BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui distribusi jawaban masing-masing responden terhadap item pernyataan dalam instrumen kuesioner
penelitian. Analisis deskriptif masing-masing variabel penelitian dapat dilihat pada uraian dibawah ini.
Tabel 4.3 Tabulasi Jawaban Responden Atas Pernyataan Motivasi Kerja
Saya selalu bekerja dengan baik untuk mendapatkan
penghargaan dari perusahaan.
2 2,2 7 7,8 15 16,7 33 36,7 33 36,7 3,98
Kebutuhan akan kekuasaan
Saya giat bekerja karena adanya kesempatan yang diberikan tujuan yang ingin di capai dan memberikan saran dan ide.
Kebutuhan akan prestasi
Berdasarkan tabel diatas Pada pernyataan tentang “Saya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan saya”. Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 13 responden (14,4%), setuju sebanyak 37 responden (41,1%) dan sangat setuju sebanyak 39 responden (43,3%). “Saya selalu bekerja dengan baik untuk mendapatkan penghargaan dari perusahaan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 2 responden (2,2%), tidak setuju sebanyak 7 (7,8%), kurang setuju sebanyak 15 responden (16,7%), setuju sebanyak 33 responden (36,7%) dan sangat setuju sebanyak 33 responden (36,7%). Diketahui bahwa sebagian besar responden sangat setuju terhadap item pernyataan yang diajukan pada kuesioner penelitian variabel motivasi kerja. Dari keseluruhan pertanyaan diatas item pernyataan 1 memiliki nilai skor jawaban rata-rata tertinggi (4,27) yaitu, “Saya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan saya”. Artinya responden merasa masih adanya kesempatan yang diberikan perusahaan kepada karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan pada karyawan.
Kebutuhan akan kekuasaan
Berdasarkan tabel diatas Pada pernyataan tentang “Saya giat bekerja karena adanya kesempatan yang diberikan perusahaan untuk menduduki posisi tertentu.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 2 responden (2,2%), tidak setuju sebanyak 7 (7,8%), kurang setuju sebanyak 20 responden (22,2%), setuju sebanyak 33 responden (36,7%) dan sangat setuju
kesempatan ikut berpartisipasi dalam menetukan tujuan yang ingin di capai dan memberikan saran dan ide.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 3 responden (3,3%), tidak setuju sebanyak 5 (5,6%), kurang setuju sebanyak 20 responden (22,2%), setuju sebanyak 32 responden (35,6%) dan sangat setuju sebanyak 30 responden (33,3%). Artinya setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan saran dan ide dan memiliki kesempatan dalam pencapaian karir.
Kebutuhan akan afiliasi
Pada pernyataan tentang “Jalinan kerjasama diantara karyawan ditempat kerja membuat saya nyaman untuk bekerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 0 (0,0%), kurang setuju sebanyak 18 responden (20,0%), setuju sebanyak 32 responden (35,6%) dan sangat setuju sebanyak 40 responden (44,4%). Dan Pada pernyataan tentang “Jalinan kerjasama diantara karyawan ditempat kerja membuat saya nyaman untuk bekerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 4 (4,4%), kurang setuju sebanyak 10 responden (11,1%), setuju sebanyak 36 responden (40,0%) dan sangat setuju sebanyak 40 responden (44,4%). Berdasarkan penelitian dapat dilihat bahwa hubungan sosial antar karyawan terjalin dengan baik yang membuat karyawan nyaman untuk bekerja.
Tabel 4.4 Tabulasi Jawaban Responden Atas Pernyataan Lingkungan Kerja
Ventilasi udara yang ada saat ini
memperlancar pekerjaan. 1 1,1 6 6,7 31 34,4 34 37,8 18 20,0 3,69 lingkungan kerja yang nyaman.
