatakan bahwa kesiapan belajar siswa kelas XI akuntansi SMK Teuku Umar dapat dikategorikan cukup siap dalam menerima pembelajaran akuntansi di kelas.

4.1.1.2.4. Deskripsi Variabel Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang paling utama yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, dimana lingkungan keluarga memiliki peran paling utama dan paling berpengaruh terhadap pendidikan dan perkembangan seorang anak. Hal ini dikarenakan seorang anak menghabiskan sebagian waktunya untuk berinteraksi dengan keluarga.

Melalui interaksi tersebut, seorang anak belajar untuk bersikap dan mengenal nilai-nilai yang umum berlaku dalam masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor lingkungan keluarga kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar adalah 48,02 dan termasuk dalam kategori cukup baik. Data mengenai lingkungan keluarga yang diperoleh dari hasil angket dengan jumlah 15 pernyataan yang terdiri dari 5 indikator, yaitu cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah / keluarga, keadaan ekonomi orann tua, dan pengertian orang tua. Hasil perhitungan analisis deskriptif variabel lingkungan keluarga siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar Semarang tahun ajaran 2012/2013 secara terperinci dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5 Deskriptif Presentase Lingkungan Keluarga

No Interval F Presentase (%) Kategori 1 59 – 66 7 20.00% Sangat baik 2 51 – 58 6 17.14% Baik 3 43 – 50 12 34.29% Cukup baik 4 35 – 42 3 8.57% Kurang baik 5 27 – 34 7 20.00% Tidak baik Jml 35 100%

(Sumber : Data diolah, Tahun 2012)

Berdasarkan hasil Tabel 4.5 diatas diketahui bahwa lingkungan keluarga siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar Semarang menunjukkan sebanyak 7 siswa (20.00%) yang termasuk dalam kategori sangat baik, sebanyak 6 siswa (17.14%) yang termasuk dalam kategori baik,

sebanyak 12 siswa (34.29%) yang termasuk dalam kategori cukup baik, sebanyak 3 siswa (8.57%) dalam kategori kurang baik dan sebanyak 7 siswa (20,00%) yang termasuk dalam kategori tidak baik serta dengan skor rata-rata siswa sebesar 48 maka dapat dikatakan bahwa kondisi lingkungan keluarga sebagian besar siswa kelas XI Akuntansi SMK Teuku Umar dapat dikatakan cukup baik.

Dokumen terkait