1 1,1 4 4,4 14 15,6 38 42,2 33 36,7 4,09
Lingkungan fisik
Berdasarkan tabel diatas Pada pernyataan tentang “Keamanan di tempat kerja sudah mampu membuat saya bekerja dengan nyaman.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 0 (0,0%), kurang setuju sebanyak 10 responden (11,1%), setuju sebanyak 32 responden (35,6%) dan sangat setuju sebanyak 48 responden (53,3%). Pada pernyataan tentang “Penerangan yang cukup memudahkan saya dalam menyelesaikan pekerjaan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden (1,1%), tidak setuju sebanyak 4 (4,4%), kurang setuju sebanyak 10 responden (11,1%), setuju sebanyak 32 responden (35,6%) dan sangat setuju sebanyak 43 responden (47,8%). Pada pernyataan tentang
“Kebersihan lingkungan sekitar membuat nyaman dalam bekerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 2 responden (2,2%), tidak setuju sebanyak 9 (10,0%), kurang setuju sebanyak 24 responden (26,7%), setuju sebanyak 32 responden (35,6%) dan sangat setuju sebanyak 23 responden (25,6%). Pada pernyataan tentang “Ventilasi udara yang ada saat ini memperlancar pekerjaan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden (1,1%), tidak setuju sebanyak 6 (6,7%), kurang setuju sebanyak 31 responden (34,4%), setuju sebanyak 34 responden (37,8%) dan sangat setuju sebanyak 18 responden (20,0%). Pada pernyataan tentang
“Lingkungan kerja saya tenang dan bebas dari kebisingan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 24 responden (26,7%), setuju sebanyak 44 responden (48,9%) dan sangat setuju sebanyak 21 responden
(23,3%). Dari penelitian ini dan dilihat dari skor rata tertinggi sebesar 4,42 diketahui bahwa lingkungan kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan, lingkungan kerja yang baik akan membuat karyawan merasa aman dalam melakukan tugas dan tanggung jawab nya.
Lingkungan non fisik
Berdasarkan tabel diatas Pada pernyataan tentang “Para karyawan mendapatkan perlakuan secara adil.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 5 (5,6%), kurang setuju sebanyak 19 responden (21,1%), setuju sebanyak 46 responden (51,1%) dan sangat setuju sebanyak 20 responden (22,2%). “Saya selalu menjaga hubungan yang baik diantara para karyawan guna menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden (1,1%), tidak setuju sebanyak 4 (4,4%), kurang setuju sebanyak 14 responden (15,6%), setuju sebanyak 38 responden (42,2%) dan sangat setuju sebanyak 33 responden (36,7%). Hubungan baik dengan atasan membuat saya senang dalam bekerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 3 (3,3%), kurang setuju sebanyak 12 responden (13,3%), setuju sebanyak 49 responden (54,4%) dan sangat setuju sebanyak 26 responden (28,9%). Kerjasama antar karyawan membuat pekerjaan saya lebih lancar dan mudah.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 14 responden (15,6%), setuju sebanyak 52 responden (57,8%) dan sangat setuju sebanyak 23 responden
(25,6%). Berdasarkan hasil penelitian dan skor rataan tertinggi yang didapat sebesar 4,09 sebagian besar responden setuju hubangan yang baik antar karyawan dan keadilan dapat meningkatkan kinerja karyawan.
Tabel 4.5 Tabulasi Jawaban Responden Atas Pernyataan Disiplin Kerja
Sumber: Data diolah, 2020 Pernyataan
Jawaban Responden
Mean
STS % TS % KS % S % SS %
Saya selalu masuk kerja tepat
pada waktunya. 0 0 2 2,2 4 4,4 19 21,1 65 72,2 4,63
Saya tidak pernah absen saat
hari kerja. 0 0 1 1,1 8 8,9 22 24,4 59 65,6 4,54 Saya selalu memaksimalkan
waktu kerja saya ditempat kerja. 0 0 7 7,8 19 21,1 39 43,3 25 27,8 3,91
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa Pada pernyataan tentang “Saya selalu masuk kerja tepat pada waktunya.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 2 (2,2%), kurang setuju sebanyak 4 responden (4,4%), setuju sebanyak 19 responden (21,1%) dan sangat setuju sebanyak 65 responden (72,2%). “Saya tidak pernah absen saat hari kerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 8 responden (8,9%), setuju sebanyak 22 responden (24,4%) dan sangat setuju sebanyak 59 responden (65,6%). “Saya selalu menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditentukan atasan saya.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 4 (4,4%), kurang setuju sebanyak 14 responden (15,6%), setuju sebanyak 37 responden (41,1%) dan sangat setuju sebanyak 35 responden (38,9%). “Saya melaksanakan pekerjaan sesuai interuksi yang diberikan atasan.”
Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 4 (4,4%), kurang setuju sebanyak 11 responden (12,2%), setuju sebanyak 43 responden (47,8%) dan sangat setuju sebanyak 32 responden (35,6%). “Saya tidak pernah meninggalkan tempat kerja tanpa izin.”
Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 3 (3,3%), kurang setuju sebanyak 16 responden (17,8%), setuju sebanyak 35 responden (38,9%) dan sangat setuju sebanyak 36 responden (40,0%). “Saya selalu memaksimalkan waktu kerja saya ditempat kerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 7 (7,8%), kurang setuju sebanyak 19
responden (21,1%), setuju sebanyak 39 responden (43,3%) dan sangat setuju sebanyak 25 responden (27,8%). “Apabila ada pekerjaan tambahan saya dapat mengerjakan dengan tepat waktu.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 2 responden (2,2%), tidak setuju sebanyak 8 (8,9%), kurang setuju sebanyak 19 responden (21,1%), setuju sebanyak 34 responden (37,8%) dan sangat setuju sebanyak 27 responden (30,0%). “Saya menggunakan dan mejaga peralatan kantor dengan baik.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 5 responden (5,6%), tidak setuju sebanyak 7 (7,8%), kurang setuju sebanyak 21 responden (23,3%), setuju sebanyak 31 responden (34,4%) dan sangat setuju sebanyak 26 responden (28,9%). Berdasarkan hasil penelitian dan skor rataan tertinggi yang didapat sebesar 4,63 artinya responden merasa bahwa waktu yang digunakan secara maksimal cukup memberikan bantuan dalam melaksanakan tugas.
Tabel 4.6 Tabulasi Jawaban Responden Atas Pernyataan Kinerja Kerja
Pernyataan
Jawaban Responden
Mean
STS % TS % KS % S % SS %
Kualitas
Kualitas hasil kerja yang saya lakukan sesuai dengan cara kerja yang ditetapkan.
0 0 1 1,1 18 20,0 36 40,0 35 38,9 4,17
Saya lebih menekankan mutu pada pekerjaan saya, untuk itu saya bekerja dengan teliti dan
menguasai bidang pekerjaan saya.
3 3,3 8 8,9 20 22,2 31 34,4 28 31,1 3,81
Saya selalu cepat tanggap terhadap
tugas baru yang di berikan. 2 2,2 9 10,0 18 20,0 28 31,1 33 36,7 3,90
Sumber: Data diolah, 2020
Kualitas
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa Pada pernyataan tentang
“Kualitas hasil kerja yang saya lakukan sesuai dengan cara kerja yang ditetapkan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 18 responden (20,0%), setuju sebanyak 36 responden (40,0%) dan sangat setuju sebanyak 35 responden (38,9%). “Saya lebih menekankan mutu pada pekerjaan saya, untuk itu saya bekerja dengan teliti dan menguasai bidang pekerjaan saya.”
Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 3 responden (3,3%), tidak setuju sebanyak 8 (8,9%), kurang setuju sebanyak 20 responden (22,2%), setuju sebanyak 31 responden (34,4%) dan sangat setuju sebanyak 28 responden (31,1%). “Saya selalu cepat tanggap terhadap tugas baru yang di berikan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 2
Pernyataan STS % TS % KS % S % SS % Mean
Kuantitas
Kuantitas pekerjaan yang saya lakukan sesuai dengan target yang diberikan.
4 4,4 4 4,4 14 15,6 32 35,6 36 40,0 4,02
Sebagian besar waktu saya di
kantor untuk bekerja. 1 1,1 1 1,1 17 18,9 26 28,9 45 50,0 4,26 Saya selalu menyelesaikan
pekerjaan dengan cekatan, cepat dan tepat.
0 0 3 3,3 14 15,6 31 34,4 42 46,7 4,24
Pekerjaan saya selalu memiliki nilai penting karena menjadi contoh untuk karyawan lain nya.
0 0 1 1,1 15 16,7 56 62,2 18 20,0 4,01
responden (2,2%), tidak setuju sebanyak 9 (10,0%), kurang setuju sebanyak 18 responden (20,0%), setuju sebanyak 28 responden (31,1%) dan sangat setuju sebanyak 33 responden (36,7%).
Kuantitas
“Kuantitas pekerjaan yang saya lakukan sesuai dengan target yang diberikan.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 4 responden (4,4%), tidak setuju sebanyak 4 (4,4%), kurang setuju sebanyak 14 responden (15,6%), setuju sebanyak 32 responden (35,6%) dan sangat setuju sebanyak 36 responden (40,0%). “Sebagian besar waktu saya di kantor untuk bekerja.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 1 responden (1,1%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 17 responden (18,9%), setuju sebanyak 26 responden (28,9%) dan sangat setuju sebanyak 45 responden (50,0%).
Pada pernyataan tentang “Saya selalu menyelesaikan pekerjaan dengan cekatan, cepat dan tepat.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 3 (3,3%), kurang setuju sebanyak 14 responden (15,6%), setuju sebanyak 31 responden (34,4%) dan sangat setuju sebanyak 42 responden (46,7%). “Pekerjaan saya selalu memiliki nilai penting karena menjadi contoh untuk karyawan lainnya.” Jawaban responden yang menyatakan sangat tidak setuju sebanyak 0 responden (0,0%), tidak setuju sebanyak 1 (1,1%), kurang setuju sebanyak 15 responden (16,7%), setuju sebanyak 56 responden (62,2%) dan sangat setuju sebanyak 18 responden (20,0%). Berdasarkan hasil penelitian dan skor rataan tertinggi yang didapat
sebesar 4,26 artinya Sebagian besar waktu responden di gunakan untuk bekerja untuk memberikan hasil yang baik untuk perusahaan.
4.5 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal, sehingga uji normalitas bukan dilakukan pada masing – masing variabel tetapi pada nilai residualnya. Uji normalitas bertujuan untuk menguji salah satu asumsi dasar analisis regresi berganda , yaitu variabel – variabel independen dan dependen harus berdistribusi normal atau mendekati normal (Stephens, 1974). Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan beberapa cara seperti dengan uji Histogram, uji P Plot, uji Chi square atau kolmogorov Smirnov. Pada penelitian ini akan dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji Histogram dan P Plot.
Hasil dari uji histrogram dapat dilihat dari gambar 4.1 yang menunjukkan grafik histogram memberikan pola distribusi normal sebab memperlihatkan grafik mengikuti sebaran kurva normal (ditunjukan dengan kurva berbentuk lonceng).
Gambar 4.6 Hasil Uji Normalitas P-Plots
Grafik normal probability plot pada gambar 4.2 menunjukan pola distribusi normal dimana data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.
Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui besarnya interkolerasi antara variabel bebas dalam penelitian ini. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat masalah multikolinearitas. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dapat dilihat pada nilai tolerance dan VIF. Apabila nilai toleransi
di atas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas untuk model regresi pada penelitian ini disajikan pada tabel 4.7.
tabel 4.7 Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF Keterangan
Motivasi Kerja 0,559 1,787 Tidak Terjadi Multikolinearitas Lingkungan Kerja 0,634 1,576 Tidak Terjadi Multikolinearitas Disiplin Kerja 0,661 1,512 Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber: Data diolah, 2020
Dari tabel 4.7 Terlihat bahwa semua variabel mempunyai nilai toleransi di atas 0,1 dan nilai VIF di bawah 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi multukolinearitas. Artinya antara variabel Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja tidak terjadi korelasi sehingg dapat dinyatakan bahwa variabel bebas dalam penelitian ini berdiri sendiri atau tidak saling terkait satu sama lain.
Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.7 Uji Heteroskedastisitas
Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa titik – titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik – titik menyebar di atas dan dibawah angka nol pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah Heteroskedastisitas dalam model regresi
Uji Regresi Berganda
Tabel 4.8 Uji Regresi Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B
Std.
Error Beta
1 (Constant) 1,283 2,107 0,609 0,544
Motivasi Kerja
0,553 0,083 0,527 6,638 0,000
Sumber: Data diolah, 2020 Persamaan regresi yang diperoleh adalah
Y = 1,283 + 0,553 X1+ 0,153X2 + 0,243X3 + e
Interprestasi dari regresi di atas adalah sebagai berikut :
1. Konstanta (e)
Ini berarti jika semua varibel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai variabel terikat (beta) sebesar 1,283.
2. Motivasi Kerja (X1) tehadap beta (Y)
Nilai koefisien Motivasi kerja untuk variabel X1 sebesar 0,553 dan bertanda positif, ini menunjukan bahwa variabel Motivasi Kerja mempunyai hubungan searah dengan Kinerja Karyawan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Motivasi Kerja satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik 0,553 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
Lingkungan Kerja
0,153 0,062 0,181 2,473 0,015
Disiplin Kerja
0,243 0,062 0,278 3,913 0,000
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
3. Lingkungan Kerja (X2) tehadap beta (Y)
Nilai koefisien Lingkungan kerja untuk variabel X2 sebesar 0,153 dan bertanda positif, ini menunjukan bahwa variabel Lingkungan Kerja mempunyai hubungan searah dengan Kinerja Karyawan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Lingkungan Kerja satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik 0,153 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
4. Disiplin Kerja (X3) tehadap beta (Y)
Nilai koefisien Disiplin kerja untuk variabel X3 sebesar 0,243 dan bertanda positif, ini menunjukan bahwa variabel Disiplin Kerja mempunyai hubungan searah dengan Kinerja Karyawan. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kenaikan Disiplin Kerja satu satuan maka variabel Beta (Y) akan naik 0,243 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
4.6 Uji Hipotesis
Koefisien Determinasi (R – Square)
Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel model summary. Sehingga dapat dilihat korelasi antar variabel dependen dan variabel independen melalui besaran yang ditunjukan oleh besarnya nilai R dan Adjusted R Square seperti pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9
a. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah, 2020
Dari Tabel 4.9 dapat dilihat sebagai berikut :
1. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,837 yang menunjukan bahwa korelasi/hubungan antara variabel dependen (Y) dan variabel independen (X1 ; X2 dan X3) adalah tinggi. Jika R > 0,05 maka korelasi tinggi (sufre 2014).
2. Nilai koefisien adjusted (R Square) sebesar 0,690. Artinya 69% Kinerja Karyawan dipengaruhi oleh variabel Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja pada penelitian ini, sedangkan sisanya 31% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel independen yang digunakan pada penelitian.
Uji Secara Serempak (Uji F)
ANOVA (pengujian F) merupakan bagian dan proses dalam regresi linear yang digunakan untuk melihat apakah model regresi tersebut dapat digunakan
dan variabel independen. Jika F hitung < F tabel atau probabilitas > 0,05 maka H0 diterima. Jika F > F tabel atau probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak.
Tabel 4.10 ANOVAa
Model Sum of Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 1026,832 3 342,277 67,059 ,000b
Residual 438,957 86 5,104
Total 1465,789 89
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
b. Predictors: (Constant), Disiplin Kerja, Lingkungan Kerja, Motivasi Kerja. Sumber: Data diolah, 2020
H0 : tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama – sama dari variabel bebas Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
H1 : terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama – sama dari variabel bebas Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Dari Tabel 4.10 nilai F hitung yang diperoleh adalah 67,059 lebih besar dari F tabel 2,71 (F hitung > F tabel) dengan tingkat signifikansi 0,05. Dengan probabilitas 0,00 atau lebih kecil dari 0,05. Maka H0 ditolak H1 diterima. Dengan kata lain terdapat pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Uji Secara Parsial (Uji t)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X) secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh atau tidak secara parsial terhadap variabel dependen maka ditentukan nilai standar signifikan pada alpha 5%.
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah, 2020
Berdasarkan Tabel 4.11 dapat dijelaskan bahwa :
1. Konstanta (e) : jika semua varibel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai variabel terikat (beta) sebesar 1,283.
2. Variabel Motivasi Kerja (X1) : dapat dilihat t hitung untuk X1 yaitu 6,638 dimana t hitung lebih besar dari t tabel ( t hitung > t tabel ; t tabel = 1,98)
dan taraf signifikan 0,05. Ini berarti variabel Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan.
3. Variabel Lingkungan Kerja (X2) : dapat dilihat t hitung untuk X1 yaitu 2,473 dimana t hitung lebih besar dari t tabel ( t hitung > t tabel ; t tabel = 1,98) dan taraf signifikan 0,05. Ini berarti variabel Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan.
4. Variabel Disiplin Kerja (X3) : dapat dilihat t hitung untuk X1 yaitu 3,913 dimana t hitung lebih besar dari t tabel ( t hitung > t tabel ; t tabel = 1,98 ) dan taraf signifikan 0,05. Ini berarti variabel Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Karyawan